NovelToon NovelToon
Moon And Sun

Moon And Sun

Status: tamat
Genre:Mafia / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Misteri / Tamat
Popularitas:44.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadiyah Salsabila

SEDANG PROSES REVISI PENULISAN, JADI MOHON MAAF JIKA BANYAK YG SALAH, BAIK TANDA BACA MAUPUN KATA🙏🏻🙏🏻

Di Albion City saat ini sedang gempar dengan penemuan banyak mayat yang ditemukan di tempat-tempat yang berbeda.

Lugh yang seorang detektif swasta ikut membantu dalam penyelidikan kasus ini. Satu hal yang telah mereka simpulkan, bahwa semua mayat yang ditemukan dibunuh oleh 1 orang yang sama.

Serangkaian misteri-misteri lain pun terus berdatangan, hingga memaksa Lugh dan teman-temannya untuk merangkai setiap pecahan puzzle misteri itu menjadi puzzle yang utuh.

Akankah Lugh bersama rekan tim nya dapat memecahkan kasus ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 24. Pengkhianat yang Berkhianat

Saat ini Lugh tengah terdiam dan berpikir setelah mendengar perkataan Karin itu, Lugh bingung dengan apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Lugh menyukai Hyuna, dia juga mempercayainya, namun perkataan dari semua rekannya itu tidak dapat dikatakan salah juga.

"Huft.." Lugh menghela dalam napasnya, kemudian selama beberapa detik dia terdiam lagi, sampai akhirnya Lugh pun telah memutuskan keputusan apa yang akan dirinya ambil.

"Aku akan tetap berada di sisi Hyuna, di pihak yang mempercayai nya, namun aku juga akan tetap bersama kalian. Aku akan selalu ada disamping Hyuna untuk mengawasi setiap pergerakannya, jika memang semua hal yang kupikirkan tentang nya salah, dan kalianlah yang benar, maka aku siap menjadi orang yang akan menghabisi nya nanti, demi kepentingan kota ini." Ucap Lugh dengan berat hati.

"Dasar kau ini! Baiklah ku pegang perkataan mu itu, dan terimalah resiko apapun yang akan kau terima nanti." Balas Asyraf yang memberikan Lugh kebebasan untuk memilih.

Yang lainnya pun hanya bisa setuju, dan tak dapat mengatakan apapun lagi, Lugh telah memutuskan nya, maka dia tidak akan bisa dipengaruhi oleh apapun lagi.

Setelah itu, satu persatu dari mereka keluar, karena mereka tidak dapat berdiam saja di ruangan itu, masih ada banyak hal yang harus mereka selesaikan.

Hingga akhirnya tersisa lah Lugh dan Hyuna saja di kamar rawat tersebut, sebenarnya Lugh pun ingin ikut, namun T.K melarangnya dengan keras.

"Cukup dengan semua hal-hal bodoh yang kau buat itu hari ini, jangan lakukan hal bodoh yang lainnya!" Tegas T.K sebelum dia pergi, kalimat inilah yang membuat Lugh tidak bisa ikut.

Karena tadi dokter melarang Lugh juga Hyuna untuk tidak terlalu banyak bergerak, maka T.K maupun yang lainnya pun bersikap tegas dalam hal ini, Lugh boleh memutuskan pilihan nya mengenai Hyuna itu, namun untuk kali ini dia benar-benar harus menurut.

"Padahal aku baik-baik saja," Gumam Lugh yang mulai merasa bosan, matanya terus menatap langit-langit ruangan itu. "Apa aku kabur saja ya?" lanjutnya yang masih tak terima karena tak diperbolehkan ikut.

......................

"Oliver! usshh ... Oliver bangun, Oliver bangun!"

Hyuna yang sedang beristirahat, perlahan membuka matanya saat nama aslinya itu dipanggil beberapa kali oleh suara yang sangat dia kenal.

"Gildan?" Lirih Hyuna disaat pandangan nya masih kabur akibat kehilangan banyak darah tadi.

"Iya ini gue!" Balas pemilik suara yang memanggil Hyuna sejak tadi. Dan ya, ternyata orang itu adalah Gildan.

Hyuna mengucek matanya secara perlahan, kemudian pandangan nya beralih ke arah ranjang Lugh, "Dimana Lugh?!" Ucap Hyuna panik ketika mengetahui Lugh tidak ada di atas ranjangnya.

"Aku melihatnya masuk ke toilet tadi," Jawab Gildan dengan datar. "Tapi itu tidak penting sekarang! Sebenarnya apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau seharusnya mengawasi pergerakan para detektif itu? Mengapa kau malah berbaring di sini Hyuna?" Lanjut Gildan dengan raut wajah bingung, dan memberikan pertanyaan yang begitu banyak kepada Hyuna.

"Husshh ... Kecilkan suara mu! Aku sudah memutuskan nya, aku ingin keluar, kau sudah tau apa alasan ku bukan?" Balas Hyuna yang kemudian balik bertanya.

Raut wajah Gildan berubah menjadi sangat kaget seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang baru saja Hyuna katakan. "Kau serius?! Ini gila Oliver, kau tau sendiri kan apa konsekuensi yang akan kau terima? Lalu apa yang membuat mu sampai akhirnya mau memutuskan hal ini, bukankah mereka tidak akan menerimamu?"

"Yang lainnya memang belum menerimaku, namun Lugh sudah, dan aku juga yakin bahwa yang lainnya akan ikut menyusul untuk mempercayai dan menerima ku." Seru Hyuna dengan suara yang mantap.

"Huft ... Baiklah jika memang seperti itu yang kau inginkan, itu berarti mulai detik ini kita akan menjadi musuh, ya? Tapi sebelum kita akhirnya benar-benar akan menjadi musuh, aku ingin mengatakan ini. Terimakasih karena kau pernah menolong ku saat aku hampir tiada, namun aku tak akan mengikuti jejak mu, karena selain mu hanya bos lah yang mau menerima diriku ini. Dan satu hal lagi, berhati-hatilah, kau memang telah menjadi musuhku saat ini, namun aku masih akan menganggap mu sebagai atasan ku juga, semoga ini menjadi pilihan terbaik untuk mu, terus jaga dirimu ya. Sampai jumpa Oliver!" Ucap Gildan dengan sangat panjang lebar.

Gildan mengatakan semua itu dengan air mata yang tertahan di kelopak matanya, sementara Hyuna sudah menangis sejak mendengar Gildan mengatakan "terimakasih" padanya.

Gildan pergi keluar melewati jendela kamar rawat tersebut, sama dengan saat dia masuk tadi.

"Terimakasih juga." Lirih Hyuna.

Beberapa saat setelah Gildan pergi, Lugh pun keluar dari kamar mandi. Saat mendengar pintu kamar mandi yang terbuka, Hyuna sudah terlebih dahulu menghapus air matanya, agar Lugh tidak mengetahui bahwa dia telah menangis.

"Siapa yang barusan berbicara dengan mu Hyuna?" Tanya Lugh sembari menghampiri Hyuna, dia memang tidak mendengar dengan cukup jelas, namun suara samar-samar orang yang sedang berbicara jelas dia dengar.

"Tadi Gildan datang kesini," Balas Hyuna dengan santai, sementara Lugh yang mendengarnya kaget, "Apa yang dia lakukan?" Ucap Lugh.

"Dia nanya mengapa aku ada disini, terus aku jawab apa yang sebenarnya terjadi. Dia tadi juga ngucapin salam perpisahan karena akhirnya kami memilih jalan yang berbeda." Jawab Hyuna.

"Memangnya tidak apa-apa dia tau kalau kamu mengkhianati mereka?" Tanya Lugh lagi yang masih bingung.

Hyuna tersenyum sekilas mendengar pertanyaan Lugh itu, "Gildan tidak sepenuhnya jahat, dia memiliki sisi lembut dan juga baik, dia tidak akan melaporkan ku maupun menyakiti ku. Alasan Gildan menjadi anggota dari organisasi rahasia itu, karena dia pernah mencintai dan mengharapkan sebuah cinta, namun tak satupun orang yang memperdulikan nya, dia dibuang oleh keluarganya sendiri, ditelantarkan dan akhirnya dia hidup dengan mempertaruhkan nyawanya. Dia pernah hampir mati digebukin oleh banyak orang karena dia mencuri makanan, dan aku menolongnya, lalu aku membawanya ke hadapan bos, bos menyadari kemampuan yang ada di dalam diri Gildan, jadi dia mengangkat Gildan untuk menjadi tangan kirinya. Aku dan Gildan sendiri sudah seperti saudara, kami melewati banyak hal bersama, dan mengapa Gildan tak mau mengikuti ku, itu karena dia memilih untuk tidak mengkhianati salah satu orang pertama yang mau menerimanya." Jawab Hyuna sembari menjelaskan.

"Jadi Gildan juga mengetahui wajah pemimpin itu?" Tanya Lugh untuk terakhir kalinya, karena dia bingung, Hyuna mengatakan bahwa dia membawa Gildan untuk bertemu dengan si pemimpin organisasi rahasia itu, tapi sebelumnya Hyuna mengatakan bahwa hanya dialah yang mengetahui wajah dari si pemimpin tersebut.

Lalu Hyuna pun kembali menjawab, bahwa saat itu Gildan memang bertemu dengan si pemimpin, namun dia tidak melihat wajahnya karena si pemimpin itu menutup wajahnya dengan topeng.

1
Anonim
keren banget👍👍
yosh—
malah q nggak bisa tidur ikut merasa diteror...
yosh—
hadir... pada mampirlah karyaku hampir end
ˢ⍣⃟ₛNadiyah❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
keren banget sama cerita satu ini, alur plot semuanya oke ide cerita juga menarik banget the best author. ayo Nex season author
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪: terimakasih kk
total 1 replies
@ួ ້Lidyaさ
eps terakhir benar-benar menggambarkan keseluruhan cerita dan maksud dari judul cerita ini keren banget sumpah. Ayo author buat kelanjutannya
@ួ ້Lidyaさ
karin disini keren banget
Hyuna-Chan🪐
Di eps terakhir, maksud dari judul moon and sun diungkapkan dengan jelas oleh character antagonis, sungguh plot yang menarik!!
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪: terimakasih
total 1 replies
Hyuna-Chan🪐
akhirnya pertarungan besar telah berakhir, dan kemenangan adalah milik para detektif ya
Hyuna-Chan🪐
betapa mengerikannya hal ini, gak kebayang aku kalau jadi hyuna dan harus menyaksikan semuanya secara langsung
Hyuna-Chan🪐
sungguh alasan yang begitu berlawanan yaa, pliss merinding bacanya
Hyuna-Chan🪐
sosok Lugh yang pemaaf tapi dibuat marah sampai begini benar² sangat menakutkan
Hyuna-Chan🪐
Gildan menghilang semuanya panik wkwk, ada rencana apa lagi ini pihak musuh
Hyuna-Chan🪐
kata² nya begitu menyentuh astaga, keren kalian
☠️⃝ˢ⍣⃟ₛ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻLiᷡeᷧsͩeͥᵞᵃʰ
Dan akhirnya maksud dari judul moon and sun tersampaikan di kalimat² terakhirnya lucky. Keren banget nih cerita!
☠️⃝ˢ⍣⃟ₛ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻLiᷡeᷧsͩeͥᵞᵃʰ
orang jahat pun masih punya hati kalau sama orang yang dia sayang, astaga Gildan jangan mati dulu
☠️⃝ˢ⍣⃟ₛ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻLiᷡeᷧsͩeͥᵞᵃʰ
yaampun lucky emang benar-benar jahat ya, mulutnya pun jahat
☠️⃝ˢ⍣⃟ₛ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻLiᷡeᷧsͩeͥᵞᵃʰ
wkwk salah pegang tangan ternyata, betapa hancurnya itu hati lucky wkwk
☠️⃝ˢ⍣⃟ₛ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻLiᷡeᷧsͩeͥᵞᵃʰ
hooh berarti T.K udh tobat kali ya jadi pembunuh bayangan
☠️⃝ˢ⍣⃟ₛ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻLiᷡeᷧsͩeͥᵞᵃʰ
kata²nya emg sadis sih, tapi jujur itu related banget buat para manusia
Alarice Erica🎸
jadi keinget cerita jack the ripper:( tapi ini seru sihh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!