NovelToon NovelToon
MARRIED TO STRANGER

MARRIED TO STRANGER

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Sensen_se.

Frisha Natalia, kabur dari rumah ketika dipaksa menikah dengan pria beristri, sebagai penebus hutang ayahnya. Di jalan, Frisha mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan gadis itu lumpuh.

Clyton Xavier Sebastian, pria yang tidak sengaja menabraknya, bersedia bertanggung jawab memberi kompensasi dan menjamin pengobatannya.

Akan tetapi, Frisha menolak. Dia menuntut tanggung jawab dalam bentuk lain, yakni menikahinya.

Apakah Xavier, seorang CEO perusahaan besar, mau menerima pernikahan dengan wanita asing begitu saja? Ikuti kisahnya yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 : SURAT CERAI

Gissel tersenyum miring ketika berhasil membuat perubahan mimik wajah Frisha. Merasa puas dengan apa yang ia lakukan pagi itu. Selesai melakukan pembayaran, Gissel melangkah keluar dari bangunan bertingkat 2 itu.

Getaran di ponsel Frisha begitu terasa, membuyarkan kekalutan dalam hatinya. Tiba-tiba ada nomor asing yang mengirim pesan ke ponselnya. “Sayang, ini aku Xavier. Aku mau jalan-jalan sama kamu. Tunggu aku di depan toko ya.”

Kening Frisha mengernyit dalam, ia beralih pada nomor suaminya. Mengirimi pesan sekedar emoticon love sebanyak lima kali. Sayangnya, pesan yang ia kirim bercentang satu.

“Sayang, aku sudah hampir sampai. Jangan buang-buang waktu. Buruan ya!” Pesan dari nomor sebelumnya kembali masuk.

Tanpa membalasnya, Frisha beranjak ke depan toko. Semua karyawan tengah disibukkan dengan para pelanggan yang tiba-tiba ramai. Frisha luput dari pengawasan bawahannya. Mereka kira, Frisha masih berada di ruangannya.

Tepat ketika berada di tepi halaman parkir yang cukup luas, Frisha melongokkan kepala ke ujung jalan, mencari mobil sang suami. Namun, tiba-tiba ada yang menusukkan sebuah jarum suntik di lengannya, mendorongnya hingga seluruh cairan habis, beralih masuk ke tubuh Frisha.

Frisha melebarkan kelopak matanya. Ia menoleh, menemukan gadis yang memesan buket bunga untuk suaminya tadi, tengah tersenyum penuh kemenangan. Ingin menjerit, tapi suaranya seolah tenggelam dan tak berapa lama, Frisha tak sadarkan diri.

Dalam hitungan detik, sebuah mobil berhenti di depan mereka. Dua pria kekar segera membawa Frisha masuk, meninggalkan kursi rodanya di sana.

\=\=\=\=000\=\=\=\=

Perjalanan selama beberapa jam ditempuh oleh Gissel beserta rombongannya. Mereka tiba di sebuah rumah kosong yang sangat kecil. Tidak ada tetangga sama sekali.

“Cepat turunkan dia!” titah Gissel turun terlebih dahulu.

Di sana, Yenny sudah menungguya sembari melipat kedua lengannya. Ia tersenyum miring ketika menemukan Gissel mendekat sembari tertawa dan berteriak, “Berhasil!”

Mereka meletakkannya di sebuah kursi, kedua tangannya dililit sebuah tali hingga tubuhnya menyatu dengan kursi kayu tersebut.

“Mana surat itu?” todong Yenny pada Gissel.

Gissel meraihnya dari dalam tas kemudian menyerahkan pada ibunya. Yenny tertawa terbahak-bahak setelah itu. “Berapa lama lagi dia sadar?” tanya Yenny menatap Frisha yang masih memejamkan mata.

Gissel menatap jam di pergelangan tangannya, “Sebentar lagi harusnya, Bu!” ungkapnya menatap sinis pada Frisha.

“Ambilkan saja air satu ember! Kelamaan!” perintah Yenny.

Gissel mematuhi perintah itu. Ia keluar dan kembali masuk dengan satu ember air kemudian menyiramkannya dengan keras pada wajah Frisha.

Frisha gelagapan, ia mengerjapkan mata sembari mengatur napas dan terbatuk-batuk. Tubuhnya basah seluruhnya.

“Akhirnya putri tidur bangun juga!” sinis Yenny mencengkeram dagu Frisha.

“Siapa Anda?” ujar Frisha melotot tajam pada wanita itu.

“Hahaha! Tidak penting siapa saya. Yang jelas, saya adalah pencabut nyawa kamu. Ahaha!” pekik Yenny tertawa menggelegar.

“Apa salah saya sama Anda?” seru Frisha masih dengan tatapan tak bersahabat.

“Emmm ... apa ya! Karena kamu sumber kebahagiaan pria berkaki panjang itu!” tegasnya kembali tertawa seperti orang gila. Namun detik berikutnya menatap dengan tatapan yang begitu tajam.

“Kamu harus menandatangani surat ini!” Yenny menyodorkan sebuah kertas.

Frisha memicingkan mata, membaca deretan kata demi kata yang tersusun rapi pada kertas tersebut. Dadanya berdenyut nyeri saat menemukan tulisan yang menunjukkan pengajuan cerai dari pengadilan negeri.

“Tidak akan!” tolak Frisha dengan tegas.

“Benarkah? Kamu benar tidak akan melakukannya?” Yenny tersenyum smirk. Wajahnya terbuka sepenuhnya, tampak menyeramkan dengan bekas luka di separuh wajah itu.

“Tentu saja! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menandatanganinya!” sahut Frisha lagi.

Yenny mengeluarkan sebuh pisau lipat. Menodongkannya tepat di wajah Frisha, bahkan ujung mata pisau itu sudah bergerak di permukaan kulitnya.

Frisha menatap seram ujung mata pisau itu. Tubuhnya menegang, napasnya mulai berembus dengan sangat berat.

“Heh! Kau sadar tidak? Kamu itu cuma nyusahin aja hidupnya! Dasar benalu! Gissel!” panggil Yenny hingga gadis itu mendekat.

Gissel menyodorkan ponselnya, menunjukkan foto-fotonya saat mencium Xavier dengan brutal. Bukan hanya satu, tapi ada beberapa. Tubuh Frisha sepenuhnya bergetar hebat, oksigen di sekelilingnya seolah habis.

“Lihatlah! Dia sama sekali tidak mengharapkanmu!” tegas Gissel menunjuk foto-foto itu.

“Enggak! Enggak mungkin!” Frisha memejamkan matanya, hingga buliran bening di kedua sudut matanya berjatuhan. Meski mulutnya terus mengelak, tak dapat dipungkiri hatinya terasa nyeri. Ia sampai kesulitan menarik napas normal.

“Apanya yang enggak mungkin? Perempuan cacat sepertimu itu nggak berguna! Nyusahin aja hidupnya. Tentu aja suamimu itu akan memilih wanita yang lebih sempurna!” Yenny terus menggumamkan kalimat-kalimat yang semakin meremas jantung Frisha.

“Aku tetap tidak akan menandatanganinya, sebelum suamiku sendiri yang menceraikan aku!” tegas Frisha membuka matanya. Padahal kali ini Yenny semakin memelototinya, menggeram marah karena wanita di depannya itu ternyata keras kepala.

Yenny menjambak rambut Frisha, tangan lainnya menurunkan ujung mata pisau di leher putihnya. “Kau tahu tidak, bagaimana akibatnya kalau mertuamu tahu tentang kebejatan suamimu ini? Wow, pasti seru ya.”

Bulir keringat mulai menetes dari wajah cantik Frisha, pandangannya menunduk, memperhatikan gerakan pisau yang bisa kapan saja mengoyak wajah atau lehernya.

“Oh, atau bisa langsung kami kirim di media dan menyebarkan kabar perselingkuhan seorang CEO ternama di kota ini? Apa yang akan terjadi? Boomm! Meledak! Nama suamimu hancur seketika. Bisnisnya tentu akan terancam bahaya. Bahkan pengaruhnya di kota ini sudah tidak akan ada lagi. Belum lagi perasaan ibu atau ayah mertuamu. Bayangin!” Yenny berbisik sambil menunjuk-nunjuk pelipis Frisha.

“Kau boleh hancurkan aku. Tapi jangan keluarga suamiku!” Frisha semakin menangis, dia tidak tahu apa salahnya hingga orang-orang di hadapannya ini mengecamnya seperti itu.

“Hahaha! Kamu memang istri dan menantu yang baik. Kalau begitu cepat tanda tangani surat ini!” Yenny kembali menggerakkan kasar di hadapan Frisha.

“Dengan syarat!” sanggah Frisha.

“Berani menantang kau rupanya! Apa?”

“Hapus semua foto itu! Jangan ganggu suamiku dan keluarganya!” pinta Frisha dengan suara dinginnya.

Yenny dan Gissel saling pandang, mereka mengangguk serentak disertai senyum smirk yang mengukir di bibir keduanya.

“Oke! Deal! Yang penting kamu menandatangani surat ini!” ucap Yenny.

‘Karena aku yakin, suamimu pasti merasakan kehancuran ketika kehilanganmu. Dan kehancuran suamimu, itu sama dengan kehancuran mertuamu. Hahaha!’ batin Yenny menjerit kegirangan.

Gissel melepas ikatan tangan Frisha, pergelangan tangannya sampai memerah. Dengan gemetar, Frisha menandatangani surat pengajuan cerai itu. Meski hatinya seolah tersayat-sayat karena berat meninggalkan suaminya. Terbiasa bersama, sentuhan fisik dan kelembutan Xavier menari-nari di kepalanya. Sungguh, ia benar-benar tidak sanggup berpisah dari suaminya, separuh hidupnya dan juga rumahnya.

Akan tetapi untuk saat ini tidak ada yang bisa ia lakukan selain menuruti dua wanita licik di depannya. Dia tidak ingin menghancurkan keluarga yang begitu baik padanya.

Usai melakukan itu, Gissel justru melenggang pergi begitu saja. Frisha mendelik, “Kau mau ke mana?” teriaknya tidak terima.

Yenny merebut kertas itu dengan paksa, tertawa dengan puas lalu meninggalkan Frisha seorang diri di ruangan yang lembab dan begitu kotor itu.

“Dasar bodoh!” gumam Yenny menoleh sekilas, namun kemudian kembali melangkah keluar.

“Aaarrgghh! Sialan kalian!” teriak Frisha.

Ia mencoba mengeluarkan ponselnya. Sayangnya tidak bisa dinyalakan. Apalagi tiba-tiba terdengar ada api yang menyala, bergerak dengan cepat membakar bangunan yang sepenuhnya terbuat dari kayu itu.

Frisha menoleh sekeliling, tubuhnya yang basah sedikit menguntungkannya. Ia melihat ada sebuah jendela di belakang tubuhnya yang belum tersentuh api. Dengan cepat Frisha beranjak, menyeret kedua kakinya dan melompat dari jendela tersebut.

Frisha terjatuh di atas rerumputan. Ia segera pergi menjauh karena hawa panas semakin ia rasakan ketika api semakin merambat dan semakin membesar.

Frisha terus berjalan walaupun terseok, ia berusaha menjauh dari lokasi itu melalui sebuah hutan yang hanya ada pepohonan rindang, tanpa menemukan satu pun rumah untuknya meminta pertolongan.

Tubuhnya menggigil kedinginan, langkah Frisha tertatih-tatih, wajahnya memucat. Ia tidak tahu kemana kakinya akan membawanya pergi. Frisha terus berjalan hingga dua jam lamanya. Ia sampai di jalan setapak, namun jalanan itu pun sepi. Pandangan Frisha semakin buram, ada darah yang mengalir dari pangkal pahanya.

\=\=\=\=000\=\=\=\=

Sementara itu, Tania panik ketika tidak menemukan Frisha di ruangannya. Ia pikir bossnya itu beristirahat di dalam sana. Ia bermaksud membawakan makan siang dan obat. Akan tetapi ruangannya kosong.

Tania segera belari mencari Frisha ke seluruh penjuru ruangan. Tidak menemukan apa pun. Teriakannya menggema, terus memanggil nama Frisha, membuat kepanikan pada semua karyawan di toko bunga itu.

“Tania! Apa yang terjadi?” tanya Jena mendekat.

“Nona tidak ada di ruangannya! Aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi tidak ada! Nomornya juga tidak aktif, Jena!” pekik Tania dilanda panik.

“Bukankah tadi nona pamit ke ruangannya?” Jena menimpali.

“Iya! Tapi nggak ada, Jena!” teriak Tania. “CCTV! CCTV! Putar semua CCTV!” pekiknya lagi meminta bagian operasional CCTV untuk memutar beberapa waktu ke belakang.

“Nona Tania! Saya menemukan kursi roda milik Nona Frisha di depan!” lapor salah satu karyawan saat hendak beristirahat.

“Ah, Ya Tuhan!” pekik Tania. Tangannya gemetar menghubungi Xavier. Akan tetapi lelaki itu tidak bisa dihubungi. “Tuan juga ke mana sih!” teriak Tania frustasi berlari ke ruang CCTV.

Bersambung~

 

 

 

 

1
Merda
maaf thor sy nek dgn kalimat melenggang...
Merda
Entah dr mn muncul lg tokoh2 baru, suka2 kaullah thor...
Merda
Ya mbok jgn ada kata melenggang thor, klo pun ada, penempatannya di saat bgm dan sedang apa..
con; ketika panik, terburu2, kan gak mungkin memakai kata melenggang.
Melenggang itu lbh ke arah berjalan santai...
Merda
Koq berjalan melenggang sih thor..
sdh terburu2 mosok pakai kata melenggang..
Zain malik
baca udah yang ke berapa y lupa,,, apalagi ada papa macan uuuuuh so hot daddy banget
Zain malik: semangat berkarya ka sensen
total 2 replies
Su pendi
sangat bagus
Ellia Mardiana
frisha g terapi ya?
Bastian Sipahutar
keren
Milah Milah
Hooh manut, sakarepmu wae Thor🤭🤭
Milah Milah
Zico apa Rico ya?
Khairul Azam
aku sudah baca novelnya khansa dan lion, bagus ceritanya
merti rusdi
udah bener brarti baca novel ini. aktor korea yang paling aku tahu ya doi 😂
Nur Khikmah
ayah laknat😠
Mariati Jawani
Luar biasa
Mei Prw
luar biasa
@ni
mantap karyamu Thor❤️❤️❤️❤️❤️
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: Sama kasih kak thor,sukses selalu 😘
total 2 replies
Yunerty Blessa
cie dapat ciuman dari Frisha 🤭
Yunerty Blessa
meluapkan kekesalan Xavier melalui tiket sehingga menjadi bola kecil 🤣
Yunerty Blessa
sabar, seperti nya Xavier dan Frisha stok banyak sabun mandi buat pelepasan Xavier 🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!