Bermula dari jebakan yang di lakukan teman temanya, membuat Maira Kirana Putri, seorang gadis berprestasi dan juga cantik, harus menanggung keswdihan berkepanjangan.
dimana dirinya harus kehilangan masa depannya di atas ranjang dengan pria yang tidak di kenal.
"aku ingin mati!!" teriaknya. saat dirinya berada di dal.kamar sendirian.
akankah gadis itu bisa melewati semua ujian yang ada? atau justru malah menyerah,?
yuk simak...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Maaf
Daniel yang mendengatnya, tentu saja hapal dengan suara orang orang yang ada di sana." keterlaluqn mereka!!" geram laki laki berkulit kunimg langsat itu.
brak
tiba tiba saja, meja yang di tempati ke tiga orang itu, di gebrak oleh Daniel dengan sangat keras. dan tentu aaja, hal itu mbuat ketiganya menjadi terkejut.
"jadii ini yang kaia lakukan di depanku,?" tanyq Daniel seraya menatap tajam ke arah tiga sahabatnya itu.
entahlah mereka masih bisa di sebut sahabat atau bukan. karena pengianat dalam persahabatab itu sangat menyakitkan.
"Da-daniel, ka-kau mendengarnya,?" tanya salah satu dari mereka.
Daniel yang mendengarnya, tampak berdecih dan menatap penuh permusuhan pada ketiga laki laki yang ada di hadapanya.
"cih, dasar penghianat kalian!" maki Daniel seraya menatap mereka dengan perasaan berapi api." siapa yang memerintahkab kalian untuk menjebakku,?" tanya laki itu.
ketiganya hanya terdiam saja seraya tetap dalam ke adaan menunduk. karena memang, mereka tidak berani dengan Daniel.
apalagi, jika Daniel.telah murka seperti ini, yang paling aman dan sentosa adalah mode silent alias terdiam.
"jawab!" Daniel menggebrak meja. membuat ketiganya terjingkat kaget.
dan serempak, mereka, menggelengkan kepala. dan hal itu membuat Danel semakin geram di buatnya. laki laki itu, segera melayangkan satu bogem mentah kearah laki laki itu.
hingga membuat salah satu dari mereka, tersungkur kelantai. " jawab bajin94n." bentak Daniel.
hal itu memnuat ketiga laki laki itu beringsut mundur ketakutan. "Miranda," jawabnya lirih.
bugh
bugh
bugh
tiga kali pukulan, mendarat tepat di wajah ketiga pria tampan itu. " kenapa loe semua, lakuin itu sama gue hah!!" Daniel melayangkan tinjunya pada ke arah wajah dan perut mereka.
"Maaf Niel kita semua terpaksa. karena kita butuh biaya. dan hanya Miranda yang busa bantu kita," jelas salah satu dari mereka yang bernama Adzril.
Daniel menatap tajam ke arah laki laki yang bernama Adzril itu. " terus, loe cuma hargai semua pertemanan kita selama ini, hanya dengan uang,?" tanya Daniel dengan sinisnya.
"maaf Niel, kami nggak punya banyak pilihan," sahut yang bernama Panji itu.
mereka semua meminta maaf pada laki laki tampan itu. karena telah menjebaknya. bahkan mumgkin permintaan maafpun, belum bisa menebus kesalahan mereka.
"dan gara gara kalian itu, gue harus menghancurkan nasa depan anak orang," terangnya.
"Maaf " hanya itu yang mampu keluar dari mulut mereka bertiga.
Daniel pun, hanya bisa menghela nafas panjang. kemudian, berlalu untuk menuju toilet.
tepat saat Daniel berlalu pergi, seorang wanita cantik dan elegan, datang menghampiri Adzril dan teman temannya..
"hai, kalian udah lama ya nunggunyq,?" tanyanya dengan senyum swmanis dan seramah mungkin.
membuat siapapun yang melihatnya, akan terpukau dam terpesona dengan tingkah laku Miranda yang memang sempurna itu.
****
sementara itu, di kamar Mandi, Daniel menggeram penuh amarah.
bisa bisanya, nilai persahabatan mereka, di hargai dengan sebuah uang. padahal mereka telah berbagi suka dan duka selama hampir sepuluh taun.
akan tetapi, semua hancur karena uang dan juga wanita. memang benar apa katq pepatah jika uang dan wanita adalah ujian terbesar bagi seoranh laki laki.
berbeda dengan para Wanita, mereka swmakin sukses, sepertinya malah tak mengharapkan adanya laki laki.
setelah di rasa cukup, Daniel.keluar dari kamar mandi dan hendak menghampiri ketiga sahabatnya itu.
namun, langkahnya terhenti saat mendengar percakapan ketiga temanya dengan seorang wanita cantik yang tengah berbincang dengan mereka.
"aku akan membayar mahal kalian, asal bisa melakukan penjebakan pada Daniel seperti waktu itu," terang Miranda.
tanpa wanita anggun itu sadari, Daniel telah mendengar dan kini trngah menatap tajam dirinya.
prokprok prok
suara tepukan tangan dari arah belakang, membuat perhatian mereka, menoleh ke sumber suara.
dan seketika itu juga, wajah Miranda menjadi pucat pasi. seperti orang yang tertangkap basah. setelah mencuri ayam.
"Da-Daniel, ke- kenapa ka-kamu ada disini,?" tanya Miranda tergagap. seolah tulang tulamgnya telah luluh lantak karena mendapatkan kenyataan di depan matanya..
Daniel tersenyum smrik dan menatap tajam wanita yang ada di hadapannya itu.
"aku tidak menyangka, bahwa kamu telah dan tega melakukan ini padaku," Da i tertawa perih. "memqng sepertinya aku yang terlalu bodoh untuk mempercayaimu," Daniel hendak melangkah pergi.
namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara wanita itu. " tunggu Daniel, aku bisa jelasin semua padamu," Miranda bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Daniel.
"aku melakukan itu karena aku mencintaimu," Miranda hendak menyentuh tanganya.
namun, dengan cepat, laki laki itu menepis dan menghempaskan tangan Miranda dengan kasar.
"jauhkan tangan kotormu itu dari tubuhku!! dasar wanita licik!!" sentak Daniel.
hal itu membuat Miranda yang mendengarnya, mengepalkan tangannya geram. "dasar laki laki sombong!!" bathinnya menggeram kesal.
Daniel melangkah pergi. namun, lagi lagi, suara Miranda, berhasil menghentikan langkahnya.
"sampai kapanpun, kamu akan menjadi milikku," Miranda berkata dengan sungguh sungguh.
Daniel yang mendengarnya, menoleh dan menatap dengan ekspresi wajah yang tak bisa di baca. " heh, jangan mimpi!" ucap Daniel dengan penuh penekanan.
kemudian, segera pergi dari sana. sementara Miranda, menatap kepergian Daniel. dengan amarah yang membuncah di dadanya.
namun demikian, Miranda tak ingin gegabah dalam melakukan ssesuau. bisa bisa, reputasinyaselama ini, bisa hancur seketika.
*********
pagi harinya, Daniel berangkat pagi pagi sekali. bahkan, laki laki itu tak menyempatkan diri untuk sarapan.
hal itu membuat Issabella semakin kebingungan di buatnya. karena setahunya, Daniel tak pernah melewatkan sarapan pagi.
"Bu, Daniel berangkat dulu ya, ada urusan mendesak di sekolah," laki laki itu menghampiri sang Ibu yang tengahduduk di ruang tamu.
Issabela yang mendengarnya, merasa heran. "kok tumben nggak sarapan,?" tanya Issabella seraya mendongak.
"hmm iya Bu, nanti gampang lah Daniel makannya, soalnya di sekolah, ada urusan mendadak,"Daniel meraih tangan sang Ibu dan msngecupnya.
tak lama kemudian, Daniel mengendarai motor gedenya, melesat keluar dari pekarangan rumahnya.
tak lama kemudian, laki laki itu telah sampai di depan rumah yang sangat sederhana. dan tak lama, Daniel melihat sosok bidadari cantik sedang berjalan ke arah motornya.
namun, sebelum sampai di depan kendaraanya, Maira di tarik oleh Daniel dan membawanya ke samping rumah.
hampir saja Maira akan berteriak, jika tak mengetahui, siapa orang yang telah menariknya itu.
" sttt, jangan berisik," Daniel menutup mulut Maira dengan telapak tanganya.
namun, bukanya tenang, Maira malah berfikiran yang tidak tidak. " to-tolong ja-jangan ap-apaon saya Pak," ucapnya gemetar ketakutan.
hal itu membuat Daniel, merasa iba dan melepaskan tangannya dari tubuh Maira. "hey tenanglah aku hanya ingin meminta maaf," ucapnya
**************** See You******×***