NO BOOM LIKE YA MAN TEMAN 🙏🙏🙏
Sekuel 'Dendam istri yang tak dianggap'
Jika berkenan Baca seasons 2 Dendam istri yang tak dianggap terlebih dulu ya agar paham dengan cerita ini. Terima kasih😘💕
Kejadian satu malam yang menyebabkan dirinya hamil diluar nikah, hingga ia dihadapkan diantara dua pilihan. Memilih ayah kandung anaknya, atau laki-laki yang telah menjadi suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MERASA KEHILANGAN
"Ini sudah satu bulan, tapi Kak Reyhan gak pernah datang lagi," ucap Nayla dengan lirih sambil menatap ke arah luar jendela kamar nya.
"Padahal dia bilang akan datang menemui Farhan, tapi ternyata dia tidak datang." ucap nya lagi sambil tersenyum miris.
"Mungkin Kak Reyhan sudah lelah. Ah bagus kalau begitu, jadi aku gak perlu repot-repot lagi memohon pada nya untuk bercerai." sambungnya.
Beberapa saat kemudian, Alya masuk ke kamar putrinya itu untuk memberitahukan jika ada Aditya di ruang tamu ingin bertemu dengan Farhan, seperti yang sudah terjadi selama satu bulan ini.
Yah, selama satu bulan terakhir Reyhan tak pernah lagi datang meski ia pernah mengatakan akan selalu datang menemui Farhan, tetapi justru Aditya lah yang selalu datang dengan alasan ingin bertemu dengan anak nya, dan selalu berakhir dengan perdebatan mengenai hak asuh Farhan.
"Sana temui dia dulu." ucap Alya sembari mengusap pundak Alya.
"Aku saja sudah satu bulan tidak bertemu dengan Suamiku, jadi kenapa aku harus bertemu laki-laki yang tidak ada lagi hubungannya denganku." jawab Nayla acuh.
"Apa kau merindukan Reyhan, hum?" tanya Alya.
"Seperti kata Papa dan Mama, Kak Reyhan itu laki-laki yang baik dan perhatian. Siapa pun akan merindukannya jika dia tiba-tiba menghilang seperti ini." jawab Nayla.
Sejenak Nayla terdiam, ia menimang-nimang lagi perasaannya. Bohong rasanya, jika ia tak merasa kehilangan.
Semenjak Reyhan tak pernah lagi datang menemui nya, hidupnya serasa ada yang kurang. Ia seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Kenyamanan ia rasakan selama tak ada lagi semenjak Reyhan tak bersamanya.
"Mama yakin, kamu tak benar-benar ingin bercerai dari Suamimu." ucap Alya yang membuat Nayla terhenyak dari lamunannya.
"Pergilah, temui Suamimu. Bicaralah dari hati ke hati, Mama yakin kamu akan menemui jalan pulang setelah menempuh jalan tanpa arah." ucap Alya lagi.
Nayla terdiam, ia berusaha mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh Mamanya, dan ia rasa itu adalah benar.
"Iya, Ma. Seperti nya Mama benar. Iya aku harus bertemu Kak Reyhan hari ini juga." ucap Nayla setelah beberapa saat terdiam.
Alya tersenyum senang. "Pergilah, masih ada kesempatan." ujar Alya.
"Titip Farhan ya Ma."
Alya mengangguk. "Iya kamu tenang saja, Mama akan jaga cucu Mama dengan baik. Dan kamu harus janji, bawa Suamimu pulang."
Nayla tak bisa berkata-kata lagi selain menganggukkan kepalanya, kemudia ia segera keluar dari kamar setelah mengambil tas dan ponselnya.
Di ruang tamu, Aditya yang merasa kesal karena lama menunggu, ia segera beranjak dari sofa yang didudukinya melihat Nayla hendak pergi, kemudian menghalangi jalannya.
"Minggir, Dit, jangan halangi jalanku. Dan sebaiknya kamu pulang, apa kamu gak capek tiap hari datang kesini, huh?" tukas Nayla.
"Aku gak akan pernah berhenti datang sampai aku mendapatkan apa yang aku mau!" balas Aditya dengan sedikit berteriak.
David yang merasa geram dengan Aditya, langsung menghampirinya, kemudian mendorong bahu nya.
"Pelankan suara mu itu, kau bukan siapa-siapa sehingga kau harus berteriak dihadapan putriku." tutur David dengan menunjuk tepat didepan wajah Aditya.
"Aku Ayah kandungnya Farhan." ucap Aditya, namun David malah terkekeh mendengar nya.
"Nayla, kau ingin pergi menemui Reyhan kan?" tanya David, dan Nayla menganggukkan kepalanya.
"Pergilah, dan dia biar Papa yang urus." ucap David sambil menunjuk Adit.
Nayla pun pergi dan tak memperdulikan teriakan Aditya.
"Nayla...
"Hus, diam. Sudah sana pulang, gak sopan teriak-teriak di rumah orang." tutur David memarahi Aditya seperti anak kecil.
.................... ...
Tak membutuhkan waktu lama, Nayla telah sampai di kediama mertuanya. Namun Nayla terlihat kebingungan saat melihat ada banyak mobil yang terparkir di pelataran rumah.
ni lihat nayla berkali melakukan kesalahan pada reyhan, coba buat nayla mengaku salah, minta maaf, dan berjuang dapat kesempatan dari reyhan
ini apa kalian buat drama lagi untuk menutupi kesalahan nayla, kalian buat nayla salah paham yang ujung reyhan lagi seakan melakukan kesalahan, mengejar maaf, dan malah reyhan yang berjuang, jadi nayla bebas begitu saja
sekali saja kalian jadi wanita itu adil
jika pemeran utama salah, buat dia menyesal, mengaku salah, minta maaf, berjuang dan menenus kesalahan, jangan lagi buat drama2 pengalihan isu menutupi kesalahan pemeran utama wanita
sampai disini pahamkan
dan menjahui larangan NYA...cara y saja sudah salah mabook... kecuali d perkosa.. di jebak beda cerita.... menurutku loh yaaaa🙏🙏🙏🙏🙏