"Aku hamil?" Semua menoleh kearah Syakira. Keluarga Rama termasuk Rama sendiri yang sebagai suami dari Syakira tidak percaya akan kabar yang ia dengar dari istrinya.
Bagaikan ia jatuh dari langit mendengar kabar yang tak terduga itu. Seakan tak percaya apa yang barusan ia dengar. Bagaimana ia harus percaya sedangkan dokter menyatakan 95 persen dirinya dinyatakan mandul. Haruskah ia percaya? Dan menjelaskan keadaannya pada istrinya?
Lalu, bagaimana tanggapan Syakira, ketika mengetahui suaminya dinyatakan mandul sedangkan ia hamil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masrianiani Hijab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah Pribadi
Hari berganti, waktu terus berlalu. Rama semakin merasa tidak percaya diri dengan kondisinya.bahkan Ia mudah lelah. Namun, dengan kondisi seperti itu ia cuek (tidak peduli) Ia tetap memaksakan diri untuk bekerja.
Melihat suaminya diam Syakira semakin tidak tenang. Seakan Ia melihat kepribadian suaminya berubah.
"Kak, makan?" tanya Syakira.
"Makan apa?" tanya balik Rama pada Syakira yang masih setia di depan laptopnya.
"kok, makan apa?" tanya Syakira. "Emang kakak mau makan apa?"
"Mau makan kamu." ucap Rama menatap sayu istrinya."
Syakira benar-benar bertanya pada dirinya. Ada apa dengan suaminya. tak biasanya suaminya bercanda hanya sebatas ucapan.
Usai makan malam bersama, Syakira membersihkan piring bekas mereka. Melihat suaminya, Syakira pun duduk di samping suaminya. "A' benar sibuk sekali ya....?"
"ham.... sangat sibuk sayang. Kenapa? Kalau sudah mengantuk tidurlah duluan." kata Rama melihat sebentar istrinya. Ia tidak peka, jika Syakira juga butuh perhatian.
Syakira pun beranjak dari tempatnya dan memilih mengambil ponselnya dan melakukan chat ria di group kampusnya.
Sungguh benar-benar Rama tidak peka. jika dulu Rama paling tidak suka istrinya main ponsel sampai larut malam. Namun sekarang, Ini sangat berbeda.
***
Pagi harinya Rama dan Syakira sarapan bersama. Syakira tidak tahan untuk tidak bertanya. "A' ada apa sih? kok akhir-akhir ini kamu banyak diam. bicara dong. Aku ini istrimu."
"Aku tahu kamu istriku. Emangnya kamu istrinya siapa?"
"A' jawab yang benar dong. Aku tidak suka seperti ini."
Rama pun diam. Apa ia sebaiknya bicara langsung dengan istrinya. "Apa kamu pernah kecewa jika dalam kegiatan ibadah kita?"
"Kenapa kecewa?"
"Tidak. Aku hanya merasa saja."
"A' aku tidak mengerti maksudmu?"
"Apa aku impoten?"
"Astaghfirullah, kak. kok bicara seperti itu?"
"Jujur saja, Syakira. Apa kamu terpuaskan?" tanya Rama lagi. "Jangan menutupi sesuatu hal. jika iya atau tidak katakan saja." ini pertamanya Rama terlihat serius selama Syakira mengenal suaminya. tak ada canda.
"Kenapa kamu menanyakan itu, A'? apa karena aku belum hamil sampai saat ini? Dan A' beralasan tentang hal itu?" Syakira merasa terpojok dan salah paham. "Kamu sama saja memaksakan sesuatu hal yang memang belum waktunya, kak."
Syakira pun berdiri dari tempatnya dan memilih bersiap menuju kampus. Apa yang ditakutkan Rama untuk membicarakan seputar dirinya kini benar, Syakira salah paham.
Rama ikut berdiri dan menghampiri Syakira. Ia tidak ingin rumah tangga yang Ia bangun mulai terguncang dengan ujian yang ada.
"Syakira. Jangan salah paham. Ini masalahku. Bukan tentangmu. Bukan tentang kapan kamu hamil atau tidak. Bukan. Bukan sama sekali aku memaksakan kamu untuk hamil."
"Lalu, apa masalahnya? Andai apa yang kamu tanyakan tadi, aku katakan tak ada masalah. Lalu, apa jawabanmu, kak?
"Syukurlah. Aku lega mendengarnya." kata Rama dan memeluk istrinya. "Aku hanya takut kehilanganmu, Syakira. Aku takut kau akan menjauh dariku. Aku takut aku pria tidak sempurna untukmu."
"Mengapa kamu meragukan dirimu sendiri, kak?" tanya Syakira. "Memang ada apa?"
"Entahlah, Sayang. Aku juga tidak tahu. Ada apa denganku. Terkadang aku kecewa pada diriku sendiri."
"Istighfar, kak. Jangan memikirkan hal buruk mengenai dirimu sendiri." tegur Syakira mengingatkan suaminya.
Rama pun mengangguk dan meminta maaf pada istrinya atas sikapnya beberapa bulan ini. Ia benar-benar merasa bersalah karena tidak terbuka dengan pasangan hidupnya.
"Sayang, aku juga minta maaf baru sempat mengatakan, jika esok aku akan keluar negri untuk sebuah bisnis. Kamu tidak apa, kan. Aku tinggal?"
"Kak, kok baru kasi tahu sih? memang kamu anggap aku ini apa?"
"Anggap manusia dong, sayang. kamu, kan istri aku."
"Kak, aku serius. jangan jawab bercanda!"
"Iya, maaf. Aku benar-benar sibuk akhir ini. Hingga aku sering lupa kasi tahu." kata Rama. "Maaf ya ..., tapi gak apa kan. Aku tinggal?"
"Memang A' berapa hari di sana? Tidak sampai satu bulan, kan?"
"Tergantung, sayang. Jika pekerjaan cepat selesai, aku juga akan cepat pulang."
"Apa aku bisa ikut?"
"Boleh. kenapa tidak bisa ikut." kata Rama malah senang, jika istrinya ingin ikut.
Syakira menguji suaminya. Ia mengira Rama tidak memberi izin untuk ikut.
"Mau ikut gak?" tanya Rama memastikan.
Rama menunggu jawaban istrinya. Namun, belum sempat Syakira menjawab, sebuah telpon dari sarmin sekretaris Rama memanggil. Sarmin mengingatkan, jika akan ada Rapat satu jam lagi.
"Sayang, aku harus pergi. Atau mau aku antar atau bawa mobil sendiri?" tanya Rama yang sebenarnya tidak bisa mengantar istrinya karena waktu sudah mepet.
Syakira menoleh melihat jam. "Kamu akan terlambat, jika mengantarku. baiknya aku bawa mobil sendiri. pulang kampus aku mengunjungimu. Boleh, kan?"
Rama pun meraih pinggang istrinya dan berujar, "Mengapa tidak boleh? Apa aku pernah melarang-mu? apa aku pernah memberimu batasan untuk melakukan hal lainnya. tidak, kan? Selama itu hal wajar dan tidak mengundang aku ikut dalam menanggung dosa mengapa aku melarang istriku. tapi ingat, harus selalu izin pada suami."
"Iya. Aku tahu. ayo berangkat! Sarmin sudah menunggumu." kata Syakira.
"Tapi, mengenai yang tadi. Kamu sudah gak marah, kan? karena, jika istriku masih dalam keadaan marah. Aku tidak akan berangkat kerja sebelum hati istriku tenang dan tersenyum. Tahu kenapa?" tanya Rama. "Kerena, rezeki akan jauh, jika seorang istri murka pada suaminya."
Syakira pun masuk dalam pelukan suaminya dan juga meminta maaf. setelahnya ia tersenyum dan berkata, "Aku sudah ridho. Berangkatlah! Semoga segala urusanmu dimudahkan."
Rama pun mengecup kening istrinya dan pamit. "kamu juga hati-hati bawa mobil. kabari aku, jika sudah sampai di kampus."
Syakira mengantar Rama sampai didepan. Setelah Rama tak terlihat lagi Syakira juga bersiap untuk pergi ke kampus.
Sepanjang perjalanan Syakira terus teringat pengakuan suaminya pagi tadi. Ia terdiam, entah apa yang Syakira pikirkan. Jika ingin jujur Syakira banyak mengalah. Namun, untuk menghargai suaminya ia memilih diam. Ia hanya menganggap hal itu wajar saja. Mungkin karena faktor pikiran suaminya seperti itu, karena sebelumnya suaminya tidak pernah seperti itu. Takutnya dengan kejujurannya akan membuat Rama hilang dalam kepercayaan dirinya.
Syakira tersenyum. Ia terlanjur sayang dengan suaminya. Ia berharap rumah tangganya akan tetap langgeng. Syakira niat awal menikah karena Fillah. Maka menjalaninya pun karena Fillah.
Sampai di kampus Ia memarkirkan mobilnya. Sebelum turun Ia juga tidak lupa mengabari Rama, jika dirinya sudah sampai di kampus.
Namun, sebuah kecelakaan kecil menimpanya. Sebuh mobil sports tiba-tiba menabrak bodi belakang mobilnya sampai terlihat lecet.
"Astaghfirullah. Mobilku!" Syakira berteriak dengan suara Cemprennya.
Ia begitu terlihat geram melihat mobilnya tergores. Dan seorang pria pun turun dari mobilnya dan ikut kaget melihat ulahnya.
Ia tidak tahu harus melakukan apa. sungguh Ia juga merasa bersalah. "Maaf, nona." katanya.
Syakira berbalik melihat siapa pria dibelakangnya. Melihat wajah Syakira Pria tersebut memuji kecantikan Syakira dalam hati.
"cantik." gumamnya sampai matanya tidak berkedip menatap Syakira.
maaf ya kak..sedikit masukan.syakira ini kan anak pondok pesantren.tp knp setiap kali berbicara lwt tlpn kog gak mengucapkan salam bahkan lgsg mematikan tlpn.jangan gt donk kak...meskipun ini cm di novel tp klo bisa dikoreksi lg🙏🙏itu aza dr saya semoga berkenan dan maaf jika ada kata yg tdk berkenan dihati kak author.selamat berkarya tetep semangat..dan sukses slalu..wassalamualaikum
salam dari "My Lovely Bodyguard" mampir juga ya kak🙈🥰
yuuk berteman di instagram bersama author. Ig @Anihijab15
Untuk Syakira semoga lahirannya lancar dan memperbolehkan Marwa untuk bersama merawat anak-anaknya kelak,,