NovelToon NovelToon
My Another Love

My Another Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Mafia / Tamat
Popularitas:223.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chyntia R

Menceritakan tentang kisah Vallery Maylenski dan Joshua Kolv.

Vallery gadis yang tertutup dan memiliki kisah kelam didalam hidupnya.

Saat kakaknya resmi menikah, justru dialah yang harus merasakan sakitnya malam pertama bersama pria yang sudah menjadi Kakak iparnya.

Sampai pada suatu ketika, dia dipertemukan dengan Josh yang misterius.

Vallery meyakini jika Josh memiliki kehidupan lain, yang cukup membuatnya penasaran. Tapi rasa nyaman yang diberikan laki-laki itu, membuatnya tidak peduli siapa Josh yang sebenarnya.

"Apa kau akan meninggalkanku jika aku memiliki kekurangan?" tanya Vallery.

"Bagaimana jika aku orang jahat? Apa kau juga akan meninggalkanku?" Josh balik bertanya.

"Aku ini monster."-Batin Josh.

"Aku tidak akan meninggalkanmu, meskipun kau adalah seorang monster yang akan memakanku." jawab Vallery disela-sela ciumannya.

Mata Josh membola, karena jawaban Vallery seolah tengah menjawab ucapan Josh yang tidak dia utarakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chyntia R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

For the first time

Josh menatap Vallery dengan tidak berkedip. Sekarang hanya tinggal mereka berdua di ruang tamu, Sophia sudah berlalu menuju dapur.

Saat Vallery bertanya kenapa Josh sangat baik pada Sophia, lelaki itu hanya mengendikkan bahu dengan cuek.

Tapi, mendengar ucapan Vallery selanjutnya membuat dia terperangah akibat terkejut, matanya pun membulat sempurna.

"Kau menyukai Sophi?" itulah pertanyaan Vallery yang membuatnya tercengang. Bagaimana bisa Vallery bertanya seperti itu. Josh menolong Sophia tentu bukan karena dia menyukai gadis itu. Vallery salah menduga.

"Aku tidak--" ucapan itu tak selesai karena lagi-lagi Vallery memotongnya.

"Ah, ya... jelas saja kau menyukainya." kata Vallery. "Kau meminjamkan Apartemenmu, bahkan kau juga membantunya dalam masalah yang sangat pelik."

Josh makin tercengang mendengar penjabaran yang diartikan sepihak oleh Vallery. Tapi tiba-tiba bibir pemuda itu melengkung membentuk senyuman.

"Kalau aku menyukai Sophi, memangnya itu tidak apa-apa?" tanya Josh menggoda Vallery yang dia yakini jika gadis itu tengah mencemburuinya.

Vallery menatap Josh tajam, "Ti-tidak, tentu-tentu saja tidak apa-apa." sanggah Vallery cepat tapi dengan suara tersendat-sendat.

"Kau tidak cemburu jika aku menyukai temanmu?" Josh semakin menggoda gadis itu.

Wajah Vallery memerah. "Aku?" tanyanya seraya menunjuk dirinya sendiri. "Hahaha, untuk apa aku cemburu." katanya sambil tertawa sumbang yang sangat dipaksakan.

Jangan lupakan jika salah satu keahlian Josh adalah membaca tingkah, raut dan sikap seseorang.

Josh tersenyum miring saat melihat Vallery menggaruk-garuk lehernya sendiri. Gadis itu tampak salah tingkah.

"Hahaha, kau lucu sekali, Vall." Josh bangkit dari duduknya dan mengacak gemas rambut gadis yang wajahnya masih memerah itu.

Vallery mencebik sambil merapikan rambutnya yang kusut karena ulah Josh.

"Kenapa kau malah tertawa? Aku serius mengatakannya." kesal Vallery.

Josh menggelengkan kepalanya. "Biar aku beri tahu satu rahasia.." katanya.

"Apa?" sahut Vallery cepat.

"Aku membantu Sophia karena dia itu temanmu." jawab Josh seraya menuju pintu keluar.

Vallery berjalan cepat untuk mengejar langkah Josh yang sudah berada di lorong. "Apa maksudmu?" tanyanya sambil mengerutkan dahi.

"Jika kau yang berada diposisi Sophia dan butuh bantuan pun, aku pasti akan menolongmu!" jawab Josh dengan nada pelan. "Jika begitu, apa itu artinya aku menyukaimu juga?" tanyanya balik dan gadis itu tertunduk.

"I don't know..." lirih Vallery masih tertunduk.

"Apa itu boleh?" Josh mengangkat dagu Vallery dengan jari telunjuknya agar gadis itu menatapnya.

Saat kepala Vallery mendongak dan manik mata sepasang manusia itu bertemu satu sama lain, keduanya sama-sama terdiam, seolah mencari jawaban masing-masing lewat jendela hati yang saling menatap.

"Apa kau benar-benar menyukaiku?" pertanyaan Vallery dalam hatinya saat menatap mata kehijauan milik Josh.

"Aku menyukaimu, bolehkah?" Batin Josh seakan menjawab Vallery sekaligus bertanya padanya, tapi hanya lewat sorot mata tanpa bisa mengungkapkan dari kata-kata.

Keduanya masih terdiam dan tiba-tiba Vallery menepis pelan tangan Josh yang masih memegang dagunya. Gadis itu lebih dulu memutus kontak mata dengan Josh, dia benar-benar tidak sanggup menatap sorot mata setajam elang itu lebih lama lagi.

Keadaan menjadi canggung, Vallery menatapi segala arah, kemana saja, asal bukan ke arah mata Josh yang masih menyorotinya dengan lekat.

Josh menghela nafas pelan. "Aku pulang. Jaga dirimu baik-baik selama aku pergi." kata Josh sambil tersenyum kecil.

Vallery mengangguk dan mencoba bersikap biasa karena saat menatapi mata Josh tadi, dia seolah mendapat jawaban atas segala perasaan yang sengaja disembunyikan Josh darinya. Vallery mendapat jawaban dari rasa penasarannya terhadap Josh.

Benarkah dia bisa membaca itu dari sorot mata pemuda ini?

Josh bergerak menjauh saat ucapannya tak mendapat jawaban dari mulut Vallery.

"Josh..." Vallery memanggilnya dan berhasil membuatnya menghentikan langkah.

Josh menoleh, "Ya?"

"Benarkah jika aku diposisi Sophia kau juga akan membantuku?"

Josh mengangguk mantap.

"Why?"

Josh menggeleng samar. Seperti biasa, dia akan menghindari pertanyaan Vallery yang bertanya--kenapa dia harus melakukan sesuatu untuk gadis itu.

"Kenapa kau tidak mau berterus terang, Josh? Jika menolong Sophia kau punya alasan bahwa dia adalah temanku. Lalu, kenapa denganku kau tidak punya alasan, Hah?" Tanya Vallery dengan nada menantang.

Vallery tidak bisa menghitung berapa detik waktu yang diperlukan oleh Josh saat menghampiri tubuhnya, karena tiba-tiba saja pemuda itu sudah memeluk tubuhnya dengan sangat erat.

Vallery terpaku, aroma aftershave yang Josh kenakan menyeruak di indera penciumannya, menandakan jika memang tidak ada jarak lagi diantara mereka. Josh tidak berkata apa-apa, hanya memeluknya dan membenamkan kepala Vallery kedalam dadanya yang bidang.

"Josh, apa semua kebaikanmu padaku hanya karena kau peduli padaku?" tanya Vallery masih dalam pelukan lelaki itu.

Vallery dapat merasakan jika Josh menggelengkan kepalanya.

"Lalu apa, Josh? Apa kau melakukannya karena kau mengasihani aku?" lirih Vallery.

Josh melepaskan pelukannya, dia menangkup kedua pipi Vallery dan menatap wajah gadis itu. "No, Vall.." lirihnya.

"Beri aku satu alasan, sekali ini.." pinta Vallery lembut.

Josh menggeleng, dia benar-benar tidak mau memberi alasan yang logis akan tindakannya selama ini pada Vallery. Vallery tidak tahan melihatnya. Vallery mengepalkan tangannya untuk menguatkan tekad atas tindakan selanjutnya yang akan dia lakukan pada Josh jika Josh tetap bungkam.

Sadar jika Josh benar-benar tidak mau buka suara, Vallery berjinjit, mengalungkan tangannya dileher lelaki itu, lalu dia meraih bibir Josh dengan bibirnya. Ya, Vallery mencium Josh, tindakan ceroboh yang membuat dirinya sendiri terkejut, apalagi lelaki yang menerima ciuman itu.

Untuk pertama kalinya, Josh merasai bibir gadis yang memenuhi pikirannya setiap hari. Josh tidak bisa melepaskan ciuman ini begitu saja. Selain dia takut menyinggung Vallery, jauh didalam hatinya juga menginginkan ini. Bahkan dia berharap ini akan berlangsung lama.

Sadar jika Vallery tidak handal, Josh mengambil alih permainan bibir mereka, menjadi sebuah ciuman yang memabukkan dan berlarut-larut. Josh membuktikan bahwa dia adalah seorang good kisser pada gadis itu.

Setelah beberapa saat, Josh melepaskan jerat di bibir Vallery, mengurai tautan itu, lalu mereka saling menatap satu sama lain dengan nafas yang masih menderu hangat.

"Jangan menyukaiku, Josh." kata Vallery lirih. Dia sudah membuktikan jika pikirannya tentang Josh adalah benar, Josh benar menyukainya tapi entah kenapa lelaki itu juga memendam perasaannya.

Josh menggeleng. "Kenapa?" tanyanya.

"Kita tidak bisa bersama-sama. Kau bisa dapatkan gadis yang lebih baik."

"Hemm, kau juga bisa dapatkan lelaki yang lebih baik dariku. Tapi itu bukan Kakak iparmu!" kata Josh memperingati tapi membuat Vallery melotot.

Josh tersenyum kecil. "Jika bukan aku, pastikan itu juga bukan Edward." jelasnya lagi.

Vallery menunduk. "Entahlah.." katanya. "Kenapa kau memendamnya, Josh?" tanya Vallery.

Josh terdiam sejenak, dia tidak mungkin mengatakan alasan yang sebenarnya pada Vallery. Dia sudah cukup senang dengan keadaan sekarang walau tidak bisa ada ikatan apa-apa diantara mereka.

"Aku tidak bisa mengendalikan diriku jika kau sudah mengetahuinya." jawab Josh memberi alasan yang bukanlah sebenarnya.

Vallery akhirnya terkekeh. "Alasan macam apa itu!"

Josh ikut terkekeh kecil melihat Vallery yang sudah bersikap biasa. "Jika kau tidak percaya, ayo ku buktikan! Aku tidak bisa mengendalikan diri." kata Josh kembali mendekat pada tubuh Vallery. Vallery mendorong dadanya pelan dan berjalan kembali ke sofa.

"Kau sengaja kan, biar aku tidak jadi pulang." kata Josh seraya ikut duduk diseberang Vallery.

"Mau pulang ya pulang saja!" sahut Vall.

Josh terkekeh lagi, apalagi mengingat ciuman dadakan mereka tadi, bibirnya pun melengkung sempurna.

Sophia datang sambil terkekeh kecil. "Apa yang terjadi dengan kalian?" tanyanya sambil menaik-naikkan kedua alisnya dan menatap Vall bergantian dengan Josh.

"Tidak ada." jawab Josh dan Vallery serentak.

Sophia terkikik. "Dasar kalian penipu!" umpatnya.

Vallery mendelik pada Sophia sedangkan Josh terkekeh kencang.

"Dia melihatmu menciumku tadi." goda Josh pada Vallery dan gadis itu melongo dengan mulut terbuka.

"Benarkah?" tanya Vallery pada Sophia dan Sophia mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Kau juga melihat Sophi tadi?" tanya Vall pada Josh.

"Yes.." sahut Josh pelan.

"Kenapa kau tidak memberitahuku?" Wajah Vallery memerah menahan malu.

"Kalau aku memberitahumu kau akan melepaskan ciuman itu." jawab Josh sambil terkikik. "Mana mungkin ku biarkan, lebih baik aku diam." sambung Josh.

Vallery menghentak-hentakkan kakinya ke lantai seraya menutup wajahnya dengan telapak tangan. Dia sangat malu pada Sophia.

"Aku tidak menyangka kau se-agresif itu, Vall." goda Sophia dan Vallery menjerit tertahan dari balik tangan yang menutupi wajahnya.

"Aku jadi penasaran jika kami hanya berdua saja. Sedangkan ada kau disini, dia bisa bertindak begitu." timpal Josh ikut menggodanya.

"Ya sudah, bagaimana kalau kita makan malam dulu. Nanti dilanjutkan kembali." ajak Sophia dengan nada mencibir.

Vallery bangkit dari duduknya, dia memberengut kesal menatap dua orang dihadapannya yang masih saja terkikik geli.

"Makan saja kalian berdua! Aku mau tidur!" kesalnya lalu beranjak pergi.

...To be continue ......

1
Sita Sit
dilema ya ed
Sita Sit
akan gimana ini nanti end nya ,keren ,malah berharap val sama ed ya
Sita Sit
Ed dilema
Sita Sit
kasian valery
Sita Sit
Valery dilema ya
Sita Sit
bagus
Frau Berzl
Reading from Italy 🇮🇹
Riska Trisna
mending sama josh aja lah
Esther Nelwan
author ni emg sll keren bacaannya setiap karyamu aku baca kgk bs k tebak pokonya👍👍👍
Chyntia Rizky 🖋️: makasih kak udh mampir di novelku yg ini ,🙏🙏🙏
total 1 replies
gian rasyid
boleh usul Thor....bikin cerita shopie sama Dimitri 🙏
gian rasyid
akhir yg bahagia tp.... entah lh....aq merasa sedih. kadang apa yang d harapkan tdk bisa d raih sesuai keinginan
gian rasyid
mirip film Angelina Jolie....salt. tp suaminya mati dan salt balas dendam
gian rasyid: hmm....awal nya hanya d jadikan target tp pada akhirnya salt benar2 jatuh cinta dan saat suami d bunuh...dia menghabisi semua teman dan pemimpin nya. sama seperti Mark dan Jessica
total 2 replies
gian rasyid
koq aq jadi takut ya 😥😥
Chyntia Rizky 🖋️
buat yg gak mau bertele-tele ini cerita langsung sat set yaaa
gian rasyid
suka banget sama ceritanya Thor...tdk muter-muter, penuh misteri dan penyelesaian nya cepat jd tdk bosan
Chyntia Rizky 🖋️: makasih kak udh mampir disini. jika berkenan baca novelku yg lainnya juga ya🙏
total 1 replies
Sri Sulis
melipir nih kak
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rika Rahayu
mamtaap
HenyWahyuni_09
sweet banget sih mereka😍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!