NovelToon NovelToon
Keyakinan Hati

Keyakinan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:258.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eva Yulian

*
Sharma Amandita, gadis muslimah berusia 22 tahun yang baru bekerja disalah satu perusahaan fashion terbesar di Jakarta. Ia merupakan keturunan Arab-Indo yang tumbuh menjadi gadis cantik dan taat kepada ajaran agamanya


-

Galih Reyhan Artaffa, pria berumur 30 tahun yang dua tahun lalu ditinggal mati oleh tunangannya

Ia tidak pernah berfikir untuk mendapatkan pengganti sang tunangan. Tapi, siapa sangka, jika CEO perusahaan fashion itu justru jatuh hati pada salah satu staf karyawan-nya.

Bahkan, kecantikan akhlak gadis itu mampu membuatnya luluh dan sadar, betapa selama ini, ia jauh dari Tuhan

Sedangkan disisi lain, ada seorang Dokter yang sudah lebih dulu tertarik pada Sharma

Disaat ketiga hati itu bertemu. Maka, hanya keyakinan hati lah yang akan menemukan jalan dalam mendapatkan cinta

-

Ditengah kekacauan, justru seorang pria yang ternyata sudah lama menyusup diantara ketiganya, datang sebagai penyelamat hidup bagi Sharma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva Yulian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Perasaan

Seperti apa yang dijanjikan Arinda. Dan ia benar benar mengajak Sharma untuk mengunjungi galeri mininya yang berada di lantai atas

"Bagus banget Tante," pujinya setelah melihat deretan koleksi hasil lukisan Arinda yang terpajang di dinding, sebagian berada di stand frame dan di tertutup oleh kain putih. Sharma tertarik sekali untuk melihatnya, tapi ia menunggu waktu yang tepat untuk Arinda mau menunjukannya sendiri padanya. Ia tidak ingin bersikap lancang terhadap sesuatu yang dianggap privasi oleh pemilik galeri

"Kamu suka?" tanya Arinda, Sharma mengangguk dan tersenyum

"Suka tante"

Arinda tersenyum senang. Kemudian menggandeng Sharma ke arah stand frame yang jauh lebih besar. Keduanya berdiri disana, menatap lukisan yang masih terhalang kain putih itu

"Kamu mau lihat yang ini?" tanya Arinda

"Memangnya boleh?"

"Boleh kalau kamu mau."

Sharma tersenyum dan mengangguk, dari awal ia memang sudah penasaran dengan hal itu

Arinda membukanya, dimana saat kain putih itu tersingkap dan menampilkan foto seorang pria paruh baya yang tampan dalam lukisan tersebut. Rahangnya yang tegas, dan bulu bulu halus yang berada disekitaran wajahnya. Ia peris seperti Reyhan, dan Sharma dapat menebak, jika beliau adalah Tuan Galih Artaffa, ayah Reyhan

"Ini papa Reyhan," sahut Arinda yang membuat tatapan Sharma beralih padanya. Sharma tersenyum hangat, ia tidak akan bertanya apapun tentang ayah Reyhan. Tidak akan, ia sadar jika ia tidak berhak untuk tau. Tetapi jika Arinda akan menceritakan, ia siap untuk mendengarkan.

"Kamu pasti sudah tau mengenai papa Reyhan yang meninggalkan Tante," sahut Arinda dengan sendu. Sharma segera menggapai tangan wanita itu untuk ia genggam

"Tante tidak tau apa kesalahan tante sampai papa Reyhan neninggalkan tante begitu saja. Tante masih mencintainya Sharma. Tapi tante juga ingin belajar ikhlas dengan kepergiannya, "

Sharma tersenyum dan memeluk wanita yang baru beberapa jam dikekenalnya itu

"Semua sudah menjadi takdir tante, om Galih pergi bukan tanpa alasan. Karena setiap orang pasti memiliki alasan disetiap keputusannya."

"Sharma memang tidak tau ada masalah apa antara tante dengan om. Tapi tante harus yakin, semuanya sudah menjadi ketentuan Allah. Kita boleh berencana, berharap, tapi semua tergantung pada yang maha kuasa,"

Arinda terdiam mendengarkan Sharma

"Bagaimana cara agar tante dapat melupakan dia, Sharma?"

Sharma terdiam, ia tidak menyangka dengan respon cepat dari Arinda

"Biar Sharma ambilkan tante minum," Sahutnya, lalu menuntun Arinda untuk duduk disofa panjang yang berada di ruangan itu

Arinda mengangguk dan membiarkan Sharma berlalu untuk mengambilkan minum untuknya

"Tante Arinda suka teh hangat."

Sharma menoleh saat Dinar menghampirinya sambil tersenyum

"Ohh, saya tidak tau Dok," Sharma meletakan gelas yang sudah diisinya dengan air putih

"Tidak papa. Biar saya buatkan, kamu tunggu saja."

Sharma mengangguk patuh, ia hanya melihat Dinar yang membuatkan teh untuk Arinda. Ia nampak memanaskan air. Sampai kemudian wanita itu berbalik padanya

"Kamu sudah lama bekerja dengan Reyhan?" Tanyanya sambil menuangkan satu sendok gula pasir pada gelas yang dipegangnya

"Saya sudah 4 bulan bekerja di perusahaan Pak Reyhan, tapi menjadi asisten pribadinya, baru satu bulan lebih."

Dinar nampak mengangguk dan tersenyum

"Kamu tau?" tanyanya tanpa langsung melanjutkan kalimatnya

"Apa?"

"Reyhan sebenarnya menyukai kamu!"

Mata Sharma membulat sempurna. Ada debaran aneh didadanya yang langsung ia tepis begitu saja

"Kamu beruntung Sharma. Dikelilingi oleh 2 pria baik yang mengagumi kamu!" sahutnya, ada senyum sendu ketika ia mengatakannya

"2 pria?" tanya heran Sharma

"Reyhan dengan Roger. Mereka adalah 2 pria baik yang selalu berada disekitar kamu. Bukankah begitu Sharma?"

Sharma hanya terdiam. Bagaimana mungkin Dinara mengambil kesimpulan seperti itu?

"Kamu beruntung," sahutnya lagi

Sharma tersenyum

"Apa Dokter Dinara menyukai Dokter Roger?"

Dinara sempat terpaku saat Sharma melayangkan pertanyaan itu padanya. Sharma pun juga tidak mengerti mengapa ia bertanya tentang itu. Tapi satu hal yang ia tau, ia dapat melihat bagaimana perubahan raut wajah Dinara saat menyebut Dokter Roger yang menyukainya. Yaa, ia seperti sedang ...., cemburu

"Apa yang kamu katakan?" tanya Dinara dengan tersenyum. Ia berusaha menutupi perasaannya yang sebenarnya sudah terlihat jelas oleh Sharma. Ia berjalan ke arah pantry dan menuangkan air panas pada gelas yang sudah ia isi dengan gula dan teh. Kemudian kembali pada Sharma

"Kita sama sama wanita Dok. Kita dapat saling memahami, saya tau bagaimana perasaan Dokter pada Dokter Roger hanya dengan melihat mata Dokter." Sahut Sharma saat keduanya kembali berhadapan

Dinara terdiam sambil mengaduk teh hangat yang baru saja dibuatnya

"Kami berbeda keyakinan, Sharma"

Sharma tersenyum

"Maka yakinkan perasaan Dokter. Jika Dokter yakin, maka saya percaya Dokter Roger akan mampu menerima Dokter"

Dinara tersenyum, kemudian menggapai tangan Sharma

"Sekarang saya mengerti, mengapa Reyhan dan Roger, begitu mengagumi kamu. Kamu gadis yang baik Sharma."

"Dokter juga baik"

"Tidak seperti kamu."

"Setiap orang diciptakan berbeda dengan kelebihan dan kekurangannya masing masing. Tapi selalu ada kebaikan pada diri seseorang, itu pasti"

Dinara tersenyum, kemudian mengangguk. Sharma juga tersenyum. Perasaan setiap orang itu rumit, begitu yang Sharma simpulkan

"Sering sering datang kemari ya Sharma. Tante senang kamu ada di rumah ini,"

Sharma hanya tersenyum saat Arinda mengatakannya. Ia akan pulang dan Arinda seolah enggan ditinggalkan

"Insyaallah."

Sharma menyalami wanita itu, Reyhan hanya tersenyum. Sampai keduanya berjalan ke arah mobil Reyhan. Dinar sudah pulang lebih dulu karena ada suatu urusan

Mobil yang dikemudikan Reyhan melaju keluar dari gerbang rumahnya. Arinda hanya melambaikan tangan dengan perasaan sedihnya

"Terimakasih Sharma,"

Sharma menoleh saat Reyhan mengucapkan terimakasih padanya

"Terimakasih untuk apa?"

"Kamu sudah mau saya bawa ke rumah dan bertemu dengan mama saya,"

"Mungkin sudah takdir, saya bertemu dengan tante Arinda." gadis itu menyahut sambil tersenyum

"Takdir?" dahi Reyhan berkerut

"Bukankah tidak ada istilah kebetulan. Semuanya sudah di tentukan,"

"Termasuk pertemuan saya dengan kamu?"

Sharma menoleh, kemudian tersenyum setelah sebelumnya ia sempat terpaku

"Iya. Pertemuan saya dengan Syifa, Mbak Indah, Mas Akbar, Dokter Roger. Semuanya bukan kebetulan,"

"Maksud saya dalam artian yang berbeda Sharma,"

Sharma terdiam. Dari awal dia sudah mengerti, tapi ia merasa canggung. Terlebih mereka hanya berdua saja di dalam mobil

"Tidak semua yang bertemu itu harus bersama Pak," sahutnya dengan suara lemah

"Bisa saja jika saya melamarmu,"

"Menjadikan kamu istri saya. Dengan begitu, bukankah takdir akan membuat kita bersama?" Reyhan berambisi

"Perkara menikah itu tidaklah mudah Pak Reyhan. Menikah itu adalah ibadah yang paling lama, sehingga kita tidak boleh salah dalam memilih pasangan. Perlu keyakinan hati untuk memilih pasangan hidup."

"Saya sudah yakin Sharma,"

"Bapak sudah yakin, tetapi saya? Apa Bapak tidak ingin tau saya yakin atau tidak?"

Reyhan tersenyum, kemudian mengangguk

"Jadi saya harus bagaimana Sharma?"

"Jawabannya, hanya Bapak sendiri yang tau"

"Bagaimana saya akan tau langkah apa yang akan saya ambil jika saya tidak mengetahui perasaanmu"

Sharma terdiam, cukup lama. Sampai kemudian ia bersuara

"Saya sedang meyakinkan hati,"

"Untuk?"

"Untuk Pak Reyhan"

TBC

*Mohon maaf jarang up. Karena aku lebih condong ke novel lain:")

Sebenernya idenya udah matang, cuman openingnya yang kadang bingung😤

Terimakasih untuk kalian yang sudah baca

Minalaidzin Walfaidfzin

Mohon maaf lahir dan batin🙏*

1
dina
karya yg bagus,alur ceritanya jelas,tata bahasanya santun dan indah
dina
karya yg bagus,alur ceritanya jelas,tata bahasanya santun dan indah
Kim Reyaa
luar biasa....novel singkat dengan penuh banyak pelajaran Thor....sukses terus ya Thor ..bakal q rekomendasi kan ini novel ke temen2....ini baru novel berkualitas.
Kim Reyaa
semoga bahagia ya Sharma di an Azam...... Alhamdulillah... pelajaran banget cerita ini kk Eva. makasih banyak banyak kk eva
Kim Reyaa
q kog kesel sendiri sama pak bos. .. untung Sharma g jd sama pak bos . Alhamdulillah semoga Azam menjadi pilihan terbaik sharma
Kim Reyaa
pak bos pak bos...kurang apa coba Sharma....udah bilang sumpah , demi Alloh pula , tetep g percaya. dari sini q paham , jika menjadi imam harus lebih ilmu agamanya dr pd makmum . maka imam dpt menilai makmum yg tulus dan jujur . hheh pak bos payah .
Kim Reyaa
fiks...Sharma jodohnya Azam .maaf pak bos ternyata hanya sebatas itu cinta mu pada Sharma , q g bisa dukung pak bos lagi .
Kim Reyaa
astaghfirullah...siapa yang akan nolong Sharma Thor kali ini . q jedag jedug
Kim Reyaa
yaaah....kog q curiga ya , jangan2 ada udang di balik tepung
Kim Reyaa
jangan goncang cinta pak bos dan Sharma Thor please..udah mau bahagia mereka
Kim Reyaa
aaaaaah....saya mau pak , saya mau di ta'aruf sama pak bos
Kim Reyaa
uuhuuuukkk....lampu ijo kedua pak bos
Kim Reyaa
ehemmm....gercep dan blak blakan niih si pak bos
Kim Reyaa
selalu olways suka sama tulisan dan cerita kk Eva ....
Kim Reyaa
xixixixi....di lamar dengan mahar sebuah Al-Qur'an... Alhamdulillah 😆😆
Kim Reyaa
emmm....entahlah , q bingung mau dukung siapa , antara Azam dan Reyhan , tapi hati Q condong ke reyhan siih , meski Reyhan bukan tipe orang yg religius seperti yg d harapkan keluarga Sharma . tp entah keknya Sharma cocok aj sama Reyhan
Kim Reyaa
waduuuh...siapa itu Azam ?
ini sebenarnya jodohnya Sharm pak Azam , pak Reyhan apa dokter Roger ...haduuuuuft
Kim Reyaa
aseeek...sekali ketemu langsung lampu ijo niih pak bos....aku suka aku suka aku suka hehe
Kim Reyaa
ini jodoh , , ,di sini jodoh di tangan author hhhh....kk Eva emang keren
Kim Reyaa
eheemmmm...pak bos udah cinlok niih , udah terbuka niih , udah ngakuin kalo jatoh hati niih hhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!