NovelToon NovelToon
ASMARA DARI ANGKASA

ASMARA DARI ANGKASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:259.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: rcancer

Dendam seorang adik kepada gadis yang dia cintai atas kematian kakaknya. Asmara, gadis sederhana, penyanyi dangdut hajatan yang sedang naik daun, berubah nasibnya saat sebuah tuduhan pembunuhan dia terima tanpa dia bisa membuktikan kebenarannya.
Nasib apa itu.?
sepahit apakah nasibnya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langit Biru Lagi..

"sebenarnya om sih siapanya mamah..?"

Angkasa terhenyak. Dia bingung mau jawab apa di lempar pertanyan seperti itu. Dia tediam sejenak sambil matanya menatap dua bocah yang lagi asyik dengan baksonya.

"Menurut kalian, om siapanya mamah.?" anak anak melongo sejenak dikasih jawaban seperti itu membuat Angkasa terkekeh melihat ekspresi wajah mereka.

"Kalau menurut aku emmm.." ucap Biru sambil berpikir.

"Kalau aku, om kaya orang orang yang ingin jadi suami mamah.." jawab Langit. Angkasa terkekeh kembali tapi agak kesel juga mendengar jawaban seperti itu.

"Ah iya benar, om yang kaya om om yang lain.." Lagi lagi Angakasa terkekeh. seandainya mereka tahu yang sebenarnya, apa mereka akan tetap bersikap selucu ini.? kata Angkasa dalam hati.

"Emang banyak yah om om yang pengin jadi suami mamah..?"

"Banyak om.." lagi lagi Angkasa merasa kesel mendengar jawaban anaknya. ternyata ibunya anak anak banyak yang naksir.

"Teruss.? ada yang d terima mamah nggak.?"

"Enggak ada om.." lega hati Angkasa.

"Kenapa.?"

"Kita nggak tahu om.."

"Kalau om jadi suami mamah.? kira kira om di terima nggak yah.?"

"Hahaha om lucu, masa om tanya kita, ya tanya mamah nanti.."

"Iya hahhaa.."

Angkasa ikutan terkekeh mendegar jawaban kedua bocah itu.

"Kalian memang menggemaskan, eh om boleh tahu dong.."

"Apa om.?"

"Ini yang namanya Biru yang mana, dan yang namanya Langit yang mana sih.?" ditanya seperti itu bukannya langsung jawab, kedua bocah itu serentak ketawa bersama membuat kening Angkasa berkerut..

"Hahahah coba tebak om mana Biru dan mana Langit..?"

"Kalau om jawabannya benar, om dapat hadiah nggak..?"

"Kalau bener, nih bakso yang gede buat om.." Angkasa terkekeh.

"Coba om perhatikan, kalian diem jangan bergerak dulu.." dan mereka langsung nurut meski terkadaang ada suara cekikikan. Mata Angkasa tajam mengawasi. Dan tak lama kemudian

"Ini Biru. daan ini Langit.." mata kedua bocah itu membelalak.

"Kok om tahu.?"

"Ya tahu lahhh, Hati om kan nggak bisa di bohong."

"Yah, aku kalah, nih om bakso yang gede buat om.." ucap Langit.

"Hahhaa, nggak usah, buat langit aja."

"Beneran.?' dan Angkasa mengangguk." hehhe makasih om.."

"Kalian mau nambah lagi nggak.? apa mau dibungkus..?"

"Mm.m, boleh deh om, dibungkus saja, buat mamah.."

"Mamah ntar di beliin sendiri sekalian buat yang yang lain.."

"Oke.." dan Angksa memesan lagi beberapa bungkus.

"Makasih ya om sudah ngajak kita main.."

"Kalau kalian mau main lagi sama om, suruh mamah apa tante Tirin telfon om aja.."

"Beneran om.? om mau ngajak kita main lagi.?"

"Ya mau dong. asal nggak ganggu waktu sekolah dan belajar kalian.."

"Wahh.."

"Abis ini pulang saja yah.? mainnya lain kali lagi, sudah sore." dan keduanya serentak mengangguk.

Setelah selsesai dengan acara makan baksonya, mereka beranjak menuju mobil dan perjalanan dilanjutkan menuju rumah.

Beberapa menit perjalanan, terlihat kedua bocah sudah terlelap karena capek. senyum Angkasa terkembang dan hatinya menghangat melihat wajh wajah polos tanpa dosa, benih dari perbuatamnya.

Tak lama kemudian.

"Tin tin.."

"Kayaknya anak anak pulang tu bu.." Seru Asmara begitu mendengar suara klakson mobil di depan rumahnya.dia awalnya cemas, takut pria itu membawa kabur anaknya, tapi setelah mendengar bunyi klason mobil hatinya merasa lega.

"nak anak pulang..?"

"Iya pak, coba di tengok.."

Dan suami bu Lastri beranjak keluar. dia sedikit tercengang melihat mobil yang terbilang mahal berada didepan rumahnya. dia lebih tercengang lagi melihat laki laki yang mirip dengan dengan si kembar sedang keluar mobil sambil menggendong salah satu anak itu.."

"Maaf pak, mereka tertidur. si abiru maih di dalam.."

"Taruh kamar langsung saja, di dalam ada Mara, minta tunjukin kamar mereka. biar Biru saya yang bawa.."

"Baik pak.."

Angkasa langsung masuk dan melihat Asmara yang sedang duduk serta bu Lastri yang baru keluar kamar..

"Loh mereka tidur.? langsung bawa kamar saja nak. tuh sebelah sana, pintunya terbuka kok.." ucap bu Lastri. dan Angkasa segera membawa anaknya masuk ke kamar yang sudah ditunjukkan.

Setelah menaruh anaknya, angkasa segera keluar.

"Nggak duduk dulu.?"

"Bentar bu, mau ambil barang barang di mobil.." Bu Lastri hanya ber oh ria, sementara Asmara hanya diam seakan akan tak peduli. pak aedi yang sudah menaruh biru dalam kamar juga merasa heran. dia mendekat ke bu Lastri.

"Bu apa dia..?" dan bu Lastri mengangguk tanda mengerti dengan pertanyaan suaminya.

"Kok bisa bu.?"

"Jodoh mungkin pak.."

Asmara yang medengar percakapan singkat bu Lastri dn pak Edi hanya tersenyum kecut.

Angkasa masuk kembali dengan membawa beberapa mainan dan kantong plastik berisi beberpa baju. dan juga makanan.

"Lah kok ngak bilang ada barang.?." tanya pak Edi seraya mendekat membantu membawa beberapa barang dari tangan Angkasa.

"Banyak bener yang di beli.?" tanya bu Lastri.

dan Qngkasa hanya tersenyum menjawabnya.

Angkasa menaruh barang barang itu di depan televisi dimana Asmara sedang duduk di kursi panjang. Setelah menaruh semua, Angkasa langsung duduk di sebelah Asmara membuat perempuan itu membelalakkan matanya. Asmara ingin berdiri tapi berhubung kakinya lagi sakit jadi dia mengurungkan niatnya.

"aoh iya pak. itu yang di plastik biru dan puth, makanan. tadi anak anak minta di bungkusin.

"Wah jadi ngerepotin, makasih ya mas.."

"Nggak apa apa pak.."

"Ya sudah bapak tingal dulu sebentar sama ibu, mau ko acara hajatan.."

"Ih iya pak, silahan.."

Sesaat setelah mereka pergi, kini suasana rumah nampak sunyi. dua insan yang duduk bersebalahan itupun masih terdiam dengan pikiran masing masing.

Lag lagi Angkasa menatap lekat perempuan di sebelahnya. tatapannya benar benar membuat wanita itu tak berkutik, hanya bisa menunduk dan menatap lurus ke depan.

"Gimana kakinya.? masih sakit.?"

"Lumayan.."

"Kamu takut, anak anak dibawa pergi.?" Asmara terkejut dengan pertanyaan Angkasa. seakan akan pria itu tahu apa yang dia pikirkan.

"Aku sudah bilang aku nggak akan bawa mereka kemana mana tanpa kamu dan tanpa seijinmu.."

"Tuan sebaiknya pulang. ini hampir malam.."

"abentar lagi, aku masih ingin bersamamu.." Asmara kembali terdiam. diapun duduknya nggak tenang karena pria disebelahnya terus menatapnya.

"Aku tahu kamu nggak pernah ingin bertemu aku lagi Asmara. tapi untuk kali ini, aku benar benar tak akan pernah membuatmu pergi. aku ingin terus berada disimu dan anak anak. "

Asmara tetap diam tak menanggapi perkataan Angkasa. hatinya masih terasa sakit jika mengingat perbuatan pria itu.

Namun tiba tiba mata Asmara membelaalak. Dia mau menolak tapi nggak bisa apa apa karena kondisi kakinya masih nyeri jika mendadak berdiri.

Angkasa merebahkan kepalanya di pangkuan Asmara.

"Biarkan seperti ini ra. sebentar saja."

mau tak mau Asmara pasrah. Dia membiarkan pria itu dengan perasaan tak menentu.

Angkasa perlahan memejamkan matanya. dan tak lama kemudian dia terlelap. melepas lelah dalam kedamain yang dia rasakan dari wnita yang dia sakiti dan rindukan.

@@@@@

1
Edwin Keitaro
Top
Qaisaa Nazarudin
Itu salah kamu sendiri,Kalo emang udah cinta dulu,Kenapa harus kamu membencinya sebelum menvari tau kebenaran ttg kakak mu,Noh sekarang rasakan lah..
Yuliana Purnomo
heeeeh,semoga angkasa nyidam paraaah separah 2nya,,,biar tau rasa
Yuliana Purnomo
naahh kebuka juga Akir nya kebobrokan kakak mu,,angkasa,,nyesel kan luu
Yuliana Purnomo
dasar picik angkasa,,SDH dpat visum dokter kalau kkk nya overdosis,,masih aja dendam
Anonim
Arnav khusi🥰
Ersa
Novel bagus
My atee
Luar biasa
Dafila Nurul
seru ceritanya
Bembi Arkana
😭😭😭
Puji Rahayu
dr dulu mpe saiki...
author ttp konsisten...
hidup bollywood..💪
1 server qitahh...😉👄👄👄
Puji Rahayu
see yu again thor.... 😊
Anggit Juliadi
nagis lagi aku nagis lagi ... entah sudah berapa bab bikin aku nangis 😢😢😢
Anggit Juliadi
kembar ya anaknya ... author seneng banget buat cerita anak kembar hehehe
Anggit Juliadi
saya setuju dengan aturan adat seperti ini ... ketika ada wanita hamil diluar nikah wajib keluar dari kampung sebagai pelajaran bagi gadis2 yg lain di kampung itu ... kecuali hamil karena diperkosa ... lain ceritanya
Anggit Juliadi
diluar kamat ada cctv ... emang di dalam kamar itu gak ada cctv apa ya???
jadi angkasa bisa melihat apa yg terjadi .... kau akan sangat2 menyesal telah memperkosa .. mempermalukan dan menyakiti hati wanita yg kau cintai angkasa ...
Adi Suweni
bagus ceritanya🤩
Rano Kurniawan
kereb hbs cerita y👍
Aminah Aqhifa
seru ,,, terimakasih Thor udah bikin cerita novel yang sesuai sama yang aku pengen selama ini😍😍😍😍🤩🤩
Yohan68
wah Banyumas.. daerahkuuuu.. othor orang Banyumas kah ?? ada juga novel othor yg pemerannya pergi ke Banyumas. hihihi
Wong Ngapak: iya, dari ajibarang 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!