Pelakor adalah korban bukan salah dia mencintai lelaki yang sudah memiliki seorang istri tapi karena sebuah perasaan yang mempermainkannya.
Untuk menyelamatkan nyawa sang nenek, Vivian Cambriella terpaksa menikah dengan lelaki tampan yang tak lain adalah seorang CEO , atasannya sendiri.
Setelah dua tahun menikah Ia baru mengetahui suaminya telah memiliki seoarang istri.
Alasan Keanu mau menikah dengan Vivian adalah untuk menyewa rahimnya , supaya Ia memberikannya seorang anak.
Bagaimana nasib Vivian ?
Akankah Ia mendapatkan cinta dan kebahahiaan dari suami yang telah membohonginya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mora Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 : KABUR DARI RUMAH
...KABUR DARI RUMAH...
...LANGIT TELAH MENETESKAN SALJU DI SETIAP AWAL MUSIM...
...SEHINGGA KAU TAK PERLU LAGI MENETESKAN...
...AIR MATA KESEDIHAN...
...DI SETIAP AWAL KEBAHAGIAANMU** ....
...🌿...
...----------------...
Tak pernah kusangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kau tinggalkan begitu saja
Sekian lamanya kita berdua
Tak kusangka begitu cepat berlalu
Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
Tak kusangka begitu cepat berlalu
Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
( Chrisye _ Pergilah Kasih )
" Ada apa, Ma ? " Tanya Keanu menghampiri mama di ruang tamu.
" Mama sudah bujuk Wanda, kami berdua setuju dengan syarat yang kamu ajukan " Cetus Mama.
" Mama serius ? semalam, dia bersikeras menolaknya " Sahut Keanu sambil mengkerutkan keningnya, Hanya dalam beberapa jam saja, Wanda sudah merubah keputusannya.
Keanu bukannya mau meragukan Wanda tapi, Ia sangat kenal betul tabiat isterinya, tidak akan plin-plan dalam mengambil keputusan.
Tap....tap.....
Suara langkah kaki mendekati ruang tamu, tempat Keanu dan Mama berada, langkahnya terhenti ketika dia mendengar perbincangan antara Keanu dengan Mama.
" Mama, benar - benar serius kan ? Gak lagi bercanda ? " Tanya Keanu sekali lagi untuk memastikannya.
" Kamu kira, tampang Mama sedang bercanda ? " Jawab Mama dengan wajah yang lebih serius lagi, meyakinkan putranya.
" Memang awalnya Wanda tidak menolaknya, tapi Mama berhasil membujuknya. cuma menunggu beberapa bulan saja sampai Vivian Melahirkan. setelah itu masalah kalian akan beres. " Ucap Mama.
Deg......
Jantung ku berdebar kencang, ketika Mama menyebut namaku. Menguping pembicaraan orang sangat tidak sopan, tapi aku penasaran dengan pembicataan mereka.
" Yang pentingkan kamu menepati janji, setelah Vivian melahirkan, kamu akan menceraikannya, lalu mengasuh bayi kalian " Celetuk Mama
Vivian yang terkejut, dan hampir menangis segera menutup mulutnya supaya tidak terdengar oleh mereka " Hikss "
" Setelah itu kamu kirim Vivian keluar negeri untuk melanjutkan pendidikannya, dengan alasan itu dia akan otomatis menyerahkan anaknya sendiri, dan tidak akan mencurigai kita. " Mama kembali menjelaskan rencananya yang sempurna tanpa celah.
Keanu menghembuskan napas panjang, seakan membuang segala beban yang di pikulnya.
Tanpa bersuara aku menangis berlinangan air mata, dengan tubuh yang bergetar. Aku terjongkok saking lemasnya, sekujur tubuh rasanya tidak berdaya untuk berdiri.
Pantas saja sikap Keanu dalam beberapa hari ini sangat manis, Ia memperlakukan aku layaknya seorang permaisuri yang sangat di cintainya.
Aku masih tidak percaya, semua itu hanyalah sebuah kebohongan, cuma topeng untuk menutupi bangkai yang busuk. Aku teringat kembali dengan janji Keanu tempo hari.
" Nanti kita akan datang lagi, saat anak kita sudah besar " Kata Keanu membuat janji, yang tidak akan pernah bisa dia tepati.
Semua janjinya adalah dusta, cuma kedok untuk menyenangkanku sesaat, padahal di balik katanya yang manis, tersimpan rencana yang licik.
Mama menepuk pundak Keanu dengan lembut, dia memahami kondisi putranya, harus memikul beban yang berat.
" Memiliki dua isteri memang tidak mudah, tapi juga harus siap memilih jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. " Seru Mama.
Aku harus segera pergi dari sini, sebelum Mama dan Keanu menyadari keberadaan ku, Dengan kaki yang masih lemas, aku berusaha untuk bangkit berdiri dan meninggalkan Mama dan Keanu yang masih berbicara.
Di dalam kamar, barulah aku menumpahkan semua rasa sakit yang ada di dalam hati, untuk bernapas saja rasanya berat seperti ada yang menganjal.
" Huaaaaaaaa " Vivian menjerit histeris, dalam semalam dunianya menjadi gelap gulita.
Selama dua jam Aku menangis tiada henti, mataku sembab, hidungku meler, dan suara ku juga serak, saking lelahnya, aku sampai ketiduran.
Saat aku terbangun, aku berharap apa yang aku dengar tadi hanyalah sebuah mimpi.
Namun saat aku melihat kenyataan, melihat penampilan diri ku di depan cermin adalah sosok wanita yang berantakan. Rambut yang acak-acakan, mata yang bengkak, hidung yang memerah, seperti itulah pantulan diriku.
Aku menyetuh dengan lembut, anak yang ada di perutku.
Aku bersumpah pada diri ku sendiri, tidak akan pernah membiarkan orang lain mengambil anakku, terutama Keanu.
Aku harus segara keluar dari rumah ini, rumah yang memberikan kebahagian, tawa , kesedihan, kepahitan, dan rumah yang mengajari aku tentang sebuah cinta.
Untuk pertama kalinya aku mengerti apa itu cinta, berani mencintai seseorang, harus siap juga melepaskannya.
Dan untuk terakhir kalinya, aku harus segera mengakhiri cintaku.
Siapa diriku, sampai berani mencintainya.
Aku tidak layak untuk menerima cinta dari seseorang.
Menjadi yang kedua memang manis di awalnya, tapi sangat menyakitkan di akhirnya.
Aku mengemasi semua pakaianku, dan barang-barang yang ku bawa ke rumah ini, lalu memasukannya ke dalam koper. untuk terakhir kalinya aku menatap kamar ini dengan mata yang berkaca-kaca, begitu banyak kenangan yang telah terjadi di kamar ini.
Kamar ini adalah saksi saat Aku dan Keanu saling menyatu.
" Selamat tinggal " Gumamku pelan.
Minggu, 21 November 2021 , aku meninggalkan keluarga, rumah, dan cintaku.
...♧♧♧♧♧♧...
Satu Bulan Kemudian
" Selamat datang ! Ada yang bisa saya bantu ? " Seru ku kepada customer.
" Aku sedang mencari bunga camelia. " Sahut seorang pemuda.
" Mau membelikannya untuk pacar ?" Tanyaku asal menebak.
" Belum pacar, saya baru mau mengungkapannya " Jawabnya tersipu malu.
" Manisnya, pasti gadis itu senang, bisa mendapat pernyataan cinta dari pria yang mencintainya. " Kata ku sambil merangkai bunga camelia.
" Bunga yang cantik, untuk cinta yang tulus " Aku menyerahkan bunga yang sudah ku rangkai.
" Cantik " Gumam pemuda itu puas dengan bunga pesanannya.
Pemuda itu membayar bunga pesanannya, lalu memberikan Vivian tips " Terima kasih "
" Sama-sama, dan semoga kalian menjadi pasangan yang bahagia " Kataku sambil tersenyum tulus.
Sudah sebulan aku meninggalkan rumah keluarga Holand, dan sekarang aku tinggal di dekat rumah sakit, tempat Nenek di rawat.
Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, Aku bekerja di toko bunga dekat rumah, pemiliknya sangat baik dan ramah. Beliau tidak mempermasalahkan kondisiku yang tengah hamil tua.
Aku bahagia dengan kehidupan ku yang sekarang , bebas dan tidak terikat, jadi aku tidak ada penyesalan sudah meninggalkan segalanya.
" Nak, tumbuhlah menjadi anak yang sehat dan kuat. Ibu akan selalu ada untuk kamu " Kata ku sambil mengelus perut.
Bagaimana kabar Mama, Papa, Aldi, Wanda, Keanu ?
Aku hanya berharap, semoga mereka semua dalam keadan baik dan selalu sehat.
Dan semoga kita, jangan pernah berjumpa lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kira-kira syarat apa ya yang di ajukan Keanu ?
Yuk baca terus, dan jangan sampai ketinggalan 😁😁
Tunggu di chapter selanjutnyanya 😉
TERIMA KASIH sudah membaca novel dari seorang yang amatir ini , semoga dapat menghibur dan menyenangkan kalian.
Jangan lupa dukunagn dari kalian , seperti like , vote , dan share ato mau nampol pake bunga ****** juga boleh 😁😄😂🥰😍😍🤩