Beyza Shalsabila atau biasa di sapa Beyza merupakan seorang gadis yang mempunyai paras cantik dan murah senyum. Suatu hari sebuah kejadian menimpali Beyza yang mengharuskan ia menghindari Ketos yang terkenal tegas dan bermuka datar. Akankah Beyza bisa terus-terusan menghindari Ketos?.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys!.
Terimakasih^_^
IG : rosaaa1769
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS²TN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyembunyikan Masalah
Beyza mengedarkan pandangannya ketika sudah sampai di parkiran sekolah. Ia tersenyum ketika melihat orang-orang yang berlalu lalang dengan buku di tangan mereka masing-masing.
Kini suasananya berubah, yang ia lihat biasanya pagi-pagi banyak yang bermain, gosip, dan kegiatan lainnya, ada juga orang-orang yang selalu belajar walaupun bukan waktu ulangan tetapi kali ini berbeda. Hampir semua orang berjalan dengan buku di tangannya.
Beyza menggelengkan kepalanya ketika melihat seorang siswa yang menabrak orang di depannya karena ia terlalu fokus pada bukunya sehingga ia tidak memperhatikan jalanannya.
"Beyza" Beyza menoleh ke samping ketika mendengar namanya di panggil. Ia mendapatkan Farzan dengan muka andalannya.
" Kenapa berangkat duluan?"
Beyza menatap Farzan dengan pandangan was-was.
" Kamu ke rumah aku?" Jawaban Farzan membuat Beyza melototkan matanya.
" Terus kamu ketemu orang di rumah aku?"
Farzan menggelengkan kepalanya dengan dahi yang menyerit"Emang kenapa, kok kamu gelagapan gini?"
Beyza cengengesan berusaha terlihat biasa saja "Gak kok, lain kali gak usah jemput, aku berangkat sendiri saja"
Farzan menatap Beyza dengan alis yang di angkat satu"Kenapa?"
"Aku Lebih suka bawa motor sendiri" ucap Beyza beusaha mencari alasan.
Farzan mengangguk, ia merasakkan ada yang di sembunyikan Beyza, tetapi ia tidak ingin bertanya karena ada kalanya orang-orang tidak ingin menceritakan semua masalahnya.
Ia takut Beyza merasa tidak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan. Ia ingin menunggu Beyza yang berbicara dengan sendirinya.
Mereka berjalan di koridor sekolah, banyak siswa-siswi yang menyapa mereka ketika berpapasan terutama tertuju kepada Farzan, Farzan hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
" Senyum kak, mereka sapa manusia bukan tembok" ucap Beyza jengah dengan tingkah Farzan yang selalu memperlihatkan muka datarnya.
" Emang yang sapa tembok siapa?"
Beyza menatap Farzan kesal" Aku heran, kenapa dulu yang milih kamu jadi ketua osis banyak banget, padahal muka kamu ngeselin banget".
Farzan menatap Beyza tersenyum miring" Ngeselin ya?, Tapi pacar kamu gimana dong?"
Beyza gelagapan "Ya--ya gak gimana-gimana"
Farzan mengusap kepala Beyza sebelum pamit" semangat ngerjain soalnya, aku ke kelas dulu"
Beyza mengangguk setelah itu memasuki ruangan kelasnya ketika melihat punggung Farzan yang sudah menjauh.
Ia menatap heran teman-teman kelasnya yang menatapnya sambil senyum-senyum gak jelas. Beyza menyimpan tasnya di atas meja dan mengeluarkan alat tulis yang akan ia gunakan pada saat ulangan telah berlangsung.
" Kayaknya Beyza tambah semangat nih dapat ucapan semangat dari pangeran tak bersayap!" teriak Dira dari arah tempat duduknya.
Beyza mengerutkan dahinya"Pangeran tak bersayap?"
Dira memutar bola mata malas " Beyza Lo sadar gak sih kalau Lo pacaran dan Kak Farzan?"
"Hooh" seru teman kelasnya.
Beyza mengangguk, tetapi ia tak mengerti arah pembicaraan teman-temannya.
" Lo tau kan Farzan itu gantengnya kelewatan"
Beyza mengangguk setuju dengan ucapan Dira.
" Farzan like a prince according to us" ucap Dira yang di angguki teman-temannya.
Beyza mengangguk mengerti. Ia jadi insecure." Kayaknya gue menjadi wanita beruntung bisa dapatin dia"
" Sama-sama beruntung Za Lo juga cantiknya gak ada yang ngalahin seantero jagat raya" ucap Raya yang menurut Beyza sangat lebay.
Kringg
"Astagfirullah gue belum belajar"
"Catatan gue mana?"
"Cepat banget mulainya"
"Kertas konsep gue jangan di ambil woi!!"
"Jangan jauh-jauh Za duduknya"
Beyza hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat kepanikan teman-temannya. Ia sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini.
Suara-suara akan terus terdengar kecuali ada pengawas yang sudah berada di dalam kelas mereka.
***
" Gimana ulangan kamu tadi mudah gak?" Teriak Farzan dari atas motornya, takutnya Beyza tidak mendengar suaranya karena dia menggunakan motor berbeda dengan Beyza.
" Alhamdulillah" ucap Beyza ikut berteriak.
Mereka sedang berada di perjalanan pulang, Farzan sudah sepakat bahawa akan mengantarkan Beyza tetapi hanya sampai depan perumahan.
"Tunggu Za" ujar Farzan menahan motor beyza ketika ingin memasuki perumahan. Farzan turun dari motornya.
"Gue mau ketemu orang tua Lo"
Beyza gelagapan kenapa tanyanya sekarang sih batinnya risau.
"Jangan sekarang kak, maaf ya" ucap Beyza tak enak hati. " Aku duluan, kamu hati-hati di jalan" lanjutnya setelah itu melajukan motornya.
Farzan menatap punggung Beyza dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia kembali menaiki motornya, dan menyalakan mesin motornya kembali.
***
"Kusut banget tuh muka"
Farzan menoleh ke arah suara, ia melihat Ayahnya sedang menatap leptop yang ia pegang dengan berkas-berkas yang mengelilinginya.
" Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
" Bagaimana ulangannya?"
"Aman, Farzan masuk duluan Yah" pamit Farzan memasuki kamarnya setelah mendapat anggukan dari ayahnya. Ia memasuki kamar mandi untuk mencuci muka agar wajahnya terlihat segar.
"ASSALAMU'ALAIKUM, PANGERAN MASUK" Rafli berteriak ketika memasuki rumah Farzan. Ia tersenyum kikuk ketika melihat tatapan seram dari Ayah Farzan.
" Eh ada om andreas, tambah ganteng aja om" ucap Rafli berusaha terlihat ramah padahal butiran-butiran air telah jatuh yang berasal dari dahinya.
" Masuk rumah orang jangan teriak-teriak ini bukan hutan, orang hutan!"
Farzan terkekeh mendengar gertakan Ayahnya.
" Lo datang sendiri?" Tanya Farzan ketika melihat tidak ada tanda-tanda yang lainnya muncul.
" Ada di be--"
" ASSALAMU'ALAIKUM EVERYBODY" Afnan menutup telinganya yang pengang mendengar teriakkan Farel.
" Eh ada Om Andreas sehat Om?, Pasti sehat banget orang Om ganteng banget"
Rafli memukul kepala Farel" Gak jelas kampret"
Farel menginjak kaki Rafli tetapi bibir tetap tertarik ke atas.
" Teman kamu sopan-sopan banget" ucap pak Andreas sarkas.
"Assalamu'alaikum om" ucap Afnan sambil menyium punggung tangan pak Andreas. Diikuti Rafli dan farel.
Pak Andreas tertawa" Kenapa tangan kalian berdua dingin banget, padahal matahari lagi terik-teriknya"
Farzan terkekeh" Ayah aku bercanda"
Rafli dan Farel membelalak" bercandanya seram ya Om" celetuk Rafli yang di angguki afarel.
Pak Andreas berdiri dari duduknya sambil membereskan berkas-berkasnya " Kalian di sini saja, saya masuk ke dalam"
" Makasih Om"
"Ngapain pada ke sini?"
" Gue tau Lo kangen banget sama gue makanya gue ke sini" ucap Rafli percaya diri.
"Gak waras!"
" Belajar Zan, Lo kayak gak tau gue aja" beritahu Farel, farzan menganggukkan kepalanya. Sedangkan Afnan dan Rafli memutar bola mata malas.
thanks kak
tetep semangat🥰🥰🥰