Kara Sudibyo bersahabat dengan Angel yang selalu ingin apa yang di miliki Kara, Siapa Angel?, Angel anak dari cinta pertama Orang tua Ibu gadis yang memiliki wajah cantik tubuh menjulang tinggi.
Adrian sahabat kecil Kara terbilang cinta monyet anak kecil tapi kepindahan Adrian ke negeri lain membuat Adrian lupa akan wajah Kara dan tertipu daya oleh Angel.
Yuk simak kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
Betapa kejam nya..!, jikalau aku mengingat saat orang yang kita anggap penting dalam hidup kita menghianati hancur...! hatiku berkeping-keping, jangan kan melihat mendengar saja rasanya bagaikan terkena sesetan silet perih rasanya, dan sekarang aku harus menjalani hidup berumah tangga dengan nya, apa aku mampu?! menjalani semua ini, so gue hanya memenuhi permintaan bokap gue, kalaupun rumah tangga gue tidak lama ini mungkin karana kita di takdir kan memang tidak berjodoh. Kara berbisik dengan hatinya.
"Eh..!, kenapa kesini?"
"Dari tadi aku tanya kemana?, kamu melamun ya sudah kita sudah sampai ke rumah kita"
"Kita...?, kamu kali" ucap Kara ketus.
"Ayo lah kita ini sudah menikah kamu harus terima itu, kalau kamu tidak mau masuk terserah, aku cape aku mau istirahat" Ujar Adrian menutup pintu mobilnya.
Dia benar-benar menyebalkan!, Sebel kenapa ada cowok kaya dia AC setengah peka!, bujuk ke apa ke ini malah di tinggal gue. gerutu Kara.
Tok...Tok.. Tok. Bibi ketuk pintu kaca mobil.
"Nyonya muda..., di minta tuan masuk."
"Iya Bi.." saut Kara membuka pintu mobilnya lalu keluar berjalan dengan langkah kaki kesal.
"Bi.., tuan muda dimana?" tanya Kara.
"Di kamar. Non di minta ke kamar sama tuan"
Tak..tak..tak suara sepatu menandakan Kara tiba di depan kamar Adrian.
Masuk tidak ya, kalau gue masuk berarti gue masuk kandang macan lagi.., kalau tidak masuk masa gue berdiri disini terus.
"Masuk aja ngapain berdiri di situ" Suara terdengar dari dalam.
Tuh..!, kan dia tahu gue di sini, Kara memutar kenop pintu mendorong nya ke dalam,
"Duduk sini" Adrian menepuk kasur meminta Kara duduk di sampingnya.
Perlahan Kara mendekati Adrian lalu duduk di samping nya, Adrian mengalungkan tangannya ke pinggang Kara.
"Kamu.., sampai kapan terus takut sama suami kamu sendiri?"
"Aku bukan takut, hanya saja belum siap, sebelum kamu pertemukan aku sama Angel dan kamu mengatakan semuanya kalau kamu tidak ada hubungan sepesial dan tidak melakukan hal yang jauh"
"Jauh kemana? aku memang tidak ada hubungan apa pun sama dia, kalau pun iya sudah aku nikahi dia"
Adrian berusaha meyakinkan Kara, meskipun demikian Kara belum sepenuhnya percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Adrian suami nya.
"Kalau kamu tidak bisa memenuhi permintaan ku, aku tidak akan tidur satu kamar dengan mu!"
"Heh! anak kecil, kamu akan dosa tidak melayani suami kamu, biasakan sekarang"
"Terserah! aku tidak mau"
"Ok!, besok kita cari Angel sama-sama biar kamu percaya kalau aku tidak ada hubungan sepesial dengannya"
Kara pun keluar dari kamar Adrian menuju dapur terdapat Bibi yang sedang masak untuk makan malam.
"Bi.., Kara bantu ya"
"Loh.., tidak usah biar Bibi saja, Nyonya di kamar saja" Ujar Bibi.
"Saya bosan Bi, di kamar terus boleh ya Bi?"
"Nanti tuan muda marah loh" kata Bibi
"Bibi tentang saja tuan tidak akan marah, kalau marah biar saya marahin balik" ucap Kara berbisik dengan Bibi
Kara dengan semangat mengupas bawang Air matanya berderai tiada henti seperti melupakan semua tangisannya di irisan bawang
"Tuh kan..!, sudah Nyonya muda biar Bibi saja ini perih loh"
"Tidak apa-apa, biar aku saja Bibi." Kara melanjutkan mengiris dengan hatinya yang kesel.
Aaaw!!
"Ya Allah Nyonya muda..., Bibi sudah bilang biar Bibi saja"
Tangan mengalir darah tapi seakan Kara biasa saja, luka yang terkena pisau sepertinya lebih sakit yang dia alami.
"Ada apa Bibi" Adrian muncul dari balik pintu
Bibi pergi mengambil obat untuk mengobati tangan Kara
"Astaga..!, Kara kamu kenapa?," spontan Adrian mengisap darah dari jari tangan Kara.
Kara pun kaget melihat Adrian mengisap jarinya yang penuh darah, terlihat sekali kalau Adrian sangat mencemaskan Kara.
"Tuan muda, ini Betadine dan handsaplast nya"
"Terimakasih Bi, Ayo kita keruang tamu" Adrian menuntun Kara ke ruang tamu untuk di obati tangan nya.
"Lagian ngapain sih kamu ke dapur kan ada Bibi yang mengerjakan semuanya"
"Tadi aku hanya ingin membantu Bibi saja, lagi pula aku bosan di kamar"
"Kamu mau kemana?, ayok bilang.." tanya Adrian mencoba menuruti permintaan Kara.
"Aku kangen sama bapak" kata Kara
"Kamu kan bisa bilang, tapi tunggu aku istirahat dulu sekarang kita ke kamar, kamu mandi lalu istirahat setelah itu baru kita ke rumah bapak" katanya Adrian.
Di sisi lain Angel yang sedang berusaha meyakinkan Alex agar dia memberikan modal usaha untuk nya, dia juga mendapatkan kabar Kalau sang nenek sedang sakit-sakitan karana usianya yang sudah tua, sedang kan Satria anak Angel tidak ada yang merawatnya.
"Pi ada yang ingin aku bicarakan dengan papi apa ada waktu?"
"Silahkan bicara saja" Kata Alex
"Nenek ku sakit-sakitan apa boleh aku membawa putraku ke sini?"
"Bagus dong bila perlu bawa orang tua kamu sekalian nanti aku akan carikan rumah untuk kalian" Ujar Alex.
Alex seorang pria yang memiliki segalanya bahkan dia mampu memenuhi kebutuhan hidup Angel, secara dia orang kaya yang tidak memiliki banyak keluarga hanya putra semata wayangnya Aldy itu pun Aldy sudah bisa memiliki tanpa bantuan orang tuanya, niat baik Alex hanya ingin melihat Angel yang di angkat dari dunia hiburan bisa tobat menjadi istri yang soleha walaupun dia pernah menjadi wanita yang tidak di hargai oleh lain.
"Tapi ada satu syarat untuk kamu memiliki rumah impian itu" katanya Alex
"Apa syaratnya?, jika aku bisa aku akan penuhi syarat itu"
"Dengar baik-baik ya, saya ingin kamu menutup Aurat kamu, sholat dan mengaji itu saja"
"Itu tidak mungkin Pi sedang kan aku tidak bisa"
"Kenapa tidak Bisa?" tanya Alex
"Aku tidak bisa doa semuanya apa lagi ngaji"
"Tidak usah khawatir.., saya akan bayar guru ngaji yang paling hebat, saya tegaskan lagi sama kamu, jika kamu tidak bisa berubah, aku akan tinggalkan kamu, dan pastikan kamu tidak akan mendapatkan apapun dari saya, satu lagi, apa kamu tidak malu? orang tuamu bekerja di tempat orang lain, sedang kamu mampu merawat nya, kamu tidak akan selamanya tinggal di duni ini, kalau kamu tidak sholat tidak ngaji, apa yang kamu bawa?, tidak ada. Cantik saja tidak cukup untuk bekal kamu menghadap Allah, jika kamu bisa bertobat insyaallah kita akan melaksanakan kurun Islam ke 5, kamu seperti ini karena kamu tidak memiliki banyak ilmu agama paham kan apa yang saya maksud? saya semata-mata ingin buat kamu berubah tidak lebih" Ujar Alex
Angel mendengar kan nasehat Alex menitikkan Air matanya.
"Kamu benar Pi, aku akan ambil ibu untuk tinggal bersama aku"
"Kamu kurang Berkah karena kamu tidak merawat orang tuamu, orang mu itu doa seribu kebaikan, sekali kamu sakit hatinya dan dia terluka maka apa yang kamu dapat tidak akan berkah"
"Pi...sudah..., aku terlalu banyak salah sama ibu..hiks... hiks"
"Sujud lah minta maaf pada beliau, ibu mu pasti memaafkan kamu, saya sudah liat kamu pasti butuh bantuan saya, kalau saya hanya mencari nafsu sesaat, saya tidak akan menikah kamu, mungkin saya akan memilih jajan di luar sana, saya bisa membeli wanita yang model apa pun" kata Alex.
"Besok aku akan jemput ibu di rumah sahabat ku pi, apa aku boleh keluar?, disini kan Masi ada satu kamar, bisa untuk ibu tempati masalah rumah kapan-kapan pun bisa pi, terimakasih sudah buat aku sadar akan kesalahan ku, aku juga memiliki sahabat yang aku sakit hatinya"
Teng Tong. Bells berbunyi
Angel melangkah membuka pintu nampak ibu-ibu yang sudah tidak asing lagi.
"Ibu..., hiks...hiks.., ibu tahu aku disini?"
Angel mendekap erat tubuh ibunya dan bersujud di kakinya, Astuti membantu Angel berdiri.
"Alhamdulillah kamu sehat Nak?"
Angel menganggukkan kepalanya" Ibu belum jawab, tahu aku tinggal disini?"
"Iya Nak, suami mu, menjemput ibu di kediaman tuan Jaenal"
Alex menyambut kedatangan Astuti dan menyalami tangan walaupun Alex usianya lebih tua Alex sebagai menantu ia mencium tangan Astuti, Angel nampak berubah seperti nya nasehat Alex sebagai suami Angel 90% dia dengar dengan baik.
...----------------...
Terimakasih 🙏
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
biar halall.. Bt apa pun....🤭🤭🤭
Waduhhhhada berapa cewek yg km tiduri Aldy....🤔🤔 wahhh jd banyak pegalaman km y.....
untung y murni menerima km apa aday..... semoga dg ini km.. berubah ...
semangat kara jangan biarkan angel mengusikmu lagi tunjukkan padanya kara bukan wanita yang lemah