Langsung baca saja ya..
Cinta Segitiga antara FAR (FAREL, AISYAH DAN RICO)
yuk kepoin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.Apa posisi ku.
Happy Reading...
----------------:
Faisal dan Hasan bergegas, menggotong Rico untuk masuk ke dalam rumah sakit, bahkan mereka juga terus berteriak memanggil para anggota medis untuk segera menolong Rico yang sekarang dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar.
Mereka berdua sangat khawatir, meskipun kaki Rico sudah di balut dengan kain namun darahnya masih terus keluar dan terlihat sangat jelas tercetak di kain yang berwarna hijau itu.
Tak berapa lama satu persatu petugas medis keluar dengan berlari, mereka juga ikutan panik seperti yang di alami oleh Faisal dan juga Hasan.
" Sus, Tolong teman saya! " pinta Faisal dengan sedikit berteriak.
Belum juga Rico di turunkan ke brangkar seorang dokter juga datang dan langsung melihat keadaan Rico.
" cepat bawa ke UGD! " perintah sang dokter perempuan muda yang mengenakan hijab.
Para Suster pun patuh, mereka langsung mendorong brangkar dan membawanya masuk di ikuti dokter itu di belakang mereka. Sementara masih ada satu suster yang ada di sana. " kami akan berusaha sebisa kami, dan kamu pasti akan melakukan yang terbaik untuk teman anda, silahkan anda urus administrasi nya di sebelah sana" tunjuk Suster itu.
" baik Sus, tolong lakukan yang terbaik untuk teman kami! " ucap Faisal.
" itu pasti, Tuan " jawab sang suster dan langsung membalikkan tubuhnya untuk mengejar rekannya untuk membantu menangani kaki Rico yang terluka, sementara Faisal dan juga Hasan langsung pergi ke tempat administrasi.
_________
Aisyah mengambil ponsel nya dengan cepat, menghubungi Jon setelah dia sudah berjalan jauh dari rumahnya.
Tak butuh waktu lama Jon datang dan Aisyah pun bergegas masuk ke mobil " Pak Jon, ke rumah sakit sekarang, cepat ya Pak " pinta Aisyah dengan suara yang sangat gelisah karena terlalu mengkhawatirkan keadaan Rico.
" Baik, Nona. " jawab Jon dan mobil pun kembali melaju dengan cepat.
Di dalam mobil Aisyah terus diam, namun jari-jarinya tak pernah berhenti bergerak. kepalanya pun juga tak henti-hentinya menoleh ke arah luar untuk memastikan sudah sampai mana dan jaraknya masih jauh atau dekat.
Lima belas menit di perjalanan dan kini mobil yang di tumpangi Aisyah sudah terparkir dengan baik di pelataran rumah sakit Raya Hospital. Dengan buru-buru Aisyah turun dan langsung berlari masuk tanpa meninggalkan pesan apapun pada Jon untuk tetap tinggal di sana atau meninggalkannya.
Jon hanya bisa menggeleng kepalanya, namun dia juga memaklumi keadaan sekarang. Meskipun Jon belum tau kejadian yang sebenarnya seperti apa, tapi Jon sudah tau apa yang terjadi pada Rico.
" se-bungkam apapun kalian berdua, namun hati yang sudah saling bertaut tidak akan mungkin membuat kalian tak khawatir jika terjadi sesuatu di antara kalian. Aku percaya dan yakin kalau kalian memang sudah di ciptakan untuk satu sama lain. Semoga kalian ikhlas dan bisa melalui semua rintangan dan masalah ini. " gumam Jon.
_________
Sementara di rumah Rayyan ingin sekali marah, dia kecewa karena telah di permalukan dengan acara yang benar-benar telah gagal sekarang. Semua yang sudah di persiapkan telah musnah begitu saja. Bahkan semua impiannya terasa mulai perlahan mengikis.
Rayyan mondar-mandir dengan kesal lalu duduk di atas ranjang nya sembari mengusap wajahnya kasar. Rayyan melepaskan sorban yang tertata rapi di atas kepalanya lalu dia lempar dengan asal di atas ranjang nya.
" Sia-sia sudah semua yang aku persiapkan! bahkan sekarang aku sangat malu dengan semua orang karena acara yang gagal ini. Arghh!! " teriak Rayyan sangat frustasi.
klek...
Keisha melangkah masuk setelah memastikan pintu kamarnya tertutup dengan rapat, Keisha ikut bergabung duduk di sebelah Rayyan yang kini masih dalam kendali amarah yang memuncak.
" Pa.. " panggil Keisha dengan lirih, ada rasa takut di benaknya Keisha bagaimana jika nanti suaminya akan bertambah marah lagi dan akan semakin memperburuk suasana yang kini tengah panas.
Rayyan hanya diam, dia sama sekali tak menjawab ataupun menoleh. Melihat itu Keisha pun kembali memanggilnya namun kini dengan tangannya yang menyentuh pundak Rayyan. " Pa.. "
Seketika Rayyan menoleh, namun dalam sekejap wajah itu kembali berpaling dari tatapan mata Keisha dan kembali menatap fokus ke arah depan seperti semula.
" tenangkan hati Papa, jangan sampai amarah Papa mempengaruhi kesehatan Papa. " ucap Keisha pelan.
Mungkin kemarin memang normal dan tak ada apa-apa untuk Rayyan, namun semenjak Aisyah pulang dia sering marah-marah dan membuat tekanan darahnya sering naik. Apalagi setiap Aisyah mulai membangkang dan kabur-kaburan seperti sekarang ini.
Entah Rayyan ya terlalu egois karena memaksakan kehendaknya atau mungkin Aisyah yang terlalu keras kepala dan kekeuh dengan pendiriannya.
Baru kemarin Aisyah mulai mengikuti semua perintah dari Rayyan dan bersedia bertunangan dengan Farel, namun kejadian yang tiba-tiba inilah yang membuat Rayyan tak habis pikir, Kok bisa?.
Entah kejadian ini bertanda kalau Aisyah bukan berjodoh dengan Farel atau mungkin memang bukan waktu yang tepat untuk terjadi sebuah pertunangan di antara keduanya. Namun apapun yang terjadi tadi, Rayyan masih tetap kekeuh dalam egonya. tidak sekarang bukan berarti tidak untuk selamanya, jika tidak sekarang bisa saja besok atau lusa dan semua harus tetap terjadi.
" Aisyah harus tetap menikah dengan Farel, Ma. Meskipun mereka tidak jadi bertunangan hari ini bukan berarti mereka tak berjodoh. Mungkin memang mereka tak harus bertunangan, karena yang harus terjadi itu adalah pernikahan " ucap Rayyan dengan begitu angkuh nya.
Keisha hanya diam, dia tak mampu menjawab lagi. Keisha hanya mampu menyerahkan semuanya pada sang Pencipta, karena hanya di tangan-Nya lah semua yang terjadi pasti akan baik-baik saja dan juga akan berakhir dengan baik.
___________
Rico sudah di tangani oleh dokter, dan kini dia sudah di pindah di ruang rawat. Rico masih tertidur karena pengaruh obat yang di berikan oleh dokter tadi, membuat Rico sama sekali tak sadar saat ini jika ada gadisnya yang tengah menatap nya dengan menangis.
Wajah pucat dan kadang-kadang mengerut karena menahan sakit membuat Aisyah sedih saat melihatnya. Seakan dia juga merasakan sakit yang sama seperti yang di alami Rico sekarang.
" maafkan Aisyah, Bang. Karena Aisyah, Bang Rico jadi seperti ini. " ucap Aisyah dengan terus terisak.
Aisyah tak melihat dengan jelas seberapa parahnya kaki Rico karena menyelamatkannya, karena kaki Rico di tutup dengan selimut putih. Ingin sekali Aisyah melihatnya dan memastikan sendiri keadaannya, namun Aisyah tak berani untuk melakukan itu.
" Berkali-kali Bang Rico selalu menolong ku menyelamatkan ku dari bahaya , tapi apa yang bisa aku beri untuk Bang Rico, tidak ada. Bahkan Aisyah hanya bisa memberikan penderitaan untuk Bang Rico. " Aisyah terus tersedu.
Suara yang samar-samar Rico dengar membuat nya terbangun. Berkali-kali Rico mengedipkan matanya, mengumpulkan cahaya yang ingin masuk di indra penglihatannya.
" Ai-aisyah. " panggil Rico dengan begitu lirih dan juga tercekat.
Cepat-cepat Aisyah menghapus air mata nya, dan duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang yang Rico tempati. Aisyah berusaha tersenyum namun dia sama sekali tak bisa dan malah kembali menangis.
" sudah jangan menangis, aku tidak apa-apa. Sebentar lagi juga sembuh " ucap Rico yang berusaha menghibur gadisnya itu.
" maafkan Aisyah, Bang. Semua ini gara-gara Aisyah. "
" tidak, ini semuanya adalah takdir " jawab Rico dengan senyum tulus.
" gimana dengan kamu, kamu baik-baik saja kan? " Rico sepertinya lebih mengkhawatirkan Aisyah ketimbang dirinya sendiri yang telah terluka.
Aisyah mengangguk dengan cepat. Dia baik-baik saja, itu tentu. Tapi Rico yang tidak baik-baik saja dan juga takdir mereka berdua yang belum mulai membaik.
"bang Rico selalu saja memikirkan ku, dia yang terluka namun dia yang lebih mengkhawatirkan ku daripada dirinya sendiri. Ya Allah ujian apa ini. " batin Aisyah.
" segalanya yang terjadi adalah takdir, Aisyah. jangan pernah menyesali nya atau menyalahkan nya. Apa kau mengerti " ucap Rico.
" maaf Bang. " jawab Aisyah. " bang... Sebenarnya... posisi seperti apa Aisyah di hati Bang Rico ? kenapa Bang Rico selalu ada untuk Aisyah? " tanya Aisyah memberanikan diri. Aisyah ingin tau posisi apa dirinya di hari Rico, Aisyah tak ingin terlalu tinggi angan-angannya tanpa mengetahui kebenarannya.
" kenapa kamu tanya seperti itu.?
" ya.. ya karena Aisyah pengen tau. "
" terus apa posisi ku di hatimu? " tanya balik Rico.
"Bang Rico adalah orang yang paling spesial di hati Aisyah. bahkan Bang Rico adalah pemilik hati Aisyah. " jawab Aisyah dalam hatinya.
Rico tersenyum. Dia mendengar semua itu,
" bagaimana jika posisi mu di hatiku sama seperti posisi ku di hatimu, apa yang akan kamu lakukan? " tanya Rico.
"' Hem....?! "
" Aisyah.. kamu disini? "
BERSAMBUNG...
_______________
Maafkeun.. karena begitu lama hiatusnya..
🙏🙏🙏🙏
INILAH BUKTI KATA2 RICO KE IQBAL KMARIN DI RESTO...
RICO - AISYAH
IQBAL - SHELVIA
DANTE - MEYKA
FAREL - FELISHA..
YG MSH TANDA TANYA
FAISAL DGN SIAPA...? AIRA ATAU ANA...??
DN JUGA HASAN - (?????)..
SKRG IQBAL MATI2AN KEJAR2 SHELVIA SEPUPUNYA IHKSAN & AISYAH...