-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh Empat
"iya, kenapa mau mampir?" tanya Jeslyn yang mengerti akan sifat Sinta.
"mau!!!" serunya dengan semangat.
"yaudah entar pulang kantor kesana, lagian hari ini gak terlalu sibuk juga" ucap Jeslyn.
"oh iya, kamu aku ubah" ucap Jeslyn membuat Sinta kebingungan lagi.
"maksudnya?" tanya Sinta.
"kamu jadi Asisten aku, tapi kalau di kantor kamu tetap bantuin kak Vina beresin berkas" jelas Jeslyn tentu disambut senang sama Sinta, namun sayang itu tidak berlanjut lama.
"asikk dong, jadi kerjaan gua gak banyak" ucap Sinta dengan senang.
"enak aja! tugas kamu menggantikan aku rapat di temanin sama kak Vina kalau aku gak bisa hadir sama gantiin aku di kantor kalau aku ada kendala di luar" ucap Jeslyn dengan cepat.
'pupus sudah harapan gua untuk santai' batin Sinta.
"sekarang kamu sudah masuk ke dalam dunia bisnis, jadi jangan terlalu mengharapkan bisa santai setelahnya" ucap Jeslyn membuat Sinta membetulkan ucapan Jeslyn dengan sedih di dalam hati.
ting
"ayuk dah"'
"mobil lu yang mana?" tanya Sinta ke Jeslyn.
"Ferrari F12 warna putih di ujung sana" ucap Jeslyn dengan menunjuk salah satu mobil putih.
"lu serius?" tanya Sinta tak percaya.
"iya, emang kenapa?" tanya Jeslyn dengan polosnya.
"itu harga mahal banget!" pekik Sinta.
"ih udah ayuk, keburu telat" ucap Jeslyn dengan menarik tangan Sinta yang masih diam disana.
Sungguh dari Apart menuju parkiran mobil tadi mereka menghabiskan waktu 10 menit yang berarti tersisa waktu 20 menit untuk menuju ke Kantor. Jeslyn sudah sangat greget karena waktu nya yang mepet. Satu hal yang tidak kalian ketahui, Jeslyn itu sangat tepat waktu. Walaupun 1 menit telat saja, dia sangat tidak menyukai orang itu.
Sinta pun langsung melesatkan mobil milik Jeslyn ke jalan besar. Dengan di temani Google Maps yang menuntun mereka agar tidak tersesat. Dati tadi mereka selalu saja ada bahan bicara sehingga membuat keadaan di mobil tak hening.
"gua masih gak nyangka sih bakal ke Korea" ucap Sinta dengan pandangan lurus ke jalan.
"Sinta bisa bahasa Korea gak?" tanya Jeslyn.
"emm.. gak terlalu sih, tapi bisa lah walau gak banyak" jawab Sinta.
"kalau bahasa hangul korea?" tanya Jeslyn lagi.
"kalau itu gua masih belajar" ucap Sinta Jeslyn pun mengerti karena memang awalnya susah untuk mengerti kosakata hangul.
"yaudah, Sinta mau di panggilin guru les private gak?" tawar Jeslyn.
"boleh-boleh Jes" terima Sinta dengan semangat. Jeslyn pun langsung menelpon seseorang.
"yeoboseyo" sapa Jeslyn dengan ceria nya, Sinta hanya bisa diam mendengar percakapan Jeslyn dengan orang yang tidak dia ketahui.
"..."
"temanku ada yang ingin belajar, Imo" ucap Jeslyn to the point.
*Imo : Panggilan untuk Bibi dari keluarga Ibu
"..."
"Les Private, dia akan menjadi Asistenku soalnya"
"..."
"ne"
"..."
"ne, Terimakasih Imo"
Panggilan pun berakhir setelah Jeslyn mengucapkan terimakasih nya. Orang yang di teleponnya adalah Aera, saudara jauh Mamahnya yang kebetulan dia seorang guru les private berbagai bahasa.
"kenapa Jes?" tanya Sinta penasaran.
"kamu mulai les private besok di Apart sampai kamu bisa lancar berbahasa Korea, bahkan kalau bisa bahasa inggris juga harus lancar" ucap Jeslyn membuat Sinta Cengo.
"trus kerjaan gua?" tanya Sinta.
"kamu selama masih belajar cuman ngerjain berkas-berkas di rumah saat waktu kosong. Dan kamu gak setiap hari belajar jadi di hari libur itu kamu harus ke kantor"
"yahh nambah lagi deh tugas gua" gumam Sinta yang masih bisa di dengar Jeslyn.
"kalau udah biasa juga kamu gak akan ngeluh lagi" ucap Jeslyn.
Mereka pun akhirnya sampai di Perusahaan Casey Company, walau pun ini Perusahaan cabang namun bangunannya tak kalah besar dengan Perusahaan utama begitu pun dengan cabang-cabang di berbagai negara lainnya.
Saat mereka berdua memasuki Gedung itu semua mata langsung tertuju pada mereka berdua. Apalagi Jeslyn dengan wajah manis dan senyum yang tak pernah hilang dari tadi. Banyak yang langsung berbisik-bisik tentangnya, entah itu positif atau negatif semuanya di bicarakan oleh mereka.
"Jes Resepsionis" ucap Sinta membuat langkah Jeslyn berhenti. Dilihatnya ke salah satu orang dari 5 orang di meja Resepsionis.
"mau bermain?" tanya Jeslyn yang langsung di sambut semangat oleh Sinta.
Jeslyn dan Sinta langsung saja pergi menuju arah yang berbeda dengan tujuan awal mereka. Di meja Resepsionis itu, 4 wanita yang berada di sebelah wanita itu baru saja ingin menyapa mereka berdua, namun Sinta langsung menyuruh mereka diam dengan kode gerakan tangan Sinta. Wanita itu sibuk dengan alat alat make up yang berserakan dia atas meja. Meja yang seharusnya di taruh buku-buku tamu atau buku-buku penting lainnya kini sudah tergantikan dengan alat-alat make up murahan dari wanita itu. 'KIM HYENA' yap, nama wanita itu adalah Kim Hyena.
tok tok tok
Jeslyn mengetuk meja resepsionis itu.
"apaan sih?! Aku sedang sibuk jangan di ganggu dulu" ucap Hyena tanpa melihat ke arah Jeslyn.
"Sinta, suruh yang lainnya menjauh" titah Jeslyn dengan berbisik ke Sinta, Sinta pun langsung menyuruh ke 4 wanita tadi untuk pergi memberi jarak.
tok tok tok
lagi, Jeslyn mengetuk meja itu dengan sedikit kencang, tapi hyena tetap tidak memperdulikan Jeslyn. Sekarang mereka bertiga sudah menjadi pusat perhatian semua orang.
'ada apa?'
'gak tau, tapi sepertinya bakal ada pertunjukan gratis'
'itu si Hyena gak sopan banget sih'
'tau ya, cantik aja enggak'
'tapi wanita itu siapa?'
'dia mirip sekali dengan Putri Heojangnim'
'iya betul sekali'
"ekhm.. sillyehabnida (permisi)" panggil Jeslyn dengan nada sopan nya.
"wae?!!!" teriak Hyena yang sudah kesal ke Jeslyn sepertinya, 'huh! Seharusnya aku yang berteriak bukan dia' batin Jeslyn.
"tolong panggilkan sekretaris Vina sekarang." titah Jeslyn, Hyena bukannya menghubungi Vina dia malah melihat Jeslyn dan Sinta dari atas sampai bawah seperti sedang menilai penampilan Jeslyn. 'sungguh tidak sopan sekali' batin keduanya.
"ekhm... Anda dengar tidak apa yang di perintahkan?" ucap Sinta yang akhir membuka suara karena sudah tidak tahan dengan sikap Hyena yang tidak sopan itu.
"ada urusan apa kamu?! Gak ada, sekretaris sedang sibuk bersama om-om" ucap Hyena, membuat Jeslyn naik pitam.
'apa katanya tadi?'
'dih sudah jelas sekretaris Vina sedang rapat'
'dih gak kebalik uh?!'
'dasar wanita malam'
"saya tidak suka mengulang ucapan saya" suara tegas Jeslyn, membuat Hyena ciut namun dia berusaha untuk menutupinya, begitu pun dengan orang-orang yang sedang melihat mereka.
"panggilkan sekretaris Vina atau anda akan di pecat detik ini juga." ancam Sinta.
"heh! Anak kecil, mending kamu berdua pergi saja dari Perusahaan ini! Kalian tidak pantas berada di sini" teriak Hyena mengusir Jeslyn dan Sinta.
-----BERSAMBUNG-----
jangan lupa LIKE dan KOMEN ya....