Menceritakan tentang perjuangan wanita untuk menahlukan hati seorang Pria dingin dan pendiam, cerita ini berbau humor yang bisa membuat para pembaca cekikikan, tetapi juga ada beberapa part yang bikin naik darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Tania hampir terlelap jika saja pak sopir tidak ngerem mendadak, yang membuat Tania sampai terhuyung ke depan.
Tania menggosok-gosok keningnya yang membentur Dashboard Mobil .
" Pak tolong hati-hati!!" tegur Tania
" Maaf mba itu tiba-tiba mobil ngehadang mobil kita berhenti mendadak setelah menyelip!" tunjuk sopir taksi ke depan.
sontak Tania melihat penyebab kepalanya terbentur Dashboard Mobil.
Tania menatap tak percaya Rayhan yang tiba-tiba turun dari mobil yang berhenti tepat di depan taksi yang Ia naikin.
" Turun!!" titah Rayhan membuka pintu mobil Tania.
" mas Ray jangan main-main, aku harus pergi ke bandara sekarang!!" ucap Tania saat Rayhan mulai mengeluarkan dirinya secara paksa.
Rayhan tak menghiraukan, Rayhan bertanya dengan sang sopir barang Tania dan minta segera di pindahkan ke dalam mobilnya.
" Mas kamu apa-apa an??" tanya Tania kesal yang mendengar Rayhan seenaknya memindahkan barang-barang nya.
sopir itu tergopoh-gopoh memindahkan barang-barang Tania kedalam mobil Rayhan karena tak ingin melihat tatapan mengancam dari Rayhan.
Tania hanya mampu memandang sendu sang sopir yang tampak menangkup kedua tangannya tanda permintaan maaf, Rayhan tampak memberikan beberapa lembar uang ke sopir taksi tersebut, sebelum akhirnya taksi itu berlalu pergi.
Tania berfikir, ini karena dirinya yang berani mencium Rayhan, makanya pria itu marah padanya.
" ayo!!" ajak Rayhan tanpa basa-basi.
Tania hanya mengekor di belakang Rayhan menuju mobil pria itu.
Tania mengela nafasnya saat melihat Rayhan hanya membuka pintu untuk dirinya sendiri.
" jangan ngarep DECH Tania, emang Loe siapa??" batin Tania.
" Tania membuka pintu belakang, namun suara Rayhan membuatnya menutup pintu kembali.
" aku bukan sopir mu, duduk di depan!!" ucapnya dengan nada memerintah seperti biasa
" nyebelin" gerutu Tania, dan segera pindah duduk di samping Rayhan.
hampir satu jam perjalanan tak satupun dari mereka membuka suara membuat Tania dilanda bosan.
" mas Ray!!" panggil Tania yang di hiraukan oleh Rayhan.
Tania menghela nafasnya, merasa tak berhasil, mending dirinya mutusin buat tidur, tetapi tiba-tiba Rayhan kembali bersuara.
" jangan tidur di mobil ku aku gak mau ada ilermu netes di kursi mobil aku!!"
" what??" Tania benar-benar dibuat tak percaya dengan tingkah nyebelin Rayhan.
Tania mencabik kan bibirnya segera menegakkan tempat duduknya kembali.
" aku bosen!!" keluh Tania namun lagi-lagi kesunyian yang menjawab ungkapan Tania.
" kamu tu sebenarnya mau nya apa sich?? aku kesel tau nggak, aku juga wanita berperasaan!!" ucap Tania yang sudah mulai jenuh dengan kebisuan Rayhan.
Tania yang masih melihat ke engganan Rayhan untuk membuka suara mulai menyeringai, Tania mulai mengelus tangan Rayhan yang sedang memainkan tuas transmisi.
Tania tertawa dalam hati saat melihat perubahan wajah Rayhan saat dirinya mulai berbuat senonoh.
dan berikutnya adalah Rayhan yang menepikan mobilnya.
" jangan marah!! aku hanya gak mau di kacangin!!" ucap Tania mendahului Rayhan yang hendak bicara.
" mas Ray ayolah, kita memang gak terikat hubungan apapun, tapi tak bisakah , kita itu bersikap wajar seperti layaknya teman?? "
" sebenarnya aku ngerasa mas Ray itu seperti gak suka sama aku, tanpa aku tau sebabnya tau nggak!!"
" setidaknya untuk hari perpisahan kita, tidak bisakah mas Ray perlakuan aku layaknya teman, bukan musuh??"
" seumur hidup ku, aku baru kali ini merasa menyukai lawan jenis, yang sayangnya hatiku salah berlabuh!!"
Tania mengungkapkan segala uneg-uneg yang membuat Rayhan sedikit terkejut apa lagi kalimat terakhir yang di ucapkan Tania tentang pria pertama yang disukai, hati Rayhan tiba-tiba bersorak kemenangan.
" kamu lama di Jogja??" dan akhirnya keinginan Tania terwujud, untuk membuat Rayhan mau membuka suara nya.
" mungkin, bisa-bisa ini jadi hari terakhir aku di Kalimantan!!" ucap Tania tersenyum.
Rayhan menoleh saat mendengar pernyataan Tania.
" maksudnya?? kamu gak balik kesini??" tanya Rayhan terlihat penasaran.
Tania menarik nafasnya dalam
" sepertinya begitu, soalnya bapak ku maksa terus buat aku segera nikah, barangkali aku disuruh pulang karena bapak sudah menemukan jodoh yang cocok untuk menjadi suamiku!!"