NovelToon NovelToon
Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Rey datang ke kota kecil untuk menemukan cinta sejatinya yang sempat terpisah, yaitu Rhea.

Rey memenuhi ajakan ibunya datang ke kota kecil dan pindah kesana. Siapa sangka ia bertemu dengan gadis misterius yang bernama Rhea dan jatuh cinta padanya. Ia juga menemukan sejumlah fakta mengejutkan tentang gadis misterius itu. Apakah Rey bisa mendapatkan hati wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta?

Rhea tidak menyangka bahwa rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat diketahui oleh seorang pria menyebalkan yang ternyata merupakan putra dari seorang raja. Dan putra raja itu ternyata adalah suaminya sendiri. Keduanya terpisah karena suatu insiden yang mengharuskan ingatan akan kenangan indah indah keduanya menghilang. Akankah Rhea bisa mengembalikan ingatannya dan hidup bahagia dengan suaminya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Rey sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 25 Selamat

Rey merasakan ada yang tidak beres dengan latihan Rhea kali ini. Awan hitam tiba-tiba saja muncul mengitari area sekitar danau. Perasaan Rey benar-benar tidak enak dan ia langsung tertegun saat mendengar suara minta tolong. Padahal tidak ada siapa-siapa disini selain dirinya dan Rhea.

"Itu suara Rhea!" Pekik Rey langsung karena menyadari wanita pujaan hatinya sedang dalam bahaya.

Tanpa pikir panjang, Rey melepas sepatunya dan menceburkan diri kedalam air lalu menyelam mencari-cari keberadaan Rhea. Mata Rey terbelalak melihat kekasihnya sedang kesulitan. Ia melesat cepat bagai angin menuju tempat Rhea yang masih terlilit semak belukar, semak-semak itu memang berbahaya.

Rhea sudah kehilangan kesadaran saat Rey tiba. Dengan kekuatan Rey, ia memotong semak itu dengan tangannya dan membawa Rhea ke permukaan.

Rey meletakkan tubuh Rhea yang pingsan di tepi danau. Ia melakukan pertolongan pertama dengan menekan kuat dada Rhea serta memberikan bantuan pernapasan melalui rongga mulut gadis ini.

"Bangun, Sayang! Cepat bangun!" Seru Rey sambil terus menekan dada kekasihnya. Ia juga terus mencium bibir Rhea untuk memberikan udara agar Rhea bisa kembali bernapas.

Tak berselang lama, Rhea tersadar dan ia terbatuk-batuk sambil mengeluarkan beberapa air yang terminum melalui mulutnya. Seketika Rey langsung terduduk lunglai karena untuk sesaat, ia berpikir bakal kehilangan Rhea lagi. Ia membantu menepuk pelan punggung istri ghaibnya yang sedang berusaha mengeluarkan air yang tak sengaja terminum oleh Rhea.

"Apa kau terluka, Sayang?" tanya Rey sambil terus mengamati Rhea.

Karena masih shock, Rhea belum bisa bicara. Ini kedua kalinya ia seolah sedang berhadapan dengan kematian. Alhasil Rhea hanya mengangkat satu tangan sambil terus menunduk.

Rey bangun dari tempatnya dan membuka tas Rhea yang berisi handuk dan baju ganti. Sepertinya Rhea memang sengaja menyiapkannya setiap kali ia latihan. Dalam tas Rhea juga ada botol minuman.

"Minumlah ini, Sayang. Aku mengambilnya dari tasmu." Rey membantu meminumkan air dalam botol minuman itu pelan-pelan. "Bagaimana sekarang? Apa lebih baik?"

"Ehm." Akhirnya, Rhea bisa kembali bicara karena ia lega ada Rey disisinya. "Sudah lebih baik. Terimakasih, Rey. Lagi-lagi, kau menyelamatkanku. Entah apa yang terjadi padaku jika kau tidak datang tepat waktu."

Rey langsung memeluk tubuh Rhea dengan erat. "Aku hampir mati karena mencemaskanmu. Untunglah aku bisa mendengar suara hatimu, jadi aku langsung terjun ke dalam. Lain kali, aku akan ikut menyelam bersamamu. Tidak akan aku biarkan kau menyelam sendirian lagi."

"Tapi ...."

"Tidak ada tapi-tapian! Ini sudah keputusanku." Rey mengambil handuk dan mengeringkan rambut Rhea. "Sudah cukup latihannya. Ayo, aku antar kau pulang."

"Bagaimana dengan latihanku?"

"Dalam keadaan begini kau masih saja memikirkan latihan? Kau hampir saja mati di dalam?" Rey tidak percaya kekasihnya ini masih ingin melanjutkan latihannya setelah apa yang barusan terjadi.

Rhea mengamati pakaian suaminya yang juga jadi basah gara-gara dirinya. Sebenarnya, latihan Rhea kali ini bisa dikatakan berhasil karena ia sudah mencapai target. Ia hanya apes karena harus berhadapan dengan semak-semak belukar bahaya yang tumbuh liar di dasar air.

"Bawa aku ke kekamarmu. Aku mau ganti baju. Kaupun juga harus mengganti pakaianmu," ujar Rhea lirih. Ia tidak ingin membuat Rey marah lagi.

Dalam diam, Rey menggenggam erat tangan Rhea dan keduanya sudah berada di kamar Rey hanya dalam satu kedipan mata. Enak sekali punya kekasih seperti Rey yang bisa kesana kemari ta pa perlu bersusah payah.

***

"Kau marah padaku?" tanya Rhea sembari mengeringkan rambutnya saat melihat Rey duduk berdiri sambil menghadap jendela.

Kekasihnya itu sedang mengamati pemandangan sekitar rumahnya. Rhea juga baru sadar kalau ternyata dari sini, ia bisa melihat danau dan rumah tempat tinggal Rhea sekarang. Kerena tidak ada sahutan dari Rey, Rhea memberanikan diri memeluk Rey dari belakang.

"Aku tidak marah. Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika sampai kau kenapa-napa. Berjanjilah padaku, Rhea. Kau akan selalu mengajakku latihan bersamamu." Rey berbalik badan menatap Rhea.

"Ehm, aku janji. Aku akan latihan bersamamu. Tapi kau tidak perlu ikut menyelam di dalam air. Bukankah kau bisa mendengar suara hatiku? Aku akan memanggil namamu jika aku dalam kesulitan."

"Kita lihat saja nanti. Sekarang sudah hampir malam. Ayo, aku antar pulang. Atau ... kau mau bermalam disini."

"Tidak, aku tidak mau berdebat dengan kakakku. Aku juga harus melihat nenek karena sejak tadi, aku belum bertemu dengannya."

"Oh," jawab Rey singkat dan itu membuat Rhea agak sedikit merasa aneh.

***

Rey memutuskan mengantarkan Rhea pulang dengan berjalan kaki. Tak seperti biasanya, Rey lebih banyak diam disepanjang perjalanan mereka. Sepertinya, ada banyak hal yang sedang Rey pikirkan saat ini.

"Dimana kau akan melakukan ritual terakhirmu, Sayang?" tanya Rey saat mereka berdua sampai di depan rumah Rhea.

"Di belakang rumah ini, tepatnya di danau itu." Rhea menunjuk danau yang ada didepannya.

Rey mengamati danau itu dengan serius sampai tidak sadar kalau Rara dan Jakson ada di belakang mereka.

"Sedang apa kalian disini?" tanya Rara dan iapun terkejut melihat penampilan Rey yang sudah berubah 180° dari sebelumnya. Kini, Rey tak terlihat seperti gembel lagi. Bahkan Rey terlihat jauh lebih cool dari Jakson. "Wauw, kau mengubah penampilanmu, Rey?" Puji Rara. Ia sungguh tidak tahu malu karena memuji pria lain di depan kekasihnya sendiri. Yah, Jakson dan Rara sudah jadian dan mereka berdua berencana membawa hubungan itu kejenjang yang lebih serius.

"Ehm, aku adalah calon menantu keluarga ini, setidaknya aku tidak mau bikin malu dengan penampilanku yang seperti gembel kemarin." Rey melirik Rhea yang sedang was-was sambil tersenyum.

"Ternyata wajahmu lumayan sih, apa kau datang dengan berjalan kaki?" tanya Rara. Ia mengamati sekeliling, tapi tidak menemukan yang ia cari.

"Jalan kaki lebih sehat, Kak." ganti Rhea yang menjawab.

"Huh, coba kalau kau punya mobil. Mungkin aku akan tertarik padamu, sayang sekali kau tidak punya." Rara masih saja menghina Rey. Gadis itu masuk kedalam rumah sambil menggandeng tangan Jakson yang sejak tadi ingin buka suara tapi dilarang keras oleh Rey.

"Maafkan kata-kata kakakku, ia sungguh keterlaluan padamu. Harusnya ia tidak boleh bicara seperti itu." Rhea jadi tidak enak hati pada Rey Bagaimanapun juga, Rey adalah seorang pangeran. Bisa-bisanya kakaknya itu merendahkannya sampai seperti itu.

"Tidak apa-apa. Asal kau tidak was-was lagi, aku rela. Istirahatlah didalam. Besok, aku akan datang lagi." Rey mengecup mesra kening Rhea.

"Terimakasih untuk hari ini." Rhea tersenyum manis pada Rey.

"Sama-sama." Rey pamit undur diri. Sedangkan Rhea terus mengamati punggung Rey yang berjalan meninggalkan dirinya.

"Apa yang sedang kau pikirkan, Rey?" gumam Rhea.

BERSAMBUNG

***

1
Siska Sutartini
maaf thor aku koreksi dikit ya. itu kan harusnya lava yaa.
kalo larva itu sendiri bentuk perkembangan hewan spt serangga, amfibi yg blm menyerupai bentuk dewasanya. contoh larva cacing, larva serangga. Mudah-mudahan bisa diterima masukanku yah thor 😁..
Siska Sutartini
ini tuh drama ikan terbang skenario refald kan. sadis ihh
Mila Karmila
ceritax jadi kemana mana
Mila Karmila
hebat jagoanx habis
Indah
moga sama menariknya dg cerita sebelumnya
HNF G
heleehh..... paling juga cuma prank😄😄😄😄
HNF G
jgn2 naganya justru ngejar leo
HNF G
tiap baca Yeon lgsg terbayang wajah cha eun woo😍😍😍😍😍😍😍
HNF G
apakah Yeon dan Bima? 😁
HNF G
pdhl sebenernya Rhea tinggal panggil ortunya dlm hati aja mereka bisa lgsg datang, pst Rey lupa 😄😄😄😄😄
HNF G
buahahaha 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️😂
HNF G
paraaahh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
HNF G
sama seperti vampir kan, mereka jg awet muda. ortu sm anak spt seumuran 😅
HNF G
nah..... sdh impas skrg. gak ada hutang nyawa lg😒
HNF G
pikirkan nyawamu sendiri Rhea, jika tdk spt itu, bisa2 kejadian masa lalu terulang lg dan km bisa mati utk yg kedua kalinya 😤😤😤😤
HNF G
kan Rey bisa nyembuhin diri sendiri 😁
HNF G
kan bisa ngilang lg😅😅😅
HNF G
motornya ditinggal, ntar dipakai demit penunggu danau lho😁
HNF G
gantengan refald😅
HNF G
rara jodohin aja sm mas ger atau ms gen🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!