NovelToon NovelToon
Selimut Tetangga Di Perantauan

Selimut Tetangga Di Perantauan

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

(PERHATIAN!! bacaan ini akan membuat mu geram... skip saja bagi yang tidak kuat membaca, tentang perselingkuhan 😊🙏)

aku Adam Riansyah, pria berusia 32 tahun.
seorang operator alat berat, yang harus bekerja di kota yang jauh. dan terkadang berpindah dari satu kota ke kota yang lain.
meninggalkan seorang istri yang baru ku nikahi empat tahun yang lalu, juga seorang anak berusia tiga tahun.

kata orang hidup di perantauan itu mudah, benarkah begitu?

aku rasa tidak!
apalagi aku adalah pria yang sudah menikah, berusaha menahan hasrat berbulan-bulan sangatlah sulit bukan. godaan demi godaan sering datang menghampiri, dimana teman-teman ku bahkan lebih memilih untuk menikah diam-diam atau mungkin menyewa wanita demi memenuhi hasratnya.

hingga akhirnya aku bertemu dengan Andini, seorang janda yang baik hati serta ramah. wanita yang bekerja sebagai penjual nasi dan kopi di tempat ku bekerja. membuat ku merasakan kenyamanan saat di dekatnya...

di sinilah kesetiaan ku mulai di uji...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

anak yang kau telantarkan

Setelah beberapa menit meredam tangisnya, Andini sudah kembali dengan hati yang kembali kuat.

Dia memang seperti itu, ketika merasa hatinya terkoyak? Hanya butuh beberapa menit untuk menangis, lalu kembali normal.

Hingga tak lama, dengan mengendarai sepeda sang ibu datang menghampiri. Gadis itu meraih cermin di dekatnya untuk mengecek kondisi wajahnya.

'duh... Merah lagi, bagaimana ini?' batin Andini yang segera melepaskan ikat rambutnya untuk menutupi pipinya yang memerah akibat tamparan Seno sebanyak dua kali tadi. Lalu beranjak kemudian menyambut ibunya yang sudah masuk ke dalam warungnya, sembari membawa termos air panas.

"Ini termos ketinggalan satu, Dini." Ucap sang ibu. Dini pun meraihnya.

"Makasih Bu. emmm.... ibu sibuk, tidak?" Tanya Andini setelah meletakkan termosnya.

"Tidak. Kenapa?" Tanya sang ibu.

"Dini mau titip warung sebentar." Ucap Andini.

"Memang kau mau kemana?"

"Ke SD Bu." Jawab Andini. "Dini kangen sama Fika." Lanjut Andini dengan tatapan sendunya itu. Sang ibu pun menghela nafas.

"Ibu juga sebenarnya rindu dengan Fika. Ck...! Dasar laki-laki tidak tahu diri." Mendadak sang ibu kembali kesal dengan mantan suami dari Andini itu. Sementara Andini pun hanya mengusap lengan sang ibu dengan lembut.

"Ya sudah Bu, ku tinggal dulu ya... Hanya sebentar kok." Ucap Andini yang sudah siap dengan sweater berwarna mocca yang melekat di tubuhnya, serta tas kecil yang sudah ia pasang menggantung di bahunya. Sang ibu pun mengangguk.

Dan akhirnya gadis itu pun berjalan keluar setelah mengecup punggung tangan milik sang ibu.

.

.

.

Di sebuah sekolah yang ramai...

Dimana hiruk pikuk, para anak-anak yang berlarian kesana-kemari karena memang sudah masuk jam istirahat, seolah menghiasi suasana sekolah yang riuh dan gaduh itu.

Dengan tatapan memburu Andini mencari sosok anak bertubuh mungil berambut panjang.

Hingga ia pun mendapati seorang anak dengan rambut yang tak tersisir rapi, tengah turut berkerumun di salah satu pedagang cilok.

"Ya Tuhan Fika." Mata Andini berkaca-kaca, di lihat dari pakaiannya yang kusut. Dengan rambut yang di ikat satu, sepertinya ikatan rambut itu sudah beberapa hari tidak di lepas. karena beberapa helai rambut gadis kecil itu terurai.

Setelah gadis kecil itu mendapatkan jajannya, dia pun keluar dari kerumunan tersebut, dan mendapati Andini tengah berdiri di bawah pohon menatapnya sembari tersenyum.

"Ibu... Ibu?" Tanpa berfikir panjang, Fika langsung berlari menghampiri sang ibu yang sudah merentangkan kedua tangannya. Dan saat Fika sudah berada di dekatnya, Dini pun langsung memeluknya erat.

"Anak ku... Ibu kangen sekali sama Fika." Andini mengecup-kecup kepala gadis itu. Rambutnya sangatlah bau matahari, dan kusut, tidak terawat sekali. Entah kapan terakhir anak itu mencuci rambutnya.

"Ibu...? kapan pulang ke rumah kita? Fika pengen tinggal lagi di sana, sama ibu. Nggak mau tinggal sama nenek."

Andini menitikkan air matanya. "Hiks." Seolah tidak bisa lagi berucap apapun selain menangis.

"Bu, Fika pengen makan ayam kecap buatan ibu lagi." Pintanya.

"Iya kah?" Tanya Andini mengusap wajah Fika yang sedikit Kumal itu. Sangat berbeda sekali dengan Fika yang waktu itu, saat dia masih hidup bersama Andini. Gadis kecil itu mengangguk.

"Iya, soalnya kemarin bibi Tia beli ayam. Tapi yang boleh makan hanya Nilam (anak perempuan dari Tia), terus Fika nggak di kasih, karena kata Bibi belinya cuma sedikit, dan daging ayam itu di taruh di lemari yang terkunci."

"Ya ampun..." Andini merasa miris, dia paham sekali kakak iparnya itu memang sangatlah pelit dan perhitungan. Mbak Tia memang masih tinggal bersama ibunya. Sementara mantan ibu mertuanya pun tak jauh berbeda dari Tia, sudah jelas jika anaknya yang tinggal di sana pasti tidak terurus. "Kamu mau ayam kecap sayang? Nanti ibu buatkan ya... Ibu belikan yang banyak. Terus ibu masak, dan kamu harus makan yang banyak."

Gadis kecil itu langsung sumringah, dia melompat-lompat girang. "Tapi makannya sama ibu di rumah kita ya Bu, rumahnya kasian nggak di pakai lagi. Kalau kata teman-teman? Nanti bisa jadi rumah hantu kalau lama tidak terpakai."

Andini hanya terkekeh sesak mendengarkan setiap ocehan Fika. 'andai bisa kita makan di rumah itu lagi, tapi nyatanya tidak bisa. Bahkan mengharapkan mu untuk tinggal di rumah nenek dari ibu pun tidak bisa nak.' Andini kembali memeluk gadis itu erat ketika mendengar suara bel masuk.

"Yaaaah bel... Cilok Fika belum di makan."

"Hehehe... Makan dulu sayang. Nanti habis ini masuk ya."

"Di kelas saja Bu, takut di marahin Bu guru... Ibu disini saja ya, nunggu Fika sampai pulang. Nanti kita pulang sama-sama."

Andini menyentuh dadanya menahan sesak. "Ibu kan harus cari uang sayang..."

"Buat beli ayam ya?" Tanya gadis kecil itu polos.

"Hahaha... Ya ampun..." Andini mengusap air matanya, dia pun mengangguk dengan bibir masih tersungging senyum.

"Ya sudah, ibu pulang nanti kesini lagi ya..." Gadis itu terkekeh riang. "Jadi tidak sabar makan ayam kecap masakan ibu." Ucap Fika polos. Segera di kecuplah pipi sang anak lembut.

"Sana masuk sayang," ucap Andini, sementara sang anak langsung berlari kecil masuk ke dalam kelasnya. Dengan tangan menggenggam plastik cilok miliknya. Andini masih mengamati gadis yang tengah berlari itu hingga benar-benar menghilangkan dari pandangannya. Lalu menghela nafas.

'kau tega sekali mas Seno, kau membawa pergi anak ku. Namun kau sama sekali tidak merawatnya dengan baik.' Andini menatap kosong dengan bengis. Satu tangan itu terkepal kuat. 'baik... Mungkin memang rumah itu harus ku serahkan kepadanya. Demi bisa mendapatkan Fika lagi. Aku benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan itu.' sambungnya dalam hati. Dia pun melangkah pergi dari salah satu SD yang tak terlalu jauh dari tempat tinggalnya, pergi menuju pasar sejenak guna membeli ayam mentah untuk diolahnya langsung.

***

Dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat Fika mengajar, Andini sengaja melewati rumah tempat tinggalnya dulu.

Niat hati hanya ingin mengeceknya saja, namun ia melihat terdapat Motor Seno yang terparkir di samping rumah, lumayan tak terlihat jika di lihat dari jalan tempat motor Andini berhenti. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan. Lingkungan itu memang sepi, karena mungkin di desa jari jarak satu rumah dengan rumah yang lain lumayan jauh, dan lebih banyak kebun dengan pohon-pohon tinggi menjulang.

"Mas Seno di rumah itu? Sedang apa? Tapi kok pintunya masih tertutup." Gumam Andini, dan entah hal apa yang mendorongnya untuk memeriksanya langsung. Membuat dia turun dari motor lalu berjalan mendekati rumah yang sudah kosong lama itu.

Andini pun, menyentuh pintu rumah mereka namun terkunci. Hingga dia mencoba berjalan memutar, menuju jendela kamarnya dulu. Di sana dia pun mendapati sesuatu, walaupun jendela kamar itu di tutup dengan kain sarung namun dia masih melihat bayangan sedikit dan suara yang keluar dari bibir seorang pria dan wanita.

Andini membungkam mulutnya sendiri...

'jadi, rumah ini dia gunakan untuk mesum?' batin Andini. Dia pun menjauh dari sana, dan pergi secepatnya.

Di atas motor yang tengah melaju, Andini melamun. Entah apa yang dia pikirkan, sepertinya rasa kesal itu semakin menjadi. Dia benar-benar sudah tidak ingin mempertahankan rumah itu, dan lebih memilih untuk menyerahkannya kepada Seno sore ini juga.

1
Achiek
apa sulitnya utk menghindar.... bilang aja pergi kerja... tinggalin tuh sipuri.... dasar siadam tolol akar kuadrat....
Achiek
si adam itu tolol ++....
Achiek
preettt...
Achiek
tapi masih memberi ruang dg si adam....
Achiek
emang boleh rujuk kembali setelah talak 3.... ingat thor dlm hukum islam itu tidak diperbolehkan... kecuali talak 1 dan 2....
Achiek
si adam ini sifatnya bikin greget.... egois nggak punya malu.... si nesa terlalu lembek nggak punya prinsip....
Achiek
adam... adam.... /Joyful//Joyful//Joyful/.... loe itu pikun apa sich.... namanya jg pelayan warung....
Achiek
kelapa yg mana thor....
Gafita Almas
Luar biasa
Nur Janah
lagian knpa Andini nggak kabur pergi jauh aja sama anaknya
Nur Janah
aku udah ngerasain d selingkuhi suami waktu suami dpt proyek di Palembang sama janda punya warung juga,pdhal sebelumnya aku baca novel ini dan kejadian d aku juga.tp paling tidak tahu cara mengatasinya dari pengalaman baca novel ini,dan ini yg ketiga kalinya aku baca novel ini
Meryy4321
Lumayan
Meryy4321
Buruk
angel
kenapa sih setiap baca novel laki selingkuh pas istri berat di anak ...apa hrs gt? laki klu sdh gk bisa jaga hati dan nafsu lbh baik pisah . .klu pun dipaksa dan diteruskan rumah tangga yg ada sakit hati sendiri dgn jiwa keterpaksaan
Ira Suryadi
Luar Biasa
Aluh Alvrida
Aku suka cerita novel ni..bagus banget aku sampe baca tiga kali/Angry//Angry//Angry/
Aluh Alvrida
Biasa
Aluh Alvrida
Buruk
Aluh Alvrida
Aku baca udah dua kali..ini yg ketiga kali karena kangennn..bagus novelx kusukaaa banget/Angry//Angry//Angry//Angry/
Nur Janah: sama ini yg ke tiga juga tp yg kedua nggak sampai tamat😊😊
total 1 replies
Cis Siu
yey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!