"Aku alergi pada wanita. Kau paham sekarang?" -Nick Kyler-
"Aku tidak percaya! Mana ada alergi seperti itu?" -Bianca Arthur-
Nick Kyler, seorang pria kaya yang memutuskan untuk menyepi di sebuah pulau, setelah kisah cintanya bersama Bellinda kandas.
Penyakit "alergi pada wanita" yang dialami oleh Nick juga menjadi salah satu alasan Nick pergi dari hingar-bingar kehidupan kota metropolitan. Nick hanya ingin menyepi dan hidup sendiri dalam ketenangan
Namun, semua niat Nick menjadi terusik saat tiba-tiba seorang gadis datang dan tersesat di pulau miliknya.
Bianca Arthur, seorang desainer yang tak sengaja tersesat ke pulau pribadi Nick saat sedang berlibur.
Sifat Bianca yang manja dan kekanakan kerap membuat Nick emosi dan menimbulkan perseteruan diantara mereka.
Apakah rasa benci Nick pada Bianca akan berubah menjadi sebuah rasa cinta?
Apakah penyakit "alergi pada wanita" yang dialami Nick akhirnya sembuh setelah pertemuan Nick dengan Bianca?
Lalu, siapakah sebenarnya Bianca Arthur?
Rahasia apa yang disembunyikan Bianca dari Nick?
Masih bagian dari "Suami Bayaran Nona Bellinda"
Cerita tentang Nick Kyler yang alergi pada wanita karena trauma masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KE PANTAI
"Apanya yang besar?" Tanya Nick akhirnya memasang raut wajah bingung.
Bianca hanya terkikik dan tak menjawab pertanyaan Nick. Wanita itu kembali menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dengan lahap.
"Kau melihatnya?" Tanya Nick yang sepertinya sudah paham dengan arah pembicaraan Bianca.
"Kau tidak menutupinya. Tentu saja aku melihatnya dengan jelas. Dasar mesum!" Sahut Bianca sebelum menggigit ikannya dalan satu gigitan besar.
"Aku lupa membawa handuk!" Sergah Nick membela diri
"Sudahlah! Lupakan! Tidak perlu lagi membahasnya!" Imbuh Nick lagi antara kesal dan malu.
Bianca hanya terkekeh dan tidak lagi menggoda Nick. Wanita itu sudah berkonsentrasi pada makanan di piringnya.
Nick juga memilih untuk melahap makan siangnya dalam diam. Sesekali Nick melempar pandang ke arah Bianca.
"Aku boleh berenang di pantai, Nick?" Pertanyaan Bianca akhirnya memecah keheningan di ruangan tersebut.
Bianca sudah menghabiskan makanannya, dan kini wanita itu menbawa piring bekasnya makan ke bak cucian piring.
"Jangan di pantai yang dekat rumah. Ombaknya terlalu besar," jawab Nick cepat.
"Lalu harus ke pantai yang disebelah mana?"
"Nanti aku akan mengantarmu ke pantai yang satunya. Kau akan menyukai tempatnya," jawab Nick yang langsung membuat Bianca berbinar senang.
"Setelah kau selesai makan, kita pergi," ucap Bianca bersemangat.
"Tunggu matahari sedikit turun, Bee! Ini masih panas terik," sahut Nick cepat.
"Terlalu lama, Nick! Sekarang saja!" Rengek Bianca seraya menggamit lengan Nick.
Nick juga sudah menghabiskan makan siang di piringnya.
"Aku cuci piring dulu," ujar Nick yang sudah beranjak berdiri dan segera lanjut mencuci piring dan peralatan untuk memasak tadi.
"Kau punya baju renang, Nick?" Tanya Bianca yang kini duduk di kursi menatap pada Nick yang masih sibuk mencuci piring.
"Hanya ada celana renang. Kau mau memakainya?" Jawab Nick datar.
"Apa aku juga harus bertelanjang dada sepertimu?" Tanya Bianca pura-pura polos.
"Kau akan membuat para ikan pingsan di tempatnya," sahut Nick berkelakar.
"Pakai saja kausmu itu dan tidak perlu berganti baju renang," sambung Nick lagi yang kini sudah selesai mencuci piring.
"Kita pergi sekarang?" Tanya Bianca antusias yang sudah kembali menggamit lengan Nick.
"Iya, Nona manja! Tunggu saja di teras! Aku akan mengambil peralatan." Titah Nick yang sudah melepaskan gamitan lengan Bianca. Pria itu sudah keluar dari dapur dan entah pergi kemana.
Bianca segera menuju ke teras sesuai perintah Nick. Tak butuh waktu lama, dan Nick sudah menyusul ke teras membawa satu tas ransel di punggungnya.
"Ayo, Bee!" Ajak Nick yang sudah menuruni tangga teras. Bianca segera mengikuti langkah Nick yang menuju ke sisi lain pulau.
Bianca sendiri belum pernah menjelajah pulau milik Nick ini selain ke ladang yang ada di bawah bukit.
"Apa pantainya jauh?" Tanya Bianca yang berusaha menyamakan langkahnya dengan langkah Nick.
"Sedikit jauh. Tapi pantainya bagus. Kau akan suka nanti," jawab Nick mengulas senyum di bibirnya.
"Kau membawa apa di dalam tas?" Tanya Bianca lagi mengendikkan dagunya ke arah tas di punggung Nick.
"Hanya beberapa bekal."
Dua orang itu terus melanjutkan langkah mereka menyusuri hutan yang tidak terlalu lebat. Hanya beberapa pohon mangrove di kiri kanan jalan setapak. Dan kini mereka tiba di sebuah jembatan kayu kecil.
"Ada dermaga di pulaumu, Nick?" Tanya Bianca tak percaya.
"Dua sampai tiga bulan sekali ada kapal yang singgah di pulau ini, mengantarkan beberapa barang dan kebutuhan pokok untukku." Tutur Nick menjelaskan pada Bianca.
"Kau menipuku berarti waktu itu. Kau bilang semua kebutuhanmu jatuh dari langit," protes Bianca yang langsung ditanggapi Nick dengan sebuah tawa kecil.
"Mana ada jatuh dari langit. Kau seperti anak kecil saja yang mudah ditipu," sahut Nick masih tertawa.
"Itu pantainya!" Seru Bianca yang langsung berlari dan melepas alas kakinya.
Wanita itu langsung menuju ke bibir pantai yang masih terlihat bersih dan alami. Air lautnya juga sebening kaca hingga Bianca bisa melihat bagian dasar lautnya.
Bianca sudah bermain ombak di tepi pantai, seperti bocah kecil yang baru pertama kali ke pantai.
Nick sendiri memilih untuk ke arah gazebo yang ada di dekat pantai tersebut. Jelas sudah kalau ini memang sebuah pantai pribadi milik Nick.
Nick meletakkan ransel yang ia bawa di gazebo tersebut dan duduk santai, menunggu Bianca yang masih asyik bermain-main bersama ombak.
"Nick!" Panggil Bianca pada Nick yang masih duduk santai.
"Kemarilah!" Bianca melambaikan tangannya ke arah Nick.
Namun Nick menggeleng dengan cepat dan menolak ajakan Bianca.
Dan Bianca tak kehabisan akal. Wanita itu menghampiri Nick dan sedikit memaksa pria itu agar mau ikut.
"Berenanglah sendiri, Bee! Aku akan menunggu di sini," tolak Nick bersikeras.
"Lebih asyik kalau berdua. Ayo, Nick!" Paksa Bianca yang ikut-ikutan keras kepala.
"Masih terik. Nanti saja!" Jawab Nick yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas gazebo.
Bianca ikut berbaring di samping Nick dan menatap pada atap gazebo.
"Bajumu basah, Bee! Jangan dekat-dekat!" Nick menggeser posisinya sedikit menjauh dari Bianca.
Tanpa basa-basi, Bianca segera menanggalkan kausnya dan menyisakan bra yang membalut bagian atas tubuhnya serta celana pendek yang sedari tadi memang ia kenakan.
"Kau gila!" Gerutu Nick yang langsung membongkar isi ransel dan mengeluarkan sebuah kain pantai dari dalam tas.
Nick melemparkan kain pantai tersebut pada Bianca.
"Perlu aku lepas sekalian bra-ku?" Tanya Bianca sedikit menggoda Nick.
"Aku akan melemparmu ke tengah laut!" Ancam Nick mendelik ke arah Bianca.
Wanita itu tergelak, dan segera membalutkan kain pantai yang tadi dilempar Nick ke tubuhnya.
"Anginnya enak sekali, Nick. Aku mengantuk," Bianca menguap dengan tidak elegant di samping Nick.
"Tidur saja! Aku akan meninggalkanmu nanti," Kekeh Nick yang langsung disambut Bianca dengan sebuah pukulan di bahu.
"Aku akan tidur sebentar. Bangunkan aku kalau matahari sudah bergulir ke barat!" Pesan Bianca seraya memejamkan matanya.
"Tidak akan! Aku akan pulang dan meninggalkanmu disini!" Sahut Nick masih tak berhenti menggoda Bianca.
"Aku akan membakar gubukmu!" Ancam Bianca sambil memejamkan matanya.
"Dasar Nona tukang mengancam!" Cibir Nick seraya mengusap wajah Bianca dengan telapak tangannya.
"Nick!"
.
.
.
Ciyee yang udah pegang-pegang 😂😂
Next kira-kira mereka ngapain?
Aku mau curcol dikit.
Habis karya ini tamat, rencananya kan aku mau hiatus dulu satu atau dua bulan.
Nah setelah hiatus misalnya aku bikin karya baru lagi baiknya aku umumkan dimana biar kalian tahu?
Biasanya kalian para reader, tahu aku ada karya baru itu lihat dimana?
Terima kasih yang sudah ngasih jawaban.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
perkosa aja pas Nick tidur 🤣🤣🤣
geregetan sama nick