NovelToon NovelToon
APALAH CINTA

APALAH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:295.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Emaknya Queen

💐💐 NOTED DARI AUTHOR, HATI - HATI DARAH TINGGI KALO BACA NOVEL INI💐💐😜
***

Mencintai dan Dicintai
Menyakiti dan Tersakiti
---
Malik dan Kania, disatukan dalam perjodohan namun tidak dalam suatu tekanan. Menerima dengan lapang dada perjodohan yang dilakukan oleh Kakeknya Malik atas dasar bakti pada sang kakek.

Tak ada benci pada awalnya meski butuh waktu saling menerima hingga rasa cinta diantara mereka mulai tumbuh dan bersemi.

Namun badai sedikit demi sedikit mulai menghantam mahligai rumah tangga mereka.

Akankah Malik dan Kania berpisah pada akhirnya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AC – 24

Happy reading..

---

“Dia... cinta pertama aku. Pacar pertama juga.” Kania menjawab pertanyaan Malik dengan sedikit ragu. Namun ia berusaha agar jujur pada suaminya.

Waduh jujur amat si Kania. Batin Dimas.

Punya temen kelewat jujur. Cembokur pasti itu Pak Malik bakalan. Batin Terry.

“Oh.” Jawab Malik sekedarnya. Namun wajahnya seperti tidak suka mendengar jawaban Kania barusan meski istrinya itu sudah jujur padanya.

“Kamu marah?.” Tanya Kania memandang Malik yang seketika membuang pandangannya ke arah jalan.

Malik menoleh kembali pada Kania. Tersenyum tipis seperti dipaksakan. “Kenapa harus marah?.”

Kania tersenyum. “Kalo ga marah, kenapa langsung diam?.”

“Ga apa – apa, Sayang. Tadi aku hanya sekedar tanya. Kamu keliatan canggung waktu bertemu dia tadi.” Ucap Malik.

“Jangan marah atau cemburu.” Kania masih menatap Malik. “Itu hanya masa lalu. Dia, hanya bagian dari cerita masa lalu aku.”

Malik tersenyum. Membelai lembut wajah Kania. Tapi dia cinta pertama plus pacar kamu. Batin Malik.

Kania merengkuh suaminya. Tak perduli pada Dimas, Terry dan supir mereka.

“Kamu cinta terakhir aku, Sayang. Udah jadi suami aku juga, kan?. Dan kamu adalah cerita dari masa sekarang hingga ke masa depan aku.” Ucap Kania tulus.

“Aku percaya, Sayang.” Malik mengecup dahi Kania kala wanita itu merengkuhnya dan ia merengkuh balik. Tetep aja harus waspada, akunya. Batin Malik berkata lagi.

“Jangan mikir macem – macem loh!.” Ucap Kania.

“Engga. Satu macem aja yang aku pikirin.” Gumam Malik.

---

“Sayang.” Panggil Kania pada Malik yang sedang duduk sambil merokok di balkon kamar mereka saat malam sudah tiba. Wanita itu menghampiri suaminya yang tadi terlihat seperti sedang melamun.

“Hem ...?.” Sahut Malik singkat. “Ada apa Kania?. Kamu belum tidur?.”

“Nunggu kamu.” Jawab Kania.

“Kamu tidur duluan aja, kalau sudah ngantuk sayang.” Ucap Malik membelai kepala Kania yang sudah duduk disampingnya.

“Sayang, aku tau kamu lagi mikirin apa.” Celetuk Kania.

“Apa?.” Tanya Malik.

“Soal Andro kan?.” Jawab Kania.

“Kenapa berpikir begitu?.” Tanya Malik lagi sembari tersenyum tipis.

“Kamu lebih banyak diam sejak dari Bandung tadi.” Jawab Kania pada suaminya.

“Aku hanya sedikit merasa terganggu. Bukan ga percaya kalau kamu sudah ga ada rasa sama dia.” Ucap Malik.

“Maaf. Tapi aku hanya ingin jujur sama kamu, Sayang.” Kania membelai wajah Malik.

“Makasih untuk kejujuran kamu.” Ucap Malik yang langsung meraih tengkuk Kania untuk mencium bibir istrinya yang kini sudah menjadi candu untuk laki – laki itu.

“Ya udah kita masuk, yuk.” Ajak Kania.

“Aku minta kompensasi ya.” Ucap Malik seraya tersenyum jahil, membuat Kania sedikit bingung.

“Kompensasi untuk?.” Tanya Kania.

“Karena kamu sudah membuat suami kamu ini cemburu.” Jawab Malik yang langsung membopong Kania.

“Ih, bisa aja nih cari kesempatan dalam kesempitan.” Kania terkekeh saat Malik sudah merebahkan dirinya diatas ranjang mereka.

“Emang aku suka sesuatu yang ‘sempit’.” Malik menyeringai nakal sembari tangannya mulai bergerilya. Menciptakan beberapa kissmark di tubuh Kania, kemudian merengkuh indah dan panasnya penyatuan mereka.

“S-sayang....” Kania merasakan sesuatu akan meledak dengan nikmat.

Malik bergerak cepat. “Sebentar lagi sayang....”

“Ah....” Tubuh sepasang suami istri itu pun bergetar, seperti tersengat aliran listrik yang hebat. Membuat kembali satu kenangan indah yang akan membuat mereka tersenyum bahagia bila mengingatnya.

--

Malik memanggil Kania beserta Terry untuk datang ke ruangannya pagi itu.

Dimas pun juga sudah berada di ruangan Malik saat Kania dan Terry tiba.

“Selamat pagi.” Sapa Kania dan Terry berbarengan saat sudah memasuki ruangan Malik.

“Pagi, Sayang. Pagi Terry. Duduk.” Malik mempersilahkan mereka berdua.

“Pagi Dim.” Sapa Kania pada Dimas.

“Pagi Kania. Pagi Terry.” Dimas menjawab sapaan Kania sekaligus menyapa Terry.

“Pagi Pak Dimas, Pak Malik.” Jawab Terry juga.

Kania dan Terry duduk terpisah. Kania tentunya duduk disebelah Malik di sofa tamu ruang kerja pribadi suaminya itu. Sementara Terry mengambil tempat di sofa singel samping Kania.

“Ada apa Pak Malik?.” Tanya Kania dengan senyumnya. Merasa risih kalau memanggil Malik dengan sebutan ‘Sayang’ kalau di kantor sebenarnya.

Namun Malik selalu menghukumnya dengan ciuman yang bertubi – tubi kalau Kania tidak memanggilnya dengan sebutan ‘Sayang’.

Tapi kali ini mungkin ada pengecualian, karena sepertinya suasana sedikit formal.

“Well, aku ada pemberitahuan untuk kamu dan Terry.” Ucap Malik.

“Pemberitahuan tentang?.” Tanya Kania.

“Aku sudah mengambil keputusan.” Ucap Malik atas pertanyaan Kania. “Terry, mulai hari ini kamu tidak lagi menjadi wakilnya Kania.”

Kania dan Terry serta merta terkejut.

“Loh, kenapa memangnya?.” Tanya Kania. “Aku ga paham, M. Kamu ga mecat Terry kan maksudnya?.”

“Aku ga bilang memecat Terry, Kania.” Jawab Malik. “Aku bilang, mulai hari ini Terry bukan lagi wakil kamu.”

“Terus Terry pindah divisi gitu?.” Tanya Kania lagi.

“Masih di Regional.” Jawab Malik.

Terry coba menginterupsi. “Mohon maaf sebelumnya Pak Malik, apa yang melakukan suatu kesalahan dalam pekerjaan saya?.”

“No, Ter. Kinerja kamu sebulan ini cukup bagus.” Ucap Malik.

“Jadi?. Kalau bukan lagi jadi wakil aku, Terry kamu tempatkan dimana?. Jangan bilang kamu turunkan posisi dia, M?.” Cecar Kania.

“Aku pun ga bilang akan menurunkan posisi dia.” Malik berkata santai.

“Ngomong yang jelas dong, M. Aku gagal paham ini.” Protes Kania.

“Terry akan menggantikan kamu sebagai Manajer Regional.” Ucap Malik pasti.

“Apa?.” Kania dan Terry sama – sama terkejut.

“Seperti yang kalian dengar.” Ucap Malik santai. Sementara Dimas belum berkomentar.

“La – lalu ... aku?.” Tanya Kania ragu. “Kamu pecat aku?.”

Dimas dan Malik tersenyum tipis.

“Mohon maaf sebelumnya Pak Malik, tapi saya rasa saya masih belum pantas ada di posisi itu.” Terry mencoba bicara.

“Siapa bilang?.” Ucap Malik. “Saya sudah membuat keputusan.”

Kania terdiam.

“Ada yang mau kamu katakan, Kania?.” Tanya Malik.

“Kalau Terry menggantikan aku, berarti aku .... yang dipecat?.” Kania meminta kepastian.

Malik tersenyum. “Kalau dipecat kenapa memangnya?.”

“Ga apa – apa. Hak kamu. Kan?.” Ucap Kania datar.

“Kamu marah, posisi kamu aku berikan ke Terry?.” Tanya Malik membuat Terry tak enak hati.

“Kalau saya menolak Pak?.” Tanya Terry yang memang merasa tidak enak pada Kania yang selama ini sudah baik padanya.

“Maka kamu akan dikenakan penalti sesuai kontrak kerja.” Jawab Malik dengan tegas.

Terry tertunduk.

“Ga apa – apa Terry. Jangan ga enak sama gue.” Ucap Kania yang merasa Terry pasti merasa bersalah.

“Tapi Ni.”

“Udah ga apa – apa.” Kania mengusap tangan Terry.

“Kamu sudah bisa memindahkan barang – barang kamu ke ruangan Kania yang sekarang.” Ucap Malik pada Terry.

Terry mengangguk. “Kalau begitu saya permisi.”

“Aku juga permisi ya. Mau merapihkan barang – barang aku.” Ucap Kania yang hendak berdiri. Tampak sedikit kecewa dengan keputusan Malik yang sepihak.

Malik meraih tangan Kania saat istrinya itu berdiri.

“Dim, lo bantu Terry.”

“Oke.” Dimas mengiyakan permintaan Malik dan segera bergegas keluar dari ruangan pribadi Malik.

“Kenapa, M?.” Kania bertanya karena Malik mencekal tangannya.

“Duduk.”

Kania menuruti Malik dan duduk kembali disamping suami merangkap Bosnya itu.

“Kenapa lagi, M?. Aku mau beresin barang – barang aku.” Ucap Kania lesu.

Malik tersenyum tipis karena Kania bicara tanpa menoleh padanya. “Kamu marah?.”

Kania menggeleng. “Aku ga marah. Hanya sedikit kecewa.”

“Sini liat aku.” Malik memposisikan wajah Kania agar menatapnya.

Malik kembali tersenyum saat Kania sudah menatapnya.

“Maaf ya, keputusan aku mendadak.” Ucap Malik. “Aku hanya....” Malik belum melanjutkan kalimatnya saat Dimas tiba – tiba kembali masuk.

“Lik. Ini jadinya ruangan Kania fix disitu ya?.” Tanya laki – laki itu sembari masih berdiri di dekat pintu yang ia

biarkan terbuka, karena sepertinya juga sedang menginstruksikan sesuatu pada orang lain di luar ruangan pribadi Malik, sambil juga menunjuk ke satu arah.

“Iya, seperti tadi yang gue bilang.” Jawab Malik dan Dimas mengangguk lalu pergi lagi dari ruangan Bos sekaligus temannya itu.

“Ruangan aku?.” Kania sedikit heran. Menunggu jawaban sambil menatap Malik.

Lagi – lagi Malik tersenyum. “Iya ruangan kamu, sayang.”

“Aku masih kerja disini?.” Kania bertanya lagi.

“Kalau memang kamu masih mau kerja disini ya silahkan. Engga pun ga apa – apa.” Jawab Malik. Lebih aman dari godaan para calon pebinor. Batinnya.

“Jadi sebenarnya gimana sih, M?. Jangan berbelit – belit deh.” Kania masih bertanya dan nampak mulai sedikit kesal pada Malik.

“Ya sekarang aku tanya, kamu masih mau kerja disini atau enggak?.” Malik gantian bertanya dengan santainya. “Coba jawab.”

“Ya kalau kamu tanya, apa aku masih mau kerja, ya aku mau lah.” Jawab Kania. “Lagipula kan aku udah pernah bilang, aku ga bisa kalau ga kerja, ga ada kegiatan. Kalaupun kamu pecat aku pun ga apa – apa. Aku masih bisa cari kerja di tempat lain. Judulnya aku kerja.”

Malik seketika menatap tajam Kania.

“Ga ada kerja di tempat lain!.”

“Ya terus?.”

“Kalau memang masih mau kerja, ya kerja disini. Ga ada di tempat lain.” Sergah Malik. Enak aja, ntar nambah lagi calon pebinor. Batinnya menggerutu.

“Ya sebagai apa?. Posisi aku kan udah kamu kasih ke Terry. Jadi Office Girl?.” Kania mulai sinis.

“Wakil aku!.”

--

TBC ..

1
Fiani Arifin Arifin
mantap Thor,,lanjutt
Fiani Arifin Arifin
ooh berati Kania itu aila mantan bang Jhon yg bikin momy Prita cemburu
Fanie Azhary: makasih udah mampir
total 1 replies
novita setya
bagusssss..
Fanie Azhary: makasih ya sayangkuh😘
total 1 replies
Suherni Erni
Oalah baru baca cerita aila...emang harus balik sm mantan suaminya..biarpun john sakit hati..tp klu dipaksa jg ngga baik...johm memang harus sm siprita
Love 💞💞💞
novelnya keren kok peminatnya sedikit ya???alur dan bahasanya bagus
Fanie Azhary: Makasih untuk apresiasinya, Kak. Dan makasih udah mampir.
total 1 replies
Fransiska Siba
makanya kalau ambil keputusan jgn melibatkan ego dan emosi. saat ada masalah Kania juga melihat kan emosi dan Malik juga emosi juga kaka itu mana kalian sama2 org keras kepala. Dalam hal ini Malik sangt salah kalah itu ambil keputusan gegabah tanpa memikirkan perasaan istrinya dan menyepelkan masalah, selain itu dia kepas kontrol krn emosinya ga stabil krn masalah yg dia hadapi itu pun krn perbuatan nya sendiri.
Dlu wajar Kania marah dan kecewa tp dia Menghindari masalah itu yg disesali dari Kania, kalau masih cinta dan perluas diperbaiki kenapa tdk dioertahankan krn pada dasarnya Malik tdk menyentuh Erika, tp Kania memlih mengakhiri dan menghindar. kalau masih mencintai kenapa cari org lain utk pelampiasan itu namanya kamu menyakiti org lain dan melibatkan Jhon dalam masalah mu padahal hati kamu belum move on. seandainya Kania sdh ikhlas dgn perpisahan dan sdh move on barulah memulai hubungan baru bukan cari pengganti dan pd akhirnya kau menyakitinya yg ga tahu masa lalumu.
Yani Cuhayanih
Aku gedeg banget sama malik
Yani Cuhayanih
Berusaha konsisten dari awal nyimak ceritanya
Fanie Azhary: terima kasih sudah mampir.
total 1 replies
Helen Apriyanti
kerennnnn kisah ny thorr bner" sprti nyata ... dr awal baca marathon smpe end.. happy ending akhirnya Abraham dn kania smpe mmpunyai jagoan .. selamet yh buat kalian brdua dn hidup bahagia akhirnya
mntul thorr
smngtt trz thorr dg karya" nya dn sukses sll
Helen Apriyanti: masama kk authorr ..
total 2 replies
Helen Apriyanti
malik yg kna sindrom dr khmiln kania sprtinya
Helen Apriyanti
kania enek?? jgn" hamil nui kania
Helen Apriyanti
kania msih ingin sndri nenangin diri .krn trluka d khianati dn kecewa ..yg sbar nia...
Helen Apriyanti
helehhh mo pnjlsn ap pun tetap pngkhianatan.. lgian knp gk mo ndih tau kania dl main nikah aj sm c rika .. jls lh kecewa.. skit nyesekk mna ada yg mau istri d madu skli pun itu ad alsnny ttap nmy pngkhianatan dlm prnikahan malik .. gdeg jg sm mlij nui
Helen Apriyanti
iya lh yg nmy pnhkhiantan terap pngkhiantan ... app pun alsn ny ity tetap pngkhianatan .. bgus kania cere aj ... jgj mond madu ..lgian main nikh aj sm c rika ijin gk .. mnt pndpt engga sm kania slh besar lh malik.. mski ad alsn prnikhn itu skral twtap pngkhiantn ao pun alsn ny itu ..
Helen Apriyanti
kasian kania..
trlepas malik da,alsn mnikhi rika ...hrsny jgn lh ap pun itu alsn nya sm sj mnghkianati prnikh ny dg kania... mna ad istri d madu dsarr mlik egois dn muna
Helen Apriyanti
kn dsarr malij egois .. munak ..pasti dalih ortu rika skit dn ttip rika buat d nikahin .. jgn mo kania mndingbpusah aj dr pd d madu.. pd dsar ny jg mlik msih pny prsaan k rika ..sulit lh bgi kania jg ..mna ada istri d mdu
Helen Apriyanti
helehhh jgn muna dn jgn egois km malik.. dlm hati mah km msih da rasa
Helen Apriyanti
awal pertengjaran dlm rumh tangga d mulai seru jg ...
Helen Apriyanti
hadehhhh ngpn km.malik nyebut nama rika dlm.hati ...km ada d jakarta rika ? apa mksdnya coba ...masih da perasaan kah ??? egois klo ky gtu
Helen Apriyanti
ciyeee da yg cmburu ni yee hee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!