NovelToon NovelToon
Guna - Guna

Guna - Guna

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Indigo / Kutukan / Mata Batin / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

# YANG GA SABAR SAMA JALAN CERITANYA PASTI NYERAH DI TENGAH JALAN... #

( Bikin bingung kalo bacanya dari tengah. Saran penulis ikuti dari awal yaa. mksh...🙏😊)

Berawal dari misteri tentang kehamilan seorang gadis yatim piatu bernama Gendis akibat perbuatan seorang pria yang membuatnya terpuruk.

Dan pengalaman aneh yang dialami oleh sang adik yang bernama Patih, karena menolak cinta seorang wanita, membuatnya harus berjuang untuk bisa lepas dari pengaruh ilmu hitam.

Juga kehadiran anak indigo yang akan membantu mengungkap kisah mistis yang mewarnai perjalanan hidup para tokohnya, membuat kisah ini makin menarik.

Mau tahu...?

Simak kisahnya yuk...

( Mohon bijak dlm berkomentar. Kalo ga suka diskeep aja. Gampang kan ...? )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 ( Bersamamu )

Efi kembali ke desanya bersama Jihan dan Bagus. Saat tiba di desa mereka mendengar berita yang tak mengenakkan. Ternyata bayi-bayi yang hilang mendadak dari rahim ibunya itu telah menjadi tumbal dari pesugihan yang dilakukan oleh salah seorang warga desa.

Mendengar hal itu Efi pun menangis sedih. Membayangkan bayinya menjadi santapan makhluk halus, hatinya sakit. Efi tak bisa terima bayinya dimanfaatkan untuk ritual sesat.

" Anakku ..., malang benar nasibmu Nak. Mereka orang jahat. Semoga Allah menghukum mereka dengan balasan nyata di dunia dan akhirat...," rintih Efi dalam tangisnya.

" Jangan turuti amarahmu Fi. Tahan emosimu. Kalo ga, bisa-bisa Kamu juga jadi tumbal karena kemarahanmu itu. Kan ritual sesat juga menyasar orang-orang yang ga fokus dan ga bisa mengendalikan diri...," kata Bagus mengingatkan.

" Iya, betul kata Bapak Fii...," sela Jihan mendukung ucapan suaminya.

" Makasih Pak, Bu. Saya emang ga terima Anak Saya direnggut dengan cara keji lalu dibunuh. Apalagi jasadnya digunakan untuk pesugihan ...," kata Efi lirih.

" Mungkin Allah punya rencana lain yang lebih indah untuk Kamu. Percayalah, ada pelangi sesudah hujan badai nanti ...," kata Jihan bijak.

" Ibu bener. Allah pasti udah nyiapin sesuatu yang indah di depan sana untuk Saya ...," sahut Efi sambil tersenyum.

Jihan pun mengangguk sambil menepuk bahu Efi lembut.

Kemudian Efi menghapus air matanya. Wajahnya yang masih sangat berduka itu terlihat pucat. Efi menguatkan hatinya, lalu turun dari mobil dan melangkah menuju rumahnya. Dalam hati dia berdoa agar arwah anaknya tenang dan mendapatkan tempat di surga.

\=\=\=\=\=

Bertahun-tahun kemudian.

Yudha pun bebas dari penjara setelah menggenapi hukumannya. Yudha nampak melangkah sambil menatap penuh harap selembar foto pengantin Efi dan dirinya yang sedang tertawa bahagia. Ternyata setelah sekian tahun berlalu, Yudha masih mencintai mantan istrinya itu.

Yudha pun turun dari bus kota yang membawanya lalu bergegas masuk melewati gerbang desa. Banyak orang baru di desanya, sehingga banyak yang tak mengenali Yudha, apalagi Yudha memakai topi untuk menutupi sebagian wajahnya.

Di kejauhan sudah terlihat rumah Efi. Yudha melangkah dengan semangat. Tapi langkahnya terhenti saat melihat ada keramaian di rumah Efi.

" Ada apaan di sana Bu...?" tanya Yudha pada wanita yang berpapasan dengannya.

" Ooo itu, Mbak Efi mau nikah. Dapet jodoh orang Surabaya katanya...," sahut wanita itu.

" Nikah, sekarang...?" tanya Yudha tak percaya.

" Bukan sekarang, tapi tadi. Tadi mereka menikah jam 9 pagi. Sekarang mah udah jam 2 siang, berarti udah sah jadi suami istri...," sahut wanita itu sambil berlalu.

Yudha pun terduduk lemas di pinggir jalan. Harapannya untuk kembali bersanding dengan Efi musnah sudah. Yudha pun menangis dalam diam.

Setelah beberapa saat menangis Yudha pun bangkit lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi.

Yudha pun berhenti tepat di depan rumah Efi yang ramai didatangi tamu. Dari tempatnya berdiri Yudha bisa melihat Efi tertawa bahagia di atas pelaminan bersama suami barunya.

" Semoga Kamu selalu bahagia Efi, maafkan Aku...," gumam Yudha sambil tersenyum getir.

Setelahnya Yudha berbalik lalu melangkah meninggalkan tempat itu.

Seolah menyadari kehadiran Yudha, Efi pun berkali-kali menatap tempat dimana Yudha berdiri tadi.

" Kenapa Sayang...?" tanya Abdu suami Efi.

" Gapapa. Kaya liat seseorang yang Aku kenal aja," sahut Efi.

" Oh ya, siapa ?. Kenapa ga disuruh masuk sekalian ?" tanya Abdu.

" Ga usah, ga penting. Tamu Kita masih banyak, lebih baik Kita fokus sama mereka aja ...," sahut Efi sambil bergelayut manja di lengan suaminya.

Abdu pun mengangguk setuju lalu kembali menatap ke depan saat beberapa tamu kembali datang menghampiri.

Efi nampak bahagia dengan pilihan hatinya. Setelah menjalin hubungan dekat dengan Abdu beberapa bulan, Abdu pun memberanikan diri melamar Efi. Walau awalnya Efi menolak, tapi berkat kesabaran dan kegigihan Abdu, akhirnya mereka ada di pelaminan sekarang.

\=\=\=\=\=

Nasib berbeda dialami dokter Erna dan Gendis.

Dokter Erna mengikuti suaminya hijrah ke Lombok dan membuka usaha pengolahan mutiara di sana.

Sedangkan Gendis belum juga menikah karena trauma. Oyoh dan Oding selalu berusaha menjodohkan Gendis dengan beberapa pria pilihan. Namun sayang semua ditolak oleh Gendis. Bukan karena Gendis tak ingin berkeluarga, tapi tiap mengingat malam pertamanya yang direnggut secara paksa, membuat Gendis takut untuk menikah karena tak ingin mengecewakan suaminya.

Sekarang Gendis tinggal bersama Kakek dan Neneknya ( orangtua Oyoh ).

Disana ia membantu pekerjaan kakek dan neneknya. Gendis juga mengambil borongan jahitan dari konveksi untuk dikerjakan di rumah. Ada borongan jahit baju anak, jahit kerah, sarung bantal, bahkan membuat baju sederhana pun bisa Gendis lakukan.

Ketrampilan menjahit Gendis dipelajarinya secara otodidak. Dan itu ternyata bisa memperoleh tambahan pemasukan untuk Gendis.

Perlahan usia Gendis kian beranjak matang dan dewasa. Dan nampaknya Gendis tak lagi memimpikan pernikahan dalam hidupnya.

Tapi siapa yang bisa melawan takdir ?.

Suatu hari Gendis bertemu dengan Darius, teman masa kecilnya dulu yang kini telah berubah menjadi sosok pria dewasa.

Darius adalah seorang duda yang memiliki sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan. Istri Darius meninggal dunia karena sakit. Saat bertemu kembali dengan Gendis, semangat hidup Darius pun bangkit. Apalagi anak kembar Darius yang berusia lima tahun sangat dekat dengan Gendis. Rupanya mereka juga sangat merindukan sosok ibu dalam hidup mereka.

Setelah dekat beberapa bulan, Darius pun memberanikan diri untuk melamar Gendis, walaupun dia tahu Gendis akan menolaknya.

" Bagaimana kalo Kita menikah ...?" tanya Darius hati-hati.

" Kita ...?" tanya Gendis tak percaya.

" Iya. Aku jatuh cinta sama Kamu dan kepribadianmu. Anak-anakku juga sangat dekat denganmu. Aku sangat menyayangi mereka dan tak bisa memilih orang lain untuk jadi Ibu mereka kecuali Kamu...," kata Darius tegas.

" Tapi masa laluku buruk Darius...," kata Gendis sambil memalingkan wajahnya.

Gendis benci jika harus kembali menceritakan pengalaman buruknya itu walaupun itu harus dia lakukan.

" Aku sudah tau karena Kakek yang cerita. Maafin Aku Gendis. Aku telah melamarmu lebih dulu pada Kakekmu dua minggu yang lalu. Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu...," kata Darius hingga mengejutkan Gendis.

Untuk beberapa saat Gendis terdiam karena tak percaya dengan aksi nekad pria di hadapannya itu.

" Kamu udah tau semua, kenapa masih nekad nerusin lamaran Kamu...?" tanya Gendis penasaran.

" Maaf kalo ini sedikit kasar. Aku ga butuh selaput daramu Dis. Yang Aku butuh kehadiranmu dalam hidupku dan Anak-anakku. Aku mencintaimu dan ga peduli sama masa lalumu itu. Gendis ..., bersediakah Kamu menikah denganku...?" tanya Darius mengulangi permintaannya sambil menggenggam jemari Gendis dengan erat.

Hening sejenak.

Gendis mengurai tautan jemarinya lalu berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Darius sendiri di taman itu.

Sedangkan Darius nampak berdiri mematung seolah tak percaya lamarannya ditolak begitu saja. Darius berpikir keras, kalimat mana yang membuatnya ditolak oleh Gendis.

" Darius...!" panggil Gendis tiba-tiba.

Darius menoleh lalu menatap Gendis yang kedua tangannya penuh dengan belanjaan makanan ringan itu.

" Apa Kamu akan membiarkan kedua Anakku itu kelaparan menunggu Ayah mereka yang sedang melamun...?" tanya Gendis dengan sedikit memonyongkan bibirnya.

Ucapan Gendis mengejutkan Darius. Pria itu mencoba mencerna kalimat yang baru saja didengarnya. Sesaat kemudian Darius berlari kearah Gendis lalu memeluknya dengan erat.

" Terimakasih Sayang ...," bisik Darius tulus sambil mengecup kening Gendis.

" Sama-sama...," balas Gendis sambil tersenyum manis.

Darius menatap kedua mata Gendis. Dia melihat harapan yang sama dengan yang dia miliki. Harapan untuk selalu bersama hingga akhir hayat. Perlahan Darius mengecup bibir Gendis lembut dan kembali memeluknya.

" Mmm ..., Apa Kamu ga ada niat bantuin bawa belanjaan Aku untuk Anak-anak...?" sindir Gendis sambil meronta dari pelukan Darius.

" Ya Allah, maaf Sayang. Aku hampir lupa sama Anak-anak kalo udah ketemu Ibunya Anak-anak...," sahut Darius gugup sambil meraih semua belanjaan di tangan Gendis.

Gendis tersipu malu saat mendengar ucapan Darius. Dengan wajah merona Gendis pun mengekori langkah Darius. Namun Darius berhenti melangkah lalu menoleh ke belakang, memastikan keberadaan Gendis.

" Kenapa...?" tanya Gendis saat melihat Darius berhenti di depannya.

" Tempatmu di sampingku bukan di belakangku karena Kamu adalah partner hidupku dan bukan pembantuku...," sahut Darius sambil menggamit jemari tangan Gendis.

Gendis pun tersenyum lalu membalas genggaman jemari Darius.

Kemudian Gendis dan Darius melangkah bersisian sambil terus menautkan jemari. Sesekali keduanya saling melempar senyum dengan debaran jantung yang berpacu cepat mengiringi langkah kaki mereka. Nampaknya mereka yakin untuk selalu bersama menuju masa depan yang bahagia.

S E L E S A I

\=\=\= 000 \=\=\=

Assalamualaikum semua..

Makasih buat semua pembaca yang udah mampir baca dan suport novelku ini.

Mampir juga ke karya Aku lainnya yuk. Yang judulnya :

- CEPATNYA

- GENK ABJAD

- KAMI HARUS LARI

- MAAF BUNGAKU

Nama pena : ummiqu

Selamat membaca dan mudah"an suka yaa...

1
Arfan Abdillah
Erik dan Farah lalu lahir lah Faiq 🥰
any Sulistiani: Betul Kak 👍😊
total 1 replies
Sabarina Sitepu
menunjukkkan setiap manusia pasti pernah salah dan berbuat dosa, selanjutnya apakah kita mau dan mampu manfaatin kesempatan ke2 utk bertobat
any Sulistiani: betul. lanjut lagi ya bund, mksh 🙏😊
total 1 replies
pioo
finally tamat juga dehhhh, next ke karya lainnn🥰
pioo
bilqis bilqis bikin repot aja lo
pioo
kenapa kaga naik mobil woi
pioo
emang cewe itu dimana mana sama ya
pioo
hadehhhh
pioo
plislaah tur dikeluargamy bukan cm sekali kejadian kekgini, tp udh nyerah aja anying
pioo
wkwkwk polos x jasmine
pioo
ohiya baru ingat ya fatur sm bilqis kan sepupu jauh, soalnya patih sm gendis kan ga sedarah
pioo
itulaaah guys iblis itu menyesatkannnn
pioo
irfan sm emi ngapainnn berdua thor wkwk
pioo
jgn bilang nanti lo pake pelet lg ya naomi
pioo
cinta ga harus memiliki kan tuurrrr?
pioo
hadehhh
pioo
inez naik kuda apa ga apa apa toh? ntar sobek jahitanya wkwk
pioo
kaya si inez ga nih, diem2 disukai mahluk tak kasar mata
pioo
ratusan? wow
pioo
kayaknya satu rumah sakit ini anehh
any Sulistiani: lanjut lg ya kak ... 🙏😊
total 1 replies
pioo
yakali manggilnya muhammad wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!