WARNING
Semua adegan dewasa di sensor.
My Instagram @Uzay1720 follow me😍
Sesion duanya berjudul Istri Tuan Smith.
Novel baru sang perebut kehormatan
Jangan ada yang plagiat, coba-coba gue santet lu. Tapi kalau terinspirasi bolehlah, bedain yah mana terinspirasi sama plagiat.
Jonathan Smith adalah seorang Mafia terkenal dari Amerika yang pindah ke jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan kotornya itu, selama ia berada di Jepang ia menangkap seorang wanita bernama Haruka Kujo yang Jonathan jadikan budak nafsunya.
Haruka sudah berusaha kabur dari rumah Jonathan tapi ia selalu tak pernah berhasil, Haruka sangat membenci Jonathan. Karena Jonathan selalu memperlakukan Haruka dengan kasar, saat Haruka benar-benar sudah muak dan tak kuat dengan perlakuan kasar Jonathan, Jonathan malah jatuh cinta pada Haruka.
Akankah Haruka mencintai Jonathan, atau Jonathan akan terus memaksa Haruka tetap bersamanya walaupun Haruka tak mencintainya.
Yang abis baca sesion
ini lanjut ke sesion selanjutnya yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
Di rumah Tasya dan Fiona sedang menunggu kedatangan Haruka dan yang lainnya karena khawatir, tadi mereka melihat Haruka pergi dengan wajah yang sedih.
Setelah beberapa detik Nathan, Haruka dan Herry sampai di rumah Nathan, Haruka terdiam sambil menatap isi rumah itu dengan tatapan kosong.
Tasya yang tau kalau Haruka dan yang lainnya datang langsung menghampiri Haruka dan memeluk Haruka dengan erat, Haruka yang masih melamun langsung tersadar dari lamunannya Haruka melepaskan pelukan Tasya lalu berjongkok di hadapan Tasya.
"Kakak kenapa?" tanya Tasya dengan nada suara sedih, Tasya ikut sedih saat melihat Haruka sedang sedih juga.
Haruka tak menjawab ucapan Tasya, Haruka memeluk Tasya kembali dan tanpa sadar menangis lagi di pelukan Tasya, padahal mata Haruka saat ini sudah sangat sembab.
"Udah dong kak jangan nangis, kalau kakak nangis aku jadi ikutan sedih, kakak kenapa? Apa jangan-jangan ini ulah kak Nathan yah?" tanya Tasya sambil menatap tajam Nathan.
"Bukan salahku," balas Nathan berjalan pergi dari sana menuju kamarnya.
"Nathan bener kok, ini bukan sepenuhnya salah dia," Haruka membenarkan ucapan Nathan.
Tasya melepaskan pelukan Haruka, "Ya udah mending kita ke kamar sekarang, kakak harus mandi biar agak segeran dikit," ucap Tasya.
Haruka kembali berdiri dan mendorong kursi roda Tasya menuju kamarnya, Fiona berjalan di belakang Haruka dan Tasya, Fiona ikut ke kamar Haruka untuk mengetahui apa yang membuat Haruka sedih.
Sampailah mereka di kamar Haruka, saat masuk kamar Haruka langsung ke kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan itu Fiona pergi ke dapur untuk mengambil makanan dan minum. Tasya duduk di kasur sambil membaca buku.
Di kamar Nathan, Nathan sedang merendam dirinya di bak mandi, Nathan menatap kosong ke arah depan, entah kenapa hatinya saat ini benar-benar terasa sedikit sakit, Nathan tak tau mengapa hatinya bisa sesakit itu.
Beberapa menit kemudian Nathan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, Nathan berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil kemeja putih dan juga celana panjang berwarna hitam. Setelah selesai memakai baju Nathan langsung mengambil ponselnya dan keluar dari kamar, Nathan sedang lapar saat ini.
Nathan sampai di lantai satu, Nathan duduk di ruangan televisi sambil menyalakan televisinya, Nathan tersenyum lebar saat melihat tayangan berita yang menyatakan bahwa Inspektur Kaito meninggal karena serangan jantung.
"Ternyata obatnya berjalan dengan baik," ucap Nathan bahagia sambil menyilang kan kakinya.
"Pelayan," teriak Nathan.
Para pelayan yang mendengar panggilan Nathan langsung berbaris menghadap ke arah Nathan, begitupun dengan Fiona yang tidak sengaja ada di dapur. Fiona berada di barisan paling dekat dengan Nathan, karena Fiona adalah ketua para pelayan di sini.
"Tolong siapkan makanan di sini sekarang juga, aku ingin merayakan satu keberhasilan ku," titah Nathan pada para pelayannya.
"Baik Tuan Nathan," balas Fiona sambil menundukkan wajahnya dan mengangguk.
Para pelayan itu kembali bubar dari hadapan Nathan untuk mulai menyiapkan makanan yang Nathan minta barusan, para pelayan mendadak sibuk ke sana kemari menyiapkan yang terbaik untuk Nathan, karena kalau salah sedikit saja mereka bisa di hukum.
Herry datang ke samping Nathan, "Permisi, saya datang ke sini untuk memberikan beberapa identitas para Mafia yang menyerang orang tua Haruka itu," ucap Herry sambil memberikan sebuah dokumen pada Nathan.
Nathan menatap Herry lalu mengambil dokumen yang Herry berikan padanya, setelah mengambilnya dari Herry, Nathan langsung membuka dan membaca semua hal tentang Mafia itu yang ada di sana.
"Jadi dia kabur ke Korea?" tanya Nathan sambil tersenyum licik.
"Yah, dari beberapa orang yang saya perintah mencari mereka, mereka bilang kalau orang-orang itu ada yang kabur ke Korea, walaupun kami belum tau keberadaan ketuanya di mana," jelas Herry, ternyata tak semua komplotan Mafia itu kaburnya ke Korea Selatan.
"Ada juga yang memang kabur ke Italia," tambah Herry.
"Baiklah kalau begitu kita akan pergi ke Korea Selatan terlebih dahulu, tapi itu pun nanti setelah beberapa pekerjaanku selesai di sini, mungkin beberapa hari lagi," Ujar Nathan yang akan memilih pergi ke Korea Selatan terlebih dahulu.
"Baik kalau begitu saya akan siapkan semuanya. Apakah Haruka ikut juga?" tanya Herry.
"Yah wanita itu juga akan ikut," balas Nathan.
"Ya sudah sekarang tak usah memikirkan hal itu dulu, kita makan dulu saja, duduk!" Nathan meminta Herry untuk makan bersamanya.
Herry duduk di kursi yang ada di samping Nathan dan ikut menunggu makanannya datang ke meja, sebenarnya Nathan bukannya tak mau buru-buru ke Korea Selatan untuk membalaskan dendam Haruka karena banyak kerjaan, tetapi Nathan tak mau karena Haruka belum dapat di andalkan.
Haruka masih belum bisa beladiri dan juga menggunakan pistol yang baik, jika sampai ia berangkat sekarang dan membawa Haruka pergi bersamanya yang ada bukannya balas dendam nanti Nathan di sana, tapi malah sibuk menjaga dan mengkhawatirkan Haruka.
Di kamar Haruka baru saja selesai menceritakan semua yang terjadi hari ini, Haruka sudah tak lagi menangis ketika mengingat hal itu, bukannya tidak sedih lagi tapi rasanya sudah benar-benar berbeda yang ada dia malah kesal dan ingin membalaskan semuanya itu.
Tiba-tiba Fiona masuk tanpa izin membuat Haruka dan Tasya sedikit kaget, mereka berdua langsung menatap ke arah Fiona, "Kaget," ucap Haruka sambil mengelus dadanya.
"Maaf sekali kalau saya buat kalian kaget, tapi di sana Tuan Nathan panggil kalian," balas Fiona sambil minta maaf.
"Enggak papah kok, kita gak langsung serangan jantung juga, ya sudah yuk kak kita pergi ke kak Nathan sekarang, takutnya nanti kak Nathan marah lagi," ucap Tasya sambil mengajak Haruka untuk pergi menghampiri Nathan.
"Oke, memangnya Nathan mau apa panggil kita?" tanya Haruka, Haruka berdiri dan mendorong kursi roda Tasya menuju ke arah pintu keluar.
"Mau ajak kalian makan bareng," balas Fiona, Fiona berniat mengantikan Haruka untuk mendorong Tasya.
"Gak papah aku aja," balas Haruka tak mau di ganti.
"Ya udah kalau gitu," ujar Fiona tak mau memaksa, sampailah mereka di ruangan televisi.
Haruka dan Tasya sempat terdiam untuk beberapa detik menatap Nathan, "Kak kok makannya di sini? Makan di meja makan ajalah yuk," tanya Tasya.
"Bawel deh, di sini saja. Kakak sekalian mau merayakan sesuatu," balas Nathan sambil membalas tatapan Tasya juga.
"Merayakan? Merayakan apa?" tanya Haruka penasaran.
"Ah sudahlah jangan banyak tanya, cepetan makan dan duduk di sini," titah Nathan tak mau ribet.
Haruka duduk di samping Nathan sedangkan Tasya juga duduk di samping Nathan di arah yang lainnya, makanan pun sudah tersedia di meja, mereka pun mulai makan bersama merayakan keberhasilan Nathan membuat sebuah obat yang dapat membuat orang yang meminumnya terkena serangan jantung.
Tapi hebatnya obat itu, yaitu saat obat itu masuk ke dalam tubuh dan melakukan tugasnya, setelah semuanya selesai obat itu bisa benar-benar hilang dan tidak dapat terdeteksi oleh dokter manapun. Jadi ketika ada orang yang minum obat tersebut, orang itu benar-benar akan di anggap terkena serangan jantung walaupun sudah di tes beberapa kali hasilnya akan tetap sama.