NovelToon NovelToon
Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Hampir tiga tahun menikah, Laras dan Robby belum juga memiliki anak. Hingga suatu hari, terjadi kesalahpahaman. Robby dan Soraya, ibu Laras mengira jika Laras mengalami masalah kesuburan.

Robby memanfaatkan kekurangan Laras untuk berpura-pura menjadi suami setia yang mau menerima Laras apa adanya. Ia bahkan mengajak Laras untuk mengadopsi anak.

Hal itu membuat Robby mendapat nilai plus dari Soraya. Ia bahkan menjanjikan jabatan tinggi untuk Robby di perusahaan.

Tentu, Robby sangat senang. Ia lalu mengajak keluarga dan selingkuhannya untuk bekerjasama merebut harta dan perusahaan milik keluarga Laras.

Tapi sayangnya, Laras mengetahui semuanya. Dan kali ini, Laras tidak akan menjadi korban. Justru, Laras yang akan memastikan keluarga parasit itu kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Laras

Malam semakin larut.

Robby keluar dari kamar dan mengendap-endap menuju kamar Bara. Dia menoleh kesana kemari, memastikan tidak ada siapapun di sekitarnya. Baru setelahnya, ia membuka pintu perlahan dan masuk, sebelum kembali menutup pintu dan menguncinya .

Tindakan mencurigakan itu dilihat oleh Bi Asih yang tidak sengaja lewat. Dia mendekat, bahkan menempelkan telinganya pada daun pintu.

Namun, suara yang ia denger justru membuat tubuhnya menegang.

"Astaga, mereka... " Bi Asih tidak sanggup berkata-kata. Dia segera berbalik, kembali ke kamarnya.

Sementara itu di kantor, Laras masih duduk bersandar di kursi kerjanya. Tatapannya tertuju pada tumpukan dokumen di atas meja yang tidak ia sentuh sama sekali.

Pikirannya terlalu penuh untuk berkonsentrasi.

Seharian ini, ia sudah berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaan agar tidak terus-menerus memikirkan pengkhianatan Robby. Namun, semakin keras ia mencoba melupakan semuanya, semakin jelas bayangan suaminya muncul di benaknya.

Laras menghembuskan napas panjang, lalu perlahan bangkit dari kursinya. Ia berjalan menuju jendela besar yang membentang di salah satu sisi ruangannya.

Laras berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Pandangannya menerawang jauh, menatap pemandangan kota yang biasanya terasa menenangkan, tetapi malam ini justru membuatnya semakin larut dalam pikirannya sendiri.

Ia lelah.

Tubuhnya membutuhkan istirahat setelah seharian bekerja, tetapi hatinya enggan membawanya pulang ke rumah. Ia tidak sanggup membayangkan harus kembali bertemu dengan Robby dan keluarganya, berpura-pura menjadi istri yang baik di hadapan pria yang sudah mengkhianatinya.

Terlebih lagi, ia harus menghadapi Diah yang hampir selalu memiliki alasan untuk menyudutkannya.

Namun, Laras juga tidak mungkin menghabiskan malam di kantor.

Ia memejamkan mata sejenak.

Bagaimana caranya mendapatkan bukti kejahatan mereka tanpa membuat mereka curiga?

Ia sudah mengetahui perselingkuhan Robby. Ia juga mendengar sendiri bagaimana pria itu dan keluarganya berencana merebut kekayaan keluarga Adiguna. Namun, mengetahui sesuatu dan membuktikannya adalah dua hal yang berbeda.

Ia membutuhkan bukti yang kuat, sesuatu yang tidak bisa mereka sangkal begitu saja.

Sayangnya, semakin ia memikirkan hal itu, semakin buntu pula pikirannya. Ia bahkan belum mengetahui sejauh mana Robby dan keluarganya sudah menjalankan rencana mereka. Ia juga harus mencari tahu hubungan sebenarnya antara Robby, Maya, dan Bara.

Laras mengusap wajahnya dengan kedua tangan.

"Kenapa semuanya jadi serumit ini?" gumamnya lirih.

Ia kembali terdiam, menatap bayangan dirinya yang terpantul di kaca jendela.

Namun, beberapa saat kemudian, sesuatu seolah melintas di benaknya.

Tatapannya yang semula kosong mulai menunjukkan perubahan. Ia terdiam selama beberapa detik, mencoba mempertimbangkan sebuah gagasan yang baru saja muncul.

Kemudian, sudut bibirnya terangkat tipis.

"Kalau kalian begitu menginginkan uangku, baiklah. Aku akan memberikannya," gumamnya pelan.

Laras berbalik, berjalan menuju meja kerja, lalu mengambil tasnya. Setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal, ia mematikan lampu dan meninggalkan ruangannya.

Malam ini, ia akan pulang karena ia sudah memikirkan langkah berikutnya.

Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mobil Laras akhirnya tiba di halaman rumahnya.

Ia turun, merapikan pakaiannya, lalu melangkah masuk ke rumah dengan wajah tenang.

Namun, saat melewati ruang keluarga, langkah Laras sedikit melambat.

Ia mengira akan disambut sindiran dari Diah. Tapi ternyata, yang ia lihat justru berbeda dari perkiraan.

Wanita tua itu begitu melihat ia datang, langsung tersenyum lebar, bahkan bangkit dari sofa dan menghampirinya.

"Kamu sudah pulang, Ras?" sapanya ramah. "Ayo, duduk dulu dengan Ibu. Ada yang ingin Ibu bicarakan."

Laras sempat mengernyitkan keningnya.

Sikap Diah yang tiba-tiba berubah begitu manis membuatnya merasa janggal. Biasanya, wanita itu akan langsung melontarkan sindiran. Tapi malam ini, Diah justru menyambutnya dengan senyuman seolah mereka memiliki hubungan yang sangat baik.

Tapi, Laras tidak langsung menanggapi. Ia hanya mengamati wajah mertuanya selama beberapa saat, sebelum akhirnya duduk di sebelah Diah.

"Ada apa, Bu?" tanyanya.

Diah tersenyum canggung sebelum mulai berbicara. "Begini, Ras. Ibu mau minta maaf karena selama ini sering mengatakan sesuatu yang mungkin menyakiti hatimu."

Laras mengangkat kedua alisnya. Ia hampir tidak percaya mendengar kata maaf keluar dari mulut wanita itu.

"Tapi, kamu juga harus mengerti. Ibu bersikap seperti itu karena masih kesal dengan keadaanmu yang mandul dan tidak bisa memberikan Robby keturunan."

Kalimat itu membuat Laras terdiam.

Bahkan, saat berusaha meminta maaf, Diah masih sempat menyelipkan hinaan. Seolah-olah ketidakmampuannya untuk memiliki anak adalah alasan yang cukup untuk membenarkan semua perlakuan buruknya.

Tapi, Diah tampaknya baru menyadari, ucapannya terdengar terlalu kasar. Ia segera mengibaskan tangan, berusaha memperbaiki perkataannya.

"Eh, maksud Ibu bukan begitu. Ibu hanya ingin mengatakan kalau—"

"Tidak apa-apa, Bu." Laras memotongnya dengan senyum tipis. "Aku mengerti."

Diah terdiam sesaat, lalu wajahnya kembali cerah. "Ah, syukurlah! Kamu memang menantu yang pengertian, Ras."

Dalam hati, Laras memutar bola matanya. "Pengertian? Tentu saja. Aku bahkan sudah cukup mengerti betapa buruknya kalian selama ini," batinnya kesal. Tapi, ia segera memasang senyum palsunya.

"Aku juga minta maaf, Bu. Selama ini aku terlalu sibuk bekerja sampai belum bisa menjadi menantu yang baik untuk Ibu dan Bapak."

Diah langsung menggeleng. "Tidak, tidak. Kamu sudah menjadi menantu yang baik."

Laras menunduk sejenak, seolah sedang merenungkan sesuatu. Kemudian, ia mengangkat wajah dan menatap Diah dengan ekspresi sedikit bersalah.

"Tapi, seperti yang Ibu bilang, aku belum bisa memberikan keturunan untuk Mas Robby. Aku tahu, itu membuat Ibu kecewa."

Diah tidak menjawab. Ia hanya menatap Laras, menunggu apa yang akan wanita itu katakan selanjutnya.

"Jadi, sebagai bentuk permintaan maafku, bagaimana kalau besok kita pergi berbelanja bersama?"

Mata Diah langsung berbinar. "Berbelanja?"

"Iya, Bu." Laras mengangguk. "Kita pergi ke pusat perbelanjaan. Ibu bisa membeli apa saja yang Ibu inginkan. Kita ajak Bapak dan Maya juga."

Mendengar nama Maya disebut, Diah semakin bersemangat. Ia bahkan mulai membayangkan berbagai barang yang ingin ia beli.

"Benarkah?" tanyanya untuk memastikan.

"Tentu saja, Bu."

Namun, beberapa detik kemudian, senyum Diah sedikit memudar.

"Tapi, uangnya bagaimana?"

Laras tersenyum seolah pertanyaan itu bukan masalah besar.

"Tenang saja. Semuanya aku yang bayar. Besok, kita berbelanja sampai puas."

Seketika, wajah Diah kembali berseri-seri. "Kalau begitu, Ibu setuju!" serunya antusias.

Laras mengangguk pelan, menyembunyikan senyum tipis yang hampir muncul di sudut bibirnya.

"Bagus, kalau begitu. Ibu sebaiknya beristirahat sekarang. Besok kita pasti akan lelah berjalan-jalan."

"Iya, benar juga." Diah tertawa kecil. "Kamu juga cepat istirahat, Ras."

Laras tersenyum. "Iya, Bu. Selamat malam."

"Selamat malam."

Diah kemudian bangkit dan berjalan menuju kamarnya dengan langkah ringan.

Setelah wanita itu menghilang dari pandangan, senyum di wajah Laras perlahan lenyap. Ia segera bangkit, hendak ke kamar. Namun, langkahnya terhenti saat Bi Asih mendekat.

"Nyonya!"

Laras menoleh. "Ada apa, Bi?"

"Be-begini, nyonya." Bi Asih terlihat gelisah. Matanya melirik kesana kemari, memastikan tidak ada orang di sekitar mereka. Lalu, ia melangkah lebih dekat.

"Maafkan saya sebelumnya, Nyonya. Saya tidak bermaksud ikut campur. Tapi, saya harus memberitahu Nyonya."

Laras mengerutkan keningnya.

"I-itu..." Kedua tangan Bi Asih saling meremas di depan dada. "S-sebenarnya, saya curiga kalau tuan dan Maya mempunyai hubungan. Tapi, saya tidak berani memberitahu Nyonya karena takut salah."

Laras tertegun. Tapi, ia tidak mengatakan apapun.

"Tadi, saya melihat tuan masuk ke kamar Den Bara dan... "

"Dan, apa, Bi?" tanya Laras.

"S-saya mendengar suara desahan seperti orang sedang ... "

Laras mengangkat tangannya, meminta Bi Asih untuk tidak melanjutkan ucapannya.

"Aku tahu maksud bibi."

"Nyonya... "

Laras mencoba tersenyum meski kedua matanya mulai memanas. "Sekarang, bibi istirahat. Dan, anggap saja bibi tidak tahu apa-apa."

"Tapi, Nyonya... "

Laras hanya tersenyum dan mengangguk, seolah mengatakan ia baik-baik saja.

"Kalau begitu, saya permisi, Nyonya." Bi Asih berbalik dan kembali ke kamar, meninggalkan Laras yang masih terdiam.

Kini, Laras hanya sendiri. Tatapannya terangkat, ke arah lantai atas di mana kamar Bara berada. Lalu, ia mengusap air matanya dan mengambil ponsel dari tasnya.

Ia mencari sebuah nomor dan melakukan panggilan.

"Datang ke rumah ku besok," ucap Laras singkat.

Setelah mengatakan itu, Laras mengakhiri panggilan. Ia kembali mendongak dengan senyum getir yang menghiasi bibirnya.

1
Fey mldn
jangan2 nama firma hukum Arras singkatan dari Aryan dan Laras 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak ni....Janganlah bikin Aryan Malu😆
total 1 replies
Ma Em
Ayo Laras kamu hrs gercep jgn sampai Robby menguasai semua harta yg Laras punya .
Ayudya
ayo Laras buat keluarga Robby menderita🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Laras lebih cepat kamu cerai dari Robby itu lebih bagus kamu harus tegas dan badas biar Robby dan keluarga tau siapa laras🤣🤣🤣🤣🤣
Ma Em
Laras hrs cerdik jgn sampai bisa dirayu Robby dan masalahmu jgn dipendam sendiri Laras lbh baik kasih tau Aryan dan minta tolong pada Aryan
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap🫡🫡
total 1 replies
Fey mldn
mungkinkah Laras menelepon Aryan, untuk meminta bantuan masalah perceraiannya🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia telp aku, kak🤭
total 1 replies
Fey mldn
Roby......... penghianat yang berkedok cinta
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Mokondoh😆
total 1 replies
Ma Em
Laras cepatlah buka kedok Robby yg sdh selingkuh dgn Maya dan lbh baik Laras minta tolong sama Aryan saja kalau Aryan pengacara agar bisa cepat lepas dari para benalu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ya Allah, efek ngantuk. ku baca Kodok 🤧 Maaf, kak.
total 1 replies
Muft Smoker
si Robby harus ny kmn2 bawa kaca ,, biar bisa bercermin dlu kalo mau bicara ,, biar gx malu2in diri sndrii🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: siiip kak🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
suami masa depan pak robby
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
hei mokondoo ,, ad gx sadar apa amnesia dadakan ,, situ juga sering menanam jagung di kebun nona ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,, km siapa???km manusia kah??

POV Maya : 😒😒😒😒😒😒😒😒
total 6 replies
Fey mldn
benar Laras apa kata hatimu,kamu minta tolong Aryan untuk membantu semua masalah yang kamu hadapi 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gass/Determined/
total 1 replies
Muft Smoker
bnr2 keluarga benaluu ,,
😒😒
Muft Smoker: jadiin gelandangan kak ,, udh cukup mereka nikmati hidup mewah ny
total 2 replies
Ma Em
Ayo Laras kumpulkan bukti perselingkuhan Robby dgn Maya lalu buat mereka menyesal karena sdh membohongi Laras , cepatlah usir para benalu itu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap, laksanakan 🫡
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker: lngsung mampir kak
total 2 replies
Kustri
tes dna ras
Kustri
hahaaa... roby buaya ternyata dikadalin maya🤣🤣🤣
Kustri
gelang aryan pasti dr laras, yakan thor✌
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak bisa aja🤭
total 1 replies
Kustri
maya baru datang qu sdh menduga pasti selingkuhan roby
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
total 1 replies
Kustri
aryan yg akhir'a jd suami laras✌

itulah klo othor tdk tidur, pasti akan terbongkar wlo blm semua terbukti
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Setiap malam, aq tidur lho, kak 🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!