Hella Adelia menjalani hidupnya dalam diam, memikul peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah bagi putra semata wayangnya. Dengan tekad sederhana—melihat anaknya agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMK—ia rela menyingkirkan lelah dan gengsi, menerima pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang CEO ternama.
Di balik kemewahan rumah itu, Dave Julian Alexander hidup dalam kesunyian. Seorang duda tanpa anak, dengan hati yang masih terikat pada kenangan akan mendiang istrinya. Dingin, tegas, dan tak tersentuh.
Kesederhanaan Hella, ketulusannya sebagai seorang ibu, dan harapan kecil yang ia genggam untuk masa depan anaknya, menghadirkan kehangatan yang lama hilang dalam hidup Dave.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endel_Bagong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERJERAT CINTA SANG BOSS
Dave meletakkan ponselnya di atas meja.
Tatapannya bergantian antara Kayla dan Hella.
Namun yang membuatnya heran bukanlah keberadaan Kayla.
Melainkan fakta bahwa dua wanita itu terlihat sangat akrab.
Padahal mereka baru beberapa kali bertemu.
"Aku tanya sekali lagi."
Suara Dave terdengar tenang.
"Kalian tadi membicarakan apa..?"
Kayla langsung mengambil cangkir tehnya.
"Nggak ada." dengan nada acuh tak acuh.
"Kamu bohong."
"Aku tidak bohong Kak."
"Kamu tersenyum."
"Memangnya kalau tersenyum harus bohong..?"
Dave memijat pelipisnya.
Sedangkan Hella memilih diam sambil menunduk.
Dave sudah hafal.
Kalau Kayla mulai seperti ini, berarti dia sedang berusaha usil.
"Kak."
"Hm?" Sahut Dave.
"Kenapa sih penasaran banget ya..?"
Dave menatap Kayla.
"Karena kalian terlihat mencurigakan."
Kayla tertawa.
"Mencurigakan katanya."
"Lalu apa yang kalian bicarakan kalok tidak ada rahasia..?"
"Nggak ada."
Dave menghela napas.
"Sudahlah."
Kayla tersenyum menang.
Sedangkan Hella diam-diam bersyukur.
Dave kemudian menyandarkan tubuhnya ke sofa.
"Lupakan."
"Nah gitu dong, aku suka kalok Kakak ngambek." Kata Kayla menggoda lagi.
"Tapi aku penasaran Kay."
Kayla terkekeh.
Dave mengabaikannya.
"Lagipula kenapa kamu datang malam-malam begini Kay..?"
Kayla langsung diam.
Pertanyaan itu memang lebih masuk akal.
Biasanya jika hanya ingin berkunjung, ia akan datang bersama Antonio.
Namun malam ini ia datang sendirian.
"Aku memang ada perlu."
Dave menatapnya.
"Apa..?"
Kayla mengangkat bahu.
"Tante Sofia."
Seperti yang diduga.
Ekspresi Dave langsung datar.
"Oh."
"Oh.. Cuma Oh, Kakak gak nanya gitu kenapa atau bagaimana..?"
"Kok malah cuma oh doang..?"
Dave bersandar santai.
"Aku sudah bisa menebak."
"Menebak apa..?"
"Pernikahan."
Kayla tertawa.
Dave melanjutkan.
"Atau memperkenalkan wanita baru."
Kayla tertawa semakin keras.
"Tebakanmu akurat sekali."
"Karena itu selalu topik yang sama." Kata Dave.
Kayla memandangi Dave beberapa saat.
Lalu berkata santai.
"Kalau begitu nikah saja..!"
Dave menatapnya datar.
"Tidak."
"Mudah kok."
"Tidak."
"Supaya Tante berhenti mengganggu."
"Tidak."
"Kak."
"Apa..?"
"Serius." Kata Kayla.
Dave mengangkat sebelah alis.
"Serius apa..?"
Kayla menoleh perlahan.
Ke arah Hella yang sedang sibuk mempersiapkan meja makan.
Perasaannya Hella mendadak tidak enak.
Sangat tidak enak.
Kayla tersenyum manis.
"Nikahi Mbak Hella saja."
Dave langsung mengerutkan kening menatap Kayla dengan pola pikir konyolnya, menurut Dave.
Kayla melanjutkan tanpa dosa.
"Wong aku kan cuma kasih saran."
Dave langsung menggeleng cepat.
"Jangan mengada - ngada kamu Kay dan jangan bercanda seperti itu."
Kayla malah tertawa.
"Kenapa, kan gak ada salahnya gitu..?"
Dave memandang Hella yang tidak mengerti jika dirinya sedang di perbincangkan.
Lalu menatap Kayla.
"Kamu memang gila."
Kayla mengangguk santai.
"Iya."
"Tapi coba dipikir."
"Tak perlu." Singkat Dave.
"Dengar dulu."
"Tidak."
"Mbak Hella cantik."
"Baik."
Dave tetap diam.
"Rajin."
"Sopan."
"Pintar mengurus rumah."
"Bisa masak."
"Dan yang paling penting..."
Kayla sengaja memberi jeda.
Dave masih menyimak dengan ekspresi datar.
"Dia tidak pernah kabur walaupun tinggal serumah dengan manusia sedingin kulkas dua pintu." Dengan tatapan mengejek Dave, Kayla mengatakan itu secara langsung kepada orangnya.
Kayla tertawa terbahak - bahak, setelah mengatakan itu.
Sedangkan Dave memejamkan mata beberapa detik.
Jelas menahan kesabaran.
"Kayla."
"Iya Kak..?"
"Pulang..!"
"Hah, Kayla di usir nih Kak..?"
"Pulang sekarang..!"
"Kak, aku belum selesai."
"Aku sudah selesai Kay..!"
"Kak..."
"Pulang..!"
Kayla langsung terkikik.
Sedangkan Hella yang mendengar itu dari kejauhan dengar teriakan Dave, Hella berusaha keras menahan tawanya dengan di tambah melihat tingkah Kayla.
Karena untuk pertama kalinya...
Ia melihat seseorang yang benar-benar mampu membuat Dave kewalahan.
*Johan, Marcel and Dave 😁
biar gak tua-tua amat...kurang seru soalnya kalau ketuaan pemain nya 👍😁