Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 23
" Sudah ayo !" Varo Berdiri dan meraih tangan Rara membawanya pergi dari taman itu.
" Di ruangan mana mereka dirawat ?" tanya Varo saat mereka hendak memasuki Lobi rumah sakit.
" Tidak jauh dari ruangan Jihan tadi "
" Baiklah, ayo "
Di sana tampak jelas sekali di mata Rara yang sangat mengagumi Varo. Bagaimana pun emosinya varo, Ia tidak akan melampiaskan pada orang yang tidak bersalah.
Ceklek
" Nath "
"Ra, Bagaimana keadaan Jihan " tanya Nathan begitu melihat Rara masuk kedalam ruangannya.
Nathan hendak bangun tetapi Rara dengan cepat menahan nya.
" Kau mau apa?"
Varo Yang melihat itu sedikit tidak suka, karena gadis yang di cintai nya bersentuhan dengan Pria lain.
" Tidak ada, Terima kasih " Nathan melepas tangan Rara perlahan karena melihat pandangan suram dari Varo.
" Bagaimana dengan Jihan ?" tanya Nathan kemudian.
" Dia sudah baik baik saja sekarang, hanya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut karena pukulan yang sangat keras" Jelas Rara.
" Oh ya, kenalin ini Bang Varo, Dia Abang Jihan " Ucap Rara kemudian memperkenalkan mereka.
" Varo "
" Nathan "
" Terima kasih telah menolong adik ku " Ucap Varo dengan Nada dingin dan tegas.
" Aku yang seharusnya berterima kasih dan meminta maaf, Jihan terluka seperti sekarang itu karena menolong ku " Jawab Nathan penuh rasa bersalah
" Tidak, Semua karena aku yang lalai menjaga adik ku " Tegas Varo
" Sudah lah, Jaga kesehatanmu ! aku permisi dulu karena tidak bisa meninggalkan Jihan terlalu lama, jaga kesehatan mu " lanjut Varo kembali sambil menepuk pundak Nathan.
" Baiklah " Nathan kini mengerti kenapa Rara dan Jihan sangat menghormati Varo begitu banyak, hingga untuk bermain bersama teman-temannya mereka ragu sebelum mendapat izin dari Varo.
Ketegasan dan kedewasaan Varo sangat lah patut untuk dikagumi.
" Kau ingin tetap disini atau kembali bersama ku ?" tanya Varo pada Rara.
" Aku akan disini sebentar karena aku ingin melihat keadaan Jodi lebih dulu setelah ini" jawab Rara begitu saja, tanpa berfikir jika Varo sudah kesal sejak tadi karena kedekatan nya dengan Nathan .
Tanpa berkata apapun Varo keluar dari ruangan itu, meninggalkan Rara dan Nathan di sana.
Nathan sebagai seorang pria, tentu dia tau apa yang Varo rasakan, tapi tidak dengan Rara yng tidak peka akan hal itu. Nathan tampak tersenyum tipis melihat kecemburuan Varo, dan ketidakpekaan Rara.
" Apa yang dokter katakan ?" tanya Rara, ia menarik kursi sebelah tempat tidur Nathan.
" aku baik-baik saja , hanya luka kecil dan perlu istirahat "jawab Nathan " Bagaimana dengan Jodi? dia tampak begitu syok " Tanah Nathan .
" Aku blm melihat nya, Bukankah tadi aku bilang jika akan melihat keadaan Jodi setelah ini " jawab Rara memutar bola matanya malas. Nathan hanya tersenyum tipis karena memang ia melupakan itu karena terlalu fokus dengan Varo yang sedang cemburu.
Cukup lama mereka berbincang, Rara pun pamit untuk melihat Jodi . Setelah kepergian Rara, Nathan menghubungi Seseorang yang tak lain adalah orang kepercayaan nya untuk mencari tau dalang di balik penyerangan yang terjadi.
Di tempat lain, Wajah Varo jelas sekali sedang terlihat sangat kesal. Niat hati ingin menemani Jihan tapi kini ia malah berada di atas gedung rumah sakit.
Varo berdiri menatap langit sambil memasukan kedua tangan kedalam saku celananya. Ia menarik nafas panjang saat ini banyak sekali yang ia pikirkan.
Keadaan Ayah dan bundanya, Keadaan Jihan sekarang dan kedekatan rara dengan Semua itu seakan membuatnya sulit untuk bernafas.
" **** !!" Umpat nya dengan keras.
" Jika berteriak bukan disini tempatnya, Mengganggu orang saja " Gerutu seseorang membuat Varo terkejut dan langsung menoleh ke arah orang itu.
" Astagah!!" Tentu saja Varo terkejut karena malam-malam begini ada seorang wanita di atas gedung seperti itu.
" Kenapa ? kamu kira aku hantu ? CK "
" Bagaimana bisa kau ada disini?" tanya Varo.
" Dasar bodoh ! Lalu bagaimana bisa kau ada disini " Ucap gadis itu membalikan pertanyaan Varo dengan santai dan songong.
" CK, terserah !!" Balas Varo yang sudah sangat malas menanggapi perkataan gadis itu, apa lagi mereka tidak kenal sebelumnya dan dia jiga tak berniat untuk berkenalan dengan gadis yang tampak bar-bar seperti itu.
Varo hendak berjalan meninggalkan tepat itu, namun perkataan gadis itu mampu menghentikan langkahnya.
" Tuhan tau seberapa kuat dirimu sehingga ia memberikan cobaan Seperti saat ini kepada mu, Dan Sebelum kita mengerti arti terang Tuhan mungkin ingin kita tahu bagaimana rasanya ada di dalam kegelapan" Perkataan gadis itu yang seolah tau akan semua yang Varo hadapi, Membuat Varo terdiam sejenak dan langsung berbalik untuk melihat sosok gadis yang ia temui.
Namun sayang, gadis itu dalam sekejap sudah tidak berada Disana, bahkan langkah kakinya pun tak Terdengar sama sekali di telinga Varo.
" Kemana dia?" gumam Varo mata tajam nya mencari sosok gadis itu namun jejak nya pun tak terlihat sama sekali.
Tidak mau ambil pusing, Varo memilih pergi dari sana. Walau pikirannya masih curiga tentang gadis itu,tapi saat ini dia tidak ingin memikirkan hal lain lagi.
Di London keadaan Jen sudah membaik.
Derren tidak pernah meninggalkan nya sedikit pun, Kecuali mandi, makan pun derren Disana bersama jen. Jen tampak sedang melamun memikirkan sesuatu.
" Apa yang sedang kau pikirkan sayang?" tanya Derren yang baru saja selesai mandi sore itu.
" Aku Sangat merindukan anak-anak entah kenapa perasaanku tidak tenang memikirkan mereka" Ucap Jen mengungkapkan kegelisahannya.
" Apa kau ingin menghubungi mereka sekarang?" tanya derren sambil berjalan mendekati istrinya.
" Ya, Tolong hubungi Varo dan tanya Bagaimana keadaan mereka sekarang ini" Jawab Jen
" Tapi Bagaimana jika varo meminta video call? sedangkan kita masih berada di rumah sakit" ucap derren yang sangat tau sifat putra dan putrinya itu.
" berikan saja alasan apapun agar dia tidak meminta video call, Aku hanya ingin mendengar kabar mereka karena perasaanku sungguh tidak tenang saat ini" pinta Jen penuh permohonan.
" Baiklah sayang"
Derren mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Varo, Namun satu panggilan tidak terjawab oleh Varo.
" Bagaimana?"
" Tidak di angkat sayang , Mungkin mereka sudah tidur" jawab Derren menduga-duga,karena perbedaan waktu 7 jam lebih cepat dari London .
" Mungkin, tapi coba hubungi sekali lagi sayang" pinta jen yang masih tidak tenang.
Tanpa menjawab derren segera menghubungi Varo kembali.
Di seberang sana Varo tampak sedang melihat ponselnya, karena ia tak ragu ingin menjawab panggilan dari Daddy nya .
Varo senang mendapat kabar dari derren, namun ia juga bingung karena ia tidak mungkin berbohong tentang kondisi Jihan.
Tetapi di lain sisi Varo tidak ingin membuat Daddy dan bunda nya khawatir.
.
.
.
.
Bersambung
Hai Readers buat kalian yang suka Novel Jangan lupa dukung terus karya aku dengan cara like Komen N vote.
N mau kasih tau kalau besok mungkin gak bisa up karena ada Acara jadi Lumayan sibuk dengan dunia nyata.
So Happy Reading n See you 😘
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......