Namaku Iqbal Alviansyah. Aku seorang Pria dewasa berusia 34 tahun saat ini. Profesiku seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Namun sesekali Aku membantu Papih di perusahaan manufactur milik keluargaku. Perawakanku memiliki wajah yang tampan, kulit putih dan tubuh yang tinggi.
Berawal dari sebuah aplikasi chatting yang booming pada tahun 2010. Saat itu usiaku baru 24 tahun. Dari sana Aku mengenal sosok wanita Cantik, dewasa dan keibuan bernama Lulu Wulansari.
Kami saling jatuh cinta bahkan Kami menikah. Namun perjalanan cinta Kami menuju komitmen pernikahan di penuhi Air mata, Amarah dan kekecewaan. Namun hal itu yang membuat pernikahan Kami kokoh hingga sekarang.
Penasaran dengan kisah Kami?
Baca terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana4444, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Kesedihan Lulu
🌈 Vote dulu sebelum membaca 🌈
Happy Reading...
Di rumah keluarga Pak Rahman tampak Lulu sedang menenangkan Gina yg terus menerus menangis sejak pulang sekolah.
Ternyata di sekolah,salah satu teman Gina ada yg berkata kata tidak pantas pada nya. Gina di sebut tidak punya Ayah dan kurang kasih sayang Ayah. Ayah nya Gina tidak pernah menyayangi Gina maka dari pda itu Ayah nya Gina pergi meninggalkan Dia,kakak dan Mamah nya.
Lulu begitu sedih dan khawatir dg psikis Gina kedepan nya. Dirinya jadi dilema antara menyesal dg keputusan nya berpisah dg Mario atau ego nya yg mengedepankan harga diri nya yg merasa telah di injak2 oleh keluarga Mario.
Apapun alasan di balik sebuah perceraian,tetap saja imbas paling buruk adalah Anak. Lulu sdh berusaha menjadi figur Ibu sekaligus Ayah untuk kedua anak nya. Namun fakta nya tetap saja terlihat pincang sebelah. Ada sisi dari sang anak yg terasa hampa. Pada akhir nya Lulu hanya bisa menangisi keadaan.
***
Malam itu jam dinding menunjukan pukul 23.30. Lulu termenung di pantry hotel. Bayangan tangisan Gina tadi siang terus terbayang di pelupuk mata nya. Andaikan Bu Laras tidak meyakinkan Dirinya,mungkin Lulu lebih memilih untuk tidak berangkat kerja sore tadi. Ketika membersihkan beberapa kamar pun,tampak air mata yg selalu terjun bebas dari mata cantik nya.
Tiba2 ponsel Lulu berdering. Lulu melirik ke arah layar ponsel nya.
Iqbal...
Memanggil...
Kemudian Lulu memijit keypad bergambar telpon berwarna hijau.
"Assalamu'alaykum Iqbal" Jawab Lulu dg kening berkerut dalam. Karena terdengar jelas dari arah sebrang telpon,suara hentakan musik yg memekakan telinga.
"Malam Kak,Saya Priscilia. Maaf saya menghubungi Kakak lewat Ponsel Pria ini. Dia udh gk sadarkan diri bgt Kak. Kakak siapa nya Pria ini ?... Istri nya atau Kekasih nya ?..." Terdengar suara wanita yg berbicara sambil berteriak teriak.
"Memang kenapa dg Pria yg anda maksud ?..." Lulu ikut2an berteriak. Membuat beberapa teman seprofesi nya melirik ke arah nya.
"Dia mabuk berat Kak. Saya gk tau harus bawa Dia kemana ?... Gk mungkin kan ke kost an Saya. Hahahaa..." Terdengar lg suara wanita itu berteriak sambil tertawa.
"Sms kan alamat nya. Saya segera ke sana"
Lulu bergegas menuju ruang ganti dan melepaskan seragam CS nya untuk di ganti dg pakaian yg di pakai nya saat berangkat bekerja. Kemudian melapor pada kepala bagian yg mengurusi CS,OB dsb.
Nyata nya malam itu Iqbal tetap saja pergi. Rendy tidak bisa lg mencegah niat Iqbal untuk pergi dari rumah utama.
Sepeda motor Lulu berhenti di depan sebuah Disko*** i kawasan jln Bra**. Tampak tulisan besar yg terpampang di depan club tersebut.
Lulu menghubungi ponsel Iqbal. Ternyata yg menjawab msh suara wanita yg sblm nya menghubungi nya.
"Tunggu ya di situ Kak. Kamu gk bakal bisa masuk tanpa member card" Teriak wanita itu lg.
Hanya 10 mnt saja Lulu menunggu di tempat parkir tengah malam itu. Tak lama muncul wanita cantik dg tubuh tinggi langsing dan kulit putih mulus. Usia nya kurang lebih seusia Lulu. Memakai hot pants dan atasan tanktop berwarna coklat.
Lulu menatap wanita itu dari atas ke bawah. Ada rasa nyeri di hati Lulu melihat wanita yg kemungkinan besar sedang bersama Iqbal itu.
Wanita itu balik menatap Lulu dari atas kebawah. Lulu cukup cantik,lbh cantik lg kalau mau berpakaian seperti Dirinya.
"Kamu Istri dari pria yg lg mab*k berat itu kan ?..." Tanya Priscilia
"Kenapa berfikir gitu ?..." Tanya Lulu
"Lah... kok malah balik tanya. tadi Aku buka kontak di ponsel ini. Ada kontak Istriku,Sayang nya Aku. Ya udh Aku hubungi saja. Suami mu mab*k nya rese bgt. Ampir aja dia di keroyok org2 di dalam. Untung ada Saya. Sekali lg Aku tanya,Kamu itu Istri dari Pria itu bukan ?.. "
Lulu hanya mengangguk saja.
"Bilang kek dari tadi. Malah belibet gk jelas gitu. Ayok ikut Aku kedalam"
Tampak wanita itu berbicara sebentar dg security yg mirip bodyguard itu. Akhirnya Lulu bisa masuk ke tempat yg baru pertama kali di injak nya itu. Suara hentakan musik yg memekakan telinga dan ruangan gemerlap membuat Lulu harus menyesuaikan mata nya dulu.
Tempat itu yg sangat menakutkan bagi Lulu. Banyak muda mudi sedang menari mengikuti arahan DJ di atas panggung. Di beberapa sudut tampak ada pasangan yg sedang berciu***,tak sedikit yg malah tengah ML hanya dengan menyingkap yg perlu saja. Lulu beberapa kali harus memejamkan mata nya.
Dia berjalan mengikuti wanita seksi yg bernama Pricilia itu. Tak begitu jauh Lulu berjalan,tampak Natasha berhenti di sebuah meja bar. Tampak seorang Pria yg amat di kenal Lulu tengah tergeletak tak sadarkan diri di atas meja bar. Terlihat beberapa botol yg sudah kosong di dekatnya.
"Kalau punya suami tuh di jaga baik2. Bertengkar sih wajar nama nya jg Suami Istri. Tp jangan di bikin frustasi gini sampe mab*k parah di sini. Gk takut apa Suami mu jatuh ke pelukan cwe cantik kaya Saya ?..." Priacilia msh berbicara dg berteriak sambil menari nari mengikuti alunan suara musik.
"Makasih sudah mengingatkan,tolong kembalikan ponsel Suami Saya. Saya akan membawa nya pulang" Lulu berbicara sambil berteriak juga.
Priscilia menyerahkan ponsel Iqbal. Lulu menerima nya kemudian tangan nya meraba raba jaket Iqbal. Dia mencari dompet dan kunci kendaraan milik Iqbal. Setelah menemukan apa yg di cari nya. Lulu memasukan benda itu ke dalam tas selempang nya. Kemudian meminta bantuan Guard yg ada di situ untuk membopong Iqbal keluar dan mencarikan taxi untuk mereka. Lulu memberikan selembar uang seratus ribu yg di ambil nya dari dompet Iqbal pada Guard yg membopong Iqbal.
"Tujuan nya kemana neng ?..." Tanya sopir taxi
"Sebentar Pak,Saya mauenghubungi seseorang dulu"
Lulu mencoba menghubungi beberapa teman Iqbal yg di kenal nya termasuk Kriss dan Teddy. Namun tidak satupun yg menjawab panggilan telpon itu.
'Aku harus bawa Iqbal kemana ini ?... Gk mungkin Aku bawa Iqbal ke rumah ku. Nanti gimana tanggapan Ibu sama Bapak. Alamat rumah nya jg Aku gk tau. Yg Aku tau kalau Dia org Kiaraco***** saja' Batin Lulu berkecamuk
Akhirnya Lulu memutuskan untuk membawa Iqbal ke hotel yg tak jauh dari Disko*** itu berada. Lulu sempat takut karena mungkin saja Receptionist akan menanyakan hubungan mereka. Tp ternyata Ketakutan Lulu tidak jadi kenyataan. Lulu menarik Credit Card Unlimitide milik Iqbal dan menyerahkan nya pada Receptionist untuk melakukan pembayaran chek in kamar hotel.
Dengan bantuan Room Boy,Akhir nya Iqbal sampai di kamar hotel yg di pesan. Sekalian Lulu meminta Room Boy itu untuk mengganti pakaian Iqbal dg pakaian santai yg sengaja di beli nya di butik yg berada dekat hotel. Lagi2 Lulu memakai Credit Card yg sama untuk membayar.
Mulut Iqbal tampak mengigau mengeluarkan sumpah serapah untuk Papih nya. Lulu tertegun mendengarnya. Ada masalah apa antara Iqbal dan Org Tua nya. Karena lelah dan mengantuk,Lulu pun terlelap di sofa. Namun sebelum tidur,Dia sempat mengabari Bu Laras bahwa Dirinya tidak bisa pulang dan berjanji akan pulang pada pagi hari nya.
*
*
*
*
*
Terima ksh untuk yg bersedia membaca novel ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Komentar dan vote nya. Klik ikon 💟 dan rate bintang 5 jg ya.
bagus
sukses
semangat
sukses.....semangat
mksh