Tak disangka-sangka nasib buruk menimpa Putri Isnari, gadis belia yang baru berumur 21 tahun, ia harus menikah dengan pria arogan dan sombong. Pernikahan tersebut baginya adalah mimpi terburuk dalam hidupnya. Ia harus menikahi seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya!
Pernikahan itu sama sekali tak ada landasan cinta dan juga kasih sayang.
Mampukah ia menjalani rumah tangga yang teramat rumit itu, mampukah dia membuat pondasi rumah dengan cinta dan kasih sayang?
Yuk bareng-bareng baca kisahnya:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oktavia Ellisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aditama Group
Setelah insiden dijalan tadi akhirnya Dhoput (Ridho Putri ya, biar enak nyebutnya nggak kepanjangan) sampai juga di kantor Aditama Group.
Putri tertegun melihat bangunan yang menjulang tinggi dan kokoh, terlihat sangat mewah dan berkelas.
"Gila... ini gedungnya keren banget," batin Putri sangat takjub melihatnya.
"Udah ngeliatnya, gak usah norak deh," ucap Ridho membuyarkan.
"Ehmm.. he he," Putri merasa malu.
"Selamat Pagi Tuan Muda, selamat pagi Nona Muda," sapa para karyawan setelah Dhoput memasuki kantor.
"Pagi," balas Putri, sedangkan Ridho, jangan ditanya lagi muka datarnya tanpa ekspresi seperti es balok, yang bisa dibuat es jeruk buat para readers.
"Ehm Tuan.." panggil Putri ragu setelah mendudukkan pantatnya di sofa ruangan Ridho.
"Hem," balas Ridho.
"Saya lapar Tuan, kan tadi pagi belum maka," jelas Putri tanpa malu-malu.
"Roy," panggil Ridho.
"Iya Tuan Muda," saut Roy keluar dari ruangan yang sama namun ada pembatas diantara ruangan Ridho dan Roy.
"Pesankan makanan untukku dan Putri," perintah Ridho.
"Baik Tuan Muda," Roy berlalu pergi menuju ruangannya.
"Akh.. aku hampir lupa gara-gara drama dijalan tadi, tujuan ku mengajak Putri kan untuk memberinya pelajaran," batin Ridho.
"Putri," panggil Ridho.
"Iya Tuan," saut Putri.
"Tolong buatkan aku kopi," perintah Ridho.
"Tuan menyuruh saya?" tanya Putri polos.
"Iya Putrii... siapa lagi kalo bukan kamu," geram Ridho.
"Tapi saya tidak tau dapurnya dimana Tuan."
"Kamu kan bisa tanya pada karyawan yang berlalu lalang di kantor ini, atau kau tak punya mulut untuk bertanya," ketus Ridho.
"Baik Tuan, saya permisi," ucap Putri mengikuti gaya Roy sebagai seorang bawahan.
Putri kebingungan mencari letak dapur, dan untung saja ada seorang karyawan yang melintas.
"Mba Mba," panggil Putri.
"Iya Nona, ada apa?" tanya karyawan itu dengan sopan.
"Ehm.. letak dapur dimana ya?" tanya Putri to the point.
"Oh Nona mencari letak dapur, mari saya antar Nona," tawar karyawan itu.
"Enggak perlu mba, takutnya nanti ngerepotin Mba nya," ucap Putri lembut.
"Enggak kok Nona Putri, saya malah senang bisa membantu istri Tuan Presdir," jelas karyawan itu.
"Mari saya antarkan," lanjut nya.
Putri mengangguk lalu mengikuti langkah karyawan tersebut.
"Terimakasih ya Mba," ucap Putri setelah sampai didapur.
"Sama-sama Nona, kalo boleh tau, Nona mau ngapain didapur, kenapa nggak suruh OB aja," tutur karyawan itu.
"Saya mau buat kopi Mba, Tuan Ridho minta saya yang buatin," jelas Putri.
"Aduhh so sweet banget sih, saya jadi iri," heboh karyawan itu.
"Ehm saya permisi dulu ya Nona," pamit karyawan tersebut, Putri menganggukkan kepalanya.
"Kau tidak tau apa yang ku alami, mungkin semua orang juga begitu menilaiku, mereka mengira aku bahagia dengan keadaan yang sekarang, tapi... huhhh... yasudah lah mau bagaimana lagi mungkin ini garis takdirku," batin Putri.
Putri segera membuatkan kopi hitam untuk Ridho, dan langsung membawanya keruangan Ridho.
Tok tok tok... Putri mengetuk pintu perlahan.
"Masuk."
"Ini tuan kopinya," ucap Putri meletakkan gelas berisi kopi itu dimeja kerja Ridho.
Ridho sejenak melirik kopi itu.
"Ehm.. aku sudah tidak berselera, tolong buatkan aku jus jeruk," perintah Ridho enteng.
"Apa dia bilang, tidak berselera, apa sih maunya, ingin sekali aku menggampar mukanya," batin Putri geram.
"Tunggu apa lagi, cepat buatkan aku jus jeruk."
"Baik tuan muda," Putri membungkukkan badannya lalu berjalan keluar ruangan dengan hati yang dongkol.
"Ingin sekali aku memukul mulutnya, seenak jidatnya saja menyuruh orang, huhhh..." gerutu Putri.
Putri membuat jus jeruk dengan mulut yang terus komat kamit merutuki Ridho.
Tok tok tok...
"Ini Tuan Muda sarapan yang Anda pesan," ucap Roy masuk keruangan Ridho dengan membawa kantung kresek.
"Taruhlah dimeja dekat sofa Roy, biar Putri yang menyiapkan nya," jelas Ridho.
"Baik Tuan."
"Permisi.. ini Tuan jus yang Anda minta," ucap Putri menaruh jus jeruk dimeja Ridho dengan sedikit membanting gelas tersebut, karena masih merasa kesal dengan Ridho.
Ridho tersenyum kemenangan melihat wajah kesal Putri.
"Oh iya Putri, itu makanannya sudah siap, kamu ambil piring ya didapur," perintah Ridho lagi
"Sabar Putri sabar.." Putri membatin.
Putri mengangguk lalu kembali lagi ke dapur.
Putri menyiapkan sarapan tersebut diatas meja, dan menata nya dengan rapi.
Ridho meneguk sedikit jus itu dan langsung menyemburkan air itu keluar lagi dari mulutnya.
"Putrii... kau sengaja ya mau mengerjaiku!" seru Ridho,
ia merasakan mulutnya penuh dengan garam, tak ada sedikitpun rasa manis dijus itu.
Karena sangking kesalnya Putri, ia sampai tak sadar yang dimasukkan bukanlah gula namun garam, yang berbalik 180° rasanya.
"Maksud Tuan apa, saya tidak paham," ucap Putri bingung.
"Gak usah sok polos Putri, kamu masukin jusnya garam kan bukan gula," geram Ridho.
"Buahahaha," seketika tawa Roy pecah.
"ih ih Tuan Roy ketawa, baru kali ini loh saya melihat Tuan Roy ketawa," ucap Putri tanpa menghiraukan ucapan Ridho.
Roy yang tersadar pun langsung bungkam dalam sekejap.
"Sekarang kau buatkan aku jus jeruk lagi, awas kalo sampai rasanya tidak manis," ketus Ridho.
"Kalo tidak manis, lihat saya saja Tuan, pasti nanti langsung manis jusnya," ucap Putri.
"Dihh, bukannya manis tapi malah pahit," saut Ridho.
"Tuan Ridho tak percaya, coba aja deh sekarang Tuan minum lagi sambil liatin saya, pasti gak asin lagi Tuan," cerocos Putri.
"Ogah.. cepat Putri gak usah banyak bicara," ucap Ridho yang mulai geram dengan Putri.
"Iya iya," Putri membuatkan kembali minum yang sudah 1 kali gagal, dan satu nya lagi tidak gagal namun yang Mulia Raja sudah tak berselera.
Skip makan
Jangan lupa Like dan vote ya temen-temen semua, biar aku tambah semangat buat novelnya.