Ria seorang gadis mandiri cantik dewasadan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sejak bayi Ria jauh dari orangtuanya, Ria menjadi tulang punggung karena ayahnya yang sudah lanjut usia. Ia wanita yang pantang menyerah pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Jalan cintanya tidak secantik dan semulus dirinya. Mempunyai mantan kekasih yang bernama Hari.
Hari sosok laki-laki yang keras kepala setiap apa yang ia inginkan harus tercapai.
Untung saja ia sudah menemukan kekasih yang benar-benar selalu melindunginya menyayanginya dengan tulus yaitu Dani.
Namun jalan cinta mereka tidak lah semulus cerita-cerita di negri dongeng, kekuatan cinta mereka di uji oleh restu dari saudara-saudara Dani. Meskipun ia sudah mendapat restu dari orang tua mereka namun ada saja halangan agar mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh lagi ke jenjang yang lebih serius, keponakan dan kakak Dani menjadi penghalang. Sampai sang mantan yang sudah pergi tiba-tiba datang kembali, namun kekuatan cinta mereka selalu membentengi.
Penasaran dengan alur ceritanya yuk ikutin dan tetap setia ni novel ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berulah
Keesokan harinya seperti biasa setelah Ria membantu pekerjaan Ibunya Dani, membantu memasak beres rumah sampai menemani berbelanja keperluan sehari-hari.
Bagi Ria itu hal biasa karena dalam kehidupan sehari-harinya ia selalu melakukan itu jadi hal yang tidak membuatnya kaget melakukan rutinitas tersebut setelah selesai seperti biasa Ria beristirahat duduk diteras depan rumah Dani.
Neng Puji Keponakan Dani yang tadinya ia hendak kedapur melirik Ria yang sedang duduk di teras tiba-tiba mengurungkan niatnya.
Entah apa yang akan ia rencanakan, Nenk Puji mengintip Ria dari belakang pintu ketika ia melihat Adiknya Halimah yang berusia lima tahun ia merencanakan sesuatu.
"De, jung ajak kabogohna Mang Dani ka warung menta di bayarin jajan, ngke Dede nyandak jajanan sing seeur
(De, sana bawa pacarnya Mang Dani ke warung minta di bayarin jajan, nanti Dede ngambil jajanannya yang banyak)".
Neng Puji menyusuh Adiknya Halimah untuk morotin dan ngerjain Ria.
"Alim Teh, ngke di carekan ku Mang Dani
(Tidak mau Teh nanti di marahin sama Mang Dani)" Tolak Halimah kepada Kakanya.
"Dede mah burukeun, Bi Ria seeur acis na Mang Dani na teu aya
(Dede mah cepetan, Bi Ria banyak uangnya Mang Dani nya tidak ada)".
Neng berusaha meyakinkan Adiknya agar mengikuti perintahnya.
Ketika Halimah mendekati Ria tepat di samping Ria tiba-tiba.
"Halimah sini duduk kenapa berdiri di situ" Ajak Ria kepada Halimah ia tahu Halimah ragu.
Halimah mengangguk, ia duduk di samping Ria, di ujung sana masih ada Nenk Puji yang masih memperhatikan gerak gerik Halimah.
"Tumben biasanya main sama teman-teman?" Tanya Ria.
Halimah yang terbiasa berbicara Bahasa Sunda dalam kesehariannya merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan Ria, ia bingung mau menjawab dia hanya terdiam.
Tak lama Dani datang lalu menghampiri mereka.
"Kamu sudah pulang?" Tanya Ria.
"Iya, eh tumben di bumi ngababaturan Bi Ria teu ameung?
(Ya, eh tumben di rumah temenin Bi Ria tidak main?)" Tanya Dani kepada Halimah.
"Halimah di titah Teh Neng kadieu
(Halimah disuruh Teh Neng kesini)"Jawabnya jujur menceritakan kenapa ia ada di situ.
"Tumben aya naon?(Tumben ada apa?)" Tanya Dani penasaran.
"Saur Teh Neng Halimah sina mawa Bi Ria ka warung menta acis, sina nyandak jajanan sing seeur
(Kata Teh Neng Halimah suruh bawa Bi Ria ke warung minta uang, suruh ngambil jajanan yang banyak)" Jawab Halimah polos ia tidak bisa berbohong.
Dani yang mendengar cerita dari Halimah merasa sangat kesal ia pun naik fitam langsung memanggil Neng Puji entah sampai kapan sifatnya bisa berubah.
"Neng kadieu!(Neng kesini!)" Teriak Dani dengan nada keras karena kesal akibat ulah Neng.
Nenk Puji pun datang menghampiri Dani, ia tertunduk karena ia mendengar Halimah diajarkan yang tidak-tidak oleh dirinya sendiri namun tidak ada rasa penyesalan sedikit pun di dirinya ia hanya malu karena ketahuan di balik itu semua adalah ulahnya, tanpa basa basi Dani langsung memarahinya karena sudah beberapa kali dinasehati tetap saja tidak berubah sikapnya malah makin menjadi-jadi.
"Ai jadi lanceuk ngajarkeun sing ecreg, kunaon ngajarkeun si Halimah teu bener
(Kalau jadi saudara ngajarin yang bener, kenapa ngajarin si Halimah tidak benar)" Kata Dani kesal.
Nenk auuji hanya terdiam mendengarkan ucapan adani, tidak merasa dirinya bersalah sedikitpun ia tidak menggubris lalu pergi meninggalkan Dani.
Halimah pun ikut pergi karena di tarik tangannya oleh Kakaknya, sedangkan Ria yang menyaksikan kejadian serta pengakuan Halimah hanya bisa mengelus dadanya entahlah Ria di perlakukan seperti itu oleh Neng ia tidak menyangka dalang dibalik semua ini adalah Keponakan Dani ia tak habis pikir kalau dia yang ingin dikerjai oleh Keponakan Dani, sebenarnya hati Ria kesal akan perlakuan Nenk Puji namun ia harus bersabar demi Dani karena Dani saja mau berjuang dengan hubungan mereka kenapa Ria tidak bisa meski hati kecil Ria rasanya ingin sekali mundur Ria hanya diam.
Dani menatap wajah Ria yang terlihat murung kembali, ia tahu jika Ria sangat marah karena perlakuan Keponakannya itu Dani datang menghampiri Ria.
"Maafin aku ya yank mungkin si Neng terlalu dimanja jadi kelakuannya se enaknya, aku jadi malu sama kamu" Kata Dani merasa bersalah.
Namun lagi-lagi Ria hanya bisa terdiam saja.
"Kamu marah yank, biar nanti aku kasih pelajaran untuk si Neng" Dani langsung bangkit dari tempat duduknya ia ingin menghampiri Nenk Puji.
"Tidak perlu, lagian hanya masalah sepele aku tidak kenapa-kenapa kok" Kata Ria datar.
Tiba-tiba ada seseorang datang menghampiri Dani dan Ria.
"Assalamualaikum? Dan ada di sini kapan sampainya" Kata seorang perempuan menyapa Dani.
"Waalaikum salam, empat hari yang lalu Ki" Jawab Dani.
"Dan ini siapa?" Tanya orang itu.
"Oh, ini kekasih aku Ki ada apa Ki? mau ketemu si Neng bukan Ki?"
"perkenalkan ini Ria, yank ini Kiki tetangga aku itu rumahnya" Kata Dani.
"Ria" Sambil mengulurkan tangannya.
"Kiki" Menyambut tangan Ria lalu memperhatikan Ria dari atas kebawah.
"Dan si Neng ada dirumah tidak orang nya mana? Tanya Kiki.
"Ada Ki, itu di dalam masuk saja Ki" Kata Dani tanpa basa basi.
Nenk puji yang keluar dari dapur ingin menuju ruang keluarga melihat kedatangan Kiki lalu menghampiri Kiki.
"Loh Teh Kiki ko sendiri, biasanya suka ajak Bi Mia" Sapa neng namun sedikit melirik Ria seperti disengaja menyebut nama Mia di hadapan Ria.
Kiki yang mendengar kata dari Neng membelalakkn matanya karena kaget dengan ucapan Neng barusan.
"Oh dia lagi sibuk Nenk" Kata Kiki suaranya sedikit ragu.
"Oh gitu ayo masuk" Ajak Neng kepada Kiki.
Karena Kiki sudah tidak merasa asing dengan keluarga Dani, Kiki pun ikut masuk.
Dani yang lagi-lagi di buat geram dengan kelakuan Neng Puji barusan hanya bisa menahan kesal berbeda dengan Ria ia hanya diam tak bergeming.
Mia adalah mantan kekasih Dani sebelumnya dia temannya Kiki, karena Kiki suka main kerumah Dani bersama Mia lama kelamaan Mia jatuh cinta kepada Dani.
Dani menjalin kasih dengan Mia karena perjodohan antara Kiki dan Nenk Puji, Ria tahu siapa Mia karena sebelumnya Dani pernah bercerita tentang masa lalunya.
"Hmmm kita jalan yuk" Ajak Dani.
Ria menoleh kearah Dani lalu ia membalasnya dengan hanya menganggukan kepalanya.
Sebenarnya batin Ria sedih, karena saudara Dani belum merestui hubungan mereka ditambah lagi dengan perlakuan tidak baik mereka kepada Ria meski Ibu Dani sudah merestui namun batin Ria belum bisa tenang.
DUGAAN KU SALAH DI KOMEN DIATAS, MALAH HARI YG NEKAT INGIN MMPERKOSA RIA..