lia gadis cantik yang berusaha mempertahankan cinta namun harus menerima kenyataan tentang perbedaan..
ketika kau mencintai seseorang maka jangan pernah menyerah untuk berjuang. meski lelah tetaplah tegar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nhurul Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
dengan lembut Steven memeluk lia..
mencoba menenangkan nya...
"maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu. maafkan aku...
aku mencintaimu lia, sejak saat pertama aku melihatmu....
mendengar ucapan Steven lia hanya mampu menangis di pelukannya, entahlah percaya atupun tidak dengan kata cinta Steven yang ada lia hanya merasa tenang berada di pelukan Steven...
lama mereka berpelukan menyalurkan perasaan yang mereka rasakan...
"aku juga mencintaimu kak, tapi aku tak ingin kau mencium ku atau melakukan hal lainnya sebelum kau menikahi ku...
ucap lia mengingat kejadian yang di alaminya tadi...
"baiklah sayang aku tidak akan melakukan apapun padamu, tapi izinkan aku slalu memelukmu seperti ini...
"baiklah. tapi lepaskan aku...!!
dengan sedikit meronta agar Steven melepaskannya..
"memangnya kau mau kemana...
atau kau tak suka aku peluk...
Steven mengeratkan pelukannya...
"tidak kak, aku hanya ingin menelfon ayah, mungkin dia khawatir padaku..
sanggah lia pada ucapan Steven
"baiklah..
Steven melepas pelukannya dari lia..
melihatnya dengan senyum bahagia...
"aku akan menjaga mu, apapun yang terjadi nantinya...
ucap Steven dalam hati...
tiba-tiba lia berbalik dan kembali ke arah Steven berdiri..
"kak di mana kau meletakkan tasku...
ucap lia ke arah Steven,
namun membuat kerutan pada alisnya hingga ujung alisnya kini hampir saling bertemu...
"kenapa kau melihatku seperti itu..
apa ada hal aneh pada wajah ku...??
"ah tidak kok, kau cantik sayang....
kemudian Steven melangkah ke arah lia. dan sekali lagi Steven memeluk Lia...
mencium puncak kepala wanita yang telah mencuri hatinya...
"kak kau belum memberitahu ku di mana kau menyimpan tasku...
kali ini lia mencubit sedikit pinggang Steven..
"aaugh...keluh Steven merasakan cubitan lia..
"iya iya maaf, tas mu ada di sana.
Steven menunjuk ke arah meja rias yang ada di samping tempat tidurnya....
di atasnya terdapat berbagai macam alat make-up mulai dari lipstik,bedak dan teman-temannya. yang di tengahnya terdapat tas kecil.
tepatnya tas lia...
lia yang tadinya bersemangat mencari tasnya kini ekspresinya diganti dengan wajah yang terkejut..
"kak kamu normalkan..??
ucapnya tak percaya...
"normal...?? maksudnya,..
ucap Steven tak mengerti alur pembicaraan lia...
"iya, soalnya di dalam kamarmu terdapat meja rias dan terdapat banyak alat make-up di atasnya, apa kamu suka berdandan..???
tanya lia dan segera menuju meja tersebut mengambil benda pipih yang beda di dalam tasnya...
tawa Steven pecah mendengar ucapan lia...
"tidak kok. aku tidak suka berdandan, aku normal seperti pria lainnya. apa kau mau mencobanya...
goda Steven sambil berjalan ke arah lia...
membuat lia sedikit gugup mendengar kata-kata Steven..
"apaan sih kak. aku kan cuman bertanya...
kok jadinya gini....
"habisnya kamu gak percaya ma aku...
itu baru saja di siapkan oleh pelayan saat aku membawa mu ke sini.
"karna aku ingin kamu menjadi nyonya rumah ini. mendampingi ku sekamanya....
"hmmm... baiklah...
lia kembali mengalihkan pandangannya ke arah benda pipih yang ada di tangannya.
dengan segera Lia mengotak ngatik nya, mencari nama Handoko..
dan mengiriminya pesan..
"pak katakan pada ayah hari ini lia pulang terlambat...
pesannya terkirim pada Handoko...
lia sudah bisa bernafas lega...
setelah mengirim pesan tersebut..
dia tidak ingin ayah mencemaskan nya lagi...
tanpa lia sadari Steven sudah berada di dekatnya, dan sekali lagi Steven memeluk lia...
dan mencium puncak kepala lia....
.
.
.
.
.
Semangat dan lanjut berkarya
Semangat Author sayang ♥️♥️♥️♥️♥️
👍👍👍👍👍