"Kenapa harus aku Mas yang kamu sakiti? apakah kamu tak ingat jika aku sudah banyak berkorban untukmu kenapa harus ada dia dalam pernikahan kita apa salahku sama kamu Mas."
Suara lantang wanita cantik bernama Paramitha Rusli membuat semua orang kini kembali menatap kearahnya terlebih lagi laki laki yang berstatus menjadi suaminya itu menatapnya dengan sinis.
"Jangan pernah kamu lupakan satu hal Mitha aku menikahimu hanya karena keterpaksaan dan juga karena permintaan orang tuaku,dan kamu tahu aku tak pernah mencintaimu walupun hanya seujung kuku wanita yang aku cintai hanya Lisa dan kamu tahu akan hal itu.."
Laki laki egois yang bernama Heru Sudjatmoko terdengar begitu pedih di telinga Mitha wanita yang sudah menemaninya namun kini dia harus di campakkan dan di cerai begitu saja.
Rasa sakit hati yang dia alami membuat Mitha berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan juga berubah menjadi wanita sukses hal itu tentu saja membuat Heru menyesal di kemudian hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
""Aku mencintaimu hari ini,esok dan selamanya...
Aku menyayangimu hari ini,esok dan juga selamanya selama jiwa ini masih bernafas..""
Mitha tersenyum malu mendengar apa yang di ucapkan oleh Dimas..
Sedangkan Dimas merasa sangat senang mendapatkan perlakuan manis dari Mitha karena ini adalah pertama kalinya Mitha memeluk dirinya...
"Tapi sering sering juga gak apa apa si? Aku gak akan keberatan kok sayang malah aku akan merentangkan kedua tanganku untuk menyambut pelukan darimu.."
Ucapan Dimas berhasil membuat Mitha menelan silvanya sendiri bagaimana tidak saat ini pikirannya sedang melayang entah kemana,yang pasti hatinya saat ini sedang berbunga bunga antara malu bercampur aduk dengan rasa bahagia..
"Mas sudah deh jangan menggoda terus aku malu. Terus apa kita gak jadi bertemu orang tua Mas apa kita akan disini saja.." Mitha pun langsung mengingatkan rencana mereka untuk bertemu dengan kedua orang tua Dimas yang kebetulan sedang berada di Singapura...
Mata Dimas langsung mendelik dia sendiri lupa saking terpesonanya dengan kecantikan Mitha.
"Iya sayang kamu si telihat sangat cantik sehingga aku lupa. Ya sudah kita berangkat saja bukankah kamu sudah siap? Dimas langsung menarik lengan Mitha dan membawa ke pelukannya.
Jangan menolak aku mohon. Kamu yang tadi memulai jadi kamu harus bisa menerima ini.." Dimas pun tersenyum tipis namun masih bisa di lihat oleh Mitha.
Mitha pun tak menolak dan juga tak mengatakan apapun. Hatinya bahagia di perlakukan seperti seorang ratu oleh Dimas yang sangat tulus menyayangi dirinya...
*******
Di tempat berbeda...
Seorang laki laki sedang sibuk dengan semua pekerjaan yang tengah menumpuk di atas meja kerjanya..
Dua tahun ini Heru benar benar berubah dia tak lagi seperti Heru beberapa tahun lalu...
Heru pun mencoba untuk fokus melakukan pekerjaannya tiba tiba saja ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk...
"Assalamualaikum Bunda.. Ada apa?"tanya Heru masih fokus pada layar laptopnya...
Ibu Melda pun tersenyum melihat sang putra yang nampak memang telah berubah jauh dari sebelumnya ternyata penyesalan dan juga kehilangan telah mengajarkan pada Heru apa artinya kebersamaan.
"Gak ada Nak, Bunda hanya ingin melihat kamu saja. Heru apa kamu sedang sibuk nak?"tanya Ibu Melda sembari menatap kearah Heru.
Heru pun mengalihkan pandangannya dan kembali fokus pada layar ponselnya.
"Lumayan Bunda,Heru lagi ada banyak pekerjaan tapi gak sibuk juga si! Ada apa Bunda?"Heru pun mengulangi pertanyaannya..
Ibu Melda pun menarik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan.
"Heru ini sudah tahun kedua Mitha pergi meninggalkan kamu nak. Dan apa kamu tak pernah berfikir untuk mencari penggantinya. Heru,maafkan Bunda. Bunda hanya bertanya saja nak tanpa ada niatan untuk memaksa kamu sedikitpun."
Heru pun tersenyum tipis dan kemudiaan menyakinkan sang Bunda bahwa dia baik baik saja.
"Bunda tenang saja aku baik baik saja kok seperti ini.. Rasa bersalah Heru terhadap Mitha itu sangat besar Bunda sehingga tak mudah bagi Heru untuk melupakan Mitha."
Tiba tiba mata Heru pun berkaca kaca dia kembali teringat tentang masa lalunya yang sangat membuatnya menyesali semuanya...
"Tapi Nak bagaimana jika nanti pada kenyataanya Mitha tengah bersama orang lain apalagi dia adalah wanita yang sangat cantik dan juga mapan secara finansial. Heru maafkan Bunda, Bunda hanya tak ingin melihat kamu terluka Nak."
Ibu Melda mengutarakan apa yang di takutkan selama ini...
Heru pun tersenyum kecut dalam hatinya tak pernah rela jika nanti Mitha bersama laki laki ini. Tapi dia juga tak mau egois jika ternyata Mitha memilih laki laki lain karena selama ini dia sudah menyia-nyiakan keberadaannya...
"Heru tahu Bunda,dan jika itu benar maka Heru akan berjuang untuk mendapatkan hatinya kembali.."
Ibu Melda pun hanya bisa berdoa semoga Heru bisa memiliki keikhlasan yang lapang sehingga bisa menerima apapun yang akan terjadi pada dirinya di masa depan...
Setelah selesai berbincang dengan sang Bunda,Heru pun langsung melanjutkan pekerjaannya yang memang sangat banyak sekali...
"Semoga saja apa yang di takutkan oleh Bunda tak akan terjadi dan semoga saja Mitha masih menjadi Mitha yang dulu yang mencintaiku dengan segala kekuranganku."
Seuntai senyuman pun berkembang di bibir manis laki laki tampan itu..
****
Mitha dan Dimas pun baru saja sampai di restoran tempat mereka akan bertemu dengan keluarga Dimas.
"Mas aku nervous,aku takut jika kesan pertama mereka padaku akan buruk.." Mitha pun menundukkan wajahnya dia takut jika kedua orang tua Dimas tak akan menyukainya..
Tak lama kemudian sepasang suami istri pun datang menghampiri keduanya. Ibu Dewi telihat sangat cantik dengan mengenakan dress berwarna putih dan juga Pak Antonio Airlangga pun terlihat tampan dengan setelan jas berwarna biru..
"Ayah,,Bunda.." panggil Dimas sembari melambaikan tangannya...
Pasangan itu pun langsung mendekati keduanya dan kemudian duduk di meja yang sama.
"Assalamualaikum Om, Tante.."sapa Mitha sembari mencium punggung tangan keduanya secara bergantian..
Kesan pertama Ibu Dewi adalah dia sangat menyukai Mitha...
Ibu Dewi pun tersenyum kearah Mitha dan Dimas..
"Waalaikkumsalam sayang apa kalian sudah lama menunggu?"tanya Ibu Dewi sembari mengembangkan senyuman penuh kebahagiaan...
Pandangan Pak Antonio pun tertuju pada Mitha wanita cantik yang dia pernah kenal sebelumnya...
"Kamu Paramitha bukan putrinya mendiang Bagaskara?"pertanyaan Pak Antonio membuat Mitha menatap lekat laki laki yang masih terlihat sangat tampan di usianya yang sudah tak muda lagi..
"Iya Om,maaf Om itu bukannya Om Antonio ya sahabat mendiang Ayah?"Mitha pun kini mulai mengenali sosok laki laki yang sedang berada di hadapannya itu..
Pak Antonio pun tersenyum sembari menganggukan kepalanya.
"Om gak nyangka banget ternyata wanita yang di cintai oleh Dimas adalah kamu Mitha. Dulu sebelum Ayah kamu meninggal Om pernah punya keinginan untuk menjodohkan kamu dan putra Om ini tapi takdir berkata lain dan yang Om tahu kamu menikahi Heru anak Pak Bambang bukan?"
Mitha pun terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh laki laki itu,sepertinya bukan laki laki yang biasa karena dia bisa tahu secara detail apa yang telah terjadi pada dirinya...
Sementara itu Dimas dan sang Bunda hanya bisa menjadi pendengar saja terutama Dimas yang tak pernah tahu jika ternyata sang Ayah bisa begitu kenal dengan Mitha...
Pak Antonio pun menatap kearah sang putra dan tersenyum.
"Jika sudah begini sebaiknya kamu segera nikahi Mitha,jangan menunggu lagi Ayah dan Bunda akan merestui kalian."
Ucapan Pak Antonio berhasil membuat Mitha menelan silvanya sendiri karena sangat terkejut.
"Tapi Om status Mitha hanyalah seorang janda Om dan Mitha rasa Mitha gak pantas buat Dimas.." Dimas pun sangat terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Mitha dia tak menyangka bahwa wanita yang sangat dia cintai akan mengatakan hal itu karena baginya dia tak pernah memandang status karena sejatinya Dimas sudah mengetahui segalanya..
"Sayang kenapa kamu berkata seperti itu? Apa kamu tak menyayangi Dimas putra Tante? Mitha kami tak pernah memandang status seseorang bagi kami asal kamu dan Dimas menjalaninya dengan bahagia itu sudah lebih dari cukup. Bukan begitu Yah?"
Pak Antonio yang sempat terkejut pun langsung menganggukkan kepalanya ketika sang istri mengatakan hal itu. Mitha sendiri tersenyum sesaat kemudian menatap kearah Dimas.
"Maafkan aku Mas aku yang tak ingin status aku menjadi masalah buat Mas dan keluarga kelak. Tapi jika Om dan Tante saya setuju kenapa aku harus menolak."
Dimas pun langsung tersenyum bahagia mendengar jawaban Mitha,dan kini semuanya pun merasakan kebahagiaan dan lamaran yang di lakukan oleh Dimas di depan kedua orang tuanya pun berhasil membuat Mitha tak berdaya...
mohon maaf lahir bathin 🙏😘
👏👏👏👏👏
💖💖💖💖💖