NovelToon NovelToon
Zolta The Beast Hunter

Zolta The Beast Hunter

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Elf / Iblis / Barat
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Gehrman

Genre : Fantasy, Action, Adventure,Tragedy, Mistery

Monster berkeliaran di seluruh dunia, makhluk Astral membuat manusia resah, dan kutukan para Dewa mengakibatkan banyak kemalangan yang dialami oleh seseorang.

Hunter, seorang yang dilatih khusus untuk memburu monster dan mengatasi fenomena supranatural yang terjadi di dunia ini.

Zolta namanya, seorang Hunter yang disewa oleh seorang Baron untuk membasmi makhluk yang baru-baru ini sedang meneror penduduk desa.

Dalam perburuannya itu, dia menemukan sebuah serpihan batu misterius yang mana akan membawanya terhadap pengungkapan misteri tentang asal-usul penyebaran monster dan kejadian supranatural lainnya di Benua Rutenia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gehrman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Arc 2] Mimpi dan Realita part 2

Zolta sedang berada di kediaman Count Wagner, dia sedang duduk di ruang tunggu dimana para tamu biasanya diterima oleh Sang Count.

Zolta kemudian berjalan mendekati sebuah benda yang berada di dalam sebuah kotak kaca yang dilapisi sebuah Rune untuk mencegah pencuri mengambilnya.

Benda itu memiliki sebuah bentuk seperti kerang dan memiliki lubang di setiap sudut benda tersebut.

"Itu adalah sebuah Artefak warisan dari Kakekku yang dia dapatkan ketika berpetualang di reruntuhan Kerajaan Magyar."

Zolta berbalik, dia melihat seorang pria yang berusia sekitar 50 tahun berjalan menghampirinya. Dia adalah Count Wagner von Wihelbach. Rambut coklatnya terlihat sedikit memutih akibat usianya yang sudah cukup tua.

"Maaf membuatmu menunggu, Hunter. Aku harus menyelesaikan masalah para penambang yang melakukan demonstrasi di Kota barusan," kata Count Wagner yang kemudian membuka kotak kaca tersebut lalu mengambil artefak di dalamnya.

"Sungguh benda yang sangat cantik bukan? Sudah bertahun-tahun seluruh Craftsman dan para Penyihir mencoba untuk membuat tiruan artefak Bangsa Magyar, namun tak satupun dari mereka yang berhasil sampai sekarang," kata Count Wagner seraya mengelus-elus artefak tersebut.

"Apa Anda tahu mengenai batu Bagermith, Count Wagner?" tanya Zolta berterus terang maksud dan tujuannya datang kemari.

"Tentu saja, itu adalah sebuah Batu yang paling langka dan hanya dapat ditemukan di pertambanganku saja," jawab Sang Count, menaruh kembali artefak ke dalam kotak kaca. "Batu itu dirumorkan dapat menyimpan sebuah sihir di dalamnya," tambahnya menjelaskan tentang sesuatu yang spesial dari Batu tersebut.

"Seperti Grimoire, kah?" tanya Zolta penasaran.

"Tidak, berbeda dengan Grimoire yang hanya dapat menyimpan informasi mengenai sihir, Batu Bagermith dapat menyimpan sihir sungguhan di dalamnya," jawab Sang Count.

Mendengar hal itu, Zolta kemudian melihat kembali artefak yang ada di dalam kotak kaca tersebut.

Dengan kata lain...

"Ya, Batu Bagermith adalah material utama untuk membuat sebuah artefak."

***

"Ibu, apa yang dimaksud dengan cinta itu?" tanya Arthur, dia sedang membaca sebuah buku yang menceritakan kisah cinta seorang budak dengan seorang Pangeran.

"Cinta itu ketika kau memiliki perasaan yang kuat terhadap lawan jenismu, Arthur. Seperti kau ingin selalu bersamanya setiap saat, selalu tanpa henti memikirkan tentang dirinya, dan selalu ingin berada di dalam kehangatan tubuhnya," jawab Adelia yang menyentuh buku yang sedang Arthur baca.

"Aku tidak paham maksud Ibu," kata Arthur yang memiringkan kepalanya, tidak mengerti akan yang dibicarakan Adelia.

"Suatu saat, ketika kau sudah dewasa nanti, kau pasti akan mengerti, Arthur," ucap Adelia dengan nada melankolis.

"Apakah Ibu mencintaiku?" tanya Arthur polos.

"Fufufu~ Tentu saja, Arthur. Kau adalah kebanggaan Ibu satu-satunya," jawab Adelia yang mengelus-elus rambut pirang Arthur.

***

"Jadi, kau ingin membeli satu ons Batu Bagermith dariku, Hunter?" tanya Count Wagner pada Zolta.

Mereka sedang berada di ruangan kerja Sang Count mendiskusikan mengenai pembelian Batu Bagermith.

"Benar sekali, berapa kira-kira harga yang sesuai untuk batu tersebut?"

Sejujurnya, Zolta hanya memiliki uang sekitar 50 Gulden saja. Dia tidak berharap harga jual Batu itu akan sesuai dengan budget yang dia miliki sekarang.

"Well... Menjelang Konferensi sihir yang akan diadakan di Kerajaan Juteland, banyak para Penyihir yang memesan Batu spesial ini kau tahu," kata Count Wagner yang mengelus Batu berwarna hijau tersebut di mejanya. "Seribu Gulden untuk satu Ons Batu Bagermith murni."

Mendengar harga yang diucapkan Count Wagner membuat Zolta tidak nyaman.

Benar dia memprediksi bahwa harga dari Batu itu akan melebihi budget yang dia punya, namun tidak setinggi ini yang ia perkirakan.

Ketika Zolta hendak menawar harga Batu tersebut, Count Wagner mengisyaratkan agar Zolta tidak melakukannya dengan tangannya.

"Seribu Gulden sudah sesuai dengan nilai yang dimiliki Batu ini, Hunter. Aku tahu kau pasti hanya suruhan salah satu Penyihir yang akan mengikuti Konferensi tersebut," kata Count Wagner yang telah mengetahui latar belakang Zolta membeli Batu milikinya itu. "Siapa Penyihir yang memintamu untuk membeli Batu ini dariku?"

"Yuria di Canossa—Putri dari Presiden Republik Malta," ungkap Sang Hunter.

"Ahh, Penyihir yang dijuluki The Night Witch itu, kah?" ujar Count Wagner, menyebut julukan yang Yuria miliki. "Kalau tidak salah, Lady Yuria dirumorkan akan ditunangkan dengan Pangeran Reinhard."

Mendengar ini, Zolta hanya mengangkat bahunya merespon perkataan Count Wagner. Sebelumnya, Yuria mengatakan pertunangannya itu masih jadi rencana keluarganya dengan Kaisar Rohan von Salian.

"Lalu, apakah kau jadi membeli Batu ini, Hunter?"

Zolta kemudian menghela nafasnya. Tidak mungkin dia mendapatkan uang sebanyak itu dengan cepat.

"Kurasa Aku akan kembali dilain waktu, Count Wagner. Terima kasih sudah mau menerimaku hari ini."

Ketika Zolta berdiri lalu berbalik untuk meninggalkan ruangan, tiba-tiba Count Wagner memanggilnya. Sepertinya masih ada yang ia katakan pada Zolta.

"Kunjungilah festival kenaikan Ksatria Brendel yang akan diselenggarakan di sekitar kediamanku malam ini, Hunter. Aku yakin festival ini akan membuatmu mengingat Kota Yeren dengan baik," ajak Count Wagner.

"Tentu saja, Count. Aku akan menyempatkan diri untuk hadir."

.

.

.

Malam harinya, suasana di sekitaran kediaman Count Wagner tampak ramai dipenuhi oleh warga kota. Walaupun sebelumnya terjadi demonstrasi yang cukup besar, hal itu tidak mengganggu antusias warga Kota menikmati Festival ini.

Beberapa tamu undangan spesial juga datang ke Kota ini untuk menikmati Festival. Beberapa bangsawan sekitar hadir untuk menjalin hubungan yang baik dengan Count Wagner.

"Steak bakar! Steak bakar!"

"Iga Rebus! Paling mantap di Kota Yeren!"

Terdengar teriakkan bising para pedagang sedang menjajakan dagangannya.

"Festivalnya cukup ramai...," gumam Zolta yang sedang berjalan-jalan di sekitaran kediaman Count Wagner. "Kurasa acara utamanya adalah pementasan Drama kisah perjalanan Heroik Ksatria Brendel."

Ksatria Brendel merupakan pahlawan legendaris bagi para penduduk Kekaisaran. Dirumorkan bahwa dia menyelamatkan negeri ini dari ancaman makhluk legendaris seekor naga.

Dia kemudian telah sampai di tempat pementasan. Terlihat sebuah panggung besar telah disiapkan. Zolta kemudian duduk di sebuah kursi lalu memesan minuman sambil menunggu dimulainya acara.

"Boleh Aku duduk bersamamu, Hunter?"

Zolta melihat seorang anak kecil membawa sebuah pedang kayu menghampirinya. Dia adalah Arthur.

"Tentu saja, duduklah, Arthur," kata Zolta mempersilahkan anak itu duduk di sampingnya. "Apakah kau tidak apa-apa mondar-mandir di sini tanpa pengawalan?"

Mendengar pertanyaan Zolta, Arthur menggelengkan kepalanya. "Aku sudah terbiasa jalan-jalan di sekitar sini sendirian. Aku lebih suka sendiri karena para pengawal itu selalu cerewet ketika mengikutiku," jawab Arthur.

Pementasan drama pun dimulai, terdengar sebuah musik untuk membuka awal kisah Brendel Sang Ksatria. Suara Narator kemudian terdengar menceritakan kehidupan masa kecil Brendel yang penuh tantangan.

Kisah Brendel Sang Ksatria, seorang bocah biasa tanpa kekuatan spesial yang mempunyai tujuan mulya yaitu melindungi yang lemah dan membasmi segala tindakan penindasan.

Semasa hidupnya, dia selalu berlaku adil, berani dan pantang menyerah dalam perjalanannya untuk mencapai impiannya tersebut. Perjalanan heroiknya itu mencapai puncaknya ketika dia mengorbankan nyawanya sendiri untuk membunuh seekor naga yang mengamuk di sebuah kota.

"Sudah kubilang bukan, Ksatria itu lebih keren daripada seorang Hunter," ujar Arthur. "Seperti Brendel, seorang Ksatria adalah pejuang yang tangguh menghadapi segala tantangan, selalu berani menghadapi kenyataan, dan terus maju tanpa kata menyerah."

Mata Arthur seperto bersinar ketika mengatakan hal itu. Sepertinya, dia sudah memiliki filosofo jalan Ksatrianya sendiri. Tidak diragukan lagi, dia akan menjadi salah satu yang terhebat ketika dia dewasa nanti.

***

Setelah pementasan drama selesai, Arthur kemudian berjalan menuju sebuah taman yang tidak jauh dari kediaman Count Wagner. Dia masih terbayang mengenai kisah Brendel yang tadi ia saksikan bersama Zolta.

"Tuan Muda, Apakah Anda ingin memasuki area taman?" tanya seorang Guard yang menjaga pintu masuk taman.

Arthur hanya mengangguk merespon pertanyaan Guard tersebut.

"Kalau begitu, kami akan menga—"

"Tidak perlu! Aku akan baik-baik saja sendiri," kata Arthur memotong Guard tersebut.

Para penjaga itu hanya dapat menuruti Tuannya itu lalu membiarkannya masuk sendirian.

Arthur menyukai taman ini, tempat yang segar dan sunyi, hanya sedikit orang yang pergi ke sini jika di malam hari.

Ketika sedang asyik berjalan-jalan di sekitar taman, Arthur tiba-tiba mendengar sebuah suara mencurigakan. Dia kemudian berjalan dengan pelan menghampiri asal suara tersebut.

Di belakang sebuah pohon Arthur melihatnya. Sebuah pemandangan yang membuatnya tubuhnya bergetar tak percaya.

"Ini... Tidak mungkin..." gumam Arthur mencoba menolak apa yang dia lihat.

Anak itupun pergi meninggalkan taman, air matanya terlihat membasahi pipinya. Keraguan yang selama ini dia miliki dan menggerogoti hatinya benar-benar nyata.

"Ini tidak mungkin!"

***

Keesokan harinya setelah festival berakhir. Seisi Kota Yeren dikejutkan dengan sebuah berita buruk.

...Arthur von Wihelbach—Pewaris tunggal dari Kota Yeren mengalami koma dan tak sadarkan diri....

1
Fransiskan Dionisius
well/Sly/
Mizuki
lah, karakternya gak konsisten bjir
Mizuki
shiet, ini makin mempertegas fetishmu, bg🗿
Mizuki
oh, di sini toh rusaknya
Mizuki
Ternyata selama ini mereka cuma orang Engres🗿
Mizuki
Lah, wtf
Mizuki
Anak kecil itu—Noel (,) melihat...
Mizuki
bagian ini bukannya bisa di showing dikit biar unsur misterinya ada? interaksi satu-dua kali mungkin?
Mizuki
dua
Mizuki
Padahal biar gak repetitif bisa kebangun gegara pipinya dicubit atau kakinya di tendang
Mizuki
bg, kau punya fetish lain di Lullaby, kah?
Mizuki
Bjir, bener kata Quinny, fetish aroma tubuh🗿
Mizuki
pingin liat wajahnya malah dikasih patatnya
Mizuki
Resident evil
Mizuki
bjir, klise 🗿
Mizuki
Keknya w kebanyakan baca novelnya sensei/Sweat/
Mizuki
Mixue, jadi penasaran ni novel ditulis kapan🗿
Mizuki
Aaaah, WM nya lupa gak diangkat🤣
Mizuki
bg, kata 'cantik' nya di showing aja, cringe bjir 🗿
Mizuki
Well, well telah kembali well
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!