Pernikahan terpaksa ini sungguh menyakitkan..
Apalagi jika benih cinta mulai muncul secara sepihak..
ah begitu sakit rasanya..
Tapi aku harus kuat, Aku tak ingin membuat banyak hati kecewa karena sikapnya padaku..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PSH - 24
"Fell... saya sudah pernah katakan bukan? saya memiliki kekasih , dan saya sangat mencintai nya" Ucap Rey dengan suara melemah
Fely sedikit tersentak meski itu bukan ucapannya yang pertama namun kata-kata itu sangat menyakiti hati Fely sendiri..
"Lalu Abang mau seperti apa ? pernikahan kita pasti sangat membuatnya sakit Bang" kata Fely
"Iya kamu benar, dia memang orang yang tersakiti saat ini.. Tapi saya ga bisa menolak pernikahan ini Fell.."
"Apa Abang takut kehilangan Kemewahan ini?" Tanya Fely, Rey merasa tebakkan Fely benar namun ia malu mengakuinya sehingga ia lebih memilih diam....
"Jika memang benar, tandanya Abang Tidak sepenuhnya mencintai Pacar Abang, begitu juga dengan pacar Abang, dia tidak sepenuhnya mencintai Abang... kalo Abang sepenuhnya saling cinta, kalian siap hidup susah bersama, membangun semuanya dari Nol...meskipun ancaman mama dan papa Abang akan kehilangan semua ini, aku yakin cinta akan merubah segalanya termaksud kerasnya hati mama dan papa" Perkataan Fely membuat Rey tersentak, otak nya mulai mencerna perkataan Fely..
Rey diam beberapa saat, ia akui ucapan Fely ada benarnya juga kala itu, ia tidak ingin larut dalam masalah serumit ini tentunya..
"Fell... bagaimana kalo saya menikahi Fika, pacar saya"
Bagai petir menyambar, tubuh Fely seolah terhempas oleh obak besar, ingin ia menangis karena teriris sakit yang begitu dalam..
"ceraikan Fely dulu bang, Fely gak mau ada yang pertama dan kedua, hanya cukup satu-satunya... Fely sudah ikhlas jika perceraian antara kitalah jalan terbaik" ucap Fely bergetar
"Abang juga perlu bicara dengan kekasih Abang, sebagai perempuan yang tulus apalagi membina rumah tangga pasti gak akan ada yang mau bang di duakan" kata Fely bergetar
Rey menunduk, Felly memang benar, tapi Fika berbeda ia sempat meminta di nikahi oleh Rey meski hanya pernikahan sirih..
Rey masih diam dalam lamunan, begitu banyak yang ia pikirkan...
"Saya permisi Bang" Fely kemudian keluar kamar itu.. ia berjalan cepat menuju kamarnya..
Kamar terkunci dan Fely menangis di balik pintu kamarnya...
Tubuhnya merosot dibalik pintu, kakinya melipat hingga ia dapat memendamkan wajahnya..
Yaa Allah mengapa engkau tumbuhkan setitik rasa ini , kenapa harus sesakit ini mendengar perkataan Bahwa Rey mencintai perempuan lain.. Astagfirullah Astagfirullah Astagfirullah...
***
Apa benar yang di katakan Fely? kenapa aku ga siap untuk kehilangan harta ini kalo aku benar-benar mencintai Fika..
Lalu kenapa Fika malah Menyetujui saja aku menikahi Fely, dan meminta aku menikahinya juga???
Rey merebahkan Tubuhnya di atas kasurnya, ia menatap langit kamarnya, berfikir banyak hal yang telah terjadi sebulan ini...
Rey mencoba menghubungi Fika namun Fika tidak menjawab panggilan Rey..
Fika sering kali menyibukkan dirinya, Jauh sebelum Fely datang Rey memang terlampau cuek dengan Fika meninggat ia harus mengembangkan perusahaan cabang sebelum ia menduduki kuasa utamanya menggantikan ayahnya..
Namun Semenjak pernikahan Rey dan Fely terjadi, Rey seolah takut akan kehilangan Fika, Rey berubah menjadi semakin posesif namun tak mengubah Fika yang sudah terlebih dahulu memiliki kesibukan yang tak Rey ketahui..
***
Pagi ini usai sholat subuh Fely menuju dapur, untungnya ujian di mulai pukul 9 pagi, membuatnya tidak terlalu terburu-buru...
"Non mau apa?" Tanya Bu Mar
"Ibu bikin kaget, Mau bikin nasi goreng kampung Bu, kangen" Kata Fely sambil mengupas bawang
"heee ibu juga bisa, sini biar ibu saja" kata Bu Mar mencoba meraih bawang dan pisau di tangan Fely
"gak usah Bu, Ibu Buatkan saja sarapan untuk Rey... dia mana suka Nasi Goreng kampung" Kata Fely cuek
Benar juga, Den Rey lebih suka nasi goreng seafood, tapi baru kemaren buat... hemm
"Yaudah Ibu Buat Omlate aja deh, Den Rey suka sekali Omlate untuk sarapan" Kata Bu Mar kemudian menyibukkan banyak bahan-bahan
bagaimana ga suka, isi omlatenya daging giling, sayuran, daun bawang...
Fely sengaja membuat Nasi goreng lebih dari porsi ia makan, mengingat ada Bu Mar juga dua pekerja lain dirumah tersebut..
tiga puluh menit masakan matang,
" Aku ke kamar dulu Bu bersiap" kata Fely dengan Ramah..
Fely memakai kemeja putih juga rok plisket hitam, dipadukan dengan flashoes hitamnya, wajah putih natural di kelilingi hijab pashmina hitam membentuk oval sempurna di wajah Fely..
Fely keluar membawa tas yang ia tenteng karena bahunya masih terasa sakit, ia juga sambil menenteng Jas Almamater yang belum ia kenakan..
Fely keluar kamar mendapati Rey yang sudah duduk di kursi meja makan..
Fely sedikit Risih dengan tatapan tak biasa Rey kala itu..
"Makan lah... kita berangkat bersama" ucap Rey dingin..
Dimeja makan terhidang dua jenis nasi, nasi goreng kampung juga nasi putih yang begitu pulen terlihat, udang goreng, omelette, dan telur mata sapi terhidang...
Rey mengambil sedikit nasi goreng di piringnya, lalu mengambil sepotong omelette...
tumben bu mar buat nasi goreng cuma pakai Suiran ayam, apa Bu Mar lupa kalo aku suka di campurkan seafood?! Tapi ini rasanya enak... enak banget malahan, kaya rempah...
Rey mengambil lagi nasi goreng itu..
Fely hanya menatapnya heran, tak ingin banyak berkomentar karena takut Rey kembali memuntahkan Nasi goreng itu jika tau itu masakan Fely...
Dengan cuek Fely memakan nasi goreng buatannya itu...
tak perduli jika Rey menatapnya, ia harus lebih tegas terhadap Rey, tak ingin hatinya terlampau jauh memiliki perasaan terhadap Rey..