Naya seorang Intel negara harus bertransmigrasi ke tubuh seorang wanita malam dan lebih gilanya lagi ternyata pria-pria simpanan wanita itu adalah bandit kelas kakap. Mampukah Naya bertahan di tubuh wanita itu dan menjalani hidup layaknya orang normal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sellachan23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalung?
Hari berlalu dengan tenang, Naya yang sibuk mengurus perusahaan dan Samuel yang sibuk dengan segala perkejaan yang dia lakukan. Kini Naya harus kembali ke rumah Damian sebab sudah dua Minggu lamanya dia tinggal bersama Samuel. Naya menghubungi Samuel untuk makan siang bersama dan ijin untuk ke tempat Damian
"Aku sudah di restoran biasa kita makan, datang lah ke sini" kata Naya melalui seluler nya
"Tunggu aku akan sampai dalam lima menit"
Tak lama Samuel datang dan mereka memulai makan bersama, selesai makan mereka baru akan mengobrol santai dan membicarakan segala hal dengan tenang
"Aku akan kembali ke rumah Damian" ucap Naya to the point
"Kenapa ke sana? Apa kau tak ingin tinggal dengan ku lagi?" Sedih Samuel
"Bukan seperti itu sudah terlalu lama aku tak kesana dan memantau keadaan"
"Yasudah lakukan apapun yang kau mau dan ingat jaga jarak dari nya " pesan Samuel
"Kau tenang saja oh.. iya Samuel aku selalu lupa bertanya, apa kau dulu sering bermain dengan ku?" Tanya Naya
"Iya karena kau dulu di bully satu kelas dan aku menjadi teman mu satu-satunya yang bertahan sayang"
"Begitu ya pantas saja gangguan emosi ku sangat mengerikan dan teman ku tidak ada" ucap Naya tersadar
"Jangan bersedih sayang aku akan menjadi teman mu seumur hidup juga tidak masalah"
Naya terkekeh mendengar dan tak lama Naya pamit untuk kembali ke tempat Damian, awalnya Samuel memaksa ingin mengantar namun Naya segera tolak sebab ia membawa kendaraan sendiri. Saat sampai di rumah Damian Naya dapat melihat Hana yang duduk santai di gazebo dan belum menyadari kehadiran nya. Tak perduli dengan Hana Naya bergegas masuk saja dan berjalan ke arah kamarnya, sontak Hana terkejut melihat kedatangan Naya dan menghampiri nya
"Kau dari mana saja? Kenapa baru pulang sekarang?" Tanya Hana bertubi-tubi
"Bukan urusanmu!" Ketus Naya
"Yasudah kalau begitu" Hana akhirnya pergi dari sana dan meninggalkan Naya sendiri di kamarnya
Kini Naya lebih leluasa di kamarnya dia berbaring tetapi tampak tak tenang hingga ia berguling ke sana kemari sampai terjatuh ke bawah akibat ulah nya sendiri
Brukk...
"Akhh... sakit sekali! Ehh.. apa itu?" Tanya Naya penasaran
Dia dapat melihat sebuah kotak kecil di bawah tempat tidur dan segera ia ambil untuk melihat apa isinya. Saat di buka Selena dapat melihat sebuah kalung berbentuk bulan yang sangat mirip dengan milik dirinya yang di simpan oleh nenek Naya
"Ka..kalung ini kenapa sangat mirip dengan milikku? Milikku matahari dan dia bulan dulu nenek bilang ini adalah peninggalan orang tua ku"
Naya menjadi gelisah mengetahui bahwasanya kalung itu memang di desain khusus dan saat di lihat lagi ada sebuah surat kecil di dalam kotak itu sehingga Naya membuka untuk ia baca
"Kembaran ku memiliki kalung berbentuk matahari dan aku adalah bulan nya"
Degg...
Jantung Naya terkejut membaca surat yang tau bahwa dia juga punya kalung itu, apa tadi tulisannya? Kembaran? Ia dan Selena? Tetapi mengapa wajah mereka tak mirip?
Banyak sekali pertanyaan di kepala Naya sehingga ia pusing dan telinga nya berdenging sampai-sampai dia terjatuh dan pingsan. Hana yang mendengar suara dentuman dari kamar Naya segera masuk ke sana dan melihat Naya yang terjatuh pingsan tak sadar kan diri
"Bibi! Bibi tolong Naya pingsan" teriak Hana panik
Mereka semua bergegas ke sana dan menggotong Naya untuk di bawa ke rumah sakit, Hana melihat sebuah kalung di tangan Naya dan ia pikir itu milik wanita itu. Hana langsung memakai kan kalung itu ke leher Naya supaya tidak hilang dan kini mereka bergegas ke rumah sakit di mana Samuel bekerja. Saat sampai Samuel mendengar bahwasanya Naya pingsan jadi dia bergegas keluar ruangan nya dan memeriksa ke adaan Naya
Di sisi lain Naya berada di sebuah ruangan putih yang hampa ia menapakkan kakinya sembari terus berjalan menyusuri ruangan yang tak ada ujungnya. Saat berjalan ia melihat sebuah cahaya yang sangat terang karena penasaran ia menghampiri cahaya tersebut dengan mata yang terkena silau an. Ternyata setelah masuk tempat itu berubah menjadi sebuah taman yang di penuhi bunga dan danau berwarna biru di sisinya
Naya terus berjalan menyusuri taman itu dan dari ujung sana dia dapat melihat siluet seorang wanita yang sedang duduk di tepi danau membelakangi dirinya. Mengetahui bahwa dirinya tak sendiri di sini lantas ia menghampiri wanita yang sedang duduk itu, namun semakin dekat dia dengan wanita itu semakin cepat pula jantung nya berdetak
Setelah tepat di belakang tubuh wanita itu dengan ragu Naya ingin menggapai bahu nya dan saat bahu wanita itu di sentuh dia hanya diam saja seakan tidak sadar ada orang di sekitar nya. Akhirnya Naya sedikit mengguncang bahu nya dan mulai mengeluarkan suara sekedar untuk menegur wanita itu
"Hai! Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Naya
Mendengar ada yang mengajaknya mengobrol wanita itu terkejut dan langsung saja membalikkan badannya untuk melihat siapa yang barusan mengajak nya berbicara. Dan ternyata Naya tak kalah terkejut sebab wanita itu adalah Selena yang asli
"Ka..kau Selena?" Tanya Naya ragu
"Iya! Bagaimana kau tau" tanya Selena antusias
"Kita dimana dan apa yang terjadi?" Ucap Naya penasaran
"Aku juga tidak tau, yang pasti aku sudah di sini dari sejak entah kapan" kata Selena bingung
"Apa kita berdua sudah mati?" Naya kini panik
"Hey jangan menakut-nakuti ku!"
"Aku kan hanya menebak" balas Naya cuek
"Oh iya bagaimana kau tau bahwa nama ku Selena?" Tanya Selena penasaran
"Aku selama ini menempati tubuh mu"
"Apa! Aku kurang paham, maksud mu kau di dalam tubuh ku dan aku diam di sini terus?" Ucap Selena tidak percaya
Naya hanya mengangguk saja dan mereka berdua jadi saling terdiam namun tak berselang lama Selena kembali bertanya untuk menghilangkan rasa penasaran diri nya
"Bisa kah kau ceritakan apa saja yang kau lakukan selama di dalam tubuh ku?" Ucap Selena menuntut
"Aku menyusun rencana menghancurkan Damian, berdekatan dengan Samuel, membuat Hana meminta maaf dan terakhir membuat sebuah harta warisan orang tua mu jatuh atas nama mu tapi kata ayah mu ada harta yang tidak bisa di berikan pada mu" jelas Naya panjang lebar
"Huftt... Sebenarnya aku kesal pada mu sebab mengapa kau meminta semua harta orang tua ku sih!" Kesal Selena
"Itu kan untuk mu bukan untuk ku " jelas Naya
"Aku tidak mau! Itu semua mau aku berikan untuk kakak ku!" Kesal Selena
"Kakak? Apa maksudmu orang yang memiliki kalung matahari?" Tebak Naya
"Benar! Kembaran ku pemilik dari kalung itu bagaimana kau tau?" Heran Selena
"Sebab aku juga memiliki kalung matahari itu"
Selena mulai mendekati Naya sembari memutari tubuh Naya dengan pandangan menyelidik seakan dia pernah bertemu namun lupa siapa
"Siapa nama mu?" Tanya Selena
"Kanaya"
"Menurut mu jika melihat aku maka wajah ku lebih mirip mama atau Daddy?" Ucap Selena bertanya
"Mami, wajah mu manis dan ramah berbeda sekali dengan Daddy mu" ucap Naya sesuai pendapat nya
Sejujurnya Selena sangat cantik sebab wajahnya adalah foto kopi dari ibunya semasa muda dulu itu sebabnya dia seperti pinang di belah dua. Setelah mendengar penjelasan Naya mata Selena melotot dan dia memelukku Naya dengan kegirangan
"Ketemu!!! Kau itu mirip Daddy!" Ucap Selena kegirangan
"A..apa maksudmu?" Gugup Naya
"Astaga kau ini bodoh sekali! Perasaan ku saja atau memang iya tapi aku sudah yakin sekali bahwa kau kakak ku yang hilang!"
"Heyy! Mana mungkin kita kembar!" Naya berusaha menyangkal
"Dengarkan aku! Apa kau perhatikan wajah Daddy?"
"I..iya aku perhatikan " gugup Naya
"Dan apa kau lihat wajah dingin mu, mata tajam mu, senyum tegas mu dan bentuk wajah mu itu mirip dia tidak?" Tanya Selena meyakinkan
Kini Naya terdiam dan mulai mencerna semua pertanyaan Selena yang selama ini tidak ia sadari. Sejujurnya sewaktu dia menyamar menjadi Selena dia juga merasa sangat nyaman dengan orang tua Selena, sebab Naya berfikir bahwa mungkin perasaan nyaman nya di karenakan kebaikan orang tua Selena
"Bagaimana? Apa sudah mengerti?" Tanya Selena kembali
Naya hanya menggeleng tidak paham apa maksud dari Selena yang mengaku-ngaku bahwa wajah nya mirip dengan Daddy nya
"Dulu aku memiliki kembaran perempuan dan dia itu kakak ku, namun kata mama sewaktu ada penyerangan aku dan kakak ku terpisah sebab dia di bawa oleh orang suruhan Daddy untuk di lindungi"
"Setelah itu orang suruhan Daddy tewas dan kakak ku malah menghilang entah kemana tapi mama bilang bahwa di lehernya ada kalung matahari "
Setelah siap menjelaskan itu Naya terkejut sebab ia tau bahwa neneknya menyimpan kalung matahari yang selama ini di larang untuk Naya pakai. Dulu neneknya bilang bahwa kalung itu hadiah kelahiran nya tetapi tidak boleh di pakai untuk menjaga ke amanan Naya sebab itu merupakan simbol dari orang tuanya
Naya fikir orang tuanya anak dari nenek nya yang meninggal karena kecelakaan dan hanya Naya saja yang selamat tetapi kedua orang tua nya meninggal. Naya jadi sedikit percaya ucapan Selena yang menurut nya kalung itu merupakan sebuah rahasia besar yang hanya nenek dan dirinya yang tau
"Jadi maksud mu aku anak yang hilang itu?" Tanya Naya ragu
Selena mengangguk semangat dan dia kembali memeluk Naya dengan sangat erat hingga Naya merasa sesak sendiri sebab pelukan kuat dari Selena
"Hey! Ak..aku tidak bisa bernafas" kata Naya sengap
"Hehehe maaf kak aku hanya sangat senang" kekeh Selena
"Sekarang fikir kan bagaimana cara kita kembali! Dan lagi apa kita bisa kembali ke tubuh masing-masing?" Tanya Naya
"Entah lah aku juga tidak tau yang pasti aku tak masalah jika Kakak menempati tubuh ku"
Saat mereka sibuk berfikir ada sebuah pusaran hitam yang seperti menarik mereka berdua agar tersedot ke dalam nya hingga Naya tak ingat apalagi yang akan terjadi selanjutnya. Berbeda dengan Samuel yang sibuk memeriksa denyut jantung Naya tak lama telepon nya berbunyi awalnya ia tak ingin mengangkat namun seluler nya terus saja berbunyi dan ia mengangkat nya
"Halo ini aku Riko! Tubuh Naya tiba-tiba drop di sini" panik Riko
"Ohh ****! Kau jaga tubuh Naya aku akan memerintahkan semua dokter terbaik memeriksa keadaan nya" perintah Samuel
Tak lama Samuel mematikan panggilan dan menghubungi dokter-dokter spesialis untuk memeriksa keadaan tubuh Selena dan juga Samuel kembali sibuk memasang alat kejut jantung untuk membuat jantung Naya berdetak normal. Setelah berjam-jam akhirnya berhasil dan tubuh Selena yang di tempati Naya mulai melewati masa kritisnya begitu pula dengan tubuh Naya yang bersama Riko
sudah terangsang tp belum di tuntasin,Damian bangun jd sakit struk😂😂😂
aku suka novel yg begini
serasa kita masuk ke dalam novel