Bahaya!
Seorang gadis manis menjual dirinya sendiri pada kakak iparnya. Kirana namanya dia mendapat perlakuan sadis dari sang suami yang menyuruhnya menjadi wanita malam.
Kirana tidak pernah di sentuh oleh suaminya, sehingga hubungan terlarang antara dirinya dan kakak iparnya perlahan menjadi sebuah kerangka cinta.
Mampukah cinta mereka meruntuhkan norma, dan membebaskan Kirana dari cengkeraman suaminya?
Simak kisah lengkapnya dalam Novel Pelacur tapi Perawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berita tentang Kirana
"Baiklah, tapi kakak sangat imut sekrang." Kirana bukannya menjauh malah kian mendekat membuat Alvin sedikit gelagapan dan langsung memakaikan cincin yang semula hanya jadi penonton saja itu.
"A...aku.." Alvin gelagapan, dia heran dengan dirinya sendiri mengapa bisa seperti itu, padahal dia sangat menantikan hari itu.
"Baiklah, karena cincinnya sudah di jari ku jadi kapan kita menikah?" Alvin tersenyum saat mendapatkan pertanyaan itu dari Kirana.
"Rencananya minggu depan resepsinya tapi kalo mau lebih cepat juga boleh." Alvin memberikan bocoran rencananya.
"Waah cepat sekali? Tapi baiklah, ayo menikah." Alvin tersenyum senang dan mengangguk, mereka akhirnya tinggal di kamar terpisah sebelum melakukan pernikahan itu agaknya tidak semudah itu karena setelah Alvin mengumumkan rencana pernikahannya itu berbagai spekulasi bermunculan.
Sebuah berita yang membuat keluarga Alvin murka akhirnya keluar, kabar tentang Kirana yang merupakan anak haram menjadi hal yang di perbincangan masyarakat baik di internet ataupun dari mulut ke mulut.
Bagaimanapun Alvin tahu Kirana pasti sedih meski dia selalu tersenyum ke padanya namun dia juga adalah orang yang paling mengerti bagaimana wanitanya itu yang sangat sulit mengutarakan hatinya.
"Tuan, kabar itu tersebar dari sebuah situs online ternama." Lapor salah satu bawahan Alvin yang semula di perintahkan menyelidiki asal usul berita miring tersebut.
"Apa saja yang di tuliskan di sana?" Alvin melihat data asli yang sudah membuat Kirana sakit hati itu.
KABAR HARIAN
Beginilah ternyata sosok K calon istri seorang pemimpin besar.
Wajah polos itu ternyata menyiratkan banyak hal yang belum di ketahui publik tentang sosoknya, dia adalah seorang anak haram dari seorang pengusaha yang kini telah bangkrut.
K juga ternyata adalah mantan istri adik pria yang kini akan di nikahnya, banyak bukti yang memperlihatkan bagaimana wanita itu sering di club malam dan selalu berganti ganti pasangan.
Bagaimana menurut kalian sosok tersebut?
Mata Alvin seketika membulat, memang benar dulu Kirana pernah bekerja di cleb malam dia juga adalah adik iparnya dulu dan dia juga adalah anak haram, memang semua itu benar lalu memang kenapa semua itu di permasalahkan padahal bukan mereka yang akan menikahi Kirana? Alvin berdecak kesal setelah membaca seluruh berita tersebut.
"Adakan pertemuan dengan pemilik situs tersebut siang ini, aku akan mengklarifikasi semuanya." Ucap Alvin murka tak di sangka ternyata Kirana saat itu juga berada di ambang pintu di mana ruangan Alvin berada.
"Sayang?" Alvin menatap Kirana sendu, Alvin tahu pasti wanitanya itu sangat sedih dan dia juga yakin pasti dia tidak enak hati.
"Tidak perlu melakukan hal yang demikian kak, ingatlah sebaik apapun kita bila pada dasarnya seseorang membenci kita dia tidak akan berubah meski kita mengatakan apapun juga, semakin kita melawan semakin menanglah mereka. Aku tidak apa apa, dan aku harus bisa siap menghadapi ini cepat atau lambat bukan?" Kirana berjalan ke samping Alvin para bawahan Alvin yang mendengar itu mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Kirana.
"Lihatlah mereka, meski mereka tahu kita salah tapi mereka tetap setia pada mu dan mereka juga tidak perduli dengan berita miring di luar sana. Kak jangan buang buang energi untuk mengurusi orang seperti mereka aku sungguh tidak apa apa." Kirana mendekatkan wajahnya pada Alvin.
"Lalu kita harus bagaimana? Aku tidak mau bila harga dirimu di injak injak seperti ini sayang?" Alvin menunduk, dia tidak mau menyerah pada mereka namun dia menyerah pada Kirana yang menyuruhnya bersabar.
"Semua akan berlalu, semua akan tahu sesuatu yang akan mereka sadari bila mereka tidak perlu mengurusi ku, aku tidak takut dengan mereka." Kirana mengangkat wajah Alvin memberi pria itu penerangan hingga sebuah anggukan di berikan Alvin kepada Kirana.
"Bagus, ini lah pria yang aku cintai." Kirana menghamburkan tubuhnya memeluk Alvin para bawahan Alvin yang melihat itu tersenyum penuh kebahagiaan, hal yang paling mudah untuk membuat seseorang yang benci terhadap kita merasa tersiksa adalah membuat diri kita sendiri bahagia.
Hari yang di tentukan tiba Alvin selama perpisahan itu berpuasa akan minuman dan dunia malam, dia juga tidak berniat kembali, dia terus berusaha memperbaiki dirinya sendiri dan menjadi yang terbaik untuk Kirana.
Ijab qobul di adakan dengan hikmat, Alvin membayangkan bagaimana perjuangan mereka bersama yang penuh dengan lika liku dan hambatan, dia mengerti bertapa berharganya hal yang saat ini dirinya miliki, tidak ada hal yang tidak berguna di dunia ini, semuanya memilki makna untuk membuat kita berpikir dan kemana dia akan mengambil langkah.
"Heh kak aku harap kamu tidak berlebihan melakukan itu pada kakak ku ya." Keenan diam diam memasukkan sesuatu pada saku jas Alvin.
Alvin terdiam sejenak, saat itu dirinya tengah menyambut para tamu bersama sang istri dan beberapa orang kini sudah mengucapkan selamat pada mereka, namun lagi lagi desas desus miring yang membuat Alvin ingin memasukan kaos kaki yang tidak di cuci selama dua bulan ke dalam mulut busuk itu kembali mencuat.
"Sayang, izinkan aku menyelesaikan ini ya?" Alvin memohon pada sang istri yang nampak anggun dengan gaun putih dan wajah yang nampak seperti bidadari itu.
"Tidak perlu kak, aku baik baik saja." Kirana masih tersenyum manis hingga tiba tiba sesosok wanita tak di undang datang menyebarkan foto foto Kirana dengan berbagai pose dengan banyak pria dalam acara pernikahan Kirana itu sendiri.
"Bedeb*ah!!" Alvin murka dan Kirana tidak bisa menghentikan lagi sosok pria tersebut.
Alvin mengepalkan tangannya dan langsung berteriak pada seluruh orang di sana, kesabaran pria itu agaknya kini sudah habis terkikis.
"Siapa yang berani melakukan hal semacam ini pada istri ku?" Teriak Alvin, membuat semua orang menunduk tidak ada yang berani mengangkat kepala mereka.
"Apa kalian tuli?" Teriak lagi Alvin hingga akhirnya sosok yang memang sudah di intai oleh Jack itu di gusur oleh dua orang pengawal ke hadapan Alvin.
"Dia yang melakukan ini." Jack membungkukkan sosok wanita yang cukup familiar di mata Kirana dan wanita itu juga yang sudah memporak porandakan rumah tangganya.
"Siapa kau?" Tanya Alvin yang memang tidak mengetahui siapa sosok wanita itu, berbeda dengan Kirana yang langsung mengingatnya.
"Kirana! Kau sudah memenjarakan Joshua kau kep*arat!!" Teriak wanita itu yang di mana kini duduk bersimpuh di hadapan Kirana dan Alvin.
"Kau akan menyusulnya bila kamu begitu merindukannya." Ucap Kirana dingin, kini untuk pertama kalinya dalam hidup Alvin merasakan hawa dingin luar biasa yang membuat suhu ruangan yang panas itu seakan berubah membeku.
"Kau sangat mencintainya ya Ismi oh atau kau Maya?"
Mbak baru mau maraton lagi dikarya kak Nuah yang sudah tamat
ceritanya bagus👍👍