NovelToon NovelToon
Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Cerai / Tamat
Popularitas:865.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini Antika

Bagaimana mungkin Satu Ranjang ada Tiga Nyawa? ucap Laras ketika Suaminya meminta ijin untuk berpoligami dengan Adik kandungnya sendiri.

Sedikit pun Laras tidak pernah mengira jika Suami dan Adik kandung yang selama ini telah ia besarkan dengan keringat serta kerja kerasnya telah tega berselingkuh di belakangnya, padahal selama ini Laras telah rela menjadi tulang punggung keluarga.

Akankah Laras berhasil melewati kejamnya Dunia ini?

Baca kisah selengkapnya dalam Karya ke-14 saya yang berjudul "Satu Ranjang, Tiga Nyawa"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 ( Dihakimi Warga )

Setelah Laras dan Abi selesai membersihkan diri dan juga Shalat Dzuhur berjamaah, mereka baru ke luar dari dalam kamarnya untuk menemui Daffa dan juga makan siang.

Laras dan Abi sepakat masih akan menyembunyikan identitas Abi yang sebenarnya, apalagi Laras takut jika akan banyak karyawati di Pabrik yang mendekati Abi jika mengetahui kalau Abi adalah orang kaya, sedangkan Abi masih ingin menilai kinerja Karyawannya.

"Sepertinya istriku yang cantik ini sudah mulai jatuh cinta sama aku ya? kelihatannya takut sekali kalau ada perempuan lain yang merebut Suaminya," goda Abi, dan Laras hanya tersipu malu mendengarnya.

"Daffa sayang, udah makan belum?" tanya Abi ketika melihat Daffa yang saat ini sedang di ajak bermain oleh Bi Surti.

"Udah Mas, tadi Daffa makan banyak sekali ya Nak," jawab Bi Surti.

Abi dan Laras menciumi pipi Daffa yang semakin hari semakin chubby, dan Daffa yang melihat Abi, langsung merengek meminta digendong oleh Ayah sambungnya tersebut.

"Daffa kangen ya sama Ayah, sini Ayah gendong," ujar Abi, kemudian membawa Daffa duduk di meja makan, sedangkan Laras terlihat menyiapkan makan siang untuk Abi.

Anya yang melihat Abi dan Laras duduk di meja makan, langsung saja menghampiri mereka dan ikut bergabung untuk makan siang.

"Kalian kenapa sih baru ke luar dari dalam kamar? memangnya kalian gak kerja lagi?" tanya Anya yang terlihat kesal.

"Kami barusan habis kerja keras supaya Daffa bisa cepet punya Adik," jawab Abi dengan tersenyum, dan Anya yang mendengarnya langsung menjatuhkan gelas yang dia pegang.

Prang

Gelas yang Anya jatuhkan kini pecah di atas lantai.

"Non Anya tidak perlu sampai terkejut seperti itu. Mas Abi dan Neng Laras kan pasangan pengantin baru, wajar saja kalau mereka masih hangat-hangatnya," ujar Bi Surti dengan memunguti pecahan gelas yang berserakan di atas lantai.

"Bibi tau aja," ujar Abi dengan cengengesan.

"Tau lah, dulu Bibi sama Mamang juga kan pernah muda."

"Besok Abi mau ngajak Laras sama Daffa pergi liburan, sekalian bulan madu juga., Kasihan istri Mas Abi yang cantik ini pasti cape kerja terus."

Anya yang masih belum menerima pernikahan Abi dan Laras langsung pergi begitu saja meninggalkan meja makan, karena nafsu makan Anya rasanya sudah hilang ketika melihat kemesraan Abi dan Laras.

"Anya tunggu," teriak Laras yang hendak mengejar Anya, tapi Abi melarang Laras.

"Tidak apa-apa sayang, berikan waktu untuk Anya berpikir, karena bagaimanapun juga, dia harus bisa menerima kenyataan kalau selamanya aku tidak akan pernah bisa dia miliki. Sebaiknya sekarang kita makan dulu, Mas sudah lapar sekali setelah olahraga siang," ujar Abi dengan cengengesan, dan Laras memutar malas bola matanya.

"Sini, Den Daffa sama si Mbah lagi, Ayahnya mau makan dulu," ujar Bi Surti, tapi Daffa terus saja menempel sama Abi, dan tidak mau melepaskan pelukannya.

"Udah, gak apa-apa Bi, mungkin Daffa masih kangen sama Ayahnya."

"Tapi Mas Abi kan mau makan dulu "

"Biar istri saya yang menyuapi saya makan," ujar Abi dengan tersenyum.

Laras akhirnya makan siang sambil menyuapi Abi makan, dan Abi merasa sangat bahagia karena saat ini Abi memiliki sebuah keluarga kecil yang bahagia, sehingga senyuman terus mengembang pada bibirnya.

......................

Anggi meminta ijin pulang kepada atasannya, karena Anggi merasa tidak enak badan.

"Sepertinya aku masuk angin deh. Coba saja Laras masih tinggal bersamaku, pasti bakalan ada yang ngerokin sama mijitin aku," gumam Anggi yang merindukan kebersamaannya dengan Laras.

Anggi merasa bingung saat mencari kunci kontrakannya, karena kunci kontrakan yang biasanya ia simpan di bawah keset tidak ada.

"Kemana ya kuncinya? apa tadi aku lupa tidak mengunci kontrakan?" gumam Anggi, kemudian secara perlahan membuka pintu kontrakan, tapi langkah Anggi terhenti ketika melihat dua pasang sandal di depan pintu.

"Ternyata aku lupa tidak menguncinya. Lho, bukannya ini sandal Reza? mungkin Reza lagi istirahat di dalam, dia kan sering ke sini kalau aku lagi kerja. Reza juga tau kalau aku suka nyimpen kunci di bawah keset, tapi yang satu lagi sandal siapa ya? kelihatannya ini sandal perempuan," gumam Anggi, kemudian masuk ke dalam rumah kontrakannya.

Anggi langsung membulatkan mata juga menutup mulutnya ketika melihat Reza sedang bercumbu dengan perempuan lain di dalam kontrakannya.

"Reza, apa yang sedang kalian lakukan?" teriak Anggi dengan mata yang memerah karena menahan amarah dan juga sakit pada hatinya.

"Tunggu sebentar, tanggung nih," jawab Reza yang belum menyadari kedatangan Anggi, karena saat ini posisi Reza membelakangi Anggi.

Airmata Anggi luruh sudah dan saat ini Anggi menjatuhkan tubuhnya di atas lantai ketika mendengar suara errangan Reza saat mencapai *******.

"Dasar lelaki bajingan kamu Reza, kamu adalah lelaki paling bejat yang pernah aku kenal," teriak Anggi, sehingga memancing para tetangga di kontrakannya datang.

Keringat dingin kini membasahi tubuh Reza setelah Reza turun dari tubuh perempuan yang baru saja dia gagahi, karena saat ini di belakangnya sudah banyak orang berkumpul melihat dirinya yang sudah berbuat tidak senonoh di rumah kontrakan Anggi.

"Anggi, aku bisa menjelaskan semuanya sayang," ujar Reza yang saat ini langsung duduk bersimpuh di depan tubuh Anggi, bahkan Reza masih belum mengenakan sehelai benang pun, sehingga diteriaki oleh warga.

"Dasar tidak bermodal, kamu tidak mampu menyewa hotel ya, sampai-sampai kamu menjadikan rumah pacar kamu untuk berbuat Zina," teriak salah seorang Warga.

"Sayang, jangan dengarkan mereka, aku tidak_" ucapan Reza langsung Anggi potong.

"Tidak ada yang perlu kamu jelaskan lagi Reza, karena semuanya sudah sangat jelas, dan aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Tega-teganya kamu mengkhianati cintaku Reza, bahkan kamu melakukan tindakan tidak senonoh di kontrakanku. Selama ini aku sudah buta dan tuli karena tidak percaya dengan ucapan Laras dan Abi. Sebenarnya saat itu kamu kan yang sudah memfitnah mereka, dan saat itu kamu yang sudah berusaha menodai Laras, tapi Abi keburu datang menyelamatkannya, sehingga Abi memukuli kamu. Lelaki bajingan kamu Reza," ujar Anggi dengan memukuli Reza menggunakan tas nya.

Reza dan perempuan yang sudah bermain gila dengannya menjadi bulan-bulanan warga, Reza dipukuli hingga babak belur, sedangkan perempuan yang bersamanya harus rela kehilangan rambutnya yang panjang, karena Ibu-ibu yang marah mencukur rambutnya hingga pendek.

Setelah Ketua RT datang untuk menghentikan warganya yang sudah main hakim sendiri, Reza dan selingkuhannya dibawa menuju balai Desa, dan kedua orangtua Reza dipanggil oleh kepala Desa.

Plak

Reza mendapatkan tamparan keras pada pipinya dari Papanya, karena orangtua Reza merasa malu dengan kelakuan Reza yang sudah mencoreng nama baik keluarga, apalagi orangtua Reza merupakan orang terpandang di Desa tersebut.

"Kamu sudah mencoreng nama baik keluarga Reza. Papa akan mengirim kamu ke Pesantren, karena Papa tidak mau kamu menikahi seorang ja*lang yang sudah terbiasa menjajalkan tubuhnya."

Anggi yang menyaksikan semuanya hanya diam dengan airmata yang terus membasahi pipinya.

Anggi juga dipanggil oleh Kepala Desa sebagai Saksi, karena kejadian tidak senonoh yang dilakukan Reza terjadi di kontrakannya.

1
gaby
Msh untung othornya baik cuma amputasi kakimu. Kalo aq yg jadi othornya yg aq amputasi Anu mu biar ga bisa clapclup lg. Jgn kan clapclup, pipis aja bakalan susah/Facepalm//Facepalm/
Rini Antika: aduh 😁
total 1 replies
Munah
cerita Kak Thor sll luar biasa. semangat terus
Munah: masama thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
wa'alaikumsalam, aku udah baca Kak Thor. sehat dan sukses selalu juga untuk Kak Thor, 🤲🙏
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Asyatun 1
lanjut
Rini Antika: Terimakasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya. semoga berkenan baca karya saya yang lainnya, 🙏
total 1 replies
Tukang Ngehalu
ending yang sangat mengharukan. semoga semuanya selalu bahagia. terimakasih banyak Kak Thor untuk semua karya" nya yang luar biasa..😍
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
akhirnya Raya membuka hatinya untuk Raja
asya yussi
Luar biasa
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak, 🥰
total 1 replies
Tukang Ngehalu
akhirnya Kayla dan Rayyan bersatu, tinggal Raja sama Raya, Kanaya sama Daffa. semangat terus Thor, smg cepet sembuh, makasih banyak update nya
Rini Antika: Amin, sama", makasih banyak do'anya, 🤲🙏
total 1 replies
Tukang Ngehalu
Kanaya mending sama daffa saja biar gak jd orang ketiga
Asyatun 1
lanjut
Tukang Ngehalu
semangat terus Kak Thor, 💪💪
Rini Antika: pasti 💪💪
total 1 replies
Tukang Ngehalu
betul bgt Thor
Tukang Ngehalu
nah lho ada kata miliki nyelip 🤣🤣
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
kenapa Raya nya jd Naya thor? 🤭
Rini Antika: mungkin ingat cerita sebelah 😁
total 1 replies
Tukang Ngehalu
cerita yang membuat aku mewek, 💪
Tukang Ngehalu
nyesek bgt sih
Tukang Ngehalu
aku sudah baca semua karya" Othor yg luar biasa. semangat terus Thor, smg cepat sembuh
Tukang Ngehalu: masama Thor
total 2 replies
Upriyanti II
apa jangan2 kak laras anak kandungnya tante lasmi
Rini Antika: sepertinya begitu, 🤭 terimakasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya Kak 🙏
total 1 replies
Patrick Khan
. kasian rico..
. lanjutkak.. q br dr awal ini br selesai.. ya meskipun kadang2 sering lupa lagi😁😁
Rini Antika: aku juga yg nulisnya sering lupa, 🤭 makasih banyak ya dukungannya 🥰
total 1 replies
Patrick Khan
.. enak bgt watu matinya gitu.. gk adil kak😡
Rini Antika: nanti d akhirat semuanya akan di adili, 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!