NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gabriel

Istri Kecil Gabriel

Status: tamat
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:999.2k
Nilai: 5
Nama Author: Virzha

Gabriel Arshaka, pria dengan sejuta pesona yang digilai banyak wanita. Tak ada satupun wanita yang memiliki tahta tinggi dihatinya selain kekasihnya.

Namun karena sebuah kesalahan, ia terpaksa menikahi Jingga, wanita yang menjadi sahabat adiknya dan juga sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.

"Aku tidak akan berhenti mengejarmu, sebelum aku berhasil membuatmu jatuh cinta padaku kak" ~ Jingga Oceana.

"Berhentilah melakukan hal sia-sia, tidak ada dalam kamusku jatuh cinta pada bocah ingusan sepertimu" ~ Gabriel Arshaka.

Akankah cinta tumbuh di hati Gabriel untuk Jingga? Bagaimana caranya Jingga menaklukkan hati Gabriel yang selalu menganggapnya seperti anak kecil?

JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, FAV DAN VOTENYA YA KAK. KARENA ITU SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR.

*****

Sebuah Spin off dari novel MARRIAGE BY MISTAKE. Menceritakan putra kedua pasangan Bella dan Axel dengan putri dari pasangan Dio dan Karin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Tak Di Undang.

Eril terbangun saat merasa tangannya sangat kram, ia membuka matanya dan melihat Jingga yang tertidur di lengannya. Ia lalu melirik ke arah luar yang sudah terang, ingin membangunkan Jingga tapi tak tega melihat wanita itu tertidur begitu pulas.

Eril akhirnya menahan tangannya meski sangat kram. Eril memperhatikan Jingga yang tertidur damai seperti malaikat, ia mengusap air mata yang masih tertinggal disudut mata.

"Kenapa Jingga menangis?" batin Eril terkejut, bahkan dalam tidurnya saja Jingga menangis, apa wanita itu menangis karena ulahnya?

Mungkin merasa diperhatikan, Jingga akhirnya terbangun dari tidurnya. Matanya masih bengkak karena semalaman menangis hingga tertidur.

"Hai, sudah bangun?" ucap Eril menyapa dengan senyum manisnya.

"Kak Eril? Ya ampun aku kesiangan," Jingga langsung terduduk saat melihat matahari yang sudah terang benderang. "Kakak gimana? Udah enakan belum?" tanya Jingga memegang kembali dahi Eril.

"Masih anget ini, Kakak istirahat dulu, aku buatin sarapan," lanjut Jingga ingin beranjak turun, ia tak mau jika Eril sampai melihat matanya yang sembab.

"Jingga ..." Eril menahan tangan Jingga saat wanita itu ingin turun.

"Ya kak? Kakak butuh sesuatu?" tanya Jingga mencoba terlihat baik-baik saja.

"Ada apa? Kenapa menangis?" tanya Eril bangkit dari duduknya, ia memandang Jingga dengan tatapan teduhnya.

Jingga mengigit bibirnya, ia menundukkan wajahnya karena tak berani memandang mata Eril. "Aku tidak apa-apa, semalam hanya menonton drama yang sedih, makanya aku menangis, aku permisi dulu ...," ucap Jingga menarik tangannya pelan lalu buru-buru pergi.

Eril mengerutkan dahinya, menatap Jingga yang seperti menghindarinya. Ia yakin kalau wanita itu sedang berbohong. Eril lalu turun dari ranjang, ia ingin bertanya kembali pada Jingga.

Namun ia menghentikan langkahnya saat melihat ponselnya yang tergeletak. Eril membukanya dan melihat pesan Jenny yang sudah terbuka. Eril memejamkan matanya singkat, pantaslah Jingga menangis, wanita itu pasti sudah membaca semua pesan itu.

Eril lalu mengetikkan pesan kepada Jenny agar tidak menghubunginya lagi. Ia butuh ketenangan dan memikirkan kapan waktu yang pas mengakhiri hubungannya dengan Jenny.

*****

Jingga memasak nasi lembek dan sup ikan untuk Eril, ia baru saja menghubungi Mama mertuanya dan menanyakan kalau Eril biasanya suka makanan itu jika sakit. Saat Jingga ingin menata sup itu di meja, tiba-tiba ia terkejut karena Eril memeluknya dari belakang.

"Kak?" serunya kaget.

"Maafkan aku," bisik Eril menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Jingga.

"Minta maaf kenapa Kak? Oh iya, aku udah selesai masak, sebentar, aku akan menyiapkan di meja. Kakak sarapan dulu ya, biar cepat sembuh," ucap Jingga dengan gerakan luwes melepaskan pelukan Eril ditubuhnya, ia benar-benar tak ingin membahas masalah itu sekarang. Biarkan saja dia tahu apa yang terjadi, tanpa harus mengatakannya.

Eril menghela nafas panjang, ia akhirnya memilih duduk di depan telivisi seraya melihat berita pagi. Jingga ternyata wanita yang sangat susah dibujuk jika sedang marah.

"Makan dulu ya? Aku udah bawain kesini," kata Jingga membawa nampan yang berisi sarapan hangat untuk Eril.

"Aku tidak selera makan," sahut Eril sedikit ketus.

"Kenapa? Sedikit saja Kak," kata Jingga membujuk.

"Kau marah padaku?" tanya Eril menatap mata Jingga langsung.

Jingga membuang mukanya. "Aku tidak marah, aku hanya kecewa karena Kakak masih menjalin hubungan dengan dia," ucap Jingga tersenyum kecut.

"Aku akan mengakhiri semuanya, beri aku waktu," kata Eril sangat yakin kalau hubungannya dan Jenny memang harus diakhir.

"Kakak yakin akan mengakhirinya?" tanya Jingga dengan senyum sinis nya.

"Aku berjanji padamu, aku ..."

Ting Tong

Ucapan Eril terputus saat bel rumahnya berbunyi. Jingga melirik Eril sekilas lalu bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu.

Jingga sempat mengusap air matanya sebelum membuka pintu, ia pikir Gwiyomi atau siapa yang datang. Tapi ia malah dikejutkan dengan sosok wanita yang sema sekali tak diharapkannya.

"Eril mana? Katanya dia sakit? Aku mau melihatnya," Jenny melirik Jingga sekilas lalu berjalan masuk begitu saja.

"Dasar wanita tidak punya sopan santun! Kau tidak boleh masuk," Jingga langsung menarik tangan Jenny saat wanita itu akan melewatinya.

"Ck, jangan melawanku, kau itu hanya istri di atas kertas. Jadi jangan coba-coba ikut campur masalah Eril," kata Jenny menghempaskan tangan Jingga dengan kasar.

Jingga berdecak begitu kesal, ia mengikuti Jenny dibelakangnya. Jingga tidak bisa berpikir lagi, terbuat dari apa hati Jenny ini. Wanita itu jelas sudah tahu kalau Eril memiliki istri, tapi masih saja mengejarnya.

"Eril, kamu apa kabar Sayang? Katanya sakit? Apa kau sudah sembuh?" ujar Jenny tanpa ragu langsung memeluk Eril dengan erat.

Eril tentu sangat kaget melihat Jenny datang ke rumahnya. Ia lalu menatap Jingga yang hanya meliriknya sinis lalu duduk di sofa lain.

"Aku sudah sembuh, kenapa datang kesini?" kata Eril melepaskan pelukan Jenny, ia bingung harus bersikap seperti apa sekarang.

"Sembuh gimana? Kamu masih anget gini, apa dia tidak merawat mu dengan benar?" ucap Jenny melirik Jingga dengan sinis.

"Tidak, Jingga merawat ku dengan baik. Kenapa kau kesini?" ujar Eril semakin tak enak perasaanya.

"Bohong, kenapa kau membelanya? Kau pasti belum minum obat," kata Jenny berniat menjatuhkan Jingga di depan Eril. "Makanan apa ini? Pantas saja Eril tidak mau makan, aku akan memasakan mu sebentar, setelah itu minum obat ya," lanjut Jenny memandang makanan yang dibuat Jingga seolah sangat jijik.

"Hei wanita tidak tahu malu, mau masakan ku enak atau tidak itu bukan urusanmu. Lebih baik kau urus saja hidupmu yang tidak berguna itu." sergah Jingga mengambil masakan yang dibuatnya lalu memakannya dengan gerakan kasar.

"Kau yang tidak punya tata krama, pantas saja Eril menyesal menikah denganmu," tukas Jenny tak mau kalah.

"Jenny ..."

"Ssst, kau diam saja, aku akan memasak sebentar untukmu," ucap Jenny langsung menyela begitu saja.

"Tidak usah, aku memang tidak berselera makan," ujar Eril langsung melarang.

"Nggak boleh gitu dong, kamu harus makan dulu terus minum obat, kamu pokoknya harus nurut, nanti aku ngambek loh," kata Jenny sengaja mencium bibir Eril di depan Jingga sebelum beranjak ke dapur.

Jingga membuang pandangnya ke arah lain, ia berusaha keras agar tidak menangis meski hatinya saat ini seperti terkena ribuan anak panah. Sakit yang begitu menghujam hingga tak tertahankan. Jingga mengigit sendoknya kuat-kuat sebagai pertahan dirinya.

"Aku tidak mengundangnya," ucap Eril tak ingin Jingga salah paham.

"Aku tidak perduli." sahut Jingga membanting sendoknya dengan kasar.

"Aku akan menjelaskannya, ini benar-benar tidak ada perencanaan, aku akan mengusirnya," kata Eril lagi.

"Untuk apa? Toh ini juga rumahmu, seharusnya aku yang pergi dan sadar posisiku. Terima kasih sakit hatinya, lain kali jangan berjanji apapun kalau tidak bisa menepatinya," sergah Jingga menatap Eril sangat tajam, ia lalu bangkit dari duduknya dan meninggalkan suami brengseknya itu.

Happy Reading.

Tbc.

1
Qaisaa Nazarudin
MAAF THOR CUMAN MASUKAN,NOVEL YG TERLALU BANYAK KOMPLIK DAN PELAKOR JUGA TDK BAGUS,RIDERS MEMBACA NOVEL ITU UTK HIBURAN,TAPI KALI SELALU DI SUGUHKAN DGN KOMPLIK MULU,BISA BIKIN JENGAH RIDERS UTK MEMBANCA NYA,BIAR BAB GAK SAMPAI RATUSAN TP TO THE POINT AJA,DARI HARUS BAB PANJANG PENUH KOMPLIK KAYAK DRAMA IKAN TERBANG..🙏🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Kenapa peran Jingga terkesan Lebay dan BODOH gini..sok baik jugak gak bagus,Apa emang dia mau kalo SUAMInya di EMBAT PELAKOR,heran aku dgn sikap sok polosnya Jingga..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
BODOH..MENGGALI LUBANG KUBUR SENDIRI..JALANG TERIAK JALANG..😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
Bukan Bara,Tapi pria lain..
Qaisaa Nazarudin
Ini lah wajah2 wanita BODOH demi seorang pria sanggup menghalalkan segala cara,Dan akhirnya dia sendiri yg menanggung akibatnya,sedangkan pria yg di kejar2 malah hidup bahagia tanpa nya..Begitu bodoh kan si wanita yg tenggelam dgn OBSESI ini..
Qaisaa Nazarudin
Tiada kejujuran dan kurangnya komunikasi,Awal dari masalah salah paham yg terjadi..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Mampos kau Andrean,Saat saat kehancuran mu sudah di mulai..👏👏👏👏
Qaisaa Nazarudin
Andrean mmg goblok,Menggali lubang kubur sendiri,Udah punya isteri tapi selingkuh,Dan sekarang dgn watados nya menikahkan selingkuhan dgn pria ber istri ckck..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Halu aja loe,Noh Bella udah fi bebasin oleh Axel,Mau ngapain loe lg..😏😏
Nofarahin Mohd Kamel
hummm... arap² jingga dapat lelaki yang lebih bagus dri suaminya..biar tahu menyesal suaminya 🤣
Neni Triana
kapok kau eril...uda tinggal aja jingga
Neni Triana
🤣🤣🤣 kapok kau eril
Indria Agustini
berasa sinetron ikan terbang aja nih......
Indria Agustini
Ceritanya bagus dan bikin baper juga
Ig: @putriaayu_98: terimakasih dukungannya kak
total 1 replies
Maya Imuch
🤣🤣🤣
Su Tari
yeeee
Ilan Irliana
jd kek Sinetron...yg licik menang terus....
Hadiqotul Umayah
ngeselin bgt baru baca 1atau 2 bab keganggu iklan..bisa ngga zi iklannya ga muncul bntar "mengganggu bgt
Ig: @putriaayu_98: Itu dah dari aplikasinya ya kak 😌
total 1 replies
Erlangga Saputra
jingga kaya ga ada laki lain mau aja.cinta sih cinta tapi jangan jadi cewe bodoh
Agung Ika Dewi
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!