NovelToon NovelToon
Hidden Baby 2

Hidden Baby 2

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:324.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

Shereena yang dinyatakan hamil membuat Daddy-nya sangat murka dan langsung mengirimnya keluar Negeri. Selain untuk menutup aib keluarga juga untuk melanjutkan pendidikannya di sana.

Setelah 6 tahun berlalu, Shereena pulang dengan membawa seorang bocah yang berusia 5 tahun. Namun, karena belum siap untuk menemui keluarganya dia memilih untuk tinggal di sebuah apartemen milik sahabatnya.

Siapa yang menyangka jika keimutan Arshen, membawa berkah untuknya. Sang anak tiba-tiba menjadi seorang bintang kecil yang menjadi idola masyarakat. Namun, sampai detik itu juga Shereena masih menyembunyikan siapa ayah kandung Arshen yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidden Baby 2 | Bab 24

Karena kalah telak akhirnya Arga diam tak berkutik. Ternyata, meskipun memiliki wajah yang hampir mirip, tetapi tidak menjamin anaknya akan berpihak padanya. Padahal Arga belum memberitahukan cara ampuh untuk bisa mendapatkan adik lebih cepat, tetapi Arshen keburu kabur mengadu pada Mommy-nya sehingga semua rencana ambyar begitu saja.

Diacuhkan oleh dua orang yang hendak menuju alam mimpi membuat Arga tidak tahan untuk ikut nyempil diantara keduanya. Namun, Arga ingat pada janji yang telah ia buat kepada Shereena, bahwa sebelum menikah ia tidak akan tidur di ranjang yang sama, karena takut khilaf lagi dan jadi lagi. Sementara hubungan mereka belum mendapatkan restu dari kedua orang tua mereka masing-masing.

"Kak Arga ngapain di situ? Udah sana keluar! Jangan lupa matikan lampunya ya!" usir Shereena yang masih melihat Arga duduk di sebuah sofa.

"Aku tidak mau keluar, karena aku ingin tidur di sini," kata Arga sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa.

"Yakin?" tantangan Shereena.

"Yakin Memangnya ada yang salah?"

"Baiklah, terserah Kak Arga aja yang penting jangan naik ke atas tempat tidur ini!"

"Iya, aku tahu batasnya, kok. Lagian kamu ngapain takut seperti itu sih. Kalaupun aku tidur disitu juga gak mungkin khilaf, Reen." kata Arga sambil mende.sah kasar.

"Jangan mimpi!" balas Shereena cepat.

Untuk saat ini Arga harus bisa mengendikan diri, meskipun rasanya terlalu sulit. Melihat Shereena dan juga Arshen tidur saling mendekap, rasa Arga juga ingin merasakan dekapan dari kedua orang yang disayanginya, terlebih dari Shereena.

"Shen, percayalah jika bintang telah bersinar, maka seluruh dunia akan memuji keindahan. Dan aku ingin kamu bersinar, tunjukkan bahwa kamu adalah bintang yang paling terang sekalipun kamu adalah bintang baru. Aku yakin cahayamu bisa menjadi penerang dalam hati yang gelap. Shen, tunjukkan pada mereka jika kamu layak untuk dicintai." Satu kecup.an mendarat di kepala Arshen yang sedang terlelap dalam dekapan Shereena.

Kini tangan Arga menyentuh kepala Shereena dan mengusapnya dengan pelan. Arga hanya bisa mende.sah dengan kasar. Karena cinta Shereena rela diasingkan, bahkan ia harus merasakan dan membesarkan anaknya seorang diri tanpa ada keluarga disampingnya.

"Reen, maafkan aku. Semua ini salahku. Ada ataupun tidak restu dari Daddy-mu, aku akan tetap menikah denganmu. Sudah cukup kamu menderita selama ini," lirih Arga yang kemudian juga mendaratkan sebuah kecu.pan di kepala Shereena.

Arga pun segera membenahkan selimut untuk menutup tubuh Arshen dan Shereena. Namun, ia dalam sekejap mata semua pertahanan Arga telah runtuh saat melihat kaki Shereena yang terlihat sangat mulus. Sebagai pria normal, melihat pemandangan seperti itu tentu saja akan ada sesuatu yang terasa sesak. Arga hanya bisa memejamkan matanya sambil membuang nafas bertanya. "Kamu gak usah ngulah! Ingat ini belum sah! Ngerti!" lirih Arga dengan pelan.

Karena tak ingin membuat kekhilafan dua kali, Arga memilih untuk meninggalkan kamar Shereena dan langsung mematikan lampu kamarnya. Jikapun malam ini dirinya tidur satu kamar dengan Shereena yang ada Arga tidak akan tidur sampai pagi karena pandangan akan tertuju pada Shereena.

Untuk mendinginkan kepalanya yang terasa berasap, Arga pun langsung menenggak air dingin dari kulkas, berharap bisa meredakan rasa sesak karena sesuatu yang sudah bangun.

"Tidur yang bagus! Saat ini belum waktunya untuk bangun. Jika nanti sudah waktunya, kamu puaskan bangun tiap jam gak papa, karena saat itu sudah ada tempat penampung. Kalau sekarang kamu sering bangun, apa ga mubadzir? Bisa-bisa gak premium lagi!" gerutu Arga pada sesuatu yang semakin lama semakin terasa sesak.

Author : Emang dia bisa dengar dan bisa jawab, Ga? 😁

Cukup lama Arga mendinginkan kepalanya, berharap buyung dalam sangkarnya bisa bobok dengan nyenyak tanpa harus ditidurkan di kamar mandi.

"Lihat aja Om Excel, tanpa restu darimu, aku akan menikahi putrimu. Aku tidak peduli apa yang akan kamu lakukan nanti. Lihat saja nanti!" Tangan Arga telah mengepal keras dengan gigi yang menggeretak. Kali ini Arga sudah siap untuk menentang restu kedua orang tuanya. Sekalipun dunia menentangnya, Arga akan melawan.

Malam yang semakin larut dan semakin sunyi membuat suasana terasa mencekam. Entah mengapa tiba-tiba bulu kuduknya berdiri semua saat telinga bisa menangkap angin yang mendekat padanya. Baru saja ingin menoleh, tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahunya.

PUK

Aarga terdiam untuk beberapa saat sambil menahan nafasnya. Selama dirinya tinggal di apartemen tak ada hantu yang mendekat padanya meskipun dirinya adalah pria kesepian. Namun, malam ini sepertinya penghuni apartemen telah menunjukkan keberadaannya. Arga hanya melirik tangan yang menempel di bahunya.

"Emang hantu punya cincin?" lirih Arga dengan pelan.

"Kak Arga ngapain disini?"

Mata Arga langsung membulat saat dia mengenali suara siapa yang baru saja bertanya padanya. Tentu saja itu adalah suara Shereena. Saat Arga menoleh, dirinya merasa lega karena yang menyambangi dirinya bukanlah penunggu apartemen melainkan penunggu hatinya.

"Reen, kamu ngapain malam-malam keluar kamar?" tanya Arga dengan gugup.

"Aku mau minum. Kak Arga sendiri ngapain disini, tuh keringatan lagi. Kak Arga gak lagi aneh-aneh kan?"

Kedua alis Arga langsung menaut. "Aneh-aneh gimana? Aku lagi minum, Reen."

...🌸🌸...

...BERSAMBUNG...

1
Sativa Kyu
👍
Bunda tambun
𝑰𝒛𝒊𝒏 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒚𝒂 𝒕𝒉𝒐𝒓
Salma Suku
Mampir lagi thor
Lilis Setiawaty GM
Bahasa Inggris nya kurang tepat. maaf masukan saja.
setio wati
keren
Si Memeh
Luar biasa
Sophia Yosephina
Kecewa
Sophia Yosephina
Biasa
Yuniarsih Yuni
bagus banget...jd pingin baca trs
Anonim
Betul iTunes boleh memang
Tuti Hayuningtyas
lanjuuuuut terusss thooooorrrr
Ester Yaru
terbaik
Oras Karoma
visualnya kurang greget !
MamaSipit
wahhh calon pacar nich
Mei Mei
Luar biasa
Zian Ariyanto
cerita nya GX nyambung sama yg di mko
👑🇷‌🇦‌🇹‌🇺‌ ᵗʸᵖᵒ: halo kak, misalnya gak nyambung dengan cerita MKO, skip aja gak usah dibaca dan gak usah rate rendah. tolong hargai authornya. Author nulis juga karena arahan dari editor. Heran deh sama para pembaca klo gak suka langsung kasih rate rendah, kalo gak suka cukup skip aja. terima kasih sudah rate rendah, semoga hari2 kakak selalu menyenangkan gak ada masalah sedikitpun 💋
total 1 replies
Zian Ariyanto
kok cerita nya GX nyambu Ama yg di cerita nya Rinjani ya tohor
👑🇷‌🇦‌🇹‌🇺‌ ᵗʸᵖᵒ: iya kak. konfliknya berbeda. itu atas saran editor.
total 1 replies
ipit
ceritanya bagus thor, kenapa gak dilanjutkan...,,,,semangat slalu buat authornya.....
ipit
terharunya aku thor,kasih sayang se orang ayah atau ibu sama anaknya tak akan ada tergantikan dengan apa pun, akan slalu terhubung..... tak akan bisa terputus.....
ipit
sekejam kejam nya orang tua,pasti tetap menyayangi anaknya walaupun dalam hati.....,,😢😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!