“Temani kesepianku, maka uangku adalah uangmu!"
Demi kesembuhan sang ibu, Ermi Azrina rela menjadi Fake Affair yang berarti ia hanya perlu menjalankan misi agar Nesya Key (istri sah) sakit hati hingga menuntut perceraian.
Mampukah Ermi menyelesaikan misinya dengan baik? Apakah mungkin Key yang sangat mencintai suaminya mau bercerai hanya karena kehadiran orang ketiga? Apa motif di balik Fake Affair yang Varon Mero lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 ~ Bagaimana kalau saya hamil, Tuan?
Setelah menyelesaikan mandinya, Ermi meraih handuk kemudian ia lilitkan di tubuh polosnya yang sekarang semakin subur. Ya, di beberapa bagian tertentu terlihat semakin membesar. Termasuk kedua dada, bokong, dan juga perut yang sedikit menyembul di bagian bawah pusarnya. Ermi tak heran karena selama tinggal di rumah Tante Devi, ia diperlakukan dengan baik dan selalu diberikan makanan yang enak.
Keluar dari kamar mandi, Ermi menuju lemari dan mengenakan pakaian. Meski terasa sesak karena mulai sempit, Ermi tetap mengenakannya karena belum punya banyak uang untuk membeli pakaian baru yang agak longgar di tubuhnya.
Ermi duduk di meja rias sambil memandangi wajahnya yang akhir-akhir ini terlihat memucat. Sedikit liptint Ermi aplikasikan agar bibirnya tidak terlalu pucat. Saat akan bangkit, kedua bola mata Ermi tak sengaja menangkap sebuah kalender yang tanggalnya ia lingkari merah. Ermi meraih kalender itu secepat kilat.
"Bulan kemarin telat, bulan ini juga telat. Sebenarnya apa yang terjadi padaku?" gumam Ermi memegang kalender dengan tangan bergetar hebat. Takut kenyataan yang selama ini ia takutkan akan menjadi kenyataan.
Kalender terlepas dari pegangan, ia menjatuhkan tubuh dan terduduk di kursi. Mata Ermi berkaca-kaca, saat ia berkedip, buliran bening pun meluncur bebas. Kedua tangan Ermi reflek menyentuh perutnya yang permukaannya memang terasa aneh.
"Aku ... Aku tidak mungkin hamil, bukan?" tanya Ermi frustasi.
Derrrrt
Ponsel Ermi berdering, panggilan masuk dari Varon membuatnya kaget. Sebelum mengangkat panggilan, Ermi lebih dulu mengusap air matanya dengan kasar.
"Hallo Ermi, kau di mana?" suara bariton yang ia rindukan akhirnya terdengar.
"Di rumah, tuan. Ada apa?" tanya balik Ermi.
"Aku sudah di rumahmu, tapi tidak ada seorang pun di sini. Kau di mana?" balas Varon di seberang sana.
"Saya ada di rumah Tante Devi," jawab Ermi bergegas keluar dari kamarnya.
"Aku ke sana."
Tutt!
Panggilan diputuskan.
Sampai di pintu utama Ermi langsung membukanya, muncullah Varon yang terlihat masuk dengan terburu-buru.
"Duduklah, tuan." Ermi mempersilahkan Varon untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Tante Devi mana?" tanya Varon sambil menjatuhkan tubuh kekarnya di sofa.
"Sedang pergi, tuan. Saya sendiri di rumah ini," jawab Ermi, Varon menganggukkan kepalanya. Varon menatap Ermi lama, Ermi dibuat tidak nyaman. Sepertinya Varon menyadari perubahan yang terjadi pada fisik Ermi. Bagaimana tidak? Dua gunung kembar terlihat jelas ukurannya karena baru kali ini Ermi mengenakan pakaian yang tidak longgar.
"Ada apa tuan mencari saya?" tanya Ermi membuyarkan lamunan Varon.
"Oh iya. Aku datang untuk memberikan uang ini uang untukmu, anggap saja uang ini adalah bayaran untuk misimu. Misimu selesai, sekarang kamu bebas." tutur Varon dengan gamblangnya, ia mengulurkan sejumlah uang yang tertulis pada cek yang sudah ia tanda tangani.
Ermi kaget mendengarnya, ia menatap cek di atas meja dengan perasaan campur aduk. Ermi tak tahu harus senang atau sedih. Senang karena misi nya telah selesai dan uang yang ia inginkan berhasil ia dapatkan. Sementara sedih, wanita mana yang tidak sedih bila kehilangan kehormatannya. Di saat ia menyadari sebuah fakta tentang kehamilan, pria itu justru akan pergi meninggalkan dirinya.
"Tapi tuan belum bercerai dari nyonya Key," kata itulah yang terucap dari bibir Ermi yang bergetar. Kata yang seakan menolak untuk ditinggalkan.
"Yang Key kandung ternyata adalah bayiku, aku memutuskan untuk tidak menceraikannya. Meski aku tidak bercerai dengan Key, aku akan tetap memberikanmu uang ini," balas Varon tampak menyesali perbuatannya.
"Jadi, kita tidak akan berhubungan lagi?" Dan Ermi tahu cek di hadapannya saat ini adalah kompensasi.
"Iya, aku harus pergi dan tinggal bersama orang tua key di Inggris."
"Tuan benar-benar akan meninggalkan saya?" tanya Ermi lagi, entah kenapa hatinya terasa begitu perih bak disayat sembilu.
"Maaf."
"Apa dengan kata maaf itu dapat mengembalikan kehormatan saya?"
"Karena itulah aku memberikanmu uang ini sebagai permintaan maafku padamu. Uang ini bisa membiayaimu seumur hidup, kamu tidak perlu bekerja keras lagi, dan kamu juga bisa melakukan operasi plastik dengan uang itu," kalimat itu dengan lancarnya Varon katakan di hadapan wanita tak berdaya yang telah ia hancurkan berkeping-keping.
"Operasi plastik?" tanya Ermi tersenyum kecut.
"Iya. Hymenorrhaphy, aku dengar operasi ini dapat mengembalikan selaput daramu yang aku robek. Setelah operasi, aku harap kamu dapat menemukan laki-laki yang mencintaimu apa adanya. Aku harap kamu bisa hidup bahagia, aku harus pergi sekarang," Varon bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu.
"Bagaimana kalau saya hamil, tuan!?"
tapi kok dikit banget kak.. 😁😁😁
gpp deh, yg penting masih bisa terus menikmati karyamu..
oke deh lanjut karya berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰🤩😍
udh mampir di karya baru mu mak..
makasih othor 😘