Crazy up setiap hari jadi jangan sampai tumpuk bab 😎🙏
Novel ini merupakan sekuel novel Gairah Cinta CEO Bastard.
Ini cerita tentang anak-anak CEO Bastard yang pastinya tidak kalah seru dengan kisah orang tua mereka.
Adam merupakan CEO bermulut pedas, kata-katanya tajam dan sarkas tepat pada intinya langsung. Tak jarang dia menyakiti hati lawan bicaranya.
Abraham merupakan CEO casanova, sorot matanya mampu membius kaum hawa hingga bertekuk lutut di hadapannya.
Xander merupakan CEO kejam, dia memiliki sebuah rahasia kelam yang disimpan nya rapat-rapat tanpa diketahui siapapun.
"Pernikahan adalah kutukan bagiku!" Xander Dominic.
"Aku akan melajang seumur hidup dan merayu wanita manapun yang aku suka." Abraham Dicaprio.
"Aku tidak mau menikah karena pernikahan bagaikan penjara suci untuk laki-laki seperti ku!" Adam Dicaprio.
Lalu bagaimana kalau mereka bertemu dengan pawang masing-masing yang memiliki karakteristik unik mampu menarik perhatian mereka?
akankah mereka jatuh cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JANGAN??!!!!
Adam melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tak sabar untuk tiba di apartemen. Pria itu yakin kalau Zara tak pergi jauh karena pakaian yang digunakan oleh gadis itu sangatlah seksi. Apalagi Zara tak memakai pakaian dalam.
"Semoga kamu baik-baik saja," gumam Adam pelan merasa sangat khawatir dengan keadaan Zara.
Saat tiba di apartemen, dia segera menuju ke pos keamanan apartemen. Adam menyuruh petugas untuk mencari keberadaan Zara melalui CCTV, di ponsel Adam hanya memiliki akses CCTV apartemen miliknya saja.
"Tuan Adam." Petugas keamanan terkejut melihat kedatangan Adam secara tiba-tiba. Terlihat wajah pria itu tegang, menunjukkan raut wajah panik.
"Tunjukkan padaku CCTV di lantai kamar apartemen ku!" pinta Adam dengan nada tegas dan buru-buru.
Sontak saja petugas itu segera memfokuskan layar CCTV lantai 18, dilihatnya hanya ada beberapa tetangga kamar apartemen sebelah Adam.
Adam menggigit bibirnya panik, dia melihat jam tangannya dan teringat waktu kepergian Zara dari kamar apartemen nya.
"Mundurkan rekaman CCTV nya pada jam 11:34 AM," titah Adam membuat petugas itu segera melaksanakan nya.
Tampak Zara berlari keluar dari kamar apartemen nya menuju tangga darurat. Tampak gadis itu menangis dan berlari ketakutan tanpa alas kaki.
Sungguh miris penampilan Zara membuat hati Adam sesak karena teringat adiknya Aprilia yang sebaya dengan Zara.
"Cari di mana gadis ini berada sekarang juga melalui rekaman CCTV." Adam memberikan perintah, segera saja petugas keamanan mencari keberadaan Zara melalui CCTV besar itu.
Tampak Zara berlari ke atap gedung. Gadis itu melangkah gontai menuju pembatas gedung, tidak memperdulikan tubuhnya basah kuyup karena air hujan
"Shittt! Apa yang di lakukan gadis bodoh itu?" umpat Adam seraya mengacak-acak rambutnya.
"Tuan sepertinya wanita itu ingin b*Nuh diri. Kita harus segera menolongnya," ujar petugas keamanan terkejut ketika melihat Zara yang sedang berusaha naik ke pembatas gedung.
"Cari bantuan dan siapkan sesuatu yang bisa menahan tubuhnya agar tidak langsung jatuh ke jalanan. Apapun itu! Takutnya aku tidak bisa menyelamatkan nya nanti."
Adam mengeluarkan ide cemerlang nya membuat petugas itu segera mencari bantuan. Keamanan dan fasilitas di pekarangan apartemen tempat Adam tinggali sangatlah mewah dan lengkap.
Mereka tidak kesusahan mencari bantuan dari luar sebab sudah memiliki alat bantu bila ada seseorang yang melakukan percobaan bunuh diri terjun dari atap gedung.
Adam segera berlari keluar dari pos petugas keamanan. Nafasnya memburu karena mengeluarkan seluruh tenaganya untuk berlari agar bisa tiba di lokasi Zara tepat waktu.
Dia menaiki lift menuju lantai 20 (lantai terakhir). Setelahnya dia keluar naik tangga darurat yang langsung menuju ke atap gedung.
*
*
Hah
Hah.
Nafas Adam naik turun, tubuhnya ikut basah kuyup saat tiba di atap gedung. Dia melihat Zara sudah berada di atas pembatas gedung. Sedang bersiap-siap untuk terjun ke bawah.
Zara menatap ke arah langit, air hujan membasahi wajahnya yang sudah basah oleh air mata sedari awal. Dia mengabaikan matanya yang perih, terus menatap langit dengan tatapan sendu.
Senyuman getir tercetak dari wajah Zara teringat segala kepahitan hidup yang ia rasakan. Umurnya masih sangatlah muda, tetapi sudah banyak merasakan garam kehidupan.
"Selamat tinggal dunia kejam," gumam nya pelan menggerakkan satu kakinya ke depan.
Namun …
"Berhenti?!" teriak Adam keras membuat Zara menghentikan langkahnya.
Suara bariton yang tak asing terdengar, dia pun berbalik melihat siapa yang datang untuk menghentikan niatnya.
"Bos," gumamnya pelan terkejut melihat Adam di hadapannya.
Terlihat Adam berdiri tak jauh darinya, melangkah pelan berusaha menjangkaunya.
"Berhenti di situ?!" jerit Zara kencang membuat Adam menghentikan langkahnya. Dia menelan ludahnya kasar karena takut bila Zara melompat ke bawah.
Perintah Zara persis seperti ancaman untuk Adam.
"Okay, aku berhenti di sini. Kamu juga turun dari sana yah!" pinta Adam dengan suara keras karena suara hujan deras amatlah mengganggu mereka saat ini.
Zara menggelengkan kepalanya. Dia sedang putus asa dan ingin sekali mengakhiri hidupnya agar semua penderitaan yang ia rasakan segera menghilang.
"Tidak! Aku tidak mau … hiks … aku mau mati saja. Hidupku sudah hancur, aku sudah kotor?!" balas Zara menangis histeris menepuk dadanya yang terasa sakit.
Hati Adam terasa sakit mendengarnya. Dia sempat meremehkan keluguan Zara dulu, namun setelah melihat apa yang di alami oleh Zara, kini dia paham kalau gadis itu benar-benar lugu.
"Tidak … kamu masih bersih dan suci, kamu tidak kotor sama sekali! Jadi, ayo turun."
Adam berusaha membujuk Zara, namun gadis itu menggelengkan kepalanya cepat. Dia merasa dirinya sudah sangat kotor karena dilecehkan oleh pria asing – Xander.
"Tidak … hiks … pria itu sudah menyentuhku, aku sudah kotor. Ibu dan ayahku pasti kecewa padaku karena punya putri yang kotor, adik-adikku juga akan malu memiliki kakak sepertiku … aku bukan contoh yang baik untuk mereka."
Zara mengeluarkan isi hatinya pada Adam. Membuat hati Adam yang keras pun lembut. Dia memandang sendu Zara, bila di perhatikan pria itu juga menangis.
Adam sangat takut sekarang, seumur hidup baru kali ini berhadapan dengan orang yang ingin bunuh diri. Dia akan menyalahkan dirinya bila sesuatu yang buruk terjadi pada Zara.
"No, orang tuamu pasti sangat bangga punya putri yang berani seperti mu. Kamu sangat hebat karena bisa bertahan sampai detik ini. Adik-adikmu pasti akan bangga karena kakaknya sangat berani melawan saat hampir di perkosa."
"Hey … kamu harus ingat kalau kamu itu tetap bersih dan suci, walau kamu sudah tidak lagi perawan. Karena apa? Karena kamu manusia … sebaik atau sejahat apapun manusia, akan disebut manusia."
"Mau baik juga tidak akan disebut malaikat, mau jahat juga tidak pantas disebut iblis."
Adam berusaha membujuk Zara, entah belajar dari mana kata-kata bijak itu, yang jelas saat ini dia harus bisa menyelamatkan Zara dari keputusasaan.
Zara terdiam beberapa saat, pikiran nya kacau. Seolah malaikat dan setan sedang berdebat dalam pikirannya.
Malaikat menyuruh Zara untuk mengurungkan niatnya. Sedangkan setan terus membujuk Zara agar terjun ke bawah.
"Tapi, aku kotor! Pria itu … pria itu sudah meleceh kan ku," balas Zara dengan bibir bergetar.
Bayangan wajah Xander menatapnya dengan tatapan buas membuat Zara kembali menangis.
Sedangkan Adam melangkah kakinya perlahan mendekati Zara.
"Kalau kamu kotor, tinggal mandi. Apa susahnya, 'kan?" Adam berkata dengan santai meski hatinya di penuhi kegelisahan.
Dia sendiri belum melihat kelanjutan CCTV saat Xander melecehkan Zara. Karena hatinya sudah sakit kala melihat Xander mencumbu Zara. Tadi, dia hanya mempercepat rekaman nya sampai Zara mencelakai Xander.
Namun, bila melihat pakaian Xander yang sudah tidak lengkap membuat hati Adam ragu.
"Tidak ada pria yang mau dengan wanita kotor seperti ku," gumam Zara lagi dengan tatapan kosong.
Dia tersenyum pada Adam yang kini berada di hadapannya. Tangan pria itu terulur cepat ingin menarik tubuh Zara.
Namun, Zara lebih dulu melihatnya dan menjatuhkan dirinya ke bawah.
"Selamat tinggal penderitaan," gumam Zara pelan seraya memejamkan matanya.
"Please, don't?!" teriak Adam tanpa pikir panjang ikut melompat ke bawah.
*
*
*
Tembus komentar 50, dan like 500 author bakal up lagi.
Buat yang pengen lihat visual pemain nya silahkan follow IG author Balqis7850
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰 i
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏