Warning!!! 21++
Buku kedua dari Kutukan Cinta sang Casanova.
Selamat datang di dunia tawa yang membahagiakan.
Siapkan jantung dan hati anti baper. Sakit perut akibat tertawa setelah baca ini tidak di tanggung BPJS..
Hidup adalah pilihan, dan Alex memilih tak ingin repot dengan kerumitan yang di nama kan cinta apalagi sebuah hubungan yang mengikat yang di sebut pernikahan.
Namun Alex harus menelan kembali kata-katanya saat ia harus terperangkap dengan seorang gadis belia dan masih berseragam putih abu-abu.
Lalu apakah Alex akan kembali melontarkan kata antipatinya terhadap sebuah rasa asing dalam dirinya. sebuah rasa yang membuatnya kesepian dalam keramaian. sebuah rasa yang ia sebut Cinta. hingga keadaan berbalik, alam seolah mentertawakannya saat rasa ingin memiliki mendapatkan penolakan.
Tekad Alex untuk menjadi pribadi yang lebih baik agar pantas bersanding dengan gadis baik itu pun membutuhkan pembuktian.
Simak kisah mereka dan jangan lupa Bahagia.
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chanda Kirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dasar Rentenir.
Happy Reading...
Sherryl memonyongkan bibirnya karena Alex membuatnya kesal dan juga ketakutan. dan sekarang pria itu dengan antengnya memakan nasi goreng yang sheryl masak.
Di hadapan Sherryl ada dua lembaran kertas yang berisi kan catatan hutang yang harus di bayar oleh Sherryl. deretan angka-angka itu membuat Sherryl sakit kepala mendadak.
Mana mungkin hanya dengan membuat sedikit kekacauan di akhir pesta lalu insiden mengenakkan itu, dan di tambah insiden kamar mandi yang membuat keduanya terjatuh bersama dengan tubuh yang saling menempel bahkan tak ada satu mili pun kulit yang tergores, membuat Sherryl harus terjebak dengan hutang yang mencekik.
Benar-benar penjajahan mode baru.
"Bang kenapa hutangku banyak banget ini?" protes Sherryl. bahkan ia sudah tak bernafsu lagi untuk memakan nasi goreng yang lumayan enak itu.
"Lo kira berapa kerugian di pesta bos waktu itu?" Bohong Alex. bahkan seharusnya yang meminta ganti rugi adalah pihak catering bukan. jadi kenapa jadi pemilik pesta yang di bikin repot.
"Harusnya yang nagih kan pihak Catering bang, bukan abang?"
"Lo kira mereka gak minta ganti rugi ke gue apa?" Alasan tak masuk akal.
"Tapi kan bukan abang yang punya pesta?"
"Tapi kan mereka juga taunya kita yang bikin rusak." Alex begitu mudahnya mematahkan pendapat Sherryl.
Sherryl hanya mampu mencebik, di lihatnya lagi perincian hutang tersebut. melihatnya nominalnya saja sudah membuat kepala Sherryl pening, apa kabar nantinya jika ia harus mencari uang sebanyak seratus juta lebih sekian ribu rupiah.
Sungguh ini yang adalah penjajahan pasca kemerdekaan.
"Bang, ini yakin abang gak salah hitung?" Sherryl menunjuk angka yang hanya di lirik sebentar oleh Alex lalu pria itu tersenyum tipis. nyaris tak terlihat.
"Lo kira gue bego gak bisa hitung angka receh itu, kredibilitas gue sebagai asisten Direktur di pertaruhkan disini." jawab Alex pura-pura marah. tapi mulutnya masih doyan menerima suapan dengan lahap.
"Tapi aku juga bingung bang, kenapa bisa sebanyak ini?" Sherryl masih tak terima. ia menganggap jika Alex dengan sengaja membuat hutangnya bertambah banyak.
"Jadi lo gak percaya sama gue?"
"Siapapun juga gak akan percaya dengan perincian ini bang," Sheryl masih menunjuk satu persatu angka yang berderet itu. "masa iya cuma pecahin beberapa piring kue sama gelas aja totalnya sampai puluhan juta. tukang ledeng jugak gak mungkin kan sampai semahal ini. " Sherryl masih memindai angka dari atas sampai bawah. hingga pandangannya jatuh pada satu tagihan yang membuatnya terperangah hingga harus membuka mulutnya lebar-lebar.
Kembali ia mengeja jajaran huruf-huruf itu. "ganti rugi karena mencuri ciu_," Sherryl berdiri dengan menggebrak meja. "Abang, kenapa ini juga di masukin tagihan. aku kan gak sengaja Ci_" Sheryl bahkan tak sanggup meneruskan kalimatnya karena malu. "Ah, sudahlah! pokoknya aku gak terima!"
"Duduk!" titah Alex.
"Ogah!"
"Duduk, cherry!"
"Ck, Ribet!"
"Lo gak terima? harusnya gue yang gak teri_"
"Aku gak sengaja, udah di bilangin juga," sela Sherryl cepat sebelum Alex menyelesaikan kalimatnya.
"Lo gak tau aja, bibir gue limited edition," Alex menangkupkan sendok dan garpu di tas piringnya. lalu ia mengambil air putih di hadapannya dan menenggak hingga tinggal separuh. "jadi gue musti dapat ganti rugi atas perbuatan lo."
Hiks!
Seperti ada sesuatu yang memasuki tenggorokan, Sherryl sampai kesulitan menelan salivanya.
"Tapi kan abang yang paling untung?" Sheryl masih dengan kekeuhnya menolak salah.
"Jika gue laporin masalah itu, lo bisa di pidana atas kejahatan pe le ce han!" Alex sengaja memenggal kalimatnya untuk membuat Sheryl mempercayai ucapannya.
Lagi?
"Kenapa sih abang selalu bilang kalo aku lecehin abang?" ujarnya sedikit merajuk.
"Terus apa namanya kalo gitu?"
"Ketidak sengajaan, ya benar itu cuma ketidak sengajaan. lagian waktu itu kita lagi taruhan"
Lagi-lagi gadis itu tak menyadari ucapannya.
"Taruhan?" Alex mengerutkan dahi memandang penuh pertanyaan. "taruhan apa maksud lo?"
"Eng_enggak, bukan taruhan. kami cuma main-main." jawab Sherryl.gugup. ia bahkan harus melarikan pandangannya, ke manapun asal tidak membalas tatapan tajam Alex yang sepertinya sedang marah.
"Jadi lo jadiin gue bahan taruhan?"
"Ya enggak lah! taruhannya itu cuma nanya nama sama nomor telpon aja, berhubung aku kesandung ya u... dah! lirihnya takut dan malu.
Sherryl baru menyadari jika nadi gorengnya masih utuh, dan dengan gerakan pelan dan d
suapan kecil ia mulai mengunyah makanan
nya.
"Gak peduli, intinya lo musti bayar kerugian gue!"
"Tapi jangan segitu juga bang!"
"Udah gue bilang, ini soal harga diri. lagian bibir gue dan ciuman gue, gue bandrol mahal. jadi lo mau gak mau musti bayar sejumlah itu."
"Ya mana gue ada duit segitu."
"Lo bisa nyicil sama gue,"
"Oke kalo begitu."
Ah, Sherryl bisa tenang sekarang
"Tapi ada syaratnya?"
Tuh kan!
"Apa Syaratnya?"
"Bayar bunga harian"
"Berapa aku harus bayar?" Sherryl mengurungkan menyuap makanan ke dalam mulutnya. sendoknya masih tertahan di udara.
"Kasih gue ciuman setiap hari. One day one kiss?"
"Dasar Rentenir!" dan berakhirlah sendok di tangan Sherryl terpenting di atas piring."Lintah darat!"
***