NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.23 — Buruan Pertama

Tubuh Babi Taring Besi yang bersembunyi di balik gugusan batu hitam tampak hampir sebesar sapi dewasa. Seluruh tubuhnya diselimuti kulit berwarna abu-abu gelap yang terlihat kasar dan tebal seperti lapisan batu, sementara otot-otot yang menggembung di bawah kulit itu bergerak setiap kali ia mengais tanah dengan moncongnya untuk mencari umbi-umbian liar. Dua taring panjang yang mencuat keluar dari rahangnya melengkung tajam ke atas, memantulkan sinar matahari yang menyelinap di antara celah dedaunan sehingga terlihat seperti bilah logam yang baru diasah. Dari tubuhnya memancar aura buas yang berbeda dari hewan liar biasa, menjadi bukti bahwa makhluk itu telah menyerap Qi alam dan berubah menjadi Hewan Iblis Tingkat Rendah.

Luo Hai mempersempit tatapannya sebelum berbisik dengan suara yang hanya dapat didengar oleh Xiao Yun.

"Itu adalah Babi Taring Besi. Di antara Hewan Iblis Tingkat Rendah, daya tahannya cukup tinggi dan serangan tubrukan-nya mampu meremukkan batu besar. Jangan meremehkannya hanya karena ia terlihat sedang mencari makan."

Jantung Xiao Yun berdetak sedikit lebih cepat. Sejak meninggalkan Desa Kabut, ia telah beberapa kali bertemu hewan buas, tetapi inilah pertama kalinya ia mengamati seekor Hewan Iblis dari jarak sedekat ini tanpa diketahui keberadaannya. Ia menahan napas sambil memperhatikan setiap gerakan mangsanya. Babi Taring Besi itu tampak sama sekali tidak menyadari bahwa sepasang mata sedang mengawasinya dari balik batu besar. Moncongnya terus menggali tanah, sesekali mengeluarkan dengusan berat ketika menemukan akar atau tumbuhan liar yang dapat dimakan.

Tatapan Xiao Yun bergerak menyusuri tubuh lawannya. Kulit di punggung dan kedua sisinya tampak sangat keras, bahkan beberapa ranting yang mengenai tubuhnya langsung patah tanpa meninggalkan bekas sedikit pun. Otot-otot kakinya juga terlihat kokoh, menunjukkan bahwa tenaga ledakan makhluk itu pasti sangat besar. Dalam benaknya segera muncul kesimpulan sederhana bahwa jika ia mencoba menyerang secara membabi buta, kemungkinan besar justru dirinya yang akan mengalami kerugian.

Meski demikian, semangat bertarung yang masih menggebu membuat Xiao Yun tanpa sadar mulai menggeser langkahnya keluar dari balik batu persembunyian. Ia berniat menyerang lebih dulu sebelum lawannya sempat bereaksi.

"Berhenti."

Suara Luo Hai terdengar datar, tetapi cukup untuk membuat langkah Xiao Yun langsung membeku.

Anak itu segera menoleh dengan wajah bingung.

"Kenapa, Guru?"

Luo Hai tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju kepada Babi Taring Besi sebelum akhirnya berkata dengan nada tenang namun tegas.

"Karena kau hampir melakukan kesalahan yang paling sering membawa pemburu menuju kematian."

"Kekuatan bukanlah satu-satunya penentu kemenangan."

"Pemburu yang gegabah biasanya akan mati lebih cepat daripada mangsanya sendiri."

Xiao Yun menundukkan kepala. Ia menyadari bahwa dirinya memang terlalu bersemangat hingga hampir melupakan pelajaran paling mendasar.

"Kalau begitu apa yang harus kulakukan?" tanya Xiao Yun panik

"Amati terlebih dahulu." jawab Luo Hai

Setiap makhluk memiliki kelemahan, sekeras apa pun tubuhnya.

"Gunakan pikiranmu sebelum menggunakan tenaga."

Mendengar nasihat itu, Xiao Yun menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya. Ia kembali berjongkok di balik batu dan mulai mengamati dengan lebih saksama. Kali ini ia tidak hanya melihat ukuran tubuh lawannya, tetapi juga memperhatikan cara makhluk itu bergerak, arah pandangannya, ritme napasnya, hingga bagian tubuh yang tampak kurang terlindungi.

Beberapa saat berlalu dalam keheningan.

Sedikit demi sedikit ia menemukan pola yang sebelumnya tidak diperhatikannya.

Saat Babi Taring Besi menundukkan kepala untuk menggali tanah, kedua matanya menjadi lebih terbuka dan tidak tertutup lapisan kulit keras. Selain itu, bagian bawah leher hingga pangkal rahangnya tampak jauh lebih lunak dibandingkan punggung atau bahunya yang dipenuhi otot tebal.

"Itu dia..." gumam Xiao Yun hampir tanpa suara.

Luo Hai menganggukkan kepala dengan wajah yang sedikit lebih puas.

"Bagus. Sekarang kau mulai berpikir seperti seorang pemburu."

Xiao Yun segera menyusun rencana di dalam benaknya. Ia tidak mungkin menembus kulit tebal di bagian tubuh utama, sehingga satu-satunya pilihan adalah memancing lawan menyerang terlebih dahulu sebelum memanfaatkan celah yang muncul.

Setelah merasa siap, ia menarik napas dalam-dalam, mengencangkan otot-otot tubuhnya, lalu melesat keluar dari balik batu.

Daun-daun kering beterbangan akibat dorongan kakinya.

Suara itu langsung membuat Babi Taring Besi mengangkat kepala dengan waspada. Mata merah kecokelatan miliknya segera mengunci sosok kecil yang tiba-tiba muncul beberapa puluh langkah di depannya. Dalam sekejap, dengusan berat berubah menjadi raungan penuh amarah.

ROOOARRR!

Tanpa memberi kesempatan sedikit pun, tubuh besar itu menerjang lurus ke arah Xiao Yun. Keempat kakinya menghantam tanah dengan tenaga luar biasa hingga permukaan bumi bergetar pelan setiap kali ia melangkah.

Mata Xiao Yun sedikit membesar. Ia memang telah mempersiapkan diri, tetapi kecepatan tubrukan lawannya masih jauh melampaui perkiraannya.

Untungnya, latihan keras selama beberapa bulan terakhir membuat refleks tubuhnya meningkat pesat. Tepat sebelum taring tajam itu mencapai dirinya, Xiao Yun memutar tubuh dan melompat ke samping.

BRRAAAK!

Tubrukan Babi Taring Besi menghancurkan batu besar yang berada tepat di belakang Xiao Yun. Pecahan batu beterbangan ke segala arah, sementara debu tebal langsung memenuhi udara.

"Cepat sekali..." pikir Xiao Yun sambil menjaga jarak.

Namun lawannya sama sekali tidak memberinya waktu untuk bernapas. Hewan Iblis itu segera memutar tubuhnya dan kembali menyerang dengan kemarahan yang semakin besar.

Kali ini Xiao Yun tidak lagi terburu-buru membalas. Ia hanya memanfaatkan kelincahan tubuhnya untuk menghindari setiap serangan sambil terus memperhatikan pola gerakan lawannya. Seni Penempaan Tubuh Kekosongan membuat kekuatan fisik dan koordinasi tubuhnya jauh melampaui anak seusianya, tetapi menghadapi Hewan Iblis tetap merupakan tantangan yang tidak boleh dianggap enteng.

Beberapa kali taring tajam lawannya melintas sangat dekat dengan tubuhnya. Bahkan satu serangan sempat merobek ujung bajunya sebelum ia berhasil melompat mundur. Keringat dingin mulai membasahi dahinya, tetapi tatapan Xiao Yun justru semakin tenang. Ia tidak lagi terbawa emosi seperti saat awal pertarungan.

Di kejauhan, Luo Hai hanya mengamati tanpa sedikit pun berniat membantu. Sesekali ia mengangguk tipis melihat perubahan cara berpikir muridnya.

Beberapa putaran serangan berlalu. Napas Babi Taring Besi mulai terdengar lebih berat akibat terus-menerus menyerbu tanpa hasil.

Saat itulah kesempatan yang ditunggu akhirnya muncul.

Ketika makhluk itu kembali menundukkan kepala dan melesat lurus, Xiao Yun tidak lagi menghindar terlalu jauh. Ia bergeser ke samping pada saat terakhir, memanfaatkan momentum tubuh lawannya yang belum sempat berhenti, lalu melompat tinggi ke arah lehernya.

Pisau berburu yang telah lama digenggamnya langsung berkilat.

SRAAT!

Bilah tajam itu berhasil menggores bagian bawah leher yang tidak terlindungi kulit keras. Darah segar memancar keluar disertai raungan kesakitan yang mengguncang seluruh hutan.

Babi Taring Besi mengamuk sambil mengibaskan kepalanya dengan liar.

Namun Xiao Yun telah mendarat beberapa langkah di belakangnya. Begitu melihat lawannya kehilangan keseimbangan akibat luka tadi, ia segera bergerak lagi tanpa memberi kesempatan untuk memulihkan diri.

Dalam satu tarikan napas, tubuh kecilnya melesat kembali ke depan.

Pisau berburu menusuk tepat ke luka yang sama.

SRAAK!

Luka di leher Babi Taring Besi langsung bertambah dalam. Darah mengalir semakin deras, sementara tubuh besar makhluk itu mulai bergoyang akibat kehilangan tenaga. Ia mundur beberapa langkah dengan napas yang tersengal, lalu akhirnya roboh menghantam tanah.

DUUUUM!

Getaran pelan menjalar ke seluruh permukaan hutan sebelum semuanya kembali sunyi.

Xiao Yun berdiri beberapa langkah dari bangkai lawannya sambil mengatur napas yang mulai memburu. Setelah memastikan Hewan Iblis itu benar-benar tidak bergerak lagi, senyum puas perlahan muncul di wajahnya.

"Aku berhasil..."

Kalimat itu keluar hampir seperti bisikan.

Perasaan yang memenuhi dadanya sulit digambarkan. Ini bukan hasil pemberian siapa pun, bukan pula keberuntungan yang datang secara kebetulan. Hewan Iblis pertama dalam hidupnya berhasil ia kalahkan dengan keberanian, latihan, dan penilaian yang benar terhadap situasi.

Luo Hai berjalan mendekat sambil memeriksa bangkai Babi Taring Besi dengan saksama. Setelah beberapa saat, ia mengangguk pelan.

"Masih ada banyak kekurangan dalam pertarungan mu."

"Gerakanmu beberapa kali terlalu terburu-buru, dan kau hampir kehilangan kesempatan karena emosimu."

Mendengar itu, senyum Xiao Yun sedikit menghilang.

Namun Luo Hai segera melanjutkan dengan nada yang lebih lunak.

"Akan tetapi, untuk buruan pertamamu, hasil ini sudah cukup memuaskan."

"Yang lebih penting, kau belajar menggunakan pikiran, bukan sekadar kekuatan."

Wajah Xiao Yun kembali berbinar.

Dengan bimbingan Luo Hai, ia mulai memotong bagian-bagian tubuh yang memiliki nilai jual tinggi. Kedua Taring Besi dilepaskan dengan hati-hati agar tidak rusak, kemudian kulit tebalnya dikuliti secara perlahan. Selain itu, Luo Hai juga mengajarinya mengambil beberapa bagian tubuh yang biasa digunakan sebagai bahan obat maupun perlengkapan kultivasi.

Menjelang senja, seluruh pekerjaan akhirnya selesai. Cahaya matahari yang mulai condong ke barat menyelinap di antara pepohonan Hutan Batu Hitam, menciptakan bayangan panjang yang membentang di tanah.

Xiao Yun memandang hasil buruannya dengan perasaan puas. Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Desa Kabut, ia memperoleh sumber daya melalui usahanya sendiri. Pengalaman itu membuatnya semakin memahami bahwa jalan seorang kultivator bukan hanya tentang meningkatkan kekuatan, tetapi juga belajar bertahan hidup di dunia yang luas.

Keesokan paginya, Xiao Yun melanjutkan perjalanan sambil membawa hasil buruan tersebut. Kedua Taring Besi telah disimpan rapi di dalam tas perjalanannya, sedangkan gulungan kulit Babi Taring Besi diikat kuat di punggung. Beban yang bertambah tidak sedikit pun memperlambat langkahnya. Sebaliknya, keberhasilan perburuan kemarin justru menambah keyakinannya untuk terus melangkah.

"Kau terlihat cukup puas dengan hasil mu," ujar Luo Hai sambil melayang di sampingnya.

Xiao Yun tersenyum lebar.

"Tentu saja. Ini pertama kalinya aku mendapatkan sesuatu dengan kemampuanku sendiri."

Luo Hai menganggukkan kepala.

"Begitulah cara sebagian besar kultivator pengembara bertahan hidup. Mereka memburu Hewan Iblis, mencari tanaman obat, atau menjelajahi reruntuhan kuno demi memperoleh sumber daya. Dunia kultivasi tidak pernah menghadiahkan kekuatan kepada siapa pun tanpa usaha."

Xiao Yun menyimpan baik-baik setiap kata itu di dalam ingatannya.

Perjalanan terus berlanjut selama beberapa jam. Lambat laun pepohonan mulai berkurang, sementara jalan tanah yang mereka lalui berubah semakin lebar. Dari kejauhan tampak beberapa kereta kuda yang membawa barang dagangan melintas ke arah berlawanan. Beberapa kelompok pedagang dan pengembara juga mulai terlihat, menciptakan suasana yang jauh lebih hidup dibandingkan kawasan hutan yang selama ini mereka lewati.

"Apakah ada kota di dekat sini?" tanya Xiao Yun dengan rasa penasaran.

Luo Hai tersenyum tipis.

"Tidak jauh lagi. Sudah waktunya kau melihat bagaimana dunia luar sebenarnya berjalan."

Menjelang tengah hari, sebuah tembok batu raksasa perlahan muncul di cakrawala. Semakin dekat mereka melangkah, semakin jelas kemegahan bangunan itu. Tembok kokoh setinggi beberapa meter mengelilingi seluruh kota, sementara gerbang utamanya dipenuhi lalu-lalang pedagang, pengembara, kereta barang, dan para penjaga bersenjata yang memeriksa setiap orang yang keluar masuk.

Xiao Yun tanpa sadar menghentikan langkahnya.

Matanya dipenuhi kekaguman.

Baginya, pemandangan itu terasa begitu luar biasa. Dibandingkan Desa Kabut yang hanya terdiri atas puluhan rumah sederhana, kota di hadapannya bagaikan dunia yang sama sekali berbeda.

Luo Hai tertawa kecil melihat ekspresi muridnya.

"Terkejut?"

Xiao Yun mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya.

"Ini kota terbesar yang pernah kulihat."

"Itu baru permulaan," jawab Luo Hai tenang. "Di Kerajaan Yan Utara nanti, kota seperti ini hanyalah kota kecil."

Ucapan itu kembali membuat Xiao Yun menyadari betapa luasnya dunia yang masih menunggu untuk dijelajahi.

Di atas gerbang batu terpahat tiga huruf besar yang dapat dibaca dengan jelas.

Kota Sungai Hijau.

Mengikuti arus para pejalan kaki, Xiao Yun akhirnya melangkah melewati gerbang kota untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Begitu memasuki bagian dalam, matanya langsung disambut pemandangan yang jauh lebih ramai daripada apa pun yang pernah ia bayangkan. Jalan-jalan batu dipenuhi orang dari berbagai latar belakang. Di kedua sisi berdiri deretan toko dengan papan nama berwarna-warni. Ada toko senjata yang memajang pedang, tombak, dan perisai di depan bangunannya, toko tanaman obat yang mengeluarkan aroma herbal yang khas, hingga penginapan besar dengan bendera berkibar tertiup angin, menandai awal babak baru dalam perjalanan Xiao Yun menjelajahi dunia kultivasi.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
🔵☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
🔵☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!