NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khawatir

Kean memarkirkan motornya di depan bengkel miliknya. Di sana pegawainya tampak sibuk memperbaiki mobil dan beberapa motor. Bahkan Bian yang biasanya sibuk dengan laptopnya kini ikut terjun langsung pada satu motor sport berwarna merah.

Kean melewati beberapa pegawainya yang mengangguk dengan kedatangannya, ada yang sekedar menyapa dengan sebutan "sore, mas" ada juga yang hanya tersenyum tipis.

Setelah kejadian kemarin, mereka kini tahu, jika mahasiswa yang mereka kira selama ini sedang merintis usaha untuk merubah nasib, ternyata anak dari pengusaha sukses di Jakarta, entah dengan tujuan apa Kean mau membuka bengkel kecil-kecilan di kota yang lebih kecil dari kelahirannya, yang jelas dari usaha Kean, mereka kini menggantungkan nasib.

Bian mendongak, menatap Kean yang berdiri lalu mengambil minuman Bian untuk diteguknya. Sebelum kembali menatap layar laptop milik Bian.

"Lo, bisa kerjain tugas kampus dulu," ujar Kean menutup botol minum di tangannya.

"Lo nggak lihat gue lagi kerjain tugas?" terdengar kekehan dari Bian, lalu kursi duduknya sengaja ia putar untuk menghadap ke arah Kean. "Anaknya masih di dalam, nggak mau pergi dia."

Tanpa mengatakan apa-apa lagi. Kean hanya mengangguk dan kembali melangkah menuju ke dalam, dimana para pegawainya yang menginap tidur di sana. Juga ada ruangan tengah yang terdapat kulkas dan tv, tidak hanya itu. Di bengkel Kean terdapat dapur kecil juga kamar mandi, semua Kean usahakan agar pegawainya bisa lebih nyaman dan tidak kesusahan jika butuh sesuatu.

Kean masuk ke dalam, di sana, ia melihat Dimas yang sedang membersihkan isi kulkas. Entah apa yang cowok itu lakukan, yang jelas tidak membuat Kean merasa iba sama sekali.

Dimas sudah terlalu jauh mengecewakannya, bekerja sama dengan papanya untuk membuat bisnis yang Kean bangun sendiri tutup suatu kejahatan yang tidak bisa ditoleransi.

"Mas Kean," ujar Dimas saat sadar dengan keberadaan Kean.

"Mesin cuci di belakang sudah aku betulkan mas, ini tadi anak-anak juga ngeluh beberapa hari kulkas tidak dingin, makanya sengaja aku cek dan ternyata kena mesinnya mas."

Kean tetap diam, duduk di sofa panjang depan tv, menatap Dimas yang terlihat canggung setelah apa yang dilakukannya padanya.

"Mas, maaf. Aku-"

"Kenapa belum beres-beres?" sela Kean sontak membuat Dimas terdiam.

Dima menaruh alat yang sedang dipegangnya, lalu berjalan pelan ke arah Kean, duduk di depan Kean.

"Mas, aku mau minta maaf mas, aku janji nanti uang dari papanya, mas Kean, aku kembalikan."

Mendengar apa yang diucapkan Dimas, Kean terkekeh sinis, lalu menatap Dimas dengan sorot mata tajam. "Lo, kaya gini karena ketahuan kan Dim? Kalau enggak juga, gue yakin detik ini lo masih diam-diam ambil alat-alat bengkel buat dijual."

Dima menghela napas sangat dalam, tangannya mengepal dengan sangat kuat, bukan karena kesal apa lagi marah dengan Kean, tetapi karena menyesal mudah sekali mengambil keputusan hanya karena diiming-imingi uang lima puluh juta. Padahal selama ini Kean selalu baik dengannya, apa yang keluarga Dimas butuhkan pasti Kean bantu. Tetapi Dimas membalasnya dengan sangat tidak tahu diri. Dimas membuang rasa percaya Kean padanya karena ulahnya sendiri.

"Lo, mikir nggak Dim? Di luar sana, temen-temen lo butuh pekerjaan ini, lo dengan seenaknya mau hancurin usaha ini? Lo nggak kasian sama mereka, Dim?"

Dimas semakin mengepalkan tangannya, mulutnya mendadak berat untuk sekedar mengatakan iya atau pun tidak.

"Oke, mungkin lo ngira gue iseng buka bengkel kecil kaya gini, karena lo sekarang udah tahu siapa gue. Tapi gue serius, Dim, gue nikmati proses kecil gue tanpa bantuan orang tua."

Kean mengusap wajahnya kasar, lalu menatap Dimas dengan sangat serius. "Sekarang lo kemasi barang-barang lo, cari kerja diluar sana, kalau lo butuh bantuan, lo bisa hubungi gue." Kean beranjak dari sofa sebelum Dimas mengatakan apa-apa, ia masuk ke kamarnya untuk menenangkan diri.

Jauh di hatinya tidak tega mengusir Dimas dan memberhentikan Dimas dari pekerjaannya, tetapi mengingat perlakuan Dimas padanya, rasa iba Kean hilang.

Apa lagi banyak pegawainya yang masih butuh bengkel untuk terus berjalan, kesalahan Dimas sekarang tidak menutup kemungkinan bisa membuat bengkelnya bangkrut jika berlanjut berkepanjangan.

Dengan berat hati, Dimas pada akhirnya pergi ke kamarnya, mengemasi pakaian miliknya, meski Kean memberhentikannya, ada sedikit harapan, jika suatu saat nanti, bisa saja Kean menerimanya, dengan kalimat terakhir Kean menyiratkan, jika Kean masih mau membantunya.

"Maaf mas, aku janji akan berubah lebih baik lagi."

Sudah pukul 10 malam. Tetapi Kean belum juga menampakan dirinya. Arlo sudah mencoba untuk menghubungi, tetapi nomor milik Kean tidak dapat dibubungi.

"Mungkin, dia pulang ke apartemennya mas." Puspa berusaha menenangkan suaminya.

Arlo menatap Puspa dengan Diam, lalu menggeleng dan menjawab dengan lesu. "Enggak yang, temennya tadi bilang Kean mau ke bengkel, kalau di apartemen kenapa nomornta juga tidak aktif? Apa mas susul aja ya ke bengkel."

Puspa mengangguk setuju, barang kali bengkel Kean sedang rame sampai tidak sempat mengisi daya untuk mengabari.

"Mas ambil kunci mobil dulu ya?"

Saat Arlo baru saja akan mengambil kunci mobil, suara derum motor Kean terdengar, Arlo dan Puspa saling pandang sebelum akhirnya bisa bernapas dengan lega. Detik berikurnya terdengar suara pagar rumah yang tertutup rapat, diikuti suara motor Kean yang masuk ke garasi.

Jeviza yang sebenarnya menguping di atas ikut merasa lega. Tadi setelah dia selesai membersihkan diri, Jeviza sudah tidak melihat keberadaan Kean lagi. Ia belum sempat berterimakasih karena telah mengingatkannya untuk tidak sembarangan bermain air. Setidaknya tubuh basah Jeviza tidak terlihat sampai Arlo pulang.

"Perlu, nggak sih? Gue bilang makasih?" Jeviza terus mondar-mandir di depan pintu kamarnya, sesekali melirik ke bawah, diamana terlihat Kean yang sudah masuk ke rumah dan sedang mengobrol bersama dengan Arlo dan Puspa.

Semakin ragu. Jeviza memilih untuk tidak usah mengatakan "terimakasih" menurutnya tidak terlalu penting menginga cara Kean tadi yang memberinya handuk dengan melempar.

Tetapi, sampai di kamarnya pun Jevi merasa tidak tenang, ia seperti ditekankan harus menemui Kean dan berterimakasih secara langsung pada cowok itu. Mau tidak mau pada akhirnya Jevi kembali membuka pintu kamarnya, wajahnya langsung pucat saat baru pertama kali membuka pintu kamar.

Wajah Kean muncul di depannya, tidak terlalu dekat memang dengan pintu kamarnya, Kean seperti sedang berdiri di depan pintu kamarnya sendiri, tetapi tatapan Kean lurus tepat pada manik matanya.

Nyali Jeviza seketika menciut hanya untuk mengutarakan rasa terimakasihnya. Kean masih menatapnya dengan waktu yang cukup lama, tetapi sorot mata itu tidak setajam biasanya, justru Jeviza bisa melihat ada rasa lelah di dalam sana.

"Belum tidur?" suara Kean semakin membuat udara malam di sekitar Jeviza menipis.

Kean berusaha menyapanya ditengah rasa ragunya hanya untuk sekedar mengucapkan rasa terimakasihnya.

1
Mei TResna Rahmatika
jeje buruu keandra nya di gaet 🤣
deeRa
Duhh, Ken fist nights nanti gimana ya Ama si jepii 😆
deeRa: 🤭🤭😄😆🤣
total 3 replies
It's me💓💓
k riria kpn romantis" sannya lma bgt dh
Riria Raffasya Alfharizqi: ya gimana ya kak, ini kan permantanan bukan percintaan hihi.. sabarrr duluu
total 1 replies
deeRa
Kapus, kita nyeblak yukk.. /Grin/
Riria Raffasya Alfharizqi: sambil ngegosip ye?
total 1 replies
Dian Rahmawati
masih saling cinta
Riria Raffasya Alfharizqi: keknya iya deh ka
total 1 replies
deeRa
Akun ku baru bisa dibuka lg🤭
bomloppp deh😍
Nikita
🧡
uwong
kalo menurutku,fotonya yang ada tulisan seatap dengan mantan itu bagus yang kemarin itu deh kalo yang sekarang itu kek norak gitu maap ya tapi ini cuma menurutku aja thor🙏
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
takut sma si zemi,, takut pria brkacamata kek di film" yg apasih namanya.. obses , dia kek pngen apa" yg dimiliki kean
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  : iyaa kaann😫
total 2 replies
Nikita
bang ke ayo tembak jepizza dong
Riria Raffasya Alfharizqi: tembak kamu aja, mau ngga?
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
udah bab 35 mereka masih diem" bae pdhl masih cinta,gue jorogin lama" berdua biar pada ngaku🤣
It's me💓💓: udh sebulan lbih diem diem nya😂😂
total 2 replies
dwi alfiah
ayo dong balikan
dwi alfiah: gemes aja kak ri
total 2 replies
Nikita
😘
Riria Raffasya Alfharizqi: hehehe
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pengen cium jeviza
Riria Raffasya Alfharizqi: masa si ka? hee
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
nafsu...nafsu...
tahan ke,,, tahan!!!
Riria Raffasya Alfharizqi: bilangin tu ka ke keandrul
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pergi lagi nih
Lestary Tri
kak riri aku tampung dulu ya . tak baca nek nanti udah bnyak bab . .pasti slalu wow ceritanya . love u kak .
Nikita
eits tunggu🎶 tunggu🎶 tunggu🎶 Daleman ? 🤭
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
hehh🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
Nita Nita
😄😄😄🤣🤣🤣🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!