NovelToon NovelToon
MAHAR KECOA UNTUK NONA MANJA

MAHAR KECOA UNTUK NONA MANJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:989
Nilai: 5
Nama Author: Katumbiri Lazuardi

Vanya yang mabuk parah dan ditinggal pacarnya malam itu, berjalan sendirian. Lalu didatangi oleh dia orang begal yang hendak memperkosanya, untungnya ada Reyhan soerang pengemudi ojol yang melihat mereka, Reyhan menolong vanya yang pingsan dari begal itu. Namun setelah Vanya sadar dan teriak warga memergokinya dan di fitnah berbuat mesum.

Vanya dan Reyhan dipaksa untuk dinikahkan, dan ayah Vanya yang merasa harga dirinya jatuh menyetujui pernikahan itu dan kemudian memberi syarat kontrak satu tahun kepada Reyhan yang memberatkan Reyhan.
Vanya menganggap bahwa Reyhan bagian dari begal itu, sehingga Vanya membencinya.
namun karena kebaikan Reyhan dan kekonyolannya Vanya akhirnya vanya merasa salah dengan prasangkanya, setelah bukti-bukti terkuak.
Setelah habis kontrak satu tahun itu Reyhan pergi, dan Vanya menyesal dan kehilangannya lalu mencarinya sampai seperti orang gila...

bagaimana kisah mereka, dan bagaimana akhir mereka??

kisah CHICK-LIT ROMANCE

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katumbiri Lazuardi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: KEBENARAN YANG TERPINCANG

Aroma antiseptik yang tajam menusuk indra penciuman Vanya saat kesadarannya perlahan kembali. Langit-langit putih dan bunyi pip-pip dari monitor jantung menjadi pemandangan pertama yang ia tangkap. Di sisi ranjangnya, wajah Bramantyo dan Melly yang cemas dan Derian yang tampak lelah menyambutnya.

​Seorang perawat tersenyum sambil memeriksa selang infus Vanya. "Anda sudah siuman, Nona. Beruntung anda bisa selamat..!! Pacar anda baik sekali ,, Dia dengan sigap menolong, anda. Jika dia tidak segera menarik Anda, mungkin lukanya akan jauh lebih fatal. Atau anda bisa kehilangan nyawa.!"

​Vanya tertegun.mencoba merangkai kejadian semalam, yang begitu cepat. Matanya beralih ke arah Derian. Pria itu mengangguk dengan ekspresi yang dibuat sesedih mungkin, tangannya menggenggam tangan Vanya erat.

Dia tersenyum licik, "untung aku gak terluka Vany, kalau nggak aku gak bisa bawa kamu ke Rumah Sakit.

​"Syukurlah sekarang kamu nggak apa-apa, Vany. Aku hampir gila melihat mobil itu meluncur ke arahmu," ucap Derian dengan nada gemetar yang dimanipulasi dengan sempurna.

​Bibir Vanya kelu. Ingatannya samar. Ia ingat sebuah teriakan, sebuah dekapan hangat, dan aroma parfum maskulin yang sangat ia kenal—aroma yang bukan milik Derian.

​"Reyhan mana, Pah?" tanya Vanya, suaranya parau.

​Wajah Bram langsung mengeras. "Reyhan? Dia tidak ada di sini, Vanya. Sudahlah, berhenti memikirkan orang lain, yang bahkan tidak ada saat kamu dalam bahaya. Derian yang sudah menyelamatkan nyawamu, dia yang membawamu ke sini."

​Vanya terdiam. Hatinya mencelos. Bukankah papahnya yang menyuruh Reyhan menjauhinya..

Benarkah tadi bukan Reyhan? Apa aku tadi hanya berhalusinasi saja karena terlalu sering memikirkannya? batinnya getir. Ia menatap Derian, mencoba mencari kejujuran di mata pria yang katanya telah menolongnya itu. "Terima kasih, Der."

​Meskipun ia mengucapkan terima kasih, ada lubang besar di hatinya. Biasanya, setiap kali Vanya tertimpa masalah, wajah dingin namun menenangkan milik Reyhan selalu ada di sisinya. Kini, ruangan ini terasa kosong. Vanya merasa bodoh. Mungkin benar kata Reyhan tadi, dia lebih memilih mengejar 'orderan' daripada keselamatanku. Apa dia memang tidak punya perasaan sedikit pun padaku? Vanya... Vanya... kamu terlalu angkuh. Kamu terlalu ingin menang sendiri sampai tidak mau mengakui bahwa hatimu sebenarnya hancur karena dia tidak ada.

​Di Sisi Lain Kota: Rahasia Sang Pewaris

​Berbeda dengan Vanya yang berada di rumah sakit umum, Reyhan dipindahkan dan dilarikan ke rumah sakit khusus milik keluarganya. Area itu dijaga ketat oleh pria-pria berjas hitam. Reyhan berbaring dengan kaki kanan yang digips total.

​Pintu kamar VIP itu terbuka. Seorang wanita paruh baya dengan wajah anggun namun sembap berlari memeluknya. "Nak... kamu nggak apa-apa? Ya Tuhan, Reyhan!" kata Widya

​"Ibu... aku nggak apa-apa, Bu. Cuma lecet sedikit," ucap Reyhan, berusaha tersenyum meski keringat dingin membasahi keningnya karena menahan nyeri luar biasa di tulangnya yang patah.

​"Lecet bagaimana? Kakimu patah, Rey! Kamu pulang ya? Ayah kini sudah memaafkanmu," isak ibunya.

​Reyhan menghela napas panjang, menatap langit-langit kamar yang mewah. "Ayah sama kerasnya denganku, Bu. Tidak mudah bagi seorang Hadi Dirgantara untuk mengucapkan kata maaf."

​Tiba-tiba, langkah kaki yang berat terdengar dari arah pintu. Seorang pria tua dengan aura otoritas yang sangat kuat masuk. Itu adalah ayah Reyhan. Pria yang enam bulan lalu mengusirnya tanpa sepeser uang pun karena fitnah paman dan sepupunya, menggelapkan uang perusahaan.

​"Rey...Reyhan Dirgantara" suara pria itu berat, ada gurat penyesalan yang mendalam di wajahnya. "Maafkan Ayah. Ayah baru saja mendapatkan bukti otentik. Pelaku penggelapan dana perusahaan itu ternyata adalah pamanmu sendiri... adik kandung Ayah."

​Reyhan tertawa kecil, tawa yang penuh luka. "Sudah aku katakan sejak dulu, pada ayah. Ada yang tidak beres dengan cara Paman bekerja. Tapi Ayah lebih percaya fitnahnya daripada anak sendiri."

​"Maafkan Ayah..Ayah khilaf. Sekarang Ayah akan percaya padamu sepenuhnya. Kembalilah ke perusahaan ini nak, jabatan CEO mu itu masih milikmu. Kita bersihkan namamu," ucap sang Ayah sambil memegang bahu anaknya.

​Reyhan terdiam. Pikirannya melayang ke rumah besar keluarga Hutama. Ke gudang belakang yang sempit, dan ke seorang gadis manja yang mungkin sekarang sedang membencinya karena ia pergi di saat maut mengintai.

​Intrik dan Fitnah

​Kembali ke ruang rawat Vanya, Derian duduk di kursi sambil mengupas buah, namun matanya terus memantau ponsel. Ia merasa posisinya di atas angin.

​"Vany," panggil Derian dengan nada serius. "Ada berita dari polisi. Pelaku begal yang mau memperkosamu malam itu sudah ditangkap satu orang. Tapi satu orang lagi masih buron."

​Vanya menoleh cepat. "kamu tahu darimana?"

"Aku punya informan yang aku percaya, kenapa kamu gak ngasih tahu aku..?" Ujar Derian kesal, hal semacam itu sampai ditutupinya padahal dia pacar Vanya dan manager perusahaannya juga.

"itu semua gara-gara kamu meninggalkan aku di jalan sendirian..!" Ungkit Vanys

"Kamu sendiri sih, nuduh aku selingkuh.. Padahal sherly cuma sepupu aku..!!"

"Sepupu kok , seperti orang yang sedang kasmaran.. Bercumbu segala..!!"

"Dia mabuk parah .. Vany.. Jadi dia gak inget apalagi habis putus dari cowoknya..!!"

"tapi gak harus kamu juga kan..??"

"sudahlah aku minta maaf.. Nanti aku kenalin sama Sherly biar kamu yakin.. Aku senang kamu cemburu berarti kamu mencintai aku.. Derian memanipulasi.

"aku bukannya cemburu.. Namun aku gak suka pengkhianatanmu derian..!" batin Vanya

"Lalu bagaimana perkembangannya. sekarang.?"

​"Polisi sih, belum merilis namanya atau inisialnya, tapi dari ciri-cirinya... pakai jaket ojek online, tinggi, dan punya fisik yang terlatih. Vany, aku curiga... Apa jangan-jangan itu Reyhan. Dia kan selalu yang ada disana waktu itu.."

​"Apa?!" Vanya terkesiap. "Nggak mungkin, Der. Dia yang menolongku malam itu... eh, maksudku..."

​"Kamu yakin dia menolong? Atau memang dia pelakunya, kamu kan tahu salah satunya pakai jaket ojek online , Mungkin Dia keburu ketangkap warga.. Jadi gak bisa kabur" Derian memotong dengan nada provokatif. "Pikirkan, Vany. Tadi pagi saja dia menolak mengantarmu dengan alasan yang nggak jelas. Mungkin dia takut ketahuan kalau polisi sedang mencari dan memburunya."

​Vanya terdiam seribu bahasa. Logikanya mulai berperang dengan kata hatinya. Kecewa karena ditolak Reyhan tadi malam membuat pertahanan mentalnya melemah. Apa mungkin pria yang selama ini aku kagumi secara diam-diam itu adalah orang yang ingin mencelakaiku?

​"Aku harus memastikannya sendiri," gumam Vanya dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak tahu bahwa saat itu, Reyhan sedang bertaruh nyawa dan reputasi demi melindunginya, sementara pria yang duduk di sampingnya adalah serigala berbulu domba yang siap menerkam masa depannya.

1
Dhatu Lukita
halo thor ceritanya menarik berbau2 cio ala ala dracin. saya suka saya suka 🤭😍
Katumbiri Lazuardi: terima kasih...
dracin religi 😄😄😄.

🤭🤭...

sehat dan sukses ya kak
total 1 replies
Katumbiri Lazuardi
chikc-lit..
cerita drama seorang CEO dan gadis angkuh yang jatuh cinta padanya. dibalut dengan komedi biar tidak membosankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!