NovelToon NovelToon
Sultan Desa

Sultan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Menikahlah dengannya, atau kamu pergi dari rumah ini tanpa membawa apa pun!"

​Tepat dua hari sebelum pernikahan adiknya, Aira dipaksa menikah dengan pria kusam dari ujung desa demi membuang sial. Dewa, pria yang hanya bermodalkan motor tua dan pakaian lusuh, menjadi suaminya dalam semalam.

​Aira sudah bersiap hidup melarat. Namun, saat ia mulai tulus mencintai sang suami di tengah kemiskinan, sebuah iring-iringan mobil mewah datang menjemput.

​Siapa sangka, pria yang dihina keluarganya sebagai fakir itu ternyata pemegang tahta tertinggi di kota ini. Saat topeng terbuka, mampukah Aira bertahan di dunia suaminya yang penuh intrik, atau justru ia yang akan berbalik meninggalkan kemewahan itu?

Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Sultan Desa.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Hari Senin bergulir, suasana kembali formal. Dewa duduk di kursi kebesarannya di lantai teratas gedung Pradipta Group. Jendela kaca besar di belakangnya menampilkan pemandangan gedung-gedung pencakar langit Jakarta. Namun, fokus Dewa tidak ada pada laporan di mejanya.

Tok! Tok!

Hans masuk ke dalam ruangan. "Tuan Muda, Tuan Arvin dari Pratama Mining sudah tiba di bawah. Beliau meminta waktu lima belas menit untuk menemui Anda."

Dewa menegakkan punggungnya, merapikan kancing jasnya. "Bawa dia masuk, Hans."

Beberapa saat kemudian, seorang pria bertubuh tegap dengan setelan jas abu-abu masuk. Pria itu adalah Arvin, suami Siska. Wajahnya tampak lelah, dengan kantung mata yang cukup jelas, mencerminkan jam terbang tinggi dan tekanan bisnis yang luar biasa.

"Dewa," sapa Arvin sambil mengulurkan tangan.

"Lama tidak bertemu, Arvin. Silakan duduk," jawab Dewa formal namun tetap menjaga kesopanan sebagai adik ipar.

Setelah basa-basi singkat mengenai perkembangan bisnis tambang dan industri properti, Dewa memutuskan untuk langsung masuk ke inti masalah. Ia tidak suka membuang waktu, terutama jika itu menyangkut ketenangan keluarganya.

"Arvin, aku dengar dari Hans, mobilmu sempat berhenti di depan gerbang rumahku hari Sabtu malam kemarin," ucap Dewa tenang, namun tatapan matanya mengunci pergerakan Arvin.

Arvin tampak terkejut, namun dengan cepat ia menguasai diri dan menghela napas panjang. Ia menyandarkan punggungnya di kursi, tampak sangat frustrasi. "Hans memang selalu bisa diandalkan ya? Iya, Dewa. Maaf kalau kedatangan mobilku mengganggu."

"Ada masalah apa? Kalau ada urusan bisnis yang ingin dibicarakan, kantorku selalu terbuka. Tidak perlu mengintai rumahku di tengah malam," kata Dewa dengan nada yang mulai menuntut penjelasan.

Arvin menunduk, menatap jemarinya yang saling bertautan. "Ini bukan tentang bisnis, Dewa. Ini tentang Siska."

Dewa menaikkan sebelah alisnya.

"Malam itu, aku baru mendarat dari London. Aku tahu Siska sedang berada di rumahmu untuk menjenguk anakmu, Arka. Aku rindu pada istriku, Dewa. Aku ingin menjemputnya," cerita Arvin dengan suara yang mendadak melunak, penuh dengan kerapuhan. "Tapi... begitu mobilku berhenti di depan gerbang, aku melihat dari kejauhan... Siska sedang tertawa bersama Aira di balkon luar. Dia terlihat sangat bahagia, sangat lepas."

Arvin jeda sejenak, tenggorokannya seakan tercekat. "Aku sadar... selama dua tahun pernikahan kami, aku hampir tidak pernah melihat Siska tertawa selepas itu di rumah kami sendiri. Rumah kami besar, tapi sepi. Aku terlalu sibuk mengejar angka, mengejar ekspansi perusahaan, sampai aku lupa kalau istriku kesepian di sana."

Dewa tertegun. Ia teringat kembali ucapan Aira tentang curhatan Siska di balkon. Ternyata, masalah di antara mereka bukanlah kurangnya rasa cinta, melainkan hilangnya waktu dan kehadiran.

"Lalu kenapa kau tidak masuk saja malam itu?" tanya Dewa.

"Aku merasa malu, Dewa. Aku merasa gagal sebagai suami. Di saat kamu yang memimpin Pradipta Group yang jauh lebih besar dari perusahaanku masih bisa meluangkan waktu untuk menggendong anakmu dan menemani istrimu, aku justru selalu menggunakan alasan 'demi masa depan' untuk menutupi ketidakhadiranku," ucap Arvin jujur. "Aku takut... kalau aku masuk malam itu, aku hanya akan membawa aura ketegangan kerjaku ke dalam lingkaran kebahagiaan kalian."

Dewa menarik napas panjang. Ego CEO-nya runtuh, digantikan oleh rasa empati sesama pria yang sudah menikah. Ia memajukan tubuhnya, menopang lengannya di atas meja.

"Arvin, aku dulu juga pernah salah menilai arti kebahagiaan. Aku pikir dengan memberi Aira rumah besar dan uang yang tidak habis tujuh turunan, itu sudah cukup. Tapi nyatanya? Aira hampir saja meninggalkanku karena aku terlalu menuruti ego kemewahan keluarga Pradipta," ujar Dewa, membuka sedikit masa lalunya yang kelam sebagai pelajaran. "Siska mungkin dulu punya banyak kesalahan pada Aira. Tapi sekarang, dia sedang berusaha berubah. Dan di saat dia mencoba menjadi orang yang lebih baik, dia butuh suaminya ada di sampingnya, bukan cuma nomor rekening yang terus bertambah nominalnya."

Arvin mendongak, menatap Dewa dengan rasa hormat yang baru.

"Pulanglah malam ini, Vin. Temui Siska. Jangan bicarakan tentang bisnis atau tambang. Cukup peluk dia dan minta maaf karena kau jarang ada di rumah. Wanita itu tidak butuh istana yang megah kalau di dalamnya dia harus hidup seperti hantu sendirian," tegas Dewa.

Arvin terdiam lama, meresapi setiap kata-kata Dewa. Akhirnya, sebuah senyuman tipis muncul di wajahnya yang lelah. Pria itu berdiri dan mengancingkan jasnya.

"Terima kasih, Dewa. Aku tidak salah datang ke sini hari ini. Kamu bukan cuma CEO yang hebat, tapi juga seorang adik ipar dan suami yang luar biasa."

"Sama-sama, Vin," balas Dewa sedikit canggung.

...----------------...

To Be Continue ....

**Hay para pembaca setia Miss Ra, duuuh... Lama banget aku gak sapa kalian... Gimana nih kabar semuanya...? Semoga sehat selalu yaaa...**

**Maaf ya, aku jarang sapa kalian... Soalnya aku sibuk kerja dan sering lembur, jadi update juga terkadang terbengkalai...**

**Tapi demi kalian semua, miss ra selalu sempetin buat update walaupun malam hari setelah pulang lembur...**

**Makasih banyak yaa buat kalian yang udah mau setia baca karya-karyaku, jika ada karya yang masuk bab terbaiknya miss ra gak akan pernah lupa buat bagi hadiah untuk kalian yang selalu setia baca karyaku...**

**Yuk pantengin terus, kasih jempol dan komennya yaa... Biar retensi gak turun dan bisa dapet bab terbaiknya, dan miss ra bisa kasih hadiah juga buat kalian...**

**Okey, selamat membaca semuanya, semoga suka dengan semua karyaku yaa... Iloveu sekebon buat kalian semua, sampai jumpa di up selanjutnya....**

**See You**....

1
Yunita Asep
jngn ad pelakorr ya..
ρυтяσ kang'typo✨
siapa kah tuan'Arthur itu???? masih sodarah kah atau musuh masa lalu🧐
ρυтяσ kang'typo✨
ini g di ulang kan ya🧐kek familiar
Yunita Asep
lucunya y,.. lanjuutt...
Yus Nita
bukan yg jd kk ny si Aira y...
yg di paksa menikah karena adik ny sisia mau menikah duluan. dan melangjahi kakak ny oamali.
tapi sekarang kok siska yg jd kakak.
aneh ny..
Yus Nita
apa kabar tuch dengan surya dan anak songong ny si Siska, msh bernaffas ksh... 😁😁😁
Yus Nita
Aira yg malang
di buang klrga, sendiri, tak di skui klrga susmi
ρυтяσ kang'typo✨
ya Allah 🤣🤣🤣🤣lucu sekali... g kebayang, apa itu Dewa???🤣🤣🤣mau ke kantor malahan jadi badut di depan Arka
Patrish
ada apa gerangan.....semoga dapat dilalui dengan baik
Yunita Asep
thorr bukannya Aira itu kakaknya Siska ya, kn waktu nikahan Siska, Aira lebih dulu di nikahkan..
Yunita Asep
lanjutkan...
Yunita Asep
/Rose//Rose//Rose/
Yunita Asep
ya betul itu , setuju... lanjut thorr...
Yunita Asep
kok Siska masih manggil ppa y, bukannya dulu ayah...
Yunita Asep
lanjuutt...
ρυтяσ kang'typo✨
ach g kuat😭😭😭terharu...

dan detik berikut q di bua deg"n oleh othor, apa kebahagiaan mereka akan hancur dengan kedatangan masa lalu Dewa
ρυтяσ kang'typo✨
ini nama'y sama kek sebelah juga ya thor... hanya saja disini Arvin sebagai ipar kalo disono dia pemeran utama
ρυтяσ kang'typo✨
ko ya nyesek setelah tau Arvin juga sedih begitu😌😌🥺🥺teryata mereka sama" tersiksa ya dengan keadaan (demi masa depan)
Lilik Juhariah
bagus ceritanya ,🤣🤣🤣 dewa sama mama bikin ketawa
Theresia Sri
saya suka gaya ceritanya, tulisannya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!