NovelToon NovelToon
Doctor Is My Wife

Doctor Is My Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:546.9k
Nilai: 5
Nama Author: Suci Aulia

Stefani Agnesia Smith, Dokter cantik berumur 22 tahun yang terlahir dari keluarga terpandang. Memiliki otak super cerdas dan cantik membuat semua pria tertarik kepadanya. Tapi karena sifatnya yang judes dan dingin membuat semua lelaki tidak berani untuk mendekatinya. Hingga ada seorang pria tampan yang merupakan ceo muda dari perusahaan terkenal mendekatinya.

Bisakah sang Ceo menaklukan hati si Dokter cantik?

Tunggu lanjutan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Akan Bahagia

Mentari bersinar dengan terang, kesejukan udara pagi memberikan semangat tersendiri bagi makhluk yang menikmatinya.

"Pagi Adek kecil" sapa Stevan saat melihat adik kesayangannya sedang berjemur di dekat kolam renang.

"Kak, gue udah gede ya..." sungut Stefani. ia paling jengkel saat kakaknya menyembutnya dengan sebutan 'adik kecil'

"Iya, iya...adek kakak emang udah gede. Mau nikah pula" ucap Stevan seraya mendudukkan dirinya di samping Stefani.

"Makannya buruan cari pacar, biar cepet nikah juga" ucap Stefani.

"Belum ada yang cocok" jawab Stevan sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Matanya menatap langit yang berwarna biru.

"Mau gue cariin?" tanya Stefani sambil menaik turunkan alisnya. Stevan menoleh sejenak kearah Stefani, lalu kembali menatap ke depan.

"Nggak usah, kalo udah waktunya ketemu pasti bakal ketemu" jawab Stevan.

Stefani mengerucutkan bibirnya saat mendengar jawaban sang kakak.

"Kak...kan gue pengen cepet dapet kakak ipar. Buruan nikah sana, apa perlu gue comblangin sama temen gue" ucap Stefani.

"Sejak kapan lo pindah profesi jadi mak comblang" hardik Stevan.

"Sejak gue punya kakak yang nggak laku-laku" jawab Stefani sambil tertawa.

"Dasar adek laknat"cebik Stevan. Stefani semakin tertawa mendengar kekesalan kakaknya.

Tiba-tiba ponsel Stefani brrdering pertanda pesan masuk. ia mengambil ponselnya yang ada di atss meja dan membuka pesan tersebut.

Leooo_-

~Nanti lunch bareng aku ya, aku jemput

Dahi Stefani mengkerut dengan alis yang menyatu.

"Aku kamu?" gumam Stefani dalam hati.

Stefani_Ag.S

~Oke

Send

Setelah mengirim balasan singkat kepada Leo, ia kembali meletakkan ponselnya diatas meja.

"Dari siapa?" tanya Stevan.

"Leo" jawab Stefani.

"Cie....di chat sama calon suami" goda Stevan sambil mencolek dagu Stefani.

"Ihhh apaan sih kak" sungut Stefani sambil menepis tangan Stevan dari dagunya.

"Kakak penasaran deh, gimana sih tampangnya si Leo sampek berhasil luluhin hati lo. Padahal lu kan paling anti sama yang namanya cowok." ucap Stevan.

"Lo belum tau aja kak, kalo gue nerima dia karena terpaksa" batin Stefani sambil menatap Stevan.

"Woyy, ditanyain malah bengong" seru Stevan sambil menepuk pelan pundak Stefani.

"Bentar lagi dia kesini, nanti lo juga tau" jawab Stefani. ia lali bangkit dari duduknya hendak meninggalkan Stevan.

"Mau kemana lo?" tanya Stevan. Tangannya menahan lengan Stefani.

"Mau mandi, gerah" jawab Stefani lalu melenggang masuk ke dalam rumah.

*****

Tepat pukul 11.00, Leo mengendarai mobilnya menuju mansion calon istrinya. Senyum terus mengembang di wajah tampan CEO muda itu.

Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mobilnya kini berhenti di depan mansion megah keluarga Smith. ia lalu turun dari mobil dan melangkah menuju pintu.

Tangannya terulur untuk memencet bell, satu kali tak ada jawaban. ia terus memencet bell berulang kali dengan tempo cepat.

"Ck sabar napa!!" Stevan membuka pintu dengan kesal. ia melihat Leo dari atas sampai bawah. Rasanya, dia pernah melihat pria di hadapannya ini.

"Cari siapa ya?" tanya Stevan.

"Stefani nya ada kak?" tanya balik Leo.

"Siapa kak?" Stefani tiba-tiba muncul dari dalam dan langsung berdiri di samping Stevan.

"Ini ada yang nyariin lo" jawab Stevan seraya menunjuk Leo dengan dagunya. Stefani mengikuti arah tunjuk Stevan.

"Lo udah dateng, cepet amat" ucap Stefani pada Leo.

"Lebih baik kecepetan dari pada kelamaan" jawab Leo santai. Stefani mendengus kesal.

"Lo siapanya Stefani?" tanya Stevan pada Leo.

"Dia calon suami gue kak" Belum sempat Leo menjawab, Stefani lebih dulu menjawab pertanyaan Stevan.

"Ini?" tanya Stevan seolah tak percaya sambil menunjuk Leo.

"Iya" jawab Stefani disertai anggukan.

"Wihh pinter juga lo milih cowok" ucap Stevan sambil mengacak rambut Stefani.

"Ihhh kakak mahhh" cebik Stefani, ia lalu merapikan kembali rambutnya yang berantakan karena ulah Stevan.

"Selera lo bagus juga ternyata" ucap Stevan sambil terkekeh.

"Yaiyalah, emangnya lo. kambing dibedakin juga lo bilang cantik" hardik Stefani. Leo menahan tawanya saat mendengar ucapan Stefani.

"Anjayy lo" cebik Stevan.

"Kak, saya izin ajak Stefani keluar ya" pinta Leo dengan sopan.

"Emang mau kemana?" tanya Stevan sambil menyandarkan punggungnya di pintu dengan kaki kanan ia silangkan di depan.

"Mau makan siang bareng kak" jawab Leo.

"Yaudah pergi sana, jagain adek gue. Kalo sampek dia lecet, gue potong anu lo biar jadi sosis bakar" ucap Stevan sambil menatap tajam kearah Leo.

Leo menekan salivanya kasar. Membayangkan saja itu-nya sudah terasa ngilu, apalagi jika benar² terjadi. Leo langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Nggak kok kak, saya janji...Stefani bakal pulang dalam keadaan mulus no minus" jawab Leo.

"Gue percaya sama lo" ucap Stevan seraya menepuk pelan bahu Leo.

"Oh ya, kenalin gue Stevan kakaknya Stefani" tambahnya.

"Gue Leo" ucap Leo sambil mengulurkan tangannya, Stevan membalas uluran tangan Leo.

"Terus kita kapan berangkatnya?!" cebik Stefani. Karena obrolan dua pria dihadapannya tak kunjung selesai.

"Iya, iya...Kak kami pamit ya" pamit Leo sopan. Stevan mengangguk. Leo dan Stefani melenggang meninggalkan mansion.

Sepanjang perjalanan, dua makhluk itu hanya diam membisu. Stefani yang memang tidak terlalu banyak bicara lebih memilih diam sambil melihat ke luar jendela. Sedangkan Leo, dari dulu dia memang tidak pandai berbasa-basi hingga dia bingung ingin memulai pembicaraan dari mana.

Kecanggungan itu mulai sirna saat mobil Leo berhenti di sebuah Restoran. Setelah memastikan mobil terparkir sempurna, mereka keluar dari mobil dan berjalan beriringan masuk ke Restoran. Tangan Leo terulur mengenggam jemari Stefani. Merasa jarinya di genggam, Stefani menoleh dan menatap tangannya yang digenggam Leo.

Kemudian dia beralih menatap Leo. Dia tampak biasa saja seolah tidak terjadi apapun dan tetap menatap ke depan. Stefani menghela nafas kasar, dia akhirnya membiarkan Leo menggenggam tangannya. Sudut bibir Leo melengkung membentuk sebuah senyuman saat tidak mendapati penolakan dari Stefani.

Mereka terus berjalan menuju meja yang kosong. Setelah duduk, mereka memesan makanan yang diinginkan.

"Saya pesen Burger satu sama Orange jus satu" ucap Stefani pada pelayan. Dengan cekatan, pelayan itu mencatat pesanan Stefani.

"Saya samain aja" ucap Leo.

"Baik, tunggu sebentar ya Tuan dan Nona" ucap pelayan itu ramah. Dia kemudian pergi meninggalkan Leo dan Stefani.

"Pernikahan kita tinggal menghitung hari, apa kamu udah siap?" tanya Leo memecag keheningan. Stefani yang tadinya menunduk kini mendongak menatap Leo.

"Jujur aku belum mencintai kamu Le, maaf" ucap Stefani. Ia kembali menundukkan kepalanya.

Leo tersenyum tipis, ia meraih dagu Stefani meminta pemiliknya untuk kembali menatapnya.

"Kita akan menikah, kamu tau kan kalo cinta itu bisa datang karena terbiasa. Aku yakin, cepat atau lambat kamu pasti bisa nerima aku" ucap Leo lembut.

"Tapi aku takut. Aku takut kalo nanti aku ngecewain kamu. Aku takut aku tetep nggak bisa cinta sama kamu" jawab Stefani dengan mata berkaca-kaca. Jika dia berkedip satu kali saja, bisa dipastikan air mata itu lolos dari dari mata indahnya.

"Kita belum mulai, kenapa bisa berasumsi kayak gitu. Itu sama aja kamu nyerah sebelum mencoba. Aku nggak maksa kamu buat jatuh cinta sama aku. Biarin cinta itu datang dengan sendirinya. Tapi yang perlu kamu tau, aku cinta sama kamu dan aku akan terus berusaha buat kamu selalu bahagia. Kita akan bahagia bersama, kita akan menua bersama, kita akan melihat gimana anak cucu kita tumbuh dewasa. Kamu bisa pegang omonganku" ucap Leo tulus.

Mata Stefani memanas, cairan bening itu lolos begitu saja dari pelupuk matanya. Dengan lembut, Leo menghapus air mata Stefani dengan ibu jarinya.

"Apa kamu bakal benci aku kalo aku nggak bisa jatuh cinta sama kamu?" tanya Stefani disela-sela isakannya.

"Kalo kamu nggak mencintai aku karena kamu emang nggak cinta sama aku, aku nggak bakalan benci sama kamu. Tapi kalo kamu nggak bisa mencintai aku karena kamu mencintai orang lain, mungkin aku bakalan benci kamu. Itupun kalo aku sanggup. Karena sejujurnya aku nggak pernah bisa benci kamu Stef, nggak bisa sama sekali" jawab Leo dengan tatapan teduh. Tatapan yang berhasil membuat hati Stefani sedikit tenang.

Tanpa disangka, Stefani memeluk Leo dengan erat. Leo pun membalas pelukan Stefani tak kalah eratnya.

"Aku akan coba Lee, dan aku nggak mau buat laki-laki sebaik kamu sakit hati. Aku akan berusaha"

Stefani Agnesia Smith

Leonard Valentino Richard

Stevan Jericho Smith

**Happy new year all 🎉 🎊

Thanks yang udah ngikutin cerita ini sampek sekarang, dan thanks buat yang udah setia nunggu up novel ini yang bisa dibilang lemot kek siput 😂.

Pokoknya aku cuma bisa ngucapin makasih buat kalian semua yang udah mau read, like, coment and vote. Author nggak bisa ngasih apa-apa, aku cuma bisa berdoa semoga kebaikan kalian dibalas sama tuhan...aminnnn

Oke see you next time, jangan lupa like, coment and vote yaaa. Maaf kalo banyak typo bertebaran 😂.

Happy Reading and Happy new year 😘**

1
༺⬙⃟⛅ 🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ѕнєηα shn
mansion itu apa? kayak rumah yg lebih besar atau apa gimana?
༺⬙⃟⛅ 🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ѕнєηα shn
wah cerita orang-orang tajir ini😻🥰👍🏻
༺⬙⃟⛅ 🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ѕнєηα shn
awal cerita yang bagus 👍🏻👍🏻
Fazira Fauziah
kak nama asli visual cowonya siapa kak?
Qaisaa Nazarudin
Di sinopsis katanya cerita udah selesai atau END iya menurut ku,Tapi kok kehantung gitu,padahal cerita nya bagus..KECEWA deh aku 😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Leo dan Stevan bukan seumuran iya 25 tahun??
Qaisaa Nazarudin
Udah gak ada waktu nya kamu mikir semua itu,kefuluan hamil kamu ntar..
Qaisaa Nazarudin
Dimana2 novel yg ku baca padti ada jebakan dgn ubat perangsang dr lawan jenis yg menyukai padangannya,,Tapi anehnya Setiap kejadian malah berakhir di ranjang dgnpasangan halalnya,hasil perjodohan atau dgn org yg benar di cintai tampa sadar kek Leo ini..
Qaisaa Nazarudin
Leo Bodoh,Udah tau Shyla itu orgnya kek gimana,ngapain lg mau didekatin lg,,ckck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Yezzzz baru tau kamu siapa Stuart..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Pasti ada sbb nya,jarusnya kamu vari tau siapa sebenarnya Stuart itu,jgn tau nya kerja mulu,dia selingkuhin kamu aja kamu gak tau,ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah untung aja bokapnya gak sika Stuart,,👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Kalo hitu kamu harus cepat bertindak deh Leo,Jgn sampai ortunya Stefani menjodohkan nya dgn Stuart,,
Qaisaa Nazarudin
Biasanya yg ku tau,mana2 dokter itu iya.kalo keluar dr ruangannya apa lagi kalo mau keluar dri rumah sakit,jas dokternya itu pasti ditinggalkan di di ruangannya,gak ada yg make sampai keluar kek gitu..
Qaisaa Nazarudin
Hadiah apaan,dia juga irg tajir,mampu membeli apapun yg dia inginin..
atheina_ARA
Thor....pindah haluan kah dikau???
atheina_ARA
namanya bule2 visualnya gak kek bule, malah kayak Vietnam,Thailand nan
nadya insan
lanjut kak
Dewi Kijang
saya hadir
Yulia Mutiara Putri
keren ceritanya q suka...apalagi kisahnya docter dan gengster.....up terus ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!