NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 二三

Pagi itu, laboratorium Xi’er kedatangan sebuah kotak putih bersih dengan logo buah apel yang tergigit di atasnya. Mo Yan sendiri yang mengantarkan kotak itu, meletakkannya di atas meja herbal Xi’er yang biasanya penuh dengan daun-daun kering. Xi’er, yang sedang menumbuk akar jahe, segera berhenti dan menatap benda itu dengan tatapan penuh selidik.

​"Apa lagi ini Tuan kaku? Kau membawakanku kotak musik lagi? Atau ini adalah peti mati untuk serangga risetmu?" tanya Xi'er sambil menusuk-nusuk kotak itu dengan ujung penumbuk obatnya.

​Mo Yan tidak menjawab. Ia hanya menarik sebuah tuas kecil, dan penutup kotak itu terbuka, menyingkapkan sebuah benda tipis berwarna perak mengkilap yang permukaannya halus seperti batu giok. Begitu Mo Yan mengangkat layar benda itu, sebuah cahaya terang muncul, menampilkan gambar pegunungan yang sangat jernih.

​"A-apa?! Ada gunung di dalam papan ini?!" Xi'er melompat mundur, hampir saja menjatuhkan lumpang batunya. "Tuan kaku! Kau baru saja menangkap satu gunung dan memasukkannya ke dalam lempengan besi ini?! Ilmu hitam macam apa yang kau pelajari semalam?!"

​Mo Yan menahan tawanya agar tidak meledak. "Ini namanya laptop, Xi'er. Ini bukan sihir, tapi teknologi. Gambar gunung ini hanyalah foto. Kau bisa menggunakannya untuk membaca semua kitab pengobatan di dunia, mencari resep makanan, atau... ya, menonton video pendek yang kau sukai itu dengan layar yang lebih luas."

​Xi'er mendekat dengan sangat ragu. Ia mencoba menyentuh layar laptop itu, lalu segera menarik tangannya kembali karena takut tersengat listrik. "Dingin... tapi kenapa ada cahaya yang memancar? Dan lihat! Ada panah kecil yang bergerak-gerak saat kau mengusap papan di bawahnya! Apakah ada roh laba-laba yang kau perbudak di dalam mesin ini untuk menggerakkan panah itu?"

​"Itu namanya kursor, dikendalikan oleh trackpad. Bukan roh laba-laba." jelas Mo Yan dengan kesabaran ekstra. Ia menunjukkan cara membuka situs pencarian. "Ketik apa yang ingin kau tahu di sini."

​Xi'er mencoba mengetik dengan satu jari, sangat lambat dan hati-hati seolah menekan tombol peledak. Ia mengetik: RESEP KEPITING. Dalam sekejap, ribuan gambar kepiting Alaska dan video memasak muncul di layar. Xi'er terpekik girang. Ia mulai asyik mengusap-usap dunia digital baru itu, melupakan tanaman obatnya yang mulai mengering.

​Namun, kemajuan teknologi ini membawa dampak buruk. Selama tiga hari berturut-turut, Xi’er berubah menjadi pertapa digital. Ia jarang keluar dari laboratorium, matanya merah karena terlalu lama menatap layar, dan posisinya saat menonton dengan punggung melengkung dan kaki diangkat ke atas meja benar-benar merusak pemandangan.

​"Nona Xi'er, makan siang Anda sudah dingin." tegur Vania untuk yang ketiga kalinya.

​"Tunggu Vania! Sebentar lagi! Pria di video ini sedang menunjukkan cara membuat ramuan pemutih wajah dari buah jeruk! Aku harus memastikan apakah teorinya masuk akal atau hanya omong kosong!" balas Xi'er tanpa menoleh sedikit pun.

​Mo Yan, yang mengamati dari ruang sebelah, merasa ini sudah melewati batas. Xi'er yang dulu sangat lincah kini tampak lesu dan sering mengeluh lehernya kaku. Sebagai pria yang sangat menghargai disiplin fisik, Mo Yan memutuskan untuk memberikan terapi kejutan.

​"Zuo Fan, panggil pelatih fisik terbaik kita. Katakan padanya ada satu pasien keras kepala yang butuh dirombak total otot-ototnya." perintah Mo Yan.

​Keesokan paginya, saat Xi'er masih asyik menonton video Kucing Bermain Piano di laptop barunya, Mo Yan datang dan langsung menutup layar laptop itu dengan bunyi klik yang tegas.

​"Hei! Apa yang kau lakukan?! Aku belum tahu apakah kucing itu berhasil memainkan lagu atau tidak!" protes Xi'er, matanya melotot tajam.

​"Kucing itu tidak akan ke mana-mana, tapi kesehatanmu sedang pergi menjauh." ucap Mo Yan dingin. "Bangun. Ikut aku ke lantai bawah. Kau butuh bergerak sebelum tubuhmu berubah menjadi akar tua yang lapuk."

​Xi'er dipaksa mengganti tuniknya dengan pakaian olahraga yang diberikan Vania, sebuah setelan kain elastis yang sangat ketat. "Baju apa ini?! Kenapa dia memeluk tubuhku begitu erat?! Tuan kaku, ini benar-benar tidak sopan! Aku merasa seperti sosis yang siap digoreng!" gerutu Xi'er sepanjang jalan menuju ruang gym.

​Begitu sampai di ruang kebugaran, Xi'er disambut oleh seorang wanita jangkung berotot kencang bernama Coach Maya. Di sekeliling mereka, berjejer mesin-mesin besi besar yang tampak sangat mengerikan bagi mata seorang tabib kuno.

​"Mari kita mulai dengan pemanasan di atas treadmill, Nona Lin." ucap Maya dengan nada otoriter.

​Xi'er menatap papan berjalan itu dengan ngeri. "Apa ini? Lantainya bergerak sendiri? Apakah ini alat untuk menghukum tawanan perang dengan cara memaksa mereka berjalan tanpa henti tapi tidak sampai ke mana-mana? Sangat kejam!"

​"Ini untuk lari Nona. Silakan naik." paksa Maya.

​Begitu mesin dinyalakan, Xi'er mulai berjalan. Awalnya ia merasa sombong. "Hanya begini? Aku bisa melakukannya sambil memejamkan mata!" Namun, Maya menaikkan kecepatannya. Kaki Xi'er mulai berputar lebih cepat, lalu lebih cepat lagi. Napasnya mulai tersengal.

​"Tunggu! Berhenti! Papan gila ini ingin membawaku ke mana?! Aku berlari sekuat tenaga tapi tembok di depanku tetap saja di sana! Ini adalah sihir paling sia-sia yang pernah kulihat!" teriak Xi'er sambil mencoba berpegangan pada pinggiran mesin.

​Mo Yan, yang duduk di kursi rodanya di sudut ruangan, hanya bisa menyesap kopinya sambil menikmati pemandangan Xi'er yang mulai berkeringat deras. "Teruslah berlari Tabib Agung. Bayangkan ada musuh yang mengejarmu dengan membawa sepanci air mendidih!"

​Siksaan belum berakhir. Xi'er dipaksa melakukan gerakan yang disebut squat sambil memegang bola berat. "Kenapa aku harus jongkok dan berdiri berkali-kali seperti orang yang sedang dihukum karena salah meracik obat?! Kakiku terasa seperti mau copot!" keluh Xi'er.

​Ia kemudian melihat sebuah alat dengan beban besi yang ditarik menggunakan kabel. Xi'er mencoba menariknya sekali, dan matanya hampir keluar karena bebannya sangat berat. "Batu apa yang kau taruh di belakang sana?! Ini bukan olahraga, ini adalah kerja paksa untuk membangun tembok besar! Mo Yan, kau benar-benar tiran yang tidak punya hati!"

​Satu jam kemudian, sesi olahraga itu akhirnya berakhir. Xi'er jatuh terkapar di atas matras biru dengan posisi telentang, napasnya memburu tidak beraturan, dan wajahnya merah padam seolah baru saja direbus. Seluruh tubuhnya gemetar, dan otot pahanya terasa seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum batin.

​"Selesai sudah hidupku... Aku akan bereinkarnasi lagi menjadi seekor siput agar tidak perlu lari secepat itu lagi..." igau Xi'er sambil memejamkan mata dengan lemas.

​Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu yang dingin menempel di pipinya. Xi'er tersentak kecil dan membuka matanya. Mo Yan sudah berada di sampingnya, menyodorkan sebotol minuman elektrolit dingin yang berkeringat.

​"Minum ini. Kau butuh cairan agar otakmu tidak ikut menguap karena emosi." ucap Mo Yan, suaranya terdengar jauh lebih lembut dari sebelumnya.

​Xi'er merampas botol itu dan meminumnya dengan rakus sampai separuhnya habis dalam sekali teguk. "Kau sangat jahat Tuan kaku. Kau sengaja melakukan ini karena aku mengejekmu kemarin kan? Kau ingin membalas dendam dengan cara membuat badanku remuk seperti ini!"

​Mo Yan tidak membantah. Ia justru mengeluarkan sebuah handuk kecil dan mulai menyeka keringat yang membanjiri dahi dan leher Xi'er. Gerakannya begitu telaten dan lembut, membuat Xi'er yang tadinya ingin mengamuk mendadak terdiam seribu bahasa. Sentuhan tangan Mo Yan di dekat telinganya membuat sebuah getaran aneh yang jauh lebih kuat daripada getaran mesin treadmill tadi.

​"Aku melakukannya agar kau tetap kuat Xi'er." bisik Mo Yan, matanya menatap dalam ke arah Xi'er. "Dunia modern ini bisa sangat melemahkan jika kau hanya duduk diam. Aku ingin kau memiliki stamina yang baik, agar kau bisa terus menemaniku menempuh pengobatan yang panjang ini. Jika tabibnya sakit, bagaimana dengan pasiennya?"

​Xi'er tertegun. Ia segera memalingkan wajahnya yang kini terasa jauh lebih panas karena malu, bukan karena olahraga. "C-cih! Bilang saja kau takut tidak ada lagi yang mau melayanimu dan mendengarkan omelan kaku mu itu!"

​Mo Yan terkekeh pelan, ia membantu Xi'er untuk duduk tegak. "Baiklah, karena kau sudah bertahan selama satu jam, aku akan mengembalikan laptopmu. Tapi ingat, hanya satu jam per hari."

​Xi'er mendengus puas, meskipun tubuhnya terasa seperti bubur. "Dua jam! Dan kau harus menemaniku menonton video resep masakan Alaska itu lagi! Aku ingin melihat bagaimana mereka membedah kepiting itu dengan alat aneh mereka!"

​Mo Yan hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum pasrah. "Sepakat Dua jam. Tapi setelah itu, kau harus memijat kakiku dengan minyak herbal buatanmu. Bagaimana?"

​"Dasar licik! Kau tetap saja ingin mengambil untung!" omel Xi'er, namun ia menerima uluran tangan Mo Yan untuk membantunya berdiri.

​Malam itu, di dalam laboratorium, terlihat pemandangan yang unik. Seorang CEO ternama dan seorang Tabib Agung dari masa lalu duduk berdampingan di depan sebuah layar laptop, menonton video kucing lucu dan resep makanan laut, sambil sesekali berdebat tentang cara memotong bawang yang benar. Xi'er menyadari, meski badan terasa remuk, kehadiran Mo Yan di sampingnya membuat rasa sakit itu terasa sedikit lebih ringan.

1
mery harwati
Mo aq kasih bunga online agar hatimu tetap berbunga bunga selalu dengan Xi'er😄
mery harwati
Untung jaman modern, klo jaman masih kerajaan & Mo Yan modus pengen dipeluk Xi'er, bisa dipenggal kepalanya oleh prajurit 😛
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Zou Fan langsung balik badan doong /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Keyeenn Xi'er 👏👏🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alahhhh bilang dong kalau mau di peluk, hai saya dasar tuaaa👀👀
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tua gak thu😭😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waaww teyeennn 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti bau banget itu 🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan balik badan Zou Fan, bukankah kelakuan mereka lebih seru untuk ditonton dari drama manapun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Biar gantian, Zou Fan yg blingsatan nyari ayang🤣🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Maaf ya Xi'er aku udah sejojon sama kamu, aku pikir pesta ini akan porak poranda oleh tingkah ajaibmu🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yakkk kenapa kau sangat jahat kepadaku yg imut ini😑 kenapaaaaa😑
total 1 replies
mery harwati
Xi'er tunjukan pesonamu pada dunia bersama Mo Yan 💪
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Xi'er: siapa yg mau di cintai oleh tuan kaku rasanya hidupku akan hambar ketika aku dicintai oleh dia😑🤣 (masih malu malu kucing dia mah)🤣
total 3 replies
Mila Sari
aku tidak sabar dengan ceritanya,, kira2 apakaah mereka saling hatuh cinta,, Thor semangat
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhh terimakasih 🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo Xi'er, keluarkan bubuk² ajaibmu/Determined/
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mantap terimakasih 🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
What, tiga jam?🤣🤣 aku aja waktu nikah didandani cuma sejam aja udah pegel plus ngantuk🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nama juga mua internasional 🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bayangkan, seberapa baunya ramuanmu Xi'er/Gosh/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jgn dibayangkan plis😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ngga kenalan ma Dugong Xi? kenalan lahhh biar bisa di ajak nyari mutiara
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dugong nda thu🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Selalu takjub dengan kesabaran Mo Yan, entahlah kalo aku🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: harus bisa sabar kl sama Xi'er tktnya kl gk sabar kuping nya mp yan makin panas krn denger omelan Xi'er
total 1 replies
Mila Sari
Thor tolong donk up nya yg banyak, biar tambah greget bacanya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: besok ya🤣🤣🤣 hari ini blm bisa berpikir🫣🫣🫣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Besok2 ajak Xi'er naik2 kepuncak gunung Mo 💃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Dih 🤣🤣 /Facepalm/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Hureèe komen pertamaa 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 😅 Iya syama2 kamei 🥰
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Cieee aheum aheumm kiw kiw 🤣/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!