NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Daisy pun hanya bisa menghapus air matanya dengan cepat, dia tidak tau kenapa dia begitu tidak rela jika harus kehilangan putranya itu meskipun Adam tidak terlahir dari rahim nya.

Hari ini pun terpaksa Daisy berada di rumah Aksa hingga keesokan paginya, dia yang tidak bisa tidur semalaman pun tetap memutuskan untuk pergi bekerja meskipun tubuh nya tidak fit.

Aksa sudah melarang dia untuk bekerja dan meminta dia cuti, tapi itu tidak mungkin karena saat ini dia baru bekerja dan lagi pasien nya sudah menunggu kedatangan nya.

Dia pun meminta Tia untuk membawa Adam bersama nya pulang ke rumah mereka bersama dengan itu Daisy pun berangkat dengan menggunakan pakaian yang ada di rumah Aksa yang memang lima tahun lalu dia siapkan untuk Daisy.

Beruntung tubuh Daisy tidak berubah banyak hingga baju-baju itu tetap bisa dikenakan meskipun rasanya tidak nyaman karena biar bagaimanapun baju itu dibelikan oleh suami orang.

Sementara itu semalam penuh istri Aksa merasakan kegelisahan meskipun ini bukan pertama kalinya Aksa tidak kembali ke rumah mereka.

Wanita bernama lengkap Aurora Davidson itu pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit sambil berharap Aksa ada di sana, karena tuan Dimitri masih belum sadarkan diri sepenuhnya pasca operasi tersebut.

Daisy pun datang untuk bekerja diantar oleh Aksa, dan dia datang lebih cepat dari Aurora yang kini berjalan menuju ruang rawat inap.

Ya semalam Daisy pun dihubungi oleh dokter jaga yang mengatakan bahwa tuan Dimitri sudah menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik, dia pun sudah dipindah ke ruang rawat inap setelah dia siuman.

Pria lanjut usia itu seakan tidak pernah menyerah dengan hidup nya, dan saat ini bahkan hanya butuh waktu semalam saja dia sudah bisa melewati masa kritisnya.

Daisy bahkan dipuji oleh dokter lainnya karena ternyata operasi yang dikerjakan nya sungguh sangat sempurna hingga pasien yang biasanya butuh waktu berhari-hari untuk bisa siuman setelah operasi jantung dilakukan pun ini hanya butuh satu malam saja.

Sementara Daisy sendiri tidak heran dengan itu karena itu juga bagian dari sebuah keajaiban yang diberikan sang pencipta karena itu menunjukkan bahwa jantung itu benar-benar berjodoh dengan tuan Dimitri.

Sementara saat ini Daisy sedang bersiap di ruangannya, dia bersikap untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien rawat inap yang kini menjadi tanggung jawab nya, tentunya pasien yang baru saja melakukan operasi di rumah sakit tersebut meskipun itu bukan dia yang mengerjakan nya kecuali tuan Dimitri.

Setelah ini pun Daisy telah ditunggu oleh pasien lainnya yang kini membutuhkan pertolongan nya secepatnya meskipun itu bukan untuk melakukan transplantasi jantung, tapi ada lagi yang lain nya termasuk ginjal dan juga mata.

Saat ini Daisy pun lebih dulu mengunjungi tempat rawat inap tuan Dimitri, dia yang masuk bersama dengan Faris dan beberapa perawat dan calon dokter pun tengah memeriksa kondisi tuan Dimitri yang masih menggunakan berbagai alat medis dan juga alat pernafasan yang digunakan oleh nya.

Tuan Dimitri yang masih terlelap dalam tidurnya pun tidak tau bahwa kemarin yang menolong nya adalah Daisy gadis yang dia tolak untuk menjadi bagian dari keluarga nya.

Daisy sendiri pun berusaha bekerja dengan profesional, dia hanya berkomunikasi dengan nyonya Sisilia dan juga Jeny yang juga tengah bersiap untuk berangkat ke ruang pribadi nya.

Jeny yang merupakan dokter spesialis anak pun kini tengah memiliki banyak pasien yang harus dia tangani termasuk keponakan nya, anak perempuan Aksa yang saat ini mengidap autoimun seperti yang pernah dialami oleh mendiang keponakan nya yang kini sudah tiada.

"Dy nanti malam aku akan main ke rumah mu, Tia disana kan?"ujar Jeny yang kini sudah bersiap untuk pergi ke luar.

"Hm... Aku juga pulang terlambat hari ini karena ada lima pasien yang harus ku tangani hari ini, kita bisa pergi bersama jika kamu mau."ucap Daisy yang sudah selesai memeriksa kondisi tuan Dimitri.

"Ah siap, mom malam ini ada kak Aksa dan kakak ipar yang temani mommy jadi aku nginap di rumah Sisi."ucap Jeny yang langsung dibalas penolakan oleh Aksa dengan cepat.

"Aku ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda, mungkin akan lembur jadi hanya Aurora yang bisa tinggal."ucap Aksa.

"Lalu bagaimana dengan putri mu kak, apa dia akan sendirian di rumah mu."ucap Jeny.

Ditengah perdebatan itu Daisy pun langsung pamit pada nyonya Sisilia tanpa menunggu lama.

Daisy hanya sempat menatap sekilas pada wanita yang juga menatap lekat padanya. Sampai saat Daisy keluar dari dalam ruangan tersebut, Aurora pun pamit keluar menyusul Daisy.

"Dokter Daisy tunggu saya ingin bicara?" ucap Aurora yang kini berjalan menghampiri Daisy.

"Maaf nyonya saat ini saya sedang terburu-buru anda bisa datang nanti sekitar dua jam lagi setelah saya selesai memeriksa pasien, anda bisa datang ke ruangan saya." ucap Daisy dengan lembut.

"Baiklah."ucap Aurora yang kini hendak kembali kedalam tapi langkahnya tertahan saat dia melihat Aksa yang juga keluar dari dalam ruangan tersebut.

Daisy sendiri bergegas menemui pasien lainnya, dan tugas nya seperti biasanya, dan kini dia sudah berada di parkiran rumah sakit setelah tugas nya selesai hingga saat sebuah tangan kekar menggenggam tangan nya.

"Honey malam ini kamu harus istirahat dengan baik jadi kamu akan pulang ke rumah kita."ucap seseorang yang tidak lain adalah Aksa.

"Maaf tuan rumah saya bukan disana dan tolong berhenti menemui saya."ucap Daisy yang kini melepaskan genggaman tangan Aksa yang kemudian menyusul langkahnya.

"Kamu sudah tidak istirahat dari kemarin honey aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu."ucap Aksa.

"Justru karena anda membawa saya kesana jadi saya tidak bisa istirahat dengan baik."balas Daisy dengan cepat.

"Honey kamu sedang apa, ayo pulang putri kita sudah menunggu, aku pikir kamu masih ada di kantor."ucap Aurora yang kini membuat Daisy lega karena bisa terlepas dari Aksa.

Jeny pun muncul di belakang mereka."Sisi kamu lupa janji kita."ucap Jeny yang buru-buru masuk kedalam mobil Daisy dan menempati jok kemudi.

Sini biar aku yang nyetir kamu pasti sudah sangat lelah kan? "ujar Jeny yang kini meraih kunci mobil Daisy yang hanya bisa mengangguk pasrah.

Daisy pun langsung bergegas masuk setelah pamit pada keduanya. Namun Daisy bisa melihat tangan Aksa yang diperban itu mengepal tanda ia kecewa.

Daisy bisa apa, saat ini mereka sudah tidak lagi bisa bersama karena Aksa sudah memiliki pasangan, mungkin jika dulu dia masih bisa menerima perlakuan Aksa itu karena Aksa masih lajang.

Daisy sebenarnya merasakan sakit yang teramat sangat saat melihat pemandangan yang sungguh tidak ingin ia lihat seperti saat ini saat dimana Aksa mengusap lembut puncak kepala Aurora yang tengah bergelayut manja di lengan kirinya sampai mobil Daisy meninggalkan parkiran rumah sakit tersebut.

...*****...

Saat ini waktu menunjukkan pukul sebelas malam, Daisy baru memasuki kamar pribadinya yang kini ditempati oleh putranya yang sudah terlelap dalam tidurnya.

Tapi beberapa detik kemudian ia begitu shock saat melihat Aksa sudah ada di sana dan tengah duduk di sofa sambil menatap kearah nya.

"Bagaimana anda bisa masuk, lewat mana anda masuk?"ucap Daisy yang kini menghampiri Aksa.

"Itu soal mudah honey, dan aku akan tetap datang meskipun kamu menolak kedatangan ku."ucap Aksa dengan tegas.

Daisy pun hanya bisa menghela nafas berat, dia pun kembali bertanya." Apa sebenarnya yang tuan Aksa inginkan, jika untuk tes DNA saya tetap tidak akan menyetujui nya, karena saya yakin dia bukan putra anda."ujar Daisy tegas.

"Aku mencintai ibunya dan aku juga ingin memiliki nya seutuhnya dan aku rasa kamu tau itu?"ujar Aksa.

"Cinta, bisakah anda berfikir jernih, bagaimana bisa seorang laki-laki yang sudah memiliki anak dan juga istri mencintai wanita lain jika bukan karena nafsu serakah. "ucap Daisy dengan tegas.

"Terserah kamu mau bicara apa honey yang jelas aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi, sekarang tandatangani ini."ucap Aksa yang kini memberikan sebuah map.

"Apa itu tuan, tolong jangan buat masalah lagi, saya hanya ingin hidup dengan tenang dan bahagia disini bersama putra saya, kecuali jika Anda ingin saya kembali menghilang dari negara ini."ucap Daisy.

"Lakukan saja jika kamu bisa honey, karena aku akan segera mempublikasikan hubungan kita detik ini juga jika kamu berani berfikir untuk meninggalkan ku lagi."ucap Aksa dengan tegas.

"Tolong keluar dari sini, saya ingin istirahat."ucap Daisy yang kini meninggalkan Aksa menuju walk-in closed.

"Honey aku serius." ucap Aksa yang kini mengikuti langkah Daisy.

Daisy tidak berkata apa-apa lagi dia hanya menyiapkan beberapa perlengkapan untuk kebutuhan nya besok pagi agar tidak keteteran, dia menyiapkan pakaian untuk besok pagi dan setelah jam kerja nya selesai berikut barang pribadi lainnya yang dia butuhkan.

Sementara Aksa terus menatap gerak gerik wanita cantik yang sejak tadi hanya menggunakan dress selutut nya yang terlihat sedikit menerawang terkena sinar lampu yang begitu terang didalam walk-in closed nya itu.

"Honey kamu bahkan tidak meninggalkan pesan untuk ku saat kamu pergi lima tahun yang lalu apa kamu tidak pernah mencintai ku."ujar Aksa yang tiba-tiba berkata demikian.

"Apa semua itu harus saya lakukan disaat anda sendiri sudah memiliki tunangan, ah iya kenapa bukan dia wanita yang anda nikahi, jangan bilang kalau anda juga terpaksa menikahinya? "ujar Daisy.

"Terserah kamu mau bilang apa honey tapi itu kenyataan nya, saat aku pergi untuk mencari keberadaan mu di beberapa negara aku sudah memutuskan hubungan dengan nya hingga daddy terkena serangan jantung dan akhirnya sakit-sakitan. Saat itu daddy hampir tidak tertolong dan sebagai anak aku tidak punya pilihan lain selain mewujudkan keinginan terakhir nya yaitu dengan menikah tapi aku sudah menolak untuk menikah dengan Tiana, aku pun kembali dijodohkan dengan Aurora."ucap Aksa yang kini menghentikan kata-katanya.

"Oh jadi namanya Aurora, pantas saja dia sangat cantik dan seksi sesuai dengan nama nya."ucap Daisy.

"Kamu lebih cantik dari wanita manapun. "balas Aksa.

Daisy hanya menggeleng pelan."Aku bahkan kalah jauh dari wanita beruntung di dunia ini yang bahkan sudah mendapatkan jodoh terbaik nya."ucap Daisy yang kini menempatkan semua itu diatas etalase kaca.

Daisy pun meraih piyama tidur nya yang sudah dia siapkan sebelumnya.

"Honey."ucap Aksa yang kini langsung menghadang langkah nya.

"Tolong keluar tuan anda sudah kelewat batas," ucap Daisy tapi Aksa langsung memeluk Daisy tanpa ijin.

"Tuan lepas."ucap Daisy yang kini mencoba untuk melepaskan diri.

"Honey please aku sangat mencintaimu aku mohon jangan meminta ku untuk pergi dari sisi mu."ucap Aksa memohon dengan sungguh-sungguh.

"Tuan anda sudah beristri sadarlah."ucap Daisy yang kini melepaskan pelukan Aksa dengan kasar. Tapi Aksa tidak tinggal diam hingga akhirnya ia pun langsung meraih tengkuk Daisy dan mencium bibir seksi itu dengan cepat tanpa memberikan Daisy kesepian untuk melepaskan diri meskipun pada akhirnya Daisy tidak bisa mengelak lagi.

Sampai saat ia hampir kehabisan nafas, Daisy pun langsung mendorong dada bidang Aksa yang kini melepaskan ciumannya itu.

"Sekarang pergilah."ucap Daisy yang kini bercucuran air mata karena nyatanya dia tidak bisa menolak ciuman itu.

Hatinya begitu sakit karena merasa seperti wanita murahan yang tidak punya pilihan. Namun Aksa kembali memeluknya dari belakang.

"Honey menikahlah denganku, aku tidak bisa kehilangan mu lagi, kita akan besarkan Adam bersama-sama."ucap Aksa, tapi Daisy tetap menolak.

Aksa pun tidak bisa menyerah begitu saja, dia terpaksa melakukan jurus terakhir nya, yaitu dengan membuat Daisy kembali berfikir untuk menolak nya lagi.

"Honey baiklah jika ini yang kamu pilih, aku lebih baik mati saja daripada harus kembali melepaskan mu."ucap Aksa yang kini mengambil pistol dari saku jasnya dan mengarahkan nya ke pelipis nya.

"Apa-apaan ini? Lepas kak jangan lakukan ini pikirkan tentang keluarga mu istri dan anak mu dan juga perjuangan daddy mu yang sudah berjuang sampai saat ini untuk kebahagiaan mu."ucap Daisy.

"Aku tidak peduli dengan apapun jika kamu menolak untuk menikah dengan ku!"ucap Aksa sambil berteriak.

"Kak aku mohon jangan persulit hidup ku lagi, sudah cukup dengan kehidupan ku selama ini yang harus pergi jauh dari rumah ku sendiri dan merantau di negeri orang bahkan aku tak bisa berhenti menangis setiap kali aku teringat akan Mama disini." ucap Daisy yang kini memohon, tapi Aksa justru malah menarik pelatuk pistol nya hingga saat Daisy berkata sambil memejamkan matanya.

"Baiklah-baik aku Akan turuti semua keinginan mu.

Dor...

Daisy pun langsung terduduk lemas di lantai meskipun Aksa sama sekali tidak terluka karena pistol itu langsung diarahkan kearah lain.

"Bangun honey kamu sudah berjanji untuk memenuhi segala keinginan ku, aku janji tidak akan pernah menyulitkan hidup mu, dan aku akan membuat mu jauh lebih bahagia.

1
Rosdiana Rosdiana
msh ada lanjutannyakh tor?
Erny Su: Tentunya ditunggu ya 🙏
total 1 replies
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!