Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Di depan pintu terlihat pak Bambang berdiri menatap Devan dan Bu Marta. Sambil tersenyum lalu masuk
" Kenapa kalian berdua berada disini. Ini jadwalnya pak Angga untuk membimbing murid muridnya ," kata Pak Bambang membuat Devan dan Bu Marta saling pandang.
" Kami ada urusan pak, lagi pula pak Angga hanya sebentar kok. Mereka berdua hanya konsultasi," kata Bu Marta.
" Tapi tetap menganggu bu, karna mereka perlu fokus. Lagian kalian berdua kan bisa ke ruangan pak Devan. Bukan berkencan disini," kata pak Bambang.
" Hah . .pak...bapak bilang apa tadi? Saya dan Bu Marta itu,ngak ada hubungan apa pun. Bu Marta kesini menemui pak Angga dan saya juga," kata Devan kaget. Karna pak Bambang mengira mereka sedang berkencan.
Membuat Syara dan Mela tersenyum tipis. Mendengar alasan kedua dosennya itu. Sedangkan Ken hanya memasang wajah datar. Sembari melihat pak Bambang.
" Pergi lah keruangan ku, Marta hanya ingin mengodamu," bisik pak Bambang membuat Ken menatapnya. Lalu mengangguk dan bangkit dari tempat duduknya
" Syara , Mela ayo keruangan pak Bambang ," kata Ken.
" Pak Angga mau kemana, ih....apaan sih main tinggal saja ," kata Bu Marta beranjak ingin menyusul pak Angga namun di tahan oleh pak Bambang.
" Bu Marta di sini saja, biar mereka bisa dapat bimbingan dengan baik," kata pak Bambang melirik Devan sambil memberi kode.
" Oh ...iya benar Bu, kebetulan saya ada yang perlu saya tanyakan sama Bu Marta ," kata Devan. Saat Ken, Syara dan Mela keluar. Yang membuat Mela hampir tergelak bersama Syara. Entah apa yang terjadi dengan para dosen mereka. Namun itu membuat keduanya saling lempar senyum.
" Ada apa ? tanya Ken
" Bukan apa apa pak, hanya aneh saja.," kata Syara yang berjalan di sebelah Mela
" Sepertinya Bu Marta suka sama bapak, makanya beliau mengajak bapak keluar untuk berkencan," kata Mela
" Hust ....asal ngomong kamu Mel," kata Ken yang menegur muridnya itu
" Hehehe....maaf pak," kata Mela tersenyum. Sedangkan Syara langsung melototi temannya itu
" Kenapa?" kata Mela bingung. Karna Syara melototinya
" Jaga bicaramu, tidak sopan," kata Syara sambil memasang wajah cemberut. Karna rupanya suaminya itu,rupanya banyak punya pengagum.
Lalu ketiganya pun masuk keruangan pak Bambang. Disana Ken sedikit lebih tenang menjelaskan bagaimana cara membuat proposal dan membuat skripsi agar cepat di terima oleh dosen penguji
***************
Malamnya saat sudah pulang ke apartemen. Syara banyak diam dan tidak bicara. Ia hanya menyiapkan makan malam tanpa bersuara Bahkan keduanya makan tanpa bicara. Itu membuat Ken bingung. Karna biasanya Syara paling banyak bertanya. Jika ia banyak diam.
" Ada apa ?" tanya Ken melihat wajah istrinya itu terlihat masam sedari tadi
" Tidak ada," jawab Syara
" Lalu kenapa tuh muka Sasa ditekuk begitu, seperti orang marah?" tanya Ken yang banyak bicara jika bersama Syara. Setelah mereka selesai makan dan duduk diruang tengah.
" Apa kak Ken suka keluar malam sama perempuan di luar sana?" tanya Syara
Membuat Ken mengerutkan keningnya.
" Tergantung, apa ada masalah?" tanya Ken
" Lalu kenapa menikahi Syara, dan menerima perjodohan ini, jika kak Ken punya banyak wanita diluar sana" kata Syara tanpa menoleh
" Astaga.. .apa kau cemburu?" tanya Ken tersenyum tipis. " Mereka hanya teman kerja kak Ken tak lebih dari itu. Lagi pula kak Ken tak punya. hubungan apa pun dengan mereka," jelas Ken sembari menatap Syara yang fokus melihat laptopnya. Sedangkan Ken menonton layar televisi.
" Cemburu....ngak lah," kata Syara
" Lalu kenapa Syara menanyakan itu," kata Ken menatap tengkuk Syara
" Karna Kak Ken senang senang saja bersama mereka. Seperti wanita di cafe semalam. Kak Ken juga senang kan," kata Syara
" Hah ...." Ken hampir tergelak. Namun ia menahan nya. Lalu mendekati Syara dan merangkul bahu Syara.
" Sasa kenapa , kak Ken ngak main perempuan di luar sana. Jika ada yang suka sama kak Ken itu wanita normal," kata Ken terkekeh sambil mengacak acak rambut Syara
" Apaan sih kak ," kata Syara menjauhkan tangan Ken dari kepalanya.
" Kenapa, apa Sasa tidak percaya sama Kak Ken?" kata Ken memeluk tubuh Syara dari belakang. Yang membuat Syara mendongak kan kepalanya.
" Jangan berpikir yang aneh aneh. Fokus saja pada skripsi Sasa. Apa kedekatan kak Ken dengan bu Marta membuat Sasa tidak nyaman. Kak Ken akan menghindarinya jika perlu. Tapi tidak selama itu wajar dan sebatas membahas masalah pekerjaan," jelas Ken menjelaskan panjang lebar
" Ya Sasa tak nyaman," kata Sasa yang merasa aneh dengan hatinya akhir akhir ini. Perubahan itu terjadi begitu saja. Yang membuat Syara merasa serba salah.
" Baiklah kak Ken akan jaga jarak," kata Ken bersamaan dengan suara ponselnya bergetar Dan Ken pun langsung mengangkat nya
" Ya An ada apa?" tanya Ken
" ..........."
" Baik aku akan kesana menjemputnya," kata Ken
" Ada apa?" tanya Syara mendengar Ken ingin menjemput seseorang.
" Farah mabuk " jawab Ken yang beranjak menuju kamar
" Syara ikut !!" kata Syara yang langsung mematikan laptopnya dan mengejar Ken kekamar
" Pakai hoodie mu !!" kata Ken memasang jaketnya dan mengambil kunci mobil di atas meja kerjanya.
" Ya " Syara pun meraih hoodie nya yang tergantung di balik pintu. Lalu mengikuti Ken yang berjalan kearah pintu.
Mobil meluncur cepat menuju sebuah club malam. Saat turun dari mobil Ken meraih tangan Syara dan mengenggam nya erat. Sembari berjalan masuk ke pintu club malam yang bercahaya remang remang.
Suara dentuman musik keras mengema dan banyak orang berjubel didalamnya.Membuat Syara merasa risih saat mencium bau tubuh orang lain.
" Ini tempat apa ?" tanya Syara pada Ken
" Club' malam," jawab Ken merangkul bahu Syara sembari membawanya kearah meja VVIP dan disana terlihat Farah dengan kepala telungkup ke meja di temani seorang pria
" Ada apa dengannya ?" kata Ken
" Biasa dia mabuk dan tidak sadarkan diri. Dia menyebut nama mu Ken ," kata pria itu sembari melirik Syara yang mengunakan tudung kepala.
" Astaga Sa ayo bantu kak Ken," kata Ken yang lalu memapah Fatah untuk berdiri dan Syara cepat mengambil tas Farah.
" Dia sedang galau" kata pria itu tertawa
" Okey terimakasih An, kami pulang dulu," kata Ken menatap Syara.
" Sasa duluan, biar kak Ken gendong Farah," k Ken menyuruh Syara berjalan duluan. Lalu mereka pun keluar dari club' malam itu menuju mobil Ken. Dan Syara pun cepat membuka pintu mobil untuk merebahkan tubuh Farah yang sedang mabuk berat.
" Ngapain sih kak Farah ketempat beginian?" kata Syara yang duduk disebelah Ken. Setelah memasang sabuk pengaman.
" Apa Sasa belum pernah masuk kesana?" tanya Ken sembari memundurkan mobil dan keluar dari parkiran
" Tidak " jawab Syara
" Sudah kuduga" batin Ken menoleh kepada Syara yang duduk tenang di sebelahnya.
" Ken . .Ken aku disini ayo jemput aku," suara Farah terdengar sedang merancau
" Kau mabuk rah," kata Ken
" Hehehe.....tidak aku mabuk Ken..Ini semua karna mu Ken. Kenapa kau memilih Syara yang tak becus mengurus mu Ken. Aku lebih baik darinya dan lagi pula adikku tidak pandai menawan hatimu," kata Farah lagi.
Yang membuat Syara kaget mendengar perkataan kakaknya itu. Sedangkan Ken melirik reaksi Syara yang duduk terpaku di sebelahnya.
" Kita akan pulang kerumah , biar bibi yang mengurusnya,," kata Ken.
" Terserah kak Ken," jawab Syara
" Ken....ayo lah aku mencintaimu ...tinggalkan saja Syara. Lagi pula dia sudah kabur meninggalkan mu," kata Farah lagi
Membuat Syara hanya terdiam. Sedangkan Ken melajukan kecepatan mobilnya. Agar cepat sampai di rumah.
" Ken.....aku mencintai mu....cium aku," kata Farah makin merancau. Membuat Syara menoleh menatap Ken. Namun tidak dengan Ken yang hanya fokus menatap kedepan.
" Kak...." kata Syara
" Jangan didengar kan, dia sedang mabuk," kata Ken cuek.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?