Aran Abisaka adalah pendekar dari tanah Nusantara. Dari bayi hingga dewasa ia dibesarkan oleh seorang pria tua yang kemudian ia sebut sebagai Master/Guru.
Selain mencari jati dirinya dan menjalankan tugas dari Masternya, ia juga memiliki cita-cita untuk mengelilingi dunia ini dan bisa memiliki banyak teman serta kerabat.
Cerita ini mengisahkan Perjalanannya di Nusantara yang berlanjut menyusuri lautan samudera hingga Kerajaan Malaya dan dataran tengah yang begitu luas.
Aran adalah pendekar yang sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan dan kekerabatan.
"Siapapun didunia ini, tidak ada yang boleh menyakiti sahabat dan kerabatku. Selama mereka semua berada di jalan yang benar"
Mohon bijak dalam membaca cerita ini.
Minimal umur pembaca 18thn.
*Ini hanyalah cerita fiksi, tidak ada hubungannya dengan nama tempat dan para pemerannya*
Instagram : @yukishinamt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuki shina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lembah Setan Vs Ular Putih
Ratu Ular membawa Aran dan wanita manusia ke dalam istana yang terdapat di kedalaman gua. Istana Ratu sangatlah besar, hanya Ratu dan pelayan pelayannya yang tinggal di istana ini.
Ratu membawa keduanya menuju ruang pribadinya yang di jaga oleh elit Clan Ular Putih.
"Hormat kepada Ratu" Kedua penjaga memberikan hormatnya ketika melihat Ratu Ular di hadapannya. Mereka tidak berani bertanya siapa kedua makhluk yang di bawa oleh Ratu.
Ratu sedikit tersenyum dan melanjutkan berjalan memasuki ruang pribadinya.
Ratu meletakkan Aran dan wanita manusia diatas sebuah batu yang mirip tempat tidur. Batu ini adalah Giok Putih, dimana khasiatnya dapat menyembuhkan berbagai macam luka dalam dan dapat meregenerasi sel sel didalam tubuh sehingga segala macam penyumbatan di setiap titik meridian bisa hilang.
Ratu kemudian meninggalkan kedua manusia tersebut. Di depan ruangan Ratu sedikit merenung, mengenang masa lalunya.
'Melihat kedua manusia itu, membuatku terbayang kenangan dirimu' Ratu hanya bisa berucap didalam hatinya.
"Delima!" Ucap Ratu
Seketika bayangan merah berlutut di hadapannya "Hormat kepada Ratu"
"Delima, panggil pasukan elit kita. Aku akan tunggu di pintu masuk gua"
"Siap Ratu" Bayangan merah langsung menghilang dari hadapan Ratu.
"Aku merasakan Aura yang cukup familiar menuju kesini" Ratu Ular tersenyum dan berjalan menuju pintu keluar gua.
>>>
Ketua Lembah Setan bersama 7 Hantu melesat dengan kecepatan tinggi menuju tempat Ratu Ular Putih. Setelah cukup lama terbang dengan kecepatan tinggi akhirnya mereka sampai.
"Berdasarkan informasi yang kudapat dari Demon Ifris, harusnya ini tempatnya" Ketua bersama 7 Hantu berdiri tidak jauh dari sebuah gua.
Tidak lama mereka merasakan aura pembunuh sudah mengunci mereka.
"Aura ini sangat pekat" Gumam ketua.
"Tidak kusangka, Ketua Lembah Setan yang terkenal di dunia ini mau mengunjungi rumahku" Ucap Ratu Ular sambil sedikit tertawa.
Terlihat Ratu bersama pasukan elitnya keluar dari dalam goa.
"Hehe, Ratu ternyata masih seperti dulu. Tetap cantik dan awet muda. Dibandingkan diriku yang sudah sepuh ini" Ketua Lembah Setan begitu mengagumi kecantikan Ratu Ular Putih. Sudah sekian ratus tahun tidak berjumpa, ternyata Ratu Ular Putih masih sama seperti dulu, waktu terakhir kali dia melihatnya.
"Hohoho, apakah Ketua mencoba merayuku" Ratu Ular Putih tertawa mendengar ucapan Ketua, sampai terlihat giginya yang putih. Lima pasukan elit Ratu hanya diam tanpa ekspresi memandangi kelompok Lembah Setan.
"Tidak perlu berbasa basi, apakah kamu sudah membawa Ginseng Roh yang aku mau?" Seketika raut wajah dan aura Ratu berubah menjadi lebih menyeramkan.
"Aku sudah membawanya, tapi rasanya ada yang mengganjal, jika kita tidak bertarung terlebih dahulu" Ucap Ketua yang langsung meningkatkan auranya.
"Huh, kalian Sekte Lembah Setan memang sangat menyukai pertarungan. Jangan salahkan kami jika kami kejam" Seketika Ratu memberikan isyarat tangan kepada kelompoknya untuk bersiap.
Kini kedua aura peperangan semakin besar, angin yang berhembus tiba tiba menjadi sangat kencang. Siapapun yang berada disini pasti akan merasakan perasaan tidak nyaman di hatinya.
"Maju" Seketika 7 Hantu langsung maju menyerang Ratu Ular Putih.
"Delima, kasih mereka pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan"
"Baik Ratu" Delima langsung maju bersama lima pasukan elitnya.
Bam Bam
Kedua pasukan bentrok. Mereka langsung menyerang tanpa mengurangi tenaga mereka. Niat membunuh begitu terasa di tempat ini. Walau Delima dan pasukan elit hanya berjumlah 6 orang, tetapi kemampuan individu mereka sangatlah hebat. 7 Hantu yang terkenal akan kehebatannya di buat kesulitan menghadapi serangan kelompok Ular Putih.
"Kenapa pasukan Ular Putih begitu hebat" gumam Ketua Lembah Setan melihat pertarungan di hadapannya. Ketua Lembah Setan Dan Ratu Ular Putih hanya menonton para prajuritnya melakukan pertempuran.
"Kekeke, habis kau Lembah Setan. Berani menantang kami" Ucap Ratu Ular Putih.
7 Hantu mulai terdesak menghadapai Delima dan teamnya. Mereka benar benar kewalahan menghadapi gempuran Pasukan Ular Putih.
"Bajing*n, kenapa para wanita ular ini begitu hebat" Ucap pemimpin 7 Hantu.
Delima dan teamnya terus mendesak 7 Hantu dengan serangan serangan mematikan. 7 Hantu hanya bisa bertahan, tidak bisa menyerang balik.
"Brengseeekkk, aktifkan segel darah!" teriak pemimpin 7 Hantu.
Anggota 7 Hantu langsung mengigit jari mereka, darah yang keluar mereka ukir di telapak tangan mereka membentuk sebuah pola.
''Segel darah, buka!" Seketika dari tubuh 7 Hantu keluar aura merah bercampur hitam. Melihat itu semua, Delima dan Pasukan Elit Ular Putih langsung mengambil jarak dari 7 Hantu.
"Aura mereka begitu menindas" Ucap Delima.
"Teman teman, hati-hati" Delima mengingatkan teman temannya. Pasukan Elit Ular Putih menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Mati Kalian" 7 Hantu langsung melesat ke arah Delima yang sudah menjauh dari mereka.
"Bersiapp!" Teriak Delima.
sukses slalu