NovelToon NovelToon
Reuni Berdarah

Reuni Berdarah

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Desas-desus Villa / Thriller / Misteri / Tamat
Popularitas:987.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: DF_14

Acara reuni yang seharusnya berjalan dengan menyenangkan, seketika berubah menjadi mencekam dan menegangkan, saat seorang pembunuh berantai muncul membunuh satu persatu para alumni yang mengikuti acara reunian tersebut.

Membuat mereka yang mengikuti acara reunian saling curiga dan saling tak percaya. Pembunuh berantai berada diantara mereka.

Akankah ada yang selamat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sementara itu di tim dua, Arkan sangat jengah melihat Panji yang terus saja menggoda Sisil, sementara dirinya masih fokus mencari keberadaan Kevin, sambil terus berteriak memanggil nama sahabatnya itu.

"Kevin!"

"Kevin!"

"Kevin!"

Mungkin karena kelebihan berat badan, membuat dia gampang sekali kelelahan, dia pun segera duduk di atas batu besar. Nafasnya terengah-engah, sangat merasakan lelah sekali, sampai baju yang dia kenakan telah dibasahi oleh keringat.

"Sumpah gue capek banget!" ucap Arkan, dia pun mengambil air minum di dalam ransel yang dia gendong, lalu meneguk sebotol air mineral itu sampai habis.

Panji dan Sisil pun ikut duduk disamping Arkan, karena batu yang mereka duduki memiliki ukuran yang cukup besar. Mereka pun sama-sama merasakan kehausan, lalu meneguk minuman milik mereka masing-masing.

"Makanya turunin berat badan lu, Kan. Biar sixpack kayak gue." Panji berkata seperti itu sambil memamerkan perutnya yang membentuk kotak-kotak kepada Sisil, siapa tahu Sisil terpesona kepadanya setelah melihat betapa sixpacknya tubuh pria itu.

"Iiuhh!" Sisil malah memalingkan wajahnya ke arah lain.

Panji pun menghela nafas, sulit sekali meluluhkan hati wanita yang selalu terlihat ceria dan centil itu, mungkin karena Sisil paling suka pada pria yang memiliki wajah blesteran seperti Nicholas.

"Apa bagusnya sih si Nicholas, dia cuma menang blasteran aja. Cowok cupu kayak gitu diidolakan." Panji pun mencibir kepada Sisil.

"Nicholas itu dulu memang cupu, tapi sekarang dia sangat tampan kok. Bukan cuma tampan, dia juga cowok yang tajir melintir, ah... pokoknya aku lagi ternicholas-nicholas." jawab Sisil dengan nada centilnya.

Arkan menimpali perkataan Sisil, dia mengangkat kedua alisnya kepada Sisil. "Mending kayak gue, gemoy."

Sisil pun berkata. "Dih gemoy apanya? Kayak buntelan kentut begitu."

Panji tertawa keras mendengar perkataan Sisil yang telah meledek sahabatnya itu, sampai perutnya merasakan sakit.

Arkan menghela nafas mendengar ledekan yang dilontarkan oleh Sisil kepadanya.

"Jujur aja aku merasa yakin bukan bambang ganteng aku yang melakukannya. Muka ganteng gitu tidak cocok menjadi seorang penjahat." ucap Sisil kembali, bambang ganteng yang dimaksud oleh Sisil adalah Nicholas.

Panji sangat kesal mendengarnya, karena Sisil terus saja memuji Nicholas. "Lah terus yang good looking harus menjadi tokoh protagonis dan yang jelek harus menjadi tokoh antagonis, begitu? Kayak di novel aja."

Arkan menimpali perkataan Panji, "Kalau di sebuah novel tokoh protagonisnya jelek ya gak akan laku lah. Mana ada yang mau baca."

Panji pun terkekeh, dia meledek Arkan. "Ya, kalau lu jadi tokoh novel, gak akan laku novelnya, kasihan authornya nanti."

Panji tiba-tiba teringat dengan peristiwa makan malam semalam yang membuat semua alumni tidak sadarkan diri. "Kalau pelakunya si Nicholas, gue gak habis pikir sama tuh orang, ngapain coba dia harus mencuri ponsel kita semua, apa dia mau membalas dendam sama kita? Gue sama sekali tidak takut."

Setelah berkata seperti itu, Panji meninju telapak tangannya sendiri.

Arkan membenarkan perkataan Panji. "Iyalah sudah pasti memang dia pelakunya. Buat apa coba dia ikut acara reunian, padahal dia sudah bukan alumni SMA Buana lagi."

Panji menganggukkan kepalanya, "Lah emang dia pelakunya, buktinya kita aman-aman saja kan sekarang? Kalau seandainya dia tidak di sekap di gudang, itu anak pasti sudah berbuat ulah."

Arkan pun terkekeh, "Dia sayko kayaknya."

Sisil tidak terima pria yang dia idolakan itu disebut sayko, "Memangnya kalian punya buktinya kalau Nicholas adalah pelakunya? Apa kalian melihat sendiri kalau Nicholas memasukkan obat tidur ke dalam makanan?"

Arkan pun terdiam, tiba-tiba saja dia menjadi teringat dengan kejadian kemarin, saat melihat seseorang mengaduk-aduk nasi di dalam bakul dengan centong nasi, apakah ada kemungkinan dia adalah pelaku sebenarnya?

Flashback on...

Saat itu Arkan masuk ke dalam dapur, dia memang selalu berlagak sok berkuasa.

"Udah belum masaknya? Gue lapar nih." ucap Arkan dengan nada tinggi. Dia memukul-mukul perutnya sendiri yang nampak buncit.

Pingkan sangat kesal kepada orang itu. "Sabar dulu kek, kita tuh capek masak dari tadi. Lah kamu cuma mau enaknya doang."

Helena tidak ingin ada keributan di acara reunian ini. Dia pun menunjuk kelima orang pria yang baru saja keluar dari dapur. "Tuh makanannya sudah diantarkan ke ruang makan. Sebentar lagi kita akan makan malam."

Arkan pun tersenyum lebar, dia segera berlari mengikuti kelima orang tersebut. Sementara ketujuh wanita yang ada disana sibuk membersihkan dapur yang berantakan.

Keempat orang pria sudah meninggalkan ruang makan, mereka pergi ke tempat lain, ada yang ke kamar mandi, ada yang ke belakang vila, dan ada juga yang ke ruang tengah

Sementara ada satu orang pria yang sedang mengaduk-aduk nasi di dalam bakul dengan centong nasi. Pria itu terlihat santai sambil bersiul.

"Lho kenapa nasinya di aduk-aduk gitu bro?" tanya Arkan kepada pria itu. Kemudian Arkan mengambil dua buah chicken krispi di dalam piring untuk mengganjal perutnya.

"Kalau nasinya ingin cepat dingin harus diaduk-aduk dulu." jawab pria itu, dia terlihat tenang, sama sekali tidak mencurigakan. Kemudian dia merapikan nasi yang ada di dalam bakul dengan centong nasi.

Selain itu, pria itu terlihat sedang merapikan semua piring dan gelas di atas meja makan.

"Oh gitu." Arkan sama sekali tidak curiga kepada orang tersebut, karena Arkan tahu ibunya pun pernah melakukan hal yang sama jika menyajikan makanan di meja makan, suka mengaduk-aduk terlebih dahulu nasinya dengan centong nasi. Mungkin karena memang nasinya masih panas sekali dan masih ada asapnya.

Arkan pun dengan santai memakan kedua chiken krispi yang berukuran besar itu. Soal makanan dia memang yang paling serakah.

Arkan sama sekali tidak tahu bahwa pria itu telah memasukkan cairan bening ke dalam nasi. Dan dia terburu-buru memasukan botol berukuran kecil ke dalam saku celananya ketika mendengar suara Arkan.

Arkan merasakan dirinya haus, kemudian Arkan menyuruh orang itu untuk mengambilkan air minum untuknya. "Ambilkan gue air minum dong, haus nih!"

Orang itu pun hanya bisa menghela nafas sambil mengepalkan tangannya, lalu dia terpaksa menganggukan kepalanya. Dia pun menuangkan air minum ke dalam gelas, lalu dia berikan air minum tersebut kepada Arkan.

Flashback off...

1
Nicaaaaa♥
luarrr biasaaaa semangatt terus buat karya nyaa kakk
Rita Juwita
luar biasa seruuu thor. ..
retno❤️
Waaow bener2 mantap karya Kak Othor ini... pengennya ngelewatin cerita satu ini, tp penasaran jg... akhirnya kubaca... baru pertama baca novel horor sadis... awalnya ngeri bgt ada adegan sadis2nya... tapi gak dilanjut bikin penasaran... akhirnya mencoba beraniin utk trs baca... bener2 sadis... ngeri bgt... untung diakhir cerita beberapa tokohnya bs selamat. The best ceritamu Kak Othor... Semangat trs berkarya... sukses selalu 🙏🏻👍🏻🥰
Rewin
roni
Sarah
Udah kena kanker paru-paru masih mau diam-diam ngerokok aja yah dammm? Dasar suami bandel! 😒
Sarah
🤩🤩🤩
Sarah
Cerita keren bangettt! 💖
Sarah
so sweet 💖
Sarah
Yeyyyy! mantap Adam!
Sarah
Nooo pingkannn adam ayo cepat selamatkan istrimuuuu
Sarah
Tahan nafas bacanya aku 👍🙂
Sarah
Seneng deh bisa ngelihat Nicholas sama Adam jadi deket. Soalnya mereka keliatan klop aja gitu 👍.
Sarah
Curiga sama Dicky 🙂
Sarah
padahal harusnya enam, satu lagi Heru dia yang bunuh 😡.
Sarah
pemandangan yang buruk di pagi hari yang cerah 🙂.
Sarah
Jangan-jangan plot twist di akhir pelakunya Dicky atau Roni.
Sarah
Adam senyum-senyum aja lihat orang pdkt karena dia sudah merasakannya duluan dan sudah kawin malah 🤭
Sarah
Benar-benar berasa dunia cuma milik berdua nihh~🤭
Sarah
Diantara banyak orang yang ceria, pasti ada orang yang pendiam dan kalem seperti Nicholas, dan diantara orang-orang seperti Nicholas, pasti ada sebagian kecil lainnya yaitu orang yang sudah bukan pendiam lagi... tapi dingin seperti Adam 😂
Sarah
Asik, semoga kamu bukan psikopatnya. Karena kamu ini sudah suami idaman banget, sayang banget sama istrimu 😭👍/Awkward/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!