Jadwal Update : Sesuka hati🤣
Kenyamanan bekerja di sebuah perusahaan yg kita dambakan merupakan sebuah anugrah yg tidak dimiliki oleh semua orang. Namun, bagaimana jadinya saat kita sedang nyaman bekerja diusik oleh seseorang di masa lalu yg datang secara tiba-tiba dan mengacaukan kenyamanan kita dalam bekerja?
Syabila Aishah seorang Karyawati di sebuah perusahaan ternama bertempat di bagian devisi pemasaran. Dia baru saja bergabung dengan perusahaan selama enam bulan. Namun, kenyamanan bekerja sudah ia rasakan sejak awal bergabung dengan perusahaan. Sampai suatu hari, terjadi pergantian CEO Perusahaan oleh anak tunggal pemilik Perusahaan bernama Jovan Mahendra yg ternyata mantan kekasih Syabila sewaktu ia duduk di bangku SMA. Kebencian yg masih dalam diantara keduanya menyebabkan, hari-hari bekerja Syabila terusik oleh ulah Jovan yg dengan sengaja ingin membalaskan dendam terhadap kejadian di masa lalu.
Lantas hal apakah yg akan dilakukan Syabila untuk mengantisipasi ulah Jovan kedepannya?
Jangan lupa Like, Vote, dan Good commant nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri febri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Yg Berat
Hai Kakak-Kakak semua jangan lupa yah buat like dan vote serta tinggalin jejak good commentnya! Biar aku selalu semangat update nya.
Happy reading.
"Bukan, bukan masalah itu."
"Terus apa dong, lama bertele-tele."
"Iya iya, jadi Loe mau ga bantuin Gue buat jauhin si Ayumi." ucap Jovan tiba-tiba.
"Uhukkk, uhukkk," ucapan Jovan membuat Syabila terkejut.
"Hati-hati dong nih minum!" tegasnya seraya menyodorkan minuman dingin.
"Maksud Loe apa hah?" tanya heran Bila.
"Bil mau yah please, please," ujar Jovan Seraya memohon dan memegang tangan Syabila.
"Gue harus apa bantuin Lho!"
"Ya jalan satu-satunya pura-pura jadi gebetan Gue ...," lirih Jovan.
"Hah!" sentaknya.
"Please kalo Lho setuju Gue bakal lakuin semua yg Lho minta suer Gue gak bohong dan kalo Lho nolak Gue bakal ...."
"Bakal apa!" sentaknya.
"Bunuh diri."
"Terserah, bunuh diri aja karna jawaban Gue Enggak!" Tegas Syabila.
"paling ngancem doang ni anak dari dulu emang gak pernah berubah." Batin Syabila.
"Bil please Bil, Loe satu-satunya yg bisa please."
"Kenapa juga harus Gue sih, Kan banyak yg lain yg lebih cantik, kaya, seksi, yg lebih sempurna menurut Loe," jawab Bila.
"Cuma Loe, Bil cuman Loe yg berani sama dia yg lain mah kena gertakannya aja pada ciut semua. Gue udah coba tapi dia bayar lebih gede sicewe nya buat jauhin Gue."
"Hah ... jadi Loe sampe bayar cewe," Jawab Bila terkejut.
"Iya tapi si Ayumi malah bayar dia 3X lipat dari yg Gue kasih jadi dia nyerah ...," lirih Jovan disambut gelak tawa Syabila.
"Hahaha, Gue tetep gak mau. Cewe lebay plus sombong angkuh kaya gitu, males banget."
"Bil atuhlah."
"Gak!"
"Terserahlah kalo gak mau Gue emang gak bisa berharap sama Loe lagi," ucap Jovan seraya meninggalkan Bila menuju danau yg ada tak jauh dari mereka.
"Hah sikutusapi mau ngapain jangan-jangan aduh kenapa sih aneh bener eh, eh kenapa jongkok kek gitu wah bener ini kayanya mau bunuh diri Gue harus kejar nih," gumamnya yg berlari menuju Jovan.
"Van jangan Van, Lho kok nekat gini sih," ucapnya seraya berlari.
Grep, tanpa aba-aba Syabila memeluk Jovan dari belakang.
"Van Loe gak boleh kaya gini."
"Apasih lepasih gak!" bentak Jovan.
"Gak, Gue gak bakal lepasin sampe Loe gak ngelakuin hal-hal aneh."
"Maksud Loe, apasih Lepas!" bentak Jovan kembali.
"Enggak jangan bunuh diri," ucap Bila.
"Heh siapa yg mau bunuh diri Gue cuma mau ambil nih" seraya menunjukan sampah botol plastik.
"Hah, jadi dia cuman mau ngambil itu aduh bila oon banget sih." Batin Syabila.
"Tadi Gue liat orang buang sampah kesini udah tau ada larangannya, Hah ... Lu mah modus mau peluk Gue sini kalo mau peluk," ucapnya seraya membuka tangan seperti ingin memeluk.
"A-apasih," jawab Ayabila gelagapan.
"Dasar modus!" tegas Jovan Seraya meninggalkan.
"Jovan tungguin!" teriak Jovan.
"Apa?" tanya nya.
"Loe mau gak dibantuin," jawab Syabila yg menghentikan langkah Jovan.
"Loe yakin?" tanya nya kembali.
"Mau gak. Yaudah kalo gak mau." ungkapnya.
"Yaudah iya iya jangan ngambek dong," jawab Jovan.
"Tp ada syaratnya,"
"Iya apa, Gue bakal penuhin semua syarat itu."
"Syaratnya."
Loe gak boleh sombong lagi.
Kurangin tuh gaya pamer yg melekat didiri Loe.
Jangan pake bodyguard.
Harus banyak tersenyum.
Loe kekantor harus pake motor dan tanpa bodyguard.
"What ... are you sure," ucap Jovan tiba-tiba
"Ya i'm sure about that," Jawab Bila santai.
"Bil gimana harga diri Gue kalo CEO ke kantor pake motor Loe mau Gue diketawain seisi kantor." Jawab Jovan.
"Gak ada protes-protes mau gak kalo engga juga gapapa itu sih terserah sama Kamu," jawab Bila kembali.
"Ya'ampun dimana harga diri gue kalo gini mah masa kekantor pake motor, ngeselin banget nih si cuper." Batin Jovan.
"Heh!" sentak Syabila.
"Iya iya terserah Loe," jawab Jovan singkat.
"bodolah harga diri Gue juga udah ilang waktu minta maaf sama dia dicoffe." Batin Jovan.
"Mulai besok ya awas aja kalo masih pake bodyguard dan pake mobil mahal Kamu itu," ucap Bila seraya berlari mengejar langkah Jovan.
.
.
Tbc.
.
Don't forget like, vote and rate
.
Biar gak ketinggalan setiap update nya jadiin novel ini sebagai novel favorit kalian yah.
Salam Author Bye🙂
INI MLH DIBANTU RIZAN, JTUH TU HARGA DIRI JOVAN..