Aluna terpaksa menikahi muridnya bernama Keenan. Seorang siswa yang terkenal nakal di sekolah tempatnya mengajar.
Semuanya berawal saat keduanya kepergok warga ketika berteduh di sebuah gubuk dekat hutan lindung. Aluna dan Keenan dipaksa menikah karena kedapatan berpelukan.
Pernikahan keduanya harus disembunyikan hingga Keenan lulus sekolah.
Bagaimanakah mereka akan menjalani rumah tangga, jika keduanya berbeda prinsip dan gaya hidup?
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Like dan koment. 💓💓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Bertemu Jack
Aluna naik ke tempat tidur dan membaringkan kepalanya ke bahu pria itu. Sebenarnya Keen masih merasa sedikit sakit, tapi di tahan karena tidak ingin istrinya kecewa.
"Sebenarnya kami tidak ada hubungan apa pun. Aku sudah pernah katakan jika aku belum pernah pacaran," ucap Aluna dengan pelan.
"Mungkin tidak atau belum ada hubungan. Tapi dia mencintai kamu?" tanya Keen lagi.
Aluna menatap mata suaminya. Entah mengapa dengan Keen, dia bisa luluh dan langsung percaya. Buktinya saat ini dia telah memaafkan suami kecilnya ini.
Aluna memeluk Keenan. Berat rasanya berterus terang tentang Jack, karena memang tidak ada yang istimewa di antara mereka.
"Jack mencintai kamu?" Keen kembali mengulang pertanyaannya. Akhirnya Aluna menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Tangan Keen terkepal menahan amarah. Jadi Jack sengaja menjadikan Aluna taruhan karena dia memang mencintai wanita itu. Pasti dia berharap Keen kalah dan menyerahkan Aluna untuk dirinya.
Rahang Keen tampak menegang dan mengeras. Wajahnya memerah menahan amarah. Dia akan buat perhitungan di saat dia telah keluar dari rumah sakit nantinya.
"Kamu marah? Kenapa? Kami tidak ada hubungan. Aku menolak cintanya. Bahkan dia sempat mendatangkan keluarganya untuk melamarku tapi aku juga menolaknya," ucap Aluna.
"Berarti kamu mengenal Novi, dia ibu tiriku?" tanya Keen.
"Tentu aja aku mengenalnya." Hanya itu jawaban dari Aluna. Dia teringat saat Novi mendatanginya ke kamar kos. Wanita itu marah-marah dan menghina Aluna. Dia merasa adiknya jauh lebih baik dari Aluna, jadi tidak terima adiknya ditolak wanita itu.
Aluna sengaja memejamkan matanya agar Keen tidak bertanya lagi mengenai Jack. Namun, ternyata akhirnya dia benar-benar tertidur dalam dekapan suaminya. Keen juga ikutan ketiduran.
Keduanya terbangun saat mendengar suara seseorang. Aluna dan Keenan membuka mata, terkejut melihat dokter dan perawat yang telah berada di samping tempat tidur.
"Maaf, tadi kami telah mengetuk, tapi karena nyenyak sehingga tidak mendengar," ucap Dokter.
"Tidak apa, Dok. Kami yang seharusnya minta maaf karena tidak mendengar Dokter mengetuk pintu tadi," ucap Aluna dengan suara yang begitu lembut.
Setelah memeriksa kesehatan Keenan, Dokter dan perawat keluar dari ruangan. Aluna mencubit lengan suaminya itu.
"Kenapa kamu tidak bangunkan aku, sih?" Aluna kembali mencubit Keenan.
"Aku juga ketiduran, Sayang." Keenan menjawab dengan tersenyum. Dia senang karena Aluna telah kembali mau bercanda, itu artinya wanita itu telah memaafkan dirinya.
"Aku mau mandi. Setelah itu mau keluar sebentar. Ada perlu, sekalian mau beli makanan." Aluna bicara sambil mengambil pakaiannya.
"Apa kamu mau mandi juga?" tanya Aluna.
Keenan tersenyum mendengar pertanyaan istrinya. Dia lalu menganggukkan kepalanya. Kapan lagi bisa di manja dan dimandikan, jika tidak sakit begini. Pikir cowok itu.
"Aku mandikan kamu dulu. Baru aku yang mandi."
Aluna mematikan jalannya infus. Mengajak suaminya ke kamar mandi. Dengan telaten Aluna membuka pakaian suaminya. Setelah itu memandikan.
Keenan menarik tangan istrinya dan mengecup bibirnya saat Aluna ingin membersihkan bagian inti tubuh cowok itu. Keen lalu memeluk pinggang Aluna yang berdiri dihadapkannya. Mengecup perut wanita itu.
"Gara-gara kamu, jadi pengin," ucap Keenan dengan manja. Aluna mencubit lengan suaminya itu saat mendengar ucapan Keen.
"Belum sehat, pikiran udah ke sana aja."
"Yang sakit bukan anu aku 'kan?" tanya Keen dengan wajah tanpa dosanya.
"Tunggu sembuh dulu, baru pikirkan itu. Mau berapa kali, nanti bisa," ucap Aluna.
"Betul ya. Kapan pun aku mau, kamu juga harus mau!" ujar Keen.
Aluna menjadi gemas melihat suami kecilnya. Cowok yang seharusnya hanya memikirkan pelajaran sekolah, tapi karena suatu insiden dia dituntut segera dewasa karena memiliki tanggung jawab sebagai seorang suami.
Walau usia Keen jauh di bawah Aluna, sekitar tujuh tahun, tapi pemikiran cowok itu terkadang dewasa. Itu yang membuat Aluna jatuh cinta.
Aluna menyelesaikan mandi Keen dengan segera. Dari pada cowok itu berpikir ingin berhubungan saja. Setelah Keen mandi, barulah Aluna mandi.
Keen tampak cemberut melihat istrinya yang berpakaian rapi. Dia cemburu jika Aluna tampak cantik.
"Sebenarnya kamu mau kemana? Kenapa pakaiannya rapi dan wangi banget?" tanya Keen dengan wajah cemberut.
Sebenarnya pakaian Aluna biasa saja. Dia memang selalu rapi begitu. Namun, Keen saja yang cemburuan.
"Aku memang selalu begini 'kan?" Aluna bukannya menjawab pertanyaan Keenan, bahkan dia balik bertanya.
"Aku tak suka kamu keluar tanpa aku dengan pakaian rapi begitu." Keen tampaknya masih belum terima.
Aluna lalu mendekati suaminya. Mengecup pipi Keenan. "Percaya saja, aku tidak akan melirik pria lain. Di sini ada pria yang aku cintai. Aku tidak akan meninggalkan kamu jika bukan kamu yang pergi dariku." Aluna berucap sambil tersenyum agar suaminya itu tidak cemberut lagi.
"Ingat ya, jangan mau di goda pria lain."
"Iya, Suamiku Sayang." Aluna kembali mengecup pipi suaminya.
"Jangan lama-lama. Ponsel tetap aktif." Keen berucap dengan wajah yang masih cemberut. Aluna menganggukan kepalanya tanda setuju. Setelah itu dia pamit.
"Hati-hati. Ingat ya, aku tidak akan makan jika bukan kamu yang suapin," ucap Keen mengingatkan istrinya itu.
"Iya, Suamiku." Keen lalu menarik tangan istrinya agar lebih mendekat dan mengecup bibir Aluna.
Aluna segera menuju taksi yang telah dia pesan. Sebenarnya dia merasa sangat bersalah dengan Keen, karena harus berbohong. Dia akan menemui Jack, tanpa mengatakan kebenarannya. Namun, Aluna akan berkata jujur setelah pulang nanti.
Aluna turun dari taksi. Dia masuk ke dalam kafe yang telah dijanjikan dengan Jack. Dari kejauhan dia telah melihat pria itu. Aluna langsung menuju tempat dia duduk.
Jack tersenyum semringah begitu melihat Aluna. Mempersilakan wanita itu duduk. Di meja telah tersedia makanan ringan dan segelas jus buah naga kesukaan Aluna.
"Apa kabar, Una? Setahun tidak bertemu, banyak perubahan pada dirimu. Tambah cantik dan dewasa." Jack berucap dengan mata yang terus memandangi wajah Aluna tanpa kedip. Dari dulu dia sangat mengagumi wanita itu.
"Kabarku baik saja. Aku tidak ingin berbasa-basi karena waktuku tidak banyak. Aku hanya ingin tahu, apa maksud kamu jadikan aku taruhan? Aku bukan barang yang bisa dijadikan taruhan dan dipindah tanamkan!" ucap Aluna dengan penuh penekanan.
Bukannya menjawab pertanyaan Aluna, pria itu bahkan tertawa. Dia kembali memandangi wajah Aluna tanpa kedip.
"Jangan marah, kamu tambah cantik jika marah." Jack berkata dengan tersenyum miring. Di bawah meja, dia terus saja memainkan jarinya. Dia tidak terima jika gadis yang dulu sangat dia cintai akhirnya menjadi milik pria yang dianggapnya tidak pantas bersaing dengannya.
"Aku tidak bercanda, Jack. Aku ingatkan kamu, saat ini aku telah memiliki suami. Aku harap kamu jangan pernah lagi menggangguku ataupun suamiku. Di antara kita tidak ada hubungan apa pun. Jangan libatkan Keen. Aku harap kamu bisa menerima keputusan ini!" ucap. Aluna dengan suara sedikit lantang.
"Apa suami kecilmu itu yang mengutus kamu menemui aku? Apa dia tidak berani datang langsung padaku?" tanya Jack.
Aluna menarik napas panjang. Dia mencoba menahan emosi. Tidak ingin marah di tempat umum seperti ini.
...----------------...
dari yg awalnya saling menolak tapi harus menikah dg terpaksa, tapi berakhir saling mencintai satu sama lain, bahkan jadi bucin..
happily ever after Keenan dan Aluna, gak ketinggalan Jeca jg..
makasih mama, udah nyuguhin novel ini.
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕💕💕